cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 2 (2014)" : 20 Documents clear
PERAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PTAI Mardia, Mardia
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2014v17n2a3

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tiga persoalan utama yaitu: Pertama, eksistensi dan prob­lematika pendidikan Islam. Kedua, upaya peningkatan mutu pendidikan Islam ber­basis kompetensi. Ketiga, peran pendidikan Islam dalam pengem­bangan ku­rikulum berbasis kompetensi. Kajian dalam tulisan ini menemukan bahwa prob­lematika utama pendidikan Islam di lembaga pendidikan saat ini adalah hanya di­pandang melalui aspek kognitif, tidak dipandang bagaimana peserta didik me­nga­malkan dalam dunia nyata sehingga belajar agama sebatas menghafal dan men­catat. Hal ini mengakibatkan pelajaran agama menjadi pelajaran teoretis, bu­kan penghayatan terhadap nilai agama itu sendiri. Maka peningkatan mutu pen­di­dikan Islam diperoleh melalui dua strategi, (1) peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi akademis. (2) peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada life skill yang esensial yaitu pendidikan yang berlandaskan luas, nyata, dan bermakna.Abstract: This paper discusses three main issues: First, the existence and Problems of Isla­mic Education. Secondly, Improving the Quality of Islamic Education com­pe­ten­cy-based. Third, the role of Islamic Education in Competency-Based Curriculum De­ve­lopment. Study in this paper found that the main problems of Islamic education in educational institutions today is only seen through the cognitive aspect, not seen how learners to practice in the real world so that the extent of religious study and memorize the notes. This resulted in religious studies lessons not the­oretical appreciation of the value of religion itself. So Improving the quality of Is­lamic education is obtained through two strategies: (1) improving the quality of education that is academically oriented. (2) improving the quality-oriented edu­cation is an essential life skill that is broad-based education, real and meaningful. 
PROFIL KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI PROVINSI BENGKULU Gumono, Gumono
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2014v17n2a4

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan secara komprehensif kemam­puan mem­baca pemahaman peserta didik SD di Provinsi Bengkulu terhadap wacana terstandar yang biasa digunakan PIRLS untuk tes kemampuan membaca, (2) men­des­krip­sikan secara komprehensif kemampuan membaca pemahaman siswa SD di Pro­vinsi Bengkulu terhadap wacana yang disusun peneliti dengan materi berbasis pe­ngetahuan lokal. Penelitian dilaksanakan di 6 Sekolah Dasar di Pro­vinsi Beng­kulu. Untuk memperoleh data, responden diuji dengan menggunakan dua tes ke­mampuan membaca, terstandar PIRLS dan tidak terstandar atau di­kembangkan sen­diri oleh penulis. Laporan dari dua penelitian tersebut menyata­kan bahwa ke­mampuan siswa SD Bengkulu tergolong rendah. Rata-rata kemam­puan membaca pe­mahaman hanya sekitar 30%. Hasil tes yang disusun penulis juga mem­per­lihatkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa hanya sekitar 30% saja. Le­bih rendahnya kemampuan membaca berdasarkan hasil tes terstandar oleh ka­rena bahannya lebih panjang daripada tes disusun peneliti. Bacaan yang biasa di­gunakan untuk siswa dalam pembelajaran 200-250 kata dengan tingkat bacaan berkategori mudah sampai dengan sedang.Abstract: The purposes of this research were to (1) comprehensively describe students’ rea­ding comprehension achievement at Elementary Schools of Bengkulu Province usi­ng discourse standard that was usually used for the reading ability test, (2) discourse that was composed by researcher with local knowledge based mate­rials. This research was conducted in six elementary schools throughout Beng­­kulu Province. To obtain data, respondents were tested by using two rea­ding achieve­ment tests with a PIRLS standard and the non-standard test com­posed by the researcher. The research showed that reading ability of Bengkulu students are categorized as low. The average score of reading comprehension is only 30%. The result of non-standard test or the test composed by researcher indicated that stu­dents’ reading comprehension ability score is 30%. The low level of reading com­prehension score based on the standardized test because of the material discourse is longer than that composed by the researcher. The reading materials that were usually used for the students instruction consisted of 200-250 words with the ca­tegory reading rates started from the easy to middle one. 
PERSPEKTIF BARU PENGAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI DIRECT METHOD: Sebuah Kajian Kritis Alek, Alek
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidik (dosen dan guru) harus kreatif dalam memilih dan menentukan metode atau pendekatan yang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pemilihan metode, pendekatan, model, atau strategi harus dilakukan sebelum hadir dalam ruang kelas. Pemilihan metode harus sejalan dengan tujuan pembelajaran. Ana­lisis teoretik ini mencoba mengungkap perspektif baru penggunaan metode lang­sung dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris. Menginterpretasi dan me­ma­nipulasi metode secara tepat bukan hanya meningkatkan kualitas pembe­la­jar­an melainkan juga prestasi belajar peserta didik. Menggunakan metode langsung da­­lam pembelajaran bahsa Inggris khususnya dalam mengajarkan keterampilan ba­­hasa seperti, aspek tata bahasa dan berbicara secara lisan dan bahkan dalam ba­­hasa tulis. Penerapan metode langsung dalam proses pembelajaran seharusnya me­­merhatikan karakteristik peserta didik dan bahan ajar yang hendak diberikan. Peng­gunaan metode langsung seharusnya digunakan secara terus-menerus da­lam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau target.Abstract: Lecturers and teachers should be creative in choosing and determining an ap­pro­priate method or approach to be applied in their teaching and learning. The acti­vi­ty of choosing and determining any technique, method, approach, model, and strategy is such a main activity before coming to the class. The fallacy of choosing method in teaching can be a paradoct to the instructional objectives. This the­oretical anlaysis try to reunlock any new perspective of using direct method in con­ducting English teaching and learning process. The way of interpretation and ma­nipulation of method appropriately not only can enhance the quality of tea­ching and learning process but also leaning outcome or students’ achievement. Using direct method in teaching English, especially for teaching language skills, such as speaking, grammar aspect, not only in spoken aspect but also written one. Applying direct method in teaching and learning English should pay attention to the students and the characteristics of the materials that will be taught. The using of direct method should be continuously used in teaching and learning English as a foreign language or target language. 
PENANGGULANGAN PERILAKU MENYIMPANG (Studi Kasus SMA Negeri 1 Pomalaa Kab. Kolaka Sulawesi Tenggara) Iqbal, Muh.
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ada tiga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran realitas perilaku menyimpang pada peserta didik, mengetahui faktor penyebab perilaku menyim­pang, dan mendeskripsikan peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi perilaku menyimpang. Data bersumber dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas perilaku menyim­pang peserta didik SMA Negeri 1 Pomalaa Kab. Kolaka adalah kelengkapan seragam tidak sesuai aturan disiplin sekolah, berambut panjang bagi laki-laki, berhias berlebihan bagi perempuan, terlambat masuk sekolah, membolos (pulang lebih awal), berada di kantin pada waktu jam pelajaran, merokok di lingkungan sekolah, tutur bahasa yang kurang sopan, membawa HP dan aksesoris, berkelahi, memalak, serta berjudi. Adapun faktor penyebab perilaku menyimpang disebab­kan tiga faktor yaitu: faktor lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Adapun peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi perilaku menyimpang, yaitu pertama, dengan tindakan preventif (pencegahan), kedua, tindakan represif, dan ketiga, tindakan kuratif.Abstract: There are three objectives of this study is to describe the reality of deviant behavior among students, knowing the causes of deviant behavior, describe the role of Islamic Education teachers in dealing with deviant behavior. Data sourced from the Principal, Vice Principal of Student field, Islamic Education teachers, and learners. Data collection methods used were observation, interviews, and documentation. The results showed that the deviant behavior of learners Reality SMA 1 Pomalaa Kab. Kolaka is not uniform completeness according to the rules of discipline of the school, long hair for Men, for Women excessively ornate, late for school, play truant (leave early), located in the cafeteria during school hours, smoking in the school environment, said the language is less polite, brings HP and accessories, fighting, memalak, and gambling. Whereas the causes of deviant behavior is caused by three factors: environmental factors family, school, and community. The role of Islamic Education teachers in dealing with deviant behavior. First, the preventive measures (prevention), Second, repressive actions. Third, curative action. 
KORELASI STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES DENGAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SMPN DI WATAMPONE Samsinar, Samsinar
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran strategi multiple intel­ligences guru Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone, kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone, dan korelasi  antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada sembilan SMPN di Watam­pone dengan jumlah guru Pendidikan Agama Islam sebanyak 34 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis koefisien korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multiple intelligences telah diterapkan dengan baik oleh guru Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone walaupun belum maksimal melalui berbagai aktivitas penekanan strategi kecerdasan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watam­pone menekankan pada kualitas proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan proses pembelajaran. Sedangkan jika dikorelasikan antara keduanya maka ada hubungan positif dan signifikan.Abstract: The objectives in this study namely to know describe the strategy of multiple intelligences of Islamic Education teachers at Junior High Schools in Watampone, quality learning Islamic education at Junior High Schools in the Watampone, and correlation. This research conducted at the Junior High School in Watampone the number of teachers of Islamic education as many as 34 people. Analysis technique used is quantitative descriptive analysis and product moment correlation coefficient. The results showed that the strategy of multiple intelligences has been well implemented by teachers of Islamic education in junior high schools in Watampone although not maximal suppression activity through various intelli­gence strategy. The results of this study also showed that the quality of teaching Islamic education emphasizes on the quality of the learning process of Islamic education that begins with the planning, implementation, assessment, and monitoring of the learning process. whereas if correlated then there is a positive and significant relationship strategies on the quality of learning multiple intelligences of Islamic Education in Junior High School in Watampone. 
TANTANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN MORAL BANGSA Rasyid, Ramli
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sejumlah masalah yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tampak sangat kom­pleks, di antaranya belum maksimalnya mutu pada semua jenjang pendidikan. Pening­katan kualitas lembaga pendidikan Islam merupakan sesuatu yang mutlak ha­rus dilakukan karena merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Pening­kat­an mutu lembaga itu bertujuan memberi jaminan kepada masyarakat, yakni suatu jamin­an bahwa penyelenggaraan pendi­dikan itu sesuai de­ngan apa yang seharusnya terjadi dan diharapkan masyarakat. Berdasarkan karakteristiknya, institusi pendidikan Islam tidak hanya mencetak figur intelektual yang potensial, melainkan juga mencetak figur yang berkarakter dan beretika. Perhatian utama dari institusi pendidikan Islam adalah meningkatkan kualitas jasmani dan rohani.Abstract: The problems faced by educational institutions are more complicated. One of them is the quality of all the level education have not increased. The increasing quality of islamic educational institutions is something absolut because it is a part of educational national system. The increasing quality of the institutions have a purpose to give a guarantee to the people, a guarantee that the implementation of the education appropriates with what must be happen and wished by the people. Based on its characteristic, islamic educational institutions not only create the potential intelectually figure (intelectual oriented), but also create the character and ethical figure. The main concern of the islamic educational institution is the improvement of both body and spirit. 
PERAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PTAI Mardia, Mardia
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tiga persoalan utama yaitu: Pertama, eksistensi dan prob­lematika pendidikan Islam. Kedua, upaya peningkatan mutu pendidikan Islam ber­basis kompetensi. Ketiga, peran pendidikan Islam dalam pengem­bangan ku­rikulum berbasis kompetensi. Kajian dalam tulisan ini menemukan bahwa prob­lematika utama pendidikan Islam di lembaga pendidikan saat ini adalah hanya di­pandang melalui aspek kognitif, tidak dipandang bagaimana peserta didik me­nga­malkan dalam dunia nyata sehingga belajar agama sebatas menghafal dan men­catat. Hal ini mengakibatkan pelajaran agama menjadi pelajaran teoretis, bu­kan penghayatan terhadap nilai agama itu sendiri. Maka peningkatan mutu pen­di­dikan Islam diperoleh melalui dua strategi, (1) peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi akademis. (2) peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada life skill yang esensial yaitu pendidikan yang berlandaskan luas, nyata, dan bermakna.Abstract: This paper discusses three main issues: First, the existence and Problems of Isla­mic Education. Secondly, Improving the Quality of Islamic Education com­pe­ten­cy-based. Third, the role of Islamic Education in Competency-Based Curriculum De­ve­lopment. Study in this paper found that the main problems of Islamic education in educational institutions today is only seen through the cognitive aspect, not seen how learners to practice in the real world so that the extent of religious study and memorize the notes. This resulted in religious studies lessons not the­oretical appreciation of the value of religion itself. So Improving the quality of Is­lamic education is obtained through two strategies: (1) improving the quality of education that is academically oriented. (2) improving the quality-oriented edu­cation is an essential life skill that is broad-based education, real and meaningful. 
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DALAM LINTASAN SEJARAH (Perspektif Kerajaan Islam) Nursyarief, Aisyah
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sejarah pendidikan Islam hakikatnya sangat berkaitan dengan sejarah Islam sehingga periodesasi sejarah pendidikan Islam berada dalam periode-periode sejarah Islam itu sendiri. yaitu periode klasik, perte­ngahan, dan modern. Di Indonesia, periode tersebut dapat dibagi dike­lompokkan ke dalam: fase datang­nya Islam, fase perkembangan dan berdirinya kerajaan Islam, fase kedatangan orang Barat, fase penjajahan Jepang, fase kemer­dekaan, dan fase pasca kemer­dekaan. Dalam setiap fase itu, pendidikan Islam berkembang dengan ciri yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pada setiap fase perkembangan pendidikan Islam tersebut, corak dakwah atau Islamisasi senantiasa melekat yang berfungsi ­­mempertahankan dan mentransformasi nilai-nilai keislaman di dalam penyeleng­garaan pendidikan.Abstract: The history of Islamic education actually closely related with the Islamic history. Therefore, the period of Islamic educational history are within the periods of Islamic education itself, they are the classic, middle, and modern periods. In Indonesia, those periods can be classified into: the coming of Islam phase, the development phase, the establishment of Islamic kindom phase, the coming of Western people phase, the Japanese colonial phase, the independent phase and the post-independent phase. Every phases of Islamic education developed  different characteristic. However, in every phase of the development of Islamic education, the characteristic of dakwah and Islamization always covered the function of defence, and transformation of Islamic values in the practice of education. 
PROFIL KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI PROVINSI BENGKULU Gumono, Gumono
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan secara komprehensif kemam­puan mem­baca pemahaman peserta didik SD di Provinsi Bengkulu terhadap wacana terstandar yang biasa digunakan PIRLS untuk tes kemampuan membaca, (2) men­des­krip­sikan secara komprehensif kemampuan membaca pemahaman siswa SD di Pro­vinsi Bengkulu terhadap wacana yang disusun peneliti dengan materi berbasis pe­ngetahuan lokal. Penelitian dilaksanakan di 6 Sekolah Dasar di Pro­vinsi Beng­kulu. Untuk memperoleh data, responden diuji dengan menggunakan dua tes ke­mampuan membaca, terstandar PIRLS dan tidak terstandar atau di­kembangkan sen­diri oleh penulis. Laporan dari dua penelitian tersebut menyata­kan bahwa ke­mampuan siswa SD Bengkulu tergolong rendah. Rata-rata kemam­puan membaca pe­mahaman hanya sekitar 30%. Hasil tes yang disusun penulis juga mem­per­lihatkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa hanya sekitar 30% saja. Le­bih rendahnya kemampuan membaca berdasarkan hasil tes terstandar oleh ka­rena bahannya lebih panjang daripada tes disusun peneliti. Bacaan yang biasa di­gunakan untuk siswa dalam pembelajaran 200-250 kata dengan tingkat bacaan berkategori mudah sampai dengan sedang.Abstract: The purposes of this research were to (1) comprehensively describe students’ rea­ding comprehension achievement at Elementary Schools of Bengkulu Province usi­ng discourse standard that was usually used for the reading ability test, (2) discourse that was composed by researcher with local knowledge based mate­rials. This research was conducted in six elementary schools throughout Beng­­kulu Province. To obtain data, respondents were tested by using two rea­ding achieve­ment tests with a PIRLS standard and the non-standard test com­posed by the researcher. The research showed that reading ability of Bengkulu students are categorized as low. The average score of reading comprehension is only 30%. The result of non-standard test or the test composed by researcher indicated that stu­dents’ reading comprehension ability score is 30%. The low level of reading com­prehension score based on the standardized test because of the material discourse is longer than that composed by the researcher. The reading materials that were usually used for the students instruction consisted of 200-250 words with the ca­tegory reading rates started from the easy to middle one. 
MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 BELAWA KAB. WAJO (Perspektif Teori ARCS) Nurhayati, Nurhayati
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran motivasi belajar peserta didik dan mendeskripsikan upaya guru PAI dalam memotivasi peserta didik. Pe­nelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Be­la­wa Kabupaten Wajo, dengan pendekatan fenomenologis, pedagogis, dan psi­ko­lo­gis. Data bersumber dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswa­an, guru Pendidikan Agama Islam dan beberapa peserta didik. Hasil penelitian me­nunjukkan bahwa gambaran motivasi belajar peserta didik adalah terdapat ada peserta didik yang memiliki kebutuhan, dorongan dan tujuan untuk tetap an­tusias dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, namun ada ju­ga peserta didik kurang berminat dan terdorong. Upaya yang dilakukan oleh gu­ru PAI menggunakan pendekatan teori motivasi ARCS; Attention; dengan cara me­ngadakan ulangan, menumbuhkan minat, menggunakan metode bervariasi, dan media pembelajaran. Relevance; Guru menunjukkan relevansi materi yang di­pe­lajari dengan kebutuhan peserta didik. Confidence; Guru meningkatkan keeper­ca­yaan diri peserta didik Satisfaction; guru menciptakan kepuasan kepada peserta di­dik dengan pujian verbal maupun non verbal, serta pemberian reward.Abstrct: There are two objectives of this study is to reveal the picture of learners learning motivation and describes the efforts of teachers PAI in motivating learners. This study is a descriptive qualitative implemented in SMA 1 Belawa Wajo, with a phe­nomenological approach, pedagogical, and psychological. Data sourced from the Principal, Vice Principal of Student Affairs, Islamic Education teachers and some students. The results showed a picture of learners learning motivation basical­ly there are learners who have a need, drive and purpose to remain enthu­siastic and excited in participating in the learning process, but there are also less in­terested learners and encouraged. Efforts are being made using the PAI teacher ARCS motivation theory approach; Attention; by conducting replications, foster in­terest in learning, using various teaching methods, and instructional media. Re­levance; Teachers demonstrate the relevance of the material being studied to re­veal the needs of learners. Confidence; Teacher seeks to improve the confidence of students. Satisfaction; teachers create satisfaction to students with verbal and non-verbal praise, as well as the reward system.  

Page 1 of 2 | Total Record : 20