cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2012)" : 10 Documents clear
ANOMALI REFORMASI PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN DI INDONESIA M. Yusuf T., M. Yusuf T.
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a7

Abstract

Abstract: Reform is layered changes that led to the creation of new designs for an order. Educational settings are vital nation order that has not yet reached full reform implementation even if the notice had anomalous orientation after UUSPN endorsed national education. If you listened to, the national educational regulations have changed the paradigm of national learning paradigm to paradigm constructivism forming behavior. Translation is a new way of organizing learning into practice is not easy, requiring a comprehensive conceptual transformation boils down to the micro sector of education, namely the class. The argument is simple, the quality of learning in the classroom indicate the quality of the education system as a whole.Abstrak: Reformasi adalah perubahan berlapis yang berujung pada penciptaan desain baru atas suatu tatanan. Tatanan pendidikan adalah tatanan sangat vital berbangsa yang belum mencapai reformasi utuh bahkan mengalami anomali penyelenggaraan jika memperhatikan orientasi pendidikan nasional setelah UUSPN disahkan. Jika disimak, regulasi pendidikan nasional tersebut telah mengubah paradigma pembelajaran nasional dari paradigma pembentukan perilaku kepada paradigma konstruktifistik. Terjemahan cara baru tersebut ke dalam praktek penyelenggaraan pembelajaran tidaklah mudah, membutuhkan transformasi konseptual yang secara komprehensif bermuara pada sektor mikro pendidikan, yaitu kelas. Argumennya sederhana, kualitas pembelajaran di kelas mengindikasikan kualitas sistem pendidikan secara menyeluruh. 
IMPLEMENTASI ETNOMATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Sirate, Fatimah S.
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a4

Abstract

Abstract: This article examines the implementation of ethnomathematics in mathematics instruction at elementary school level. The purpose of this study is to describe the implementation process of mathematics instruction that the instructional materials are taken from the local cultural values that is called ethnomathematics. This research is a qualitative study with a phenomenological approach that aims at obtaining information regarding the implementation of ethnomathematics. The methods of data collection used in this study are observation, interviews, and documentation. Methods of analyzing data include data reduction, presentation, verification, and conclution. The result shows that mathematics teachers at the IV, V, and VI grade applied ethnomathematics in learning mathematics, although the lesson plan did not contain the ethnomathematics contents. Application of ethnomathematics was used as a means to motivate and stimulate the students to overcome boredom and give a new situation to the learning of mathematics.Abstrak: Artikel ini mengkaji implementasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran matematika yang materinya diangkat dari nilai-nilai budaya lokal yang bersifat matematika atau disebut dengan etnomatematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis bertujuan untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai implementasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, sajian data, verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam  proses pembelajaran matematika, guru kelas IV, V, VI telah memanfaatkan etnomatematika dalam pembelajaran matematika, walaupun dalam menyusun rencana pembelajaran sama sekali tidak terlihat etnomatematika termuat di rencana pembelajaran yang dibuat. Penerapan etnomatematika sebagai sarana untuk memotivasi, menstimulasi siswa, dapat mengatasi kejenuhan dan memberikan nuansa baru pada pembelajaran matematika.
HARAPAN MASYARAKAT DAN TANTANGAN DALAM PENDIDIKAN Aritonang, Oktober Tua
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a9

Abstract

Abstract: This paper aims to examine societys expectations and challenges in the field of education is still facing solutions as well as explain some of the steps that can be done to respond to the expectations and challenges. To obtain the data or information is needed, the method used in this study literature (library research), in the form of literature references education experts. From the results of the study, it was concluded that some peoples expectations in the areas of education among the wanted educational equity, the National Examination (UN) is not an absolute requirement of graduation, and the desire for education policy has a clear direction. And one of the challenges in the education of the existence of discrimination in education.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji harapan-harapan masyarakat dan tantangan dalam bidang pendidikan yang sampai saat ini masih dihadapi sekaligus memaparkan beberapa langkah solusi yang dapat dilakukan guna menjawab harapan dan tantangan tersebut. Untuk memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan, dalam kajian ini digunakan metode kepustakaan (library research), yaitu berupa rujukan-rujukan literatur pakar pendidikan. Dari hasil kajian, disimpulkan bahwa beberapa harapan masyarakat dalam bidang pendidikan di antaranya yaitu menginginkan pemerataan pendidikan, Ujian Nasional (UN) bukan syarat mutlak kelulusan, dan keinginan agar kebijakan pendidikan mempunyai arah yang jelas. Salah satu tantangan dalam pendidikan yaitu adanya diskriminasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Beberapa solusi peninjauan kembali kebijakan pemerintah, penambahan pagu anggaran, pembentukan karakter, profesionalisme guru, sarana dan prasarana, dan pendidikan berbasis masyarakat.
PENGARUH DISIPLIN TENAGA KEPENDIDIKAN TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI AKADEMIK FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Kasmawati, Kasmawati
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a5

Abstract

Abstract: Development of human resource has been defined as the prosess of determining manpower requirements and the means for meeting those requirements in order to carry out the plans of the integrated organization. Therefore, it is necessary to have a human resources planning that the goals are based on individual interest in an organization, because it can help to improve the potency, as well as can be achieved through career planning. The importance of human resources organization is beneficial for the organization and can prepare prospective employees who have the potential to occupy the position of manager/leader. Nasional Importance is also able to be used by the government in order to improve national productivity. Abstrak: Pengembangan sumber daya manusia didefinisikan sebagai proses menentukan persyaratan dan peralatan untuk memenuhi persyaratan tersebut agar dapat melaksanakan rencana organisasi yang terintegrasi. Untuk itu diperlukan adanya perencanaan sumber daya manusia yang mempunyai tujuan berdasarkan kepentingan individu dalam organisasi karena dapat membantu meningkatkan potensinya, begitu pula dapat dicapai melalui perencanaan karir. Kepentingan organisasi sumber daya manusia sangat bermanfaat bagi organisasi dan dapat dipersiapkan calon-calon pegawai yang mempunyai potensi untuk menduduki posisi manajer/pimpinan. Kepentingan nasional dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produktifitas nasional. 
KEDUDUKAN GURU SEBAGAI PENDIDIK Seknun, M. Yusuf
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a10

Abstract

Abstract: Teacher become a factor that determines the quality of education because they directly face to face with the students in the classroom teaching and learning process. Teacher has complicated duties and responsibilities in carrying out his/her professional duties. The teacher, therefore, should have good competence as well as know his/her own right and responsibility so that he/she becomes the real professional teacher. Teacher is obliged to help the childs development toward good maturity in accordance with Islamic teaching. As a professional position, the teacher is required to have special skills. Therefore, he/she should be given certain right so that he/she can fulfill his/her own duty and responsibility. Professional teacher is required to have specific competency, which include paedagogic, personality, social, and professional competencies.Abstrak: Guru menjadi faktor yang menentukan mutu pendidikan karena guru berhadapan langsung dengan para peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Guru dalam menjalankan tugas profesionalnya mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Untuk itu, guru harus memiliki dan menguasai kompetensinya dan sekaligus mengetahui hak dan kewajibannya sehingga ia menjadi sosok guru yang betul-betul profesional. Guru berkewajiban membantu perkembangan anak menuju kedewasaan yang sesuai dengan ajaran Islam. Guru sebagai jabatan profesional yang dituntut memiliki keahlian khusus, untuk itu, guru harus diberikan hak-hak tertentu sehingga mereka dapat memenuhi tugas dan tanggung jawabnya. Guru profesional dituntut memiliki kompetensi-kompetensi khusus yang meliputi; paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
HUBUNGAN ANTARA BELAJAR MANDIRI ( NURDIN IBRAHIM ) 1 HUBUNGAN ANTARA BELAJAR MANDIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA Ibrahim, Nurdin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara belajar mandiri dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar pendidikan agama Islam. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Terbuka, yang berinduk di SMP Negeri 55 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei pendekatan statistik dengan uji korelasi. Masalah yang menjadi fokus penelitian adalah (1) apakah terdapat hubungan positif antara belajar mandiri (X1) dengan hasil belajar pendidikan agama Islam (Y)? (2) apakah terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi (X2) dengan hasil belajar pendidikan agama Islam (Y)? (3) apakah terdapat hubungan positif antara belajar mandiri (X1) dan motivasi berprestasi (X2) secara bersama-sama dengan hasil belajar pendidikan agama Islam (Y)?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat hubungan positif antara belajar mandiri (X1) dengan hasil belajar pendidikan agama Islam (X1 dan Y = 0.685). 2) Terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi (X2) dengan hasil belajar pendidikan agama Islam (X2 dan Y = 0,631), dan 3) Terdapat hubungan positif antara belajar mandiri (X1) dan motivasi berprestasi (X2) secara bersama-sama dengan hasil belajar pendidikan agama Islam (X1 dan X2 dengan Y = 0,734).
PERILAKU BAHASA MENYIMPANG PESERTA DIDIK Kusmana, Ade
Lentera Pendidikan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a6

Abstract

Abstrak:Language is one of the parameters in young learners’ development. The ability in speech and language involve cognitive, sensorimotor, psychological, emotional and environmental developments around the children. When the principles of coordination between the mind and physiological mechanism is not working properly, language deviation will happen. The main categories of language deviation in relation to home environment are: (1) as a part of the normal development of childrens language, and (2) as a result of psychogenic or physiogenic disorders. Language behavior deviation becomes significant in the lives of school children. All forms of disorders of speech and all levels of disorder will not be separated from the classroom so the disorder problem should not be involved in the classroom situation.Abstrak: Bahasa merupakan salah satu parameter dalam perkembangan anak. Kemampuan berbicara dan berbahasa melibatkan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan sekitar anak. Ketika prinsip-prinsip koordinasi antara akal pikiran dan mekanisme fisiologis tidak berfungsi secara sempurna maka terjadilah penyimpangan bahasa. Kategori utama penyimpangan bahasa dalam hubungannya dengan lingkungan rumah adalah (1) yang terbentuk sebagai bagian dari perkembangan normal bahasa anak, dan (2) sebagai akibat dari gangguan psychogenic atau physiogenic. Perilaku bahasa menyimpang menjadi signifikan dalam kehidupan sekolah anak-anak. Segala bentuk kelainan berbicara dan seluruh tingkat kelainannya tidak akan terpisahkan dari kelas. Sehingga masalah kelainan semestinya tidak terlibat dalam situasi kelas.
PENGGUNAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI St. Syamsudduha, St. Syamsudduha; Rapi, Muh.
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a2

Abstract

Abstract: The use of the learning environment in the schools is intended to attract students  attention in instructional materials that is related to the environment. Learning by using environmental approach means that the students acquire knowledge and understanding by observing something in the environment, both in the home and school environment. Learning outcome is a measurement of how far the learning objectives have been achieved, especially in Biology lessons using the school learning environment. The results of research on the use of the environment as a learning resource concluded that it can increase students’ learning outcomes in Biology Class at the seventh grade of Islamic junior high school.Abstrak: Penggunaan lingkungan sekolah dalam pembelajaran dimaksudkan menarik perhatian peserta didik materi yang berhubungan dengan lingkungan. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada di lingkungan sekitar, baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Hasil belajar adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh tujuan pembelajaran yang telah dicapai khususnya pada pelajaran Biologi dengan menggunakan lingkungan sekolah dalam pembelajaran. Hasil penelitian tentang penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar disimpulkan dapat peningkatan hasil belajar Biologi siswa Kelas VII MTs. 
INTENSITAS COPYING ANSWER PADA TES KEMAMPUAN MATEMATIKA Nursalam, Nursalam
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a3

Abstract

Abstract: A test taker would answer a test with three assumptions; she/he will answer the question items because of knowing, by guessing, and copying the answers from other participants (cheating). However, if the test taker does not have any access to cheat, she/he will only give answers using the first and second assumptions. This article discusses the intensity of cheating before conducting test, during taking the test, and when the tests are carried out suddenly. The results showed that the highest intensity of cheating is done by the test takers during examinations, then when the test is done suddenly and the last before taking the test.Abstrak: Seorang peserta tes akan menjawab tes dengan tiga asumsi yaitu peserta tes akan menjawab suatu butir pertanyaan karena mengetahui, peserta menjawab tes dengan menebak, dan peserta menjawab tes karena menyalin jawaban dari peserta lain (menyontek). Akan tetapi jika peserta tes tidak memiliki akses untuk menyontek maka peserta hanya akan memberikan jawaban dengan asumsi pertama dan kedua. Artikel ini membahas intensitas menyontek sebelum pelaksanaan tes, pada saat pelaksanan tes, dan ketika tes dilaksanakan secara tiba-tiba.Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas menyontek paling tinggi dilakukan oleh peserta tes pada saat ujian berlansung kemudian ketika ujian dilakukan secara tiba-tiba atau mendadak dan terakhir adalah sebelum pelaksanaan tes.
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN MADRASAH Akib D., Muh.
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a8

Abstract

Abstract: Management activities covering a broad spectrum, starting from determining organization direction, creating organization activities, encouraging cooperation establishment, as well as supervizing the activities. Management has strategic roles, especially to help the organization meet the goals in utilizing equipment, land, office, product, service, and human relations. Educational leadership at the school level is based on the democratization concept, tasks specialization, authority delegation, professionalism, and tasks integration. Leadership that takes place in educational institutions means running leadership processes that are affecting personnel resources of education. Management and implementation of leadership in Islamic schools (madrassa) are expected to synchronize the various inputs or synergize all components in the learning process among teachers, students and support facilities both inside and outside the classrooms.Abstrak: Aktivitas manajemen mencakup spektrum luas, dimulai dari menentukan arah organisasi, menciptakan kegiatan organisasi, mendorong terbinanya kerjasama, serta mengawasi kegiatan. Manajemen memiliki peranan strategis, terutama untuk membantu pencapaian tujuan dalam mendayagunakan peralatan, lahan, kantor, produk, pelayanan, dan hubungan manusia dalam organisasi. Kepemimpinan pendidikan di madrasah dilandasi konsep demokratisasi, spesialisasi tugas, pendelegasian wewenang, profesionalitas, dan integrasi tugas. Kepemimpinan yang berlangsung pada lembaga pendidikan berarti menjalankan proses kepemimpinan yang sifatnya mempengaruhi sumber daya personel pendidikan. Manajemen madrasah dan pelaksanaan kepemimpinan di madrasah diharapkan mampu mensinkronkan berbagai input atau mensinergikan semua komponen dalam proses pembelajaran, baik antara guru, siswa dan sarana pendukung di kelas dan di luar kelas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10