cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 21, No 2 (2018)" : 11 Documents clear
BAHAN AJAR BERORIENTASI ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY EDUCATION BERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS MAHASISWA Perkasa, Magfirah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i10

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berorientasi environmental sustainability education berintegrasi kearifan lokal Mbojo untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa kimia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan diadaptasi dari model Dick & Carey menjadi empat tahapan dengan subjek coba produk pada mahasiswa semester 2 STKIP Bima. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi, tes literasi kimia berformat benar-salah beralasan dan lembar penilaian diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bahan ajar berorientasi environmental sustainability education berintegrasi kearifan lokal Mbojo yang dikembangkan memiliki karakteristik yang meliputi pengembangan melalui model project based learning pada materi Kimia Karbon dan Peranannya terhadap Lingkungan; dan indikator literasi sains diadaptasi dari aspek competencies dan attitudes pada indikator literasi sains OECD; 2) bahan ajar berorientasi environmental sustainability education berintegrasi kearifan lokal Mbojo yang dikembangkan layak digunakan dengan kategori sangat baik serta efektif untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa berdasarkan uji Mann-Whitney U.Abstract:The research aims to reveal the developing teaching material based on environmental sustainability education integrated with Mbojo local wisdom to enhance students’ scientific literacy. The developing model adapted from Dick & Carey and the trial of this research product was conducted to 2nd semester students at chemistry education department of STKIP Bima. The instruments for data collection are validation instrument, a true-false reasoning scientific literacy test and self-assessment. The results of research shows: 1) the features of product research is using project based learning to Hydrocarbon and The Role for Environment topic; and the indicators for scientific literacy test adapted from competencies and attitudes aspects in OECD scientific literacy indicator; 2)chemistry learning tools based on environmental sustainability education integrated with Mbojo local wisdom is valid to use with very good category and effective to enhance scientific literacy based on Mann-Whitney U test results. 
KOMPETENSI PEMBUATAN INSTRUMEN PENGUKURAN HASIL BELAJAR OLEH GURU IPS SMP DI KOTA BANDUNG Ruhimat, Mamat
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i4

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan guru IPS Sekolah Menengah Pertama Kota Bandung dalam membuat alat ukur hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ukur bentuk tes lebih dominan digunakan dibandingkan bentuk non tes, baik pada Ulangan Harian, Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu, hanya sebagian kecil responden guru yang membuat soal dengan mengacu pada kisi-kisi, bahkan ada guru yang tidak membuat kisi-kisi. Alat ukur tes yang dibuat pun tidak melalui tahap uji validitas dan reliabilitas. Responden guru belum menunjukkan peningkatan kualitas dalam pengembangan alat ukur hasil belajar peserta didik. Peneliti merekomendasikan kepada semua pihak terkait untuk melakukan peningkatan, pembiasaan dan pengawasan terhadap guru untuk membuat alat ukur hasil belajar, khususnya bagi guru-guru IPS.Abstract:This study aimed to analyze the ability of the Social Studies Teachers of Junior High School of Bandung city in creating instruments to measure the students’ learning outcomes. This research used survey method. The result of this study showed that the test form was more dominant than non-test forms, both on Daily Tests and Middle or Final Semester Exams. In addition,  only a few teachers made questions referring to the question framework, and several teachers did not even use it. The instrument also did not pass the validity and reliability test. Teachers had not indicated the quality improvement in developing instrument to measure the students’ learning outcomes. Researcher recommended to all relevant parties to improve, habituate and supervise teachers to make learning outcome instruments, especially for Social Studies teachers.
ISLAMIC STATE INSTITUTE OF BUKITTINGGI STUDENTS’ SATISFACTION ON ACADEMIC ATMOSPHERE AND SERVICE Sesmiarni, Zulfani; Ilmi, Darul
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i9

Abstract

Abstract:This research is inspired from the researcher’s motivation to see the satisfaction of IAIN Bukittinggi students in terms of academic atmosphere and services. This study was conducted at IAIN Bukittinggi students as population. The sample of research were 438 students. Data collection techniques used in this study were questionnaires to measure satisfaction, academic’s atmosphere, and academic services. From the research data, there is a significant influence of Academic Atmosphere on Student’s Satisfaction at IAIN Bukittinggi with significant level of 5%. Furthermore, there is a significant influence of the Academic Service on Student’s Satisfaction at IAIN Bukittinggi with significant level of 5%. Then, there is a significant influence of academic atmosphere on academic services at the level of 5%. Finally, there is influence of academic atmosphere and academic service in accordance to student’s satisfaction at level of 5%.Abstrak:Penelitian ini diawali dengan adanya motivasi penulis untuk melihat kepuasan mahasiswa IAIN Bukittinggi ditinjau dari aspek suasana dan pelayanan akademik. Penelitian ini dilakukan di IAIN Bukittinggi dengan populasi mahasiswa, dengan sampel sebanyak 438 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner untuk mengukur kepuasan, suasana dan pelayanan akademik. Dari data penelitian maka terdapat pengaruh yang signifikan suasana akademik terhadap kepuasan mahasiswa di IAIN Bukittinggi pada taraf signifikan 5 %. Selanjutnya terdapat pengaruh yang signifikan layanan akademik terhadap Kepuasan mahasiswa di IAIN Bukittinggi pada taraf signifikan 5%. Kemudian terdapat pengaruh yang signifikan suasana akademik pengaruh terhadap layanan akademik pada taraf 5%. Terakhir terdapat pengaruh suasana akademik dan layanan akademik secara bersama-sama hubungan terhadap kepuasan mahasiswa pada taraf 5%.
FILSAFAT PERENCANAAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Hidayat, Tatang; Syafe'i, Makhmud
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i5

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan filsafat perencanaan dan implikasinya dalam perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur. Berdasarkan hasil pembahasan, perencanaan adalah garis besar gambaran keseluruhan proses yang disertai penentuan secara matang sesuatu yang berhubungan dengan masa depan yang didalamnya ada seperangkat kegiatan dan proses sistematis. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki tugas mengembangkan potensi peserta didik dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003. Oleh karena itu, disinilah pentingnya perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dibuat, supaya dalam mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bisa efektif dan efisien. Implikasinya, guru Pendidikan Agama Islam mesti membuat sebuah perencanaan pembelajaran yang bisa mengembangkan potensi manusia menuju manusia yang mulia, yakni manusia beradab, cerdas dari sisi intelektual, sehat dan memiliki keahlian yang memadai bukan manusia yang setelah lulus belajar orientasinya hanya materi. Abstract:The objective of this study was to describe the planning philosophy and its implication for the lesson plan of Islamic Education in schools. This study used qualitative approach and literature study method. Based on the results of the discussion, planning was an outline of the overall processes followed by a set of activities and systematic stages related to the future. Islamic Education subject in fact has role to develope the potentials of the learners in instilling the values of faith, piety and noble morals as stated in Law No. 20 of 2003. Therefore, it was undeniable that the existence of Islamic Education lesson plans played a significant role in order to make the teaching and learning process of Islamic Education subject more effective and efficient. The Islamic Education teachers should make a lesson plan which can develop human potentials in order to achieve the objective of being a noble human, namely civilized, intelligent, intellectual, healthy and skillful, and not being materialistic.
PENERAPAN PENDIDIKAN ISLAM ANTI-RADIKALISME DALAM MERAJUT HARMONI: Suatu Tinjauan di Kota Sungai Penuh Jambi Alam, Masnur; Wisnarni, Wisnarni; Irawan, Yoki
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i11

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pendidikan Islam anti radikalisme dalam merajut harmoni di Kota Sungai Penuh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan telaah dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Sungai Penuh telah menerapkan pendidikan Islam anti-radikalismeme melalui jalur formal yaitu melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lembaga pendidikan (sekolah dan pondok pesantren) dan nonformal seperti khutbah Jum’at, ceramah agama, dakwah, dan Radio Republik Indonesia. Di samping itu juga melalui organisasi sosial dan keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Dengan penerapan tersebut akan dapat merajut harmoni, yaitu keselarasan, keserasian, kesesuaian, kecocokan, dan kerukunan dalam masyarakat serta bebas dari konflik horizontal. Sehingga keharmonisan pemerintah bersama masyarakat menjadi kekuatan serta aset dalam membangun negeri serta mengukir prestasi.Abstract:This study is aimed to describe the implementation of anti-radicalism Islamic Education in building harmony at Sungai Penuh City. The type of the study is descriptive qualitative. the data are obtained through in-depth interview, observation, and document analysis. The result of this study revealed that the city government of Sungai Penuh has been implementing the anti-radicalism of Islamic education both formally and informally. Formally, such as government working units and Educational institutions (school, Islamic Boarding School). Informally, such as Islamic forums, speeches, and announcements through National Radio. In addition, it was promoted through non-government and religious organization. Such as MUI, FKDM, FKUB, and FPK.Through the implementation of anti-radicalism education, it was proven that they can build the harmony in society and free of horizontal conflicts. Thus, the harmony between the local government and their citizen become an asset to develop their city and governmental achievements.
SEKOLAH BERASRAMA DI SULAWESI SELATAN Faridah, Faridah; Arismunandar, Arismunandar; Bernard, Bernard
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i1

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpisikan pengelolaan sekolah berasrama di Sulawesi Selatan. Fokus penelitian ini adalah pengelolaan pendidikan akademik dan kehidupan keasramaan di sekolah berasrama. Penelitian dilakukan di 4 sekolah berasrama, 2 merupakan sekolah negeri, 1 sekolah swasta, dan 1 pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sekolah berasrama dianggap lebih baik dibanding non-berasrama. Sekolah non-berasrama dianggap tidak bisa menghasilkan luaran yang mampu bersaing dengan siswa-siswa lain secara nasional dan global. Seleksi untuk masuk ke sekolah berasrama cukup ketat dan kompetitif, yang terdiri atas seleksi berkas, tes akademik, psikotes, dan wawancara. Ketatnya seleksi ini karena sekolah berasrama menetapkan standar akademik yang lebih tinggi dibandingkan sekolah lainnya. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya di sekolah berasrama masih sangat terbatas. Umumnya masih dalam bentuk dukungan finansial dan sarana prasarana.Abstract:This study aims to describe the management of boarding schools in South Sulawesi. The focus of this study is on academic aspect and students’ life in boarding school. This study conducted in 4 boarding schools, 2 public schools, 1 private school, and 1 Islamic Boarding School (pesantren). Data collection techniques were conducted through Focus Group Discussion (FGD), observation and documentary study. The results show boarding schools are considered better than non-boarding. Non-boarding schools are believed unable to produce students who can compete with other students at the national and global level. The admission system for boarding school is quite strict and competitive, consisting of administrative selection, academic test, psychological test, and interview. This selection is very tight because boarding schools set higher academic standards than those of non-boarding schools. The results also show that parents' involvement in their children's education in boarding schools is still very limited. Their involvement is mostly in in the form of financial support for school facilities.
PROGRAM ZONASI DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA Safarah, Azizah Arifinna; Wibowo, Udik Budi
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i6

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui program zonasi sekolah dasar. Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas program zonasi sekolah sebagai upaya pemerataan pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pemerataan pendidikan. Pemerataan pendidikan memiliki dua elemen kunci yakni membekali individu dengan pengetahuan yang memungkinkan mereka mengambil bagian dalam segala aspek kehidupan serta memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada setiap individu. Salah satu upaya dalam pemerataan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu program zonasi sekolah. Hasil studi menunjukkan bahwa program zonasi sekolah menjadi salah satu program yang efektif dari pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia.Abstract:This study aimed to determine the effort to equalize the quality of education through zoning program in the elementary school. This research was a literature study that discussed school zoning programs as an effort to distribute education. Improving the quality of education could not be separated from educational equity. Equitable education had two key elements, namely to equip individuals with knowledge that allowed them to take part in all aspects of life and provided access to education to the widest possible extent for each individual. One effort to equalize education carried out by the government was the school zoning program. The result of this study showed that the school zoning program was one of the government programs in realizing equitable education in Indonesia.
PENGARUH SOCRATIC QUESTIONING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MAHASISWA PGSD UNY Irasari, Sera Puspita; Mustadi, Ali
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i2

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh socratic questioning terhadap pemahaman konsep matematika mahasiswa. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV PGSD UNY yang berjumlah 240 dan sampel penelitian mahasiswa kelas IV A dan IV D. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling dengan instrumen pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep pada materi bilangan bulat. Serta analisis data menggunakan uji independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode socratic questioning terbukti secara signifikan memiliki kontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika mahasiswa.Abstract:This research is aimed to find out the effect of socratic questioning toward the students’ understanding of mathematical concepts. Research population was all the students of the fourth semester PGSD UNY which consisted of 240 students. The sample of this study was class IV A and IV D of the fourth semester. The sampling technique was done by cluster random sampling. The data collection instrument used concept comprehension test on integer material. Data were analyzed using independent test. The results of the data analysis showed that using socratic questioning method affected the improvement of the students' understanding of mathematical concepts.
SIKAP TERHADAP MATA PELAJARAN IPA DI SMP se-KABUPATEN MUARO JAMBI Astalini, Astalini; Kurniawan, Dwi Agus; Melsayanti, Ririn; Destianti, Alfika
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i7

Abstract

Abstrak:Sikap siswa terhadap mata pelajaran IPA ada dua yaitu sikap positif dan negatif. Sikap positif ditandai dengan siswa cenderung tekun dalam belajar, sedangkan sikap negatif ditandai dengan siswa tidak bersemangat dalam belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sikap siswa terhadap mata pelajaran IPA di SMP Muaro Jambi. Sikap siswa yang diteliti memiliki indikator: implikasi sosial IPA, sikap terhadap penyelidikan IPA dan keinginan berkarir di bidang IPA. Penelitian menggunakan jenis penelitian survey. Instrumen penelitian berupa angket sikap dan lembar wawancara. Teknik analisis data untuk angket sikap menggunakan statistik deskriptif sedangkan analisis data wawancara menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pertama, implikasi sosial siswa terhadap IPA termasuk kedalam kategori baik. Pada indikator kedua, sikap terhadap penyelidikan IPA termasuk kedalam kategori cukup baik. Dan pada indikator ketiga, keinginan berkarir di bidang IPA termasuk kedalam kategori baik.Abstract:There are 2 students' attitudes toward natural science subjects, namely positive and negative attitudes. Positive attitudes are characterized by students tend to be diligent in learning, while negative attitudes are characterized by students who are not enthusiastic to learn. The purpose of this research was to know the attitude of the students to science subjects in secondary school Muaro Jambi. The students’ attitudes indicators are social implications of science, attitude to natural science study and career interest in science. The research used survey research. The research instruments are questionnaire and interview sheets. The data analysis techniques used for the questionnaire was descriptive statistics while the interview data analysis using Miles and Huberman model. The results show that the first indicator, ssocial iimplications of natural science, is categorized good. The second indicator, students’ attitude to natural science study, is categorized good enough. The third indicator, students’ career interest to natural science, is categorized good.
DEVELOPING MODULE OF CHILDREN LITERATURE TO INCREASE THE STUDENTS' CRITICAL THINKING Fikri, Hajarudin Al; Zubaidah, Enny
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n2i3

Abstract

Abstract:This study aimed to (1) produce a module of children literature based on nationalism character to improve the critical thinking ability of the fourth grade students of MIN Boyolali, and (2) measure the effectiveness of the module used in classroom toward critical thinking ability of the fourth grade students of MIN Boyolali. Set within the research and development type, this study adapted the development procedure formulated by Borg and Gall (1983). Data were collected through interview and observation, product validation, questionnaire of the teacher and the students’ response, and the result of pre-test and post-test which was analyzed using independent sample t-test. Meanwhile, the effectiveness was tested through quasi experiment. The result of the research showed that the module was categorized as “fit” by material and language expert; while the media expert categorized it as "very fit". In the other hand, the teacher and the students’ responses to the use of learning module were categorized as "excellent". Further, the output of the independent sample t test showed that the module was effective to improve the students' critical thinking skills.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan modul sastra anak berdasarkan karakter nasionalisme untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIN Boyolali, dan (2) mengukur efektivitas modul yang digunakan di kelas terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIN Boyolali. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan yang mengadaptasi prosedur pengembangan yang dirumuskan oleh Borg dan Gall (1983). Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, validasi produk, kuesioner dari guru dan respon siswa, dan hasil pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan independent sample t-test. Sementara itu, keefektifannya diuji melalui eksperimen semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul dikategorikan “cocok” oleh ahli materi dan bahasa; sedangkan pakar media mengategorikannya "sangat pas". Di sisi lain, respons guru dan siswa terhadap penggunaan modul pembelajaran dikategorikan "sangat baik". Selanjutnya, hasil dari uji t sampel independen menunjukkan bahwa modul ini efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa

Page 1 of 2 | Total Record : 11