cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan" : 10 Documents clear
BENTUK KECURANGAN AKADEMIK (ACADEMIC CHEATING) MAHASISWA PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nursalam, Nursalam; Bani, Suddin; Munirah, Munirah
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kecurangan akademik (academic cheating) mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kecu-rangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa PGMI adalah menyontek pe-kerjaan teman pada saat ujian, membuka buku saat ujian, menyalin tugas teman, membuka internet melalui handphone, copy paste dari internet. Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kecurangan akademik adalah sangat sulit mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen membutuhkan jawaban yang real, mahasiswa terpengaruh dengan adanya mahasiswa lain yang menyontek, soal yang diberikan oleh dosen terlalu sulit, waktu yang disediakan sangat singkat, mahasiswa tidak memahami materi yang diujikan, ragu dengan jawaban sendiri, tidak ada hukuman yang diberikan jika berbuat curang, mendapatkan nilai yang bagus.Abstract: This study aims to determine the forms of academic cheatings of the students of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Program at Tarbiyah and Teacher Training Faculty of UIN Alauddin Makassar. The results showed that the forms of academic cheating committed by the students while doing the exam are copying their friends’ work, opening book, copying friend’ task, open the internet via mobile phones, and doing copy-paste from the internet. The factors that lead to student academic cheating is the task given by the lecturers is very difficult and it needs text-book answers, the students affected by the presence of other students who cheat, questions given by the lecturers were too difficult, the time provided in the exam is very short, the students do not understand the material tested, they are unsure with their own answers, no penalty is given for cheating, and even the cheaters get good grades.
PONDOK PESANTREN: Ciri Khas, Perkembangan, dan Sistem Pendidikannya Alwi, B. Marjani
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan juga sebagai lembaga pengajaran agama dan sosial keagamaan, mulai dikenal di sepanjang pantai utara Jawa seperti di Gresik, Surabaya, Tuban, dan sebagainya. Beberapa ciri khas yang dimili-ki oleh pondok pesantren secara umum yang masih dipertahankan sampai sekarang ini adalah kiai, santri, pengajaran kitab Islam klasik, masjid, dan pondok. Sistem pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren diklasifikasi menjadi tiga tipe, yaitu pesantren tradisional, pesantren semi modern, dan pesantren modern.Abstract: Boarding school as an educational institution as well as religious institution and religious social teaching have been known along the northern coast of Java, such as Gresik, Surabaya, Tuban, and other places. Some characteristic possessed by the boarding school in general is still maintained until now such as kiai, santri, teaching classical Islamic texts, mosques, and pondok (a place where santri live). The education system and teaching in boarding school are classified into three types, namely traditional boarding schools, semi-modern boarding school, and modern boarding schools.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA U., M. Shabir
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan yang diterapkan di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kebijakan politik pemerintahan. Kebijakan-kebijakan pemerin-tah, mulai dari pemerintahan kolonial, awal dan pasca kemerdekaan hingga masa Orde Baru terkesan mengabaikan pendidikan Islam. Hal ini menyebabkan lemba-ga pendidikan Islam memiliki banyak kelemahan yang harus diatasi. Kelemahan itu di antaranya rendahnya sumber daya manusia (SDM), manajemen, dan dana. Karenanya, umat Islam belum mampu mengupayakan secara optimal mewujudkan Islam sesuai dengan cita-cita idealnya; dipandang belum mampu mewujud-kan Islam secara transformatif; dan lembaga pendidikan Islam kurang diminati oleh masyarakat. Kelemahan-kelemahan ini akhirnya dapat diatasi berkat perjuangan dan kesabaran umat dan tokoh-tokoh Islam, perhatian pemerintah semakin lama semakin besar sehingga melahirkan berbagai kebijakan dan per-aturan yang membawa pendidikan Islam dan lembaga pendidikan Islam semakin berperan dalam penyelenggaraan pendidikan secara umum di Indonesia.Abstract: Education applied in Indonesia is influenced by various factors; among them is the government policy. Government policies, ranging from colonial rule, pre and post-independence until the early New Order period seemed to ignore Islamic education. This leads Islamic educational institutions to have many weaknesses that must be addressed. The weaknesses among them are low in human resource (HR), management, and funds. They have not been able to be optimally pursued according to Islamic ideals, perceived to be not able to put into realization the transformative Islam, and Islamic institutions are less in demand by the public. These weaknesses can be overcome eventually because of the struggle and patience of the people and leaders of Islam, and more attention has been given by the government that produces various policies and regulations that bring Islamic education and Islamic educational institutions to play an increasing role in Indonesian education generally.
DUALISME PENDIDIKAN DI INDONESIA Wahab, Abdul
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam konteks pendidikan istilah dualisme dan dikotomi memiliki makna yang sama yaitu pemisahan antara pendidikan umum dari pendidikan agama. Dikotomi selalu melahirkan pandangan pembedaaan di satu sisi dan penyamaaan di sisi yang lain. Pandangan dikotomis pada hakikatnya mengabaikan esensi atau nilai sprit pendidikan. Membedakan dan menyamakan lebih dimaknai pada ta-taran permukaan sehingga jelas merusak nilai spirit dari pendidikan Islam. Dua-lisme dan dikotomi bukan hanya pada tataran pemilahan, tetapi telah masuk pada wilayah pemisahan yang dalam operasionalnya memisahkan mata pelajaran umum dari mata pelajaran agama, sekolah umum dan madrasah yang penge-lolaannya berjalan terpisah-pisah. Puncaknya pada pemerintah Orde Baru yang mengeluarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) pada tanggal 24 Maret 1975 yang menguatkan pemisahan itu hingga saat ini. Dampaknya terasa meru-gikan dan makna Islam menjadi sempit karena pengotak-kotakan ilmu akhirnya menomorduakan dan menganaktirikan pendidikan Islam. Sebagai solusi alter-natif harus diikuti upaya integrasi pengetahuan serta reposisi, yaitu cara pandang yang ilmu-ilmu Islam pada posisi yang sebenarnya.Abstract: In the educational context, the term dualism and dichotomy have the same mea-ning, namely the separation between general education and religious education. The terms also mean the separation between education system of Islamic and ge-neral educations. Moreover, talking about Islamic education is often addressed to Islamic institutions. Such perspectives are triggered by dichotomous view on education, differentiate in one side and equate on the other side. Consequently, the spirit value that is integrated into Islamic education is neglected. The terms, currently, have pervaded on the separation of general and Islamic subjects, public and madrasas Institutions, where the management has a policy respectively. The impacts are narrow minded in interpreting Islamic meaning, compartmentaliza-tion in science, and inequality of budgeting between Islamic and general educa-tion institutions. The offered alternative solutions are Islamization of knowledge, integration of science, and reposition of Islamic view, that means returning to the spirit value of Islamic education
PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL Saat, Sulaiman
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Pendidikan berlangsung da-lam masyarakat, dan eksistensi dan kualitas hidup masyarakat ditentukan oleh tingkat pendidikan yang dialaminya. Sebagai institusi sosial, pendidikan tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tanpa mengenal tingkat kebudayaan, apakah masyarakat bersahaja atau masyarakat modern. Seiring dengan perkembangan masyarakat, mucul pula kebutuhan-kebutuhan terhadap lembaga-lembaga/ins-titusi sosial merupakan kumpulan norma yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan. Dengan demikian, lahirlah lembaga pendidikan sebagai institusi sosial, mulai taman kanak-kanak, SD, SLTP, SLTA, dan pendidikan tinggi.Abstract: Education and society cannot be separated; education takes place in society while the existence and the quality of society’s life were determined by the level of education experienced. As a social institution, education grows and develops in society without knowing the level of culture, whether in traditional or modern society. Along with the development of society, raise also a demand to agencies and social institutions, a set of norms that revolve around a basic need in peoples lives, including education. Thus, educational institutions are born as social institutions, from kindergarten, elementary, junior high, high school, and higher education.
ORIENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM Syafruddin, Syafruddin
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam menghadapi banyak masalah, di antaranya orientasi nilai ke-agamaan dan pendekatan aplikasi. Orientasi nilai religius didasarkan pada materi Islam yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan islami. Tujuannya adalah menjadi "insan kamil", yang tercerminkan pada pengintegrasian nilai individu dan sosial. Oleh karena itu, orientasi nilai agama di sekolah harus berkisar antara dua belah pihak, "dimensi makhluk" (kesalehan individual) dan "dimensi khalifah" (kesalehan sosial). Untuk menanamkan nilai pendidikan Islam ke anak-anak, dapat ditangani melalui pendekatan-pendekatan berikut ini; stra-tegi tradisional, liberal, pemberian model yang baik (uswah), dan klarifikasi nilai. Penerapan strategi harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Terkait deng-an strategi, guru pendidikan Islam harus mempertimbangkan urgensi ketepatan dalam menggunakan nilai klarifikasi. Melalui strategi ini, anak-anak akan dapat memilih, berdialog, membuat pertimbangan, dan menentukan jenis nilai apa yang dipilih. Dengan nilai ini, anak-anak akan memiliki komitmen yang kuat un-tuk menghadapi setiap perubahan kehidupan terutama dalam perubahan sosial.Abstract: Islamic education faces many problems, among them are the religious value orientation and application approach. The religious value orientation is based on Islamic subject matters that cannot be separated from the aim of Islamic education. Its aim is to become a "perpect man", that reflects on the integration of individual and social values. Therefore, the religious value orientation in school must be revolved between the two sides, "Abdullah dimention" (individual religiosity) and "khalifah dimention" (social religiosity). To instill the value of Islamic education to children, it can be handle through the following approaches; traditional strategy, liberal, providing a good model (uswah), and value clarification. To implement these strategies, it must be adjusted to the childs development. Concerning with the strategy, the teacher should consider the urgency of Islam on the use of value clarification. With these strategies, the children will be able to choose, to make a dialogue, to make a consideration, and to determine the type of value to be applied. With this value, the children will have a strong commitment to deal with any change of life, especially in social change.
URGENSI PEMBELAJARAN BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER AKADEMIK MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI Amri, Muhammad
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 terhadap mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari urgensi strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh dosen terhadap pengem-bangan karakter akademik mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan. Data dihasilkan melalui kuisioner yang isinya dikonstruk untuk mengukur efek strategi pembelajaran terhadap peningkatan sikap ilmiah di kalangan mahasiswa. Hasilnya dianalisis dan dirujuk untuk menjelaskan strategi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pembentukan karakter akademik yang di-maksud. Sehingga dengan demikian, penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian bercampur antara kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian ini menggambarkan lemahnya desain strategi pembelajaran sehingga kurang ber-pengaruh terhadap pembentukan sikap akademik mahasiswa.Abstract: This writing based on the research conducted on 2012 at the students of state university of Alauddin Makassar. This study aims at finding the urgency of teaching strategy developed by lecturer toward students’ academic character after having lecture. Data got through questionnaire constructed to measure the effect of teaching strategy toward the increasing of students’ scientific attitude. Data were analyzed and referenced to explain strategy which is needed to optimalize the building those academic characters. Therefore, this study is categorized into mix method, qualitative and quantitative method. The result of this study shows that the design of teaching strategies are still low, therefore they do not affect significantly to build students’ academic attitude.
ANAK DIDIK PERSPEKTIF NATIVISME, EMPIRISME, DAN KONVERGENSI Nadirah, Sitti
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Anak didik merupakan individu yang mengalami pertumbuhan dan perkemba-ngan yang memerlukan bimbingan orang dewasa. Nativisme berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh potensi sejak lahir dan lingkungan tak dapat merubahnya. Sedangkan aliran Empirisme menjelaskan bahwa manusia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh lingkungan alam sekitarnya. Aliran Konvergensi berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya sangat menentukan perkembangan manusia. Dalam padangan al-Qur’an fitrah manusia diberikan Allah sebagai bawaan dari lahir tetap memerlukan proses interaksi dari lingkungan sekitar secara dinamis.Abstract: The students are individuals who experience growth and development and re-quire adult guidance. Nativism argues that human development is determined by the potential from birth and cannot be changed by environment; However, Em-piricism explained that the human was heavily influenced and determined by their environment. Different from Nativism and Empiricism, Convergence argues that nature and nurture (environment) are both crucial for human development. In the Quran perspective, human is born with their nature (fitrah) as a potential given by Allah, but still requires the interaction with their environment dynamically.
FAKTOR-FAKTOR PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PEMUKIMAN KUMUH KOTA MAKASSAR Mustamin, St. Hasmiah
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan anak dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak pada pemukiman kumuh Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anak berpendidikan SD sampai Perguruan Tinggi di Kelurahan Lette Kecamatan Mariso. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Hasil penelitian mene-mukan bahwa tingkat pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, dan jumlah anak termasuk dalam kategori rendah. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak.Abstract: This study aims at determining the level of education of children and the factors affecting the level of education of children in the slums area of Makassar. The method used is the survey method. The population of the research is families with children’s education from elementary to university in Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso. The sample was taken by using random sampling technique. The study found that the level of parental education, family income and number of children were included in the low category. The three of them were the factors that affect the level of children education.
PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM AZYUMARDI AZRA: Melacak Latar Belakang Argumentasinya Baharuddin, Hastuti
Lentera Pendidikan Vol 16, No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembaruan adalah proses atau cara membarui yang menghasilkan perubahan da-lam penyesuaian situasi dan kondisi. Pendidikan Islam adalah proses mempersi-apkan generasi muda (pembentukan individu) untuk menjalankan kehidupan (sebagai khalifah) dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien berdasarkan sumber-sumber Islam berupa al-Qura’n, sunnah, dan ijtihad. Pemba-ruan pendidikan Islam merupakan tuntutan kebutuhan dunia pendidikan Islam saat ini. Melihat ketertinggalan dan keterbelakangan umat Islam dewasa ini, maka inti dari pembaruan pendidikan Islam adalah berupaya meninggalkan pola pikir lama yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman (future oriented) dan berupa meraih aspek-aspek yang menopang untuk menyesuaikan diri dengan kema-juan zaman. Pendidikan Islam yang sebenarnya adalah balanced between worldly life and hereafter (keseimbangan antara dunia dan akhirat), balanced between revealed knowledge and acquired knowledge (keseimbangan antara pengetahuan wahyu dan pengetahuan usaha manusia), balanced between iman-taqwa and science and technology (keseimbangan antara imtak dan iptek) sehingga menghasilkan kesejahteraan spiritual dan material.Abstract: Renewal is a process or a way of renewing the adjustment results in a change in circumstances. Islamic education is the process of preparing the younger genera-tion (generation people) to run life (as Caliph) and to meet life goals effectively and efficiently based on the Islamic sources, the Quran, the sunnah, and ijtihad. Renewal of Islamic education is a demand to the needs of Islamic education in this time. Seeing underdevelopment and backwardness of Muslims today is that the core of the reform of Islamic education is attempting to leave the old mindset that is not in accordance with the progress of time (future oriented) and strive for sustaining aspects to conform with the progress of time. Islamic education is actually is balanced between worldly life and hereafter, balanced between revea-led knowledge and acquired knowledge, balanced between iman-taqwa and science and technology so that resulting spiritual well-being and material well-being.

Page 1 of 1 | Total Record : 10