cover
Filter by Year
Ta´lim
ISSN : -     EISSN : -
Articles
8
Articles
KONTRIBUSI LEMBAGA SUFI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Studi Terhadap Lembaga Ribath, Zawiyah dan Khanqah)

M.Ag, Emroni

Talim Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ribath, Zawiyah dan Khanqah adalah merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai penampung para pengikut sufi dan sekaligus sebagai tempat untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang bagaimana cara beribadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai macam kegiatan dan latihan. Ribath, merupakan lembaga sufi yang lebih fleksibel, karena di dalamnya berisi orang­-orang miskin, orang-orang tua atau janda yang tidak mampu membiayai dirinya yang ingin mendekatkan diri pada Allah, di samping orang-­orang yang khusus ingin mendekatkan diri pada-Nya. Ribath ini muncul karena berawal dari barak-barak tentara perang Islam yang bertujuan untuk memperluas wilayah Islam. Zawiyah, adalah lembaga sufi yang lebih khusus yang lebih kecil ruang lingkupnya, sehingga dalam lembaga ini tidak terdapat aturan-aturan sebagaiman yang ada dalam Khanqah. Sistem Zawiyah pendidikan yang guruisme atau gurusentris, guru adalah segala galanya, tidak boleh dibantah dan harus selalu ditaati semua ajarannya. Guru adalah sosok yang sempurna baik dalam suatu keilmuannya maupun tigkah lakunya. Khanaqah dengan kebersamaan ini betul-betul mereka tanamkan, seperti ahli khanqah tidak boleh meninggalkan khanqah tanpa memberi tahu pada salah seoranag yang hadir di sana. Kontribusi pendidikan tasawuf adalah sangat besar dalam mengarahkan tujuan akhir kehidupan, yaitu untuk mengabdi pada Tuhan. Karena peletakan pola pendidikan sufi tersebut sering lupa dengan kehidupan keduniaan yang merupakan sarana untuk ibadah, sehingga akhirnya justru menghambat terhadap kemajuan secara duniawiyah. Karena permasalahan tersebut sehingga banyak tokoh memandang tasawuf sebagai penghambat kemajuana.

SEPERCIK AJARAN AGAMA YANG MEMBERDAYAKAN

M.Ag, Humaidy ( Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin )

Jurnal Talim Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Cara hidup orang kota dan kehidupan kota gemerlap seperti kota Banjarmasin ini, dimana segala sumber kehidupan termasuk hiburan ada di sini, tentu saja menarik minat sebagian orang untuk bersaing dan mencari penghasilan yang lebih menjanjikan. Sebagian orang desa misalnya ingin pergi ke kota karena di kota banyak hiburan, banyak lapangan kerja, dan kelihatan mudah mencari uang. mayoritas masyarakat Kelayan B Banjarmasin berprofesi sebagai buruh. Masyarakat Kelayan B  di Banjarmasin sering diidentikkan dengan masyarakat negatif. Mereka sering dianggap sebagai masyarakat ”buangan”, kurang diperhatikan dan cenderung diabaikan. Heterogonitas yang ada pada masyarakat ini sering menghasilkan konflik dan menjadikan kehidupan di masyarakat ini kurang ”nyaman”. masyarakat ini selain memiliki kriminalitas dan kualitas hidup yang rendah, namun memiliki pula tokoh-tokoh agama (ulama) yang cukup banyak bahkan bisa dikatakan populer di sekitar Kalimantan Selatan. Harapan mayoritas masyarakat setempat adalah adanya rasa aman, kesejahteraan yang layak, kesehatan yang cukup, pendidikan yang terpenuhi. tindakan strategis dan ini akan dilakukan melalui berbagai tindakan misalnya pemberdayaan masyarakat, melalui partisipasi dari berbagai pihak terutama masyarakat setempat, tokoh masyarakat, ulama pemerintah, LSM yang diperlukan dalam memaksimalkan strategi pemberdayaan dan lain sebagainya yang dianggap bisa membantu pengabdian ini. Jenis pemberdayaan, kegiatan keagamaan, yaitu pengajian rutin, pelatihan Baca Tulis aksara, pelatihan menabuh genderang, dan sarang burung waled. Akhirnya komunitas preman menjadi akhlak baik dan semangat kerja tinggi serta ingat hidup sesudah mati

Belajar merupakan suatu cara seseorang untuk memperoleh ilmu. Tak terkecuali untuk memperoleh pengetahuan tentang konsep matematika. Untuk memahami suatu konsep matematika yang bersifat abstrak tidaklah mudah sehingga perlu diajarkan dari hal-hal yang kon

Fauzi, Yusran ( Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari Banjarmasin )

Talim Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Talim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Belajar merupakan suatu cara seseorang untuk memperoleh ilmu. Tak terkecuali untuk memperoleh pengetahuan tentang konsep matematika. Untuk memahami suatu konsep matematika yang bersifat abstrak tidaklah mudah sehingga perlu diajarkan dari hal-hal yang konkrit menuju ke konsep yang abstrak tersebut.Suatu konsep lebih mendalam dipahami bila didasarkan pada pengalaman belajar siswa itu sendiri. Dienes yang merupakan salah satu ahli psikologi pendidikan menawarkan sejumlah perangkat belajar matematika berupa Multibase Arithmatics (MAB), Arithmatics Experience Materials (AEM), Dienes Balance, dan Logical Block.Dalam proses pembelajaran harus memperhatikan prinsip dinamik, konstruktivis, variability matematics, dan variability perseptual.Untuk mencapai penanaman suatu konsep matematika maka diperlukan tahapan-tahapan belajar dari hal-hal yang sederhana kepada hal-hal yang kompleks. Tahapan tersebut meliputi: (1) permainan bebas, (2) permainan dengan aturan, (3) permainan kesamaan sifat, (4) representasi, (5) simbolisasi, (6) formalisasi.

Integrasi Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD-IT) Ukhuwah Banjarmasin Tahun Pelajaran 2013/2014.

rivilla, Sessiju rewetty, ati, Jumi

Talim Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Talim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD-IT) Ukhuwah Banjarmasin tahun pelajaran 2013/2014 dan diteliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika dan siswa. Objeknya adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Matematika. Pengumpulan data untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran Matematika dilakukan dengan menggunakan instrument cek list. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Matematika di SD-IT Ukhuwah Banjarmasin tahun pelajaran 2013/2014 sangat baik. Guru telah merencanakan integrasi nilai karakter yang diharapkan pada siswa dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, selanjutnya guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran. Di kelas IV, berani adalah karakter yang paling banyak terntegrasi dibandingkan dengan karakter disiplin dan kerjasama. Sedangkan di kelas V, disiplin adalah karakter yang paling banyak terintegrasi dibandingkan dengan karakter jujur dan teliti. Penilaian yang dilakukan terhadap karakter siswa dengan mengamati secara langsung tingkah laku siswa pada setiap kegiatan pembelajaran dan dengan sistem pemberian poin. Siswa yang tingkah lakunya memperlihatkan karakter yang diharapkan akan diberi nilai berupa poin, sedang bagi siswa yang sebaliknya akan diberi pengurangan poin. Di kelas IV, karakter yang paling banyak terlihat dari tingkah laku siswa adalah disiplin selanjutnya karakter berani kemudian karakter kerjasama. Sedangkan di kelas V, karakter yang paling banyak terlihat dari tingkah laku siswa adalah disiplin selanjutnya karakter teliti kemudian jujur. Sebagai tindak lanjut, guru memberikan reward pada siswa yang memiliki poin dengan jumlah yang banyak dan punishment pada siswa yang memiliki poin dengan jumlah yang sedikit.

Analisis Butir Soal Matematika pada UKA PLPG LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin

wati, Rahma

Talim Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Talim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal matematika padaUKA PLPG LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin pada tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kuantitatif. Hasilanalisis menunjukkan bahwa kualitas butir soal dari tingkat validitas soal, yangvalid sebesar 66,7 % dan tidak valid sebesar 33,3 %. Dari tingkat reliabilitas soaldengan taraf signifikansi 5% soal dinyatakan tidak reliabel. Berdasarkan tingkatkesukaran soal 83,33% berada pada kategori mudah dan 16,67% berada pada kategori sedang. Daya beda soal menunjukkan 66,6% soal dikategorikan baik, 16,7% dengan kategori cukup, dan 16,7% dengan kategori tidak baik. Efektivitas distraktor dari 5 soal yang diujikan, distraktor yang berfungsi hanya 1 butir soal, sedangkan yang tidak berfungsi sebanyak 4 butir soal. Kata kunci: Butir soal matematika, dan UKA

Perbandingan Hasil Belajar Kalkulus Antara Mahasiswa Jalur PSB SPMB-PTAIN, dan SPMB Mandiri Jurusan Pendidikan Matematika Angkatan 2011 IAIN Antasari Banjarmasin

rahmah, Lathifatur

Talim Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Talim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mahasiswa merupakan Raw input yang mempengaruhi faktor hasilpendidikan, sehingga sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru yang baik sangatdiperlukan. Seleksi penerimaan mahasiswa baru di IAIN Antasari Banjarmasinmelalui tiga jalur, yaitu jalur Penerimaan Mahasiswa Berprestasi (PSB), JalurSPMB PTAIN, dan Jalur SPMB Mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui perbedaan hasil belajar Kalkulus antara penerimaan mahasiswa jalurPSB, SPMB PTAIN, dan SPMB MANDIRI Jurusan Pendidikan MatematikaAngkatan 2011 IAIN Antasari Banjarmasin. Metode yang digunakan adalahmetode deskriptif, subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan PendidikanMatematika angkatan 2011/2012 Jurusan Fakultas Tarbiyah IAIN AntasariBanjarmasin dan objek penelitian adalah Nilai Kalkulus mahasiswa jurusan Pendidikan Mataematika angkatan 2011 sebanyak 67 orang. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai kalkulus antara penerimaan mahasiswa dari jalur PSB, SPMB-PTAIN, dan SPMB MANDIRI.Kata Kunci: : Hasil Belajar Kalkulus JALUR PSB, SPMB-PTAIN, dan SPMB MANDIRI

Etika Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan

Ramli, M.

Talim Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : IAIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Etika TIK berkaitan erat dengan etika profesi, keterhubungan tersebut terutama dalam memahami dan menghormati budaya kerja yang ada, memahami profesi dan jabatan, memahami peraturan perusahaan dan organisasi, dan memahami hukum. Etika profesi yang juga harus dipahami adalah kode etika dalam bidang TIK, dimana pengguna harus mampu memilah sebuah program ataupun sofware yang akan mereka gunakan apakah legal atu illegal, karena program apapun digunakan selalu ada aturan penggunaan atau license agreement.Kata Kunci:    Etika, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pendidikan

Sumber Belajar Dalam Kurikulum Berbasis Teknologi Dan Informasi

Ramli, M.

Talim Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : IAIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.  Belajar berbagai pengetahuan, keterampilan, sikap atau norma-norma tertentu dapat melalui lingkungan sekolah yakni dari guru, dosen, teman sekelas, buku, laboratorium, perpustakaan, dan lain-lain. Di luar sekolah juga banyak dapat belajar dari orang tua, saudara, teman, tetangga, tokoh masyarakat, buku, majalah, koran, radio, televisi, flim atau dari pengalaman, peristiwa dan kejadian-kejadian tertentu.  Kata kunci : Sumber belajar, kurikulum dan teknologi informasi  dan komunikasi