Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : -     EISSN : -
Articles 70 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PADA PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forks) DI KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH Kusuma Haris, Rangga Bayu
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Kelompok Pada Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos – chanos Foks) Di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Ikan bandeng masih sedikit dibudidayakan oleh pembudiya ikan khususnya pembudidaya di Kecamatan Kayen. Tujuan yang ingin dicapai dalam Pemberdayaan Kelompok Pada Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos – chanos Foks) Di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah adalah : 1. Meningkatkan produksi dari 120 ton/tahun menjadi 150 ton/tahun untuk memenuhi peluang pasar dengan pengembangan teknologi.            2. Meningkatkan peran anggota kelompok pembudidaya pembesaran ikan bandeng melalui pemberdayaan kelompok terhadap kelompok pembudidaya ikan bandeng.Kondisi usaha pembesaran ikan bandeng di Kecamatan Kayen terdapat 18 RTP. Sebagai gambaran analisa usaha pembesaran ikan bandeng di Kecamatan Kayen pada umumnya menghabiskan biaya sebesar Rp. 2.637.000,00. Penerimaan sebesar Rp. 9.603.000,00.  Keuntungan sebesar Rp. 6.966.000,00. Dengan R/C Ratio 3,6. BEP Rp. 2.471,00 dan BEP Unit Rp. 293,00 kg. Analisa ini disesuaikan dengan beberapa dengan beberapa asumsi sebagai berikut : a). Luas Tambak, b). SR, c). Konversi Pakan, d). Padat Tebar, e). Berat rata – rata panen,       g). Periode siklus produksi. Analisa yang digunakan dalam identifikasi permasalahan adalah anilisis LUI. Rumusan masalah yang dihasilkan adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya kerjasama dalam berkelompok disebabkan karena adanya kecemburuan sosial dan belum berjalannya fungsi dan peran kelompok. 2. Poduksi yang dicapai masih rendah yaitu 120 ton/tahun sedangkan permintaan pasar 150 ton/tahun hal ini disebabkan pemanfaatan lahan yang belum optimal dan penggunaan saprodi belum secara terkendali. Berdasarkan rumusan tersebut diperoleh program pengembangan usaha pembesaran ikan bandeng adalah : Optimalisasi pemanfaatan lahan dan Intensifikasi penggunaan saprodi secara terkendali. Kata kunci: Pengembangan, Pembesaran, Ikan Bandeng
DISAIN KEMASAN UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI DAN TAMPILAN KEMASAN SELUANG KERING (PUNDANG) Harris, Helmi; Liyuhartana, Riya
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumatera Selatan terkenal dengan makanan tradisional berbasis hasil perikanan, salah satunya adalah pundang. Walaupun secara keseluruhan produk hasil perikanan Sumatera selatan lebih bervariatif, baik jenis maupun bentuknya, tetapi untuk bersaing di tingkat nasional produk kita masih jauh tertinggal dalam teknik pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain kemasan pundang, sehingga menghasilkan kemasan pundang dengan penampilan yang lebih menarik, praktis, higienis dan informative. Penelitian ini dilaksanakan di Workshop TPHP Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, yang berlangsung selama tiga bulan dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2011. Disain kemasan Pundang ini dilakukan dengan metoda Try and Error, sampai didapatkan kemasan Pundang yang lebih baik. Setelah didapatkan kemasan Pundang , diuji tingkat kesukaan Panelis (Uji Hedonik).  Faktor Perlakuan dalam penelitian ini adalah disain kemasan (K) yang terdiri atas 6 taraf perlakuan. Rancangan dasar yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah Tingkat Kesukaan Panelis Uji Hedonik) terhadap hasil disain Kemasan, dan pengamatan parameter mutu dominan Pundang (Kadar Air). Analisa Statistik yang digunakan untuk membedakan taraf perlakuan adalah Analisis Varians (Anova) dan Uji lanjutnya menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Sedangkan untuk parameter Mutu Dominan Pundang (kadar air) dianalisa dengan analisa Regresi. Hasil penelitian telah menghasilkan disain kemasan Pundang dengan tampilan yang lebih menarik, praktis dalam penggunaannya, higeinis dan informative. Untuk uji Hedonik (kesukaan) terhadap disain kemasan, perlakuan yang terbaik secara berturut-turut adalah perlakuan K5, K4, K3, K2, K1 dan K0. Pundang yang dikemas dengan gabungan pengemas primer ( Plastik PP) dan sekunder (kotak karton berlabel) memberikan perlindungan dengan penampilan yang lebih baik dibandingkan yang hanya menggunakan kemasan primer saja. Laju peningkatan Kadar Air dapat digunakan sebagai parameter dominan untuk menentukan titik kritis, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan Umur Simpan (Shelf lilfe) Pundang.
KARAKTERISTIK KALDU BLOK DARI KEPALA IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commersoni) DAN GABUS (Channa Striata) DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI TAPIOKA YANG BERBEDA Jaya, Fitra Mulia
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kaldu blok dari kepala ikan tenggiri (Scomberomorus Commersoni)  dan ikan gabus (Channa Striata) dengan penambahan konsentrasi tapioca yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2005 di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian jurusan  Teknologi Pertanian dan Laboratorium Kimia-Fisika Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  yang disusun secara factorial dengan dua factor yang terdiri dari dua taraf perlakuan jenis kepala ikan yaitu ikan tenggiri (A1) dan ikan gabus (A2) dan tiga taraf untuk perlakuan konsentrasi tapioca yaitu 10% (B1), 15% (B2), 20% (B3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan viskositas dan kecepatan larut kaldu blok kepala ikan yang dihasilkan. Interaksi jenis ikan dan konsentrasi tapioca berpengaruh nyata terhadap kadar abu kaldu blok kepala ikan yang dihasilkan. Kaldu blok kepala ikan  yang paling disukai panelis adalah kaldu blok yang terbuat dari kepala ikan gabus dengan konsentrasi tapioca 20% (A2B3) yang memiliki kadar air 6,92%, kadar abu 5,67%, protein 6,89%, lemak 1,05%, viskositas 2,00 cP dan kecepatan larut 7,64 menit
KARAKTERISTIK ABON IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) DENGAN JENIS MINYAK GORENG BERBEDA Surya Permana, Didi; Riyadi, Slamet; Jaya, Fitra Mulia
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Patin merupakan ikan air tawar yang sudah banyak dibudidayakan dan produksinya melimpah. Sebagian besar ikan Patin dipasarkan dalam bentuk segar dan pengolahannya hanya dalam bentuk pengasapan dan pindang Patin. Sementara konsumen membutuhkan olahan baru. Oleh karena itu, perlu dilakukan diversifikasi produk perikanan menjadi abon ikan Patin. Untuk mendapatkan abon yang memiliki warna dan rasa yang memenuhi mutu yang baik perlu diketahui jenis minyak goreng yang digunakan dalam penggorengan abon ikan Patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis minyak goreng berbeda, terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik abon ikan Patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2013, yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian (LKHP) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Inderalaya dengan menggunakan Rancanga Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali ulangan dengan perlakuan tunggal jenis minyak goreng berbeda (Curah, Bimoli, Tropical dan Filma). Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan jenis minyak goreng berbeda (Curah, Bimoli, Tropical dan Filma) berpengaruh nyata terhadap lightness, chroma, hue, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, warna dan rasa. Perlakuan MB (abon ikan Patin dengan minyak goreng Bimoli) merupakan perlakuan terbaik dengan parameter fisik (lightness 52,33, chroma 26,17 dan hue 66,53), kimia (kadar air 9,25 %, kadar abu 4,55 %, kadar protein 27,72 %, kadar lemak 28,74 % dan kadar karbohidrat 34,45 %) dan sensoris (penampakan 3,84, warna 3,98, aroma 3,88, tekstur 3,60 dan rasa 3,80)
DISAIN KEMASAN UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI DAN TAMPILAN KEMASAN SELUANG KERING (PUNDANG) Harris, Helmi; Liyuhartana, Riya
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumatera Selatan terkenal dengan makanan tradisional berbasis hasil perikanan, salah satunya adalah pundang. Walaupun secara keseluruhan produk hasil perikanan Sumatera selatan lebih bervariatif, baik jenis maupun bentuknya, tetapi untuk bersaing di tingkat nasional produk kita masih jauh tertinggal dalam teknik pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain kemasan pundang, sehingga menghasilkan kemasan pundang dengan penampilan yang lebih menarik, praktis, higienis dan informative. Penelitian ini dilaksanakan di Workshop TPHP Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, yang berlangsung selama tiga bulan dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2011. Disain kemasan Pundang ini dilakukan dengan metoda Try and Error, sampai didapatkan kemasan Pundang yang lebih baik. Setelah didapatkan kemasan Pundang , diuji tingkat kesukaan Panelis (Uji Hedonik).  Faktor Perlakuan dalam penelitian ini adalah disain kemasan (K) yang terdiri atas 6 taraf perlakuan. Rancangan dasar yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah Tingkat Kesukaan Panelis Uji Hedonik) terhadap hasil disain Kemasan, dan pengamatan parameter mutu dominan Pundang (Kadar Air). Analisa Statistik yang digunakan untuk membedakan taraf perlakuan adalah Analisis Varians (Anova) dan Uji lanjutnya menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Sedangkan untuk parameter Mutu Dominan Pundang (kadar air) dianalisa dengan analisa Regresi. Hasil penelitian telah menghasilkan disain kemasan Pundang dengan tampilan yang lebih menarik, praktis dalam penggunaannya, higeinis dan informative. Untuk uji Hedonik (kesukaan) terhadap disain kemasan, perlakuan yang terbaik secara berturut-turut adalah perlakuan K5, K4, K3, K2, K1 dan K0. Pundang yang dikemas dengan gabungan pengemas primer ( Plastik PP) dan sekunder (kotak karton berlabel) memberikan perlindungan dengan penampilan yang lebih baik dibandingkan yang hanya menggunakan kemasan primer saja. Laju peningkatan Kadar Air dapat digunakan sebagai parameter dominan untuk menentukan titik kritis, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan Umur Simpan (Shelf lilfe) Pundang.
SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI PENGOLAH IKAN ASAP DI BANDARHARJO KOTA SEMARANG Widayatsih, Tri
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System of social, culture and ecomonics produce many problem in society, the one of be must be concern is poverty. Poverty didn’t solving can disturb everything aspect for the rest of they life. Study to observe caused problems of poverty with appropriating from social cultural and economic system is very important. Poverty can be solving with structural and cultural aspect, in this situation the role from goverment is very important as holding policy and power to produce strategy and law.Keywords : Culture, Economics and Social
KARAKTERISTIK TERASI JEMBRET INSTAN DENGAN PERBEDAAN LAMA WAKTU PENGERINGAN Sari, Dwi Inda; Supriadi, Agus; Rinto, Rinto
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama waktu pengeringan terhadap karakteristik terasi jembret instan dari produsen yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Kimia Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Laboratorium Pra Panen Jurusan Teknologi Pertanian, dan Laboratorium Bio Proses Fakultas teknik, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Feberuari 2011. Metode penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), Perbedaan lama waktu pengeringan (15, 30, 45,  dan 60 menit) digunakan sebagai perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi analisis kimia (kadar air, abu, protein, lemak), analisa fisik (warna kelarutan, ukuran bubuk dan desistas), analisa mikrobiologi adalah jumlah total mikroba/total plate count (TPC), dan analisa sensoris dilakukan dengan menggunakan uji hedonic (aroma dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan lama waktu pengeringan yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (kadar air, kadar lemak, kadar protein) dan sifat fisika (ukuran butiran bubuk, kelarutan), tetapi pengaruh tidak nyata terhadap sifat kimia (kadar abu), sifat fisika (densitas) dan analisa sensoris (aroma dan warna). Hasil pengamatan pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan T4 (lama waktu pengeringan 60 menit) merupakan perlakuan terbaik. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu dengan rata-rata kadar air (0,36%), kadar abu (35,78%), kadar lemak (1,08%), kadar protein (45,66%) dan dengan rata-rata ukuran butiran bubuk (0,28 um), kelarutan (27,33 detik), densitas (0,57 g/mL dan mikrobiologi (4,63 cfu/mL). Hasil uji hedonic yang paling disukai panelis adalah perlakuan T3 (lama waktu pengeringan 45 menit) dengan penilaian untuk warna (2,92) dan T4 (lama waktu pengeringan 60 menit) dengan penilaian untuk aroma (2,88).
PROSES TERJADINYA EUTROFIKASI DI SUATU PERAIRAN Anggraini Yusanti, Indah; Septinar, Helfa
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sebagai sumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak perlu ditingkatkandan dipertahankan kualitasnya sehingga pemakaiannya tidak merugikan kepentingan orang umum. Meningkatkan dan mempertahankan kualitas sumberdaya air perlu dilakukan dengan cara pengedalian pencemaran air yang meliputi kualitas air, penggolongan air, perlindungan air, dan izin pembuangan limbah.  Meningkatkan dan mempertahankan kualitas air, ada dua tindakan yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan, yaitu tindakan pengolahan dan tindakan pemurnian kembali air ynag sudah tercemar.Air merupakan kebutuhan yang paling penting bagi semua organisme yang ada di dunia dan tidak terkecuali juga manusia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan meningkatnya jumlah penduduk di dunia ditambah lagi pengaruh perubahan iklim (climate change).  Air dikatakan tercemar apabila ada pengaruh atau kontaminasi zat organik maupun anorganik ke dalam air. Perkembangan organisme perairan secara berlebihan merupakan gangguan dan dapat dikategorikan sebagai pencemaran, yang merugikan organisme akuatik lainnya maupun manusia secara tidak langsung. Pencemaran yang berupa penyuburan organisme tertentu disebut eutrofikasi. Kata Kunci : Perairan, Pencemaran, Eutrofikasi
POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPUNG IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN MAKANAN TRADISIONAL KHAS PALEMBANG BERBASIS IKAN Harriss, Helmi; Efreza, Dandy; Nafsiyah, Ikromatun
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPalembang terkenal dengan makanan tradisional yang berasal dari ikan, misalnya pempek, kemplang, tekwan, bakso, model, siomay, otak-otak dan makanan tradisional lainnya. Bahan baku utama pembuatan makanan tradisional tersebut adalah dari daging ikan, sedangkan sisanya (hati, tulang, kepala, sirip, dan jeroan) dianggap sebagai bagian yang tidak memiliki nilai ekonomis lagi dan dianggap sebagai limbah. Limbah ikan tersebut masih mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, yang bila diolah dapat menghasilkan produk tepung ikan yang  bernilai ekonomis tinggi dan sangat dibutuhkan dalam pembuatan pakan ternak dan pellet ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah hasil  pengolahan makanan tradisional berbasis ikan, menjadi produk tepung ikan yang memenuhi standar mutu sesuai sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta untuk menentukan rekomendasi apakah layak atau tidak didirikannya pabrik pengolahan tepung ikan dari  limbah hasil pengolahan makanan tradisional skala rumah tangga. Penelitian ini merupakan percobaan skala laboratorium dengan menggunakan teknologi pembuatan tepung ikan yang telah mengalami beberapa modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembuatan tepung ikan yang telah di modifikasi ini mampu menghasilkan tepung ikan dengan Mutu III sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Ditinjau dari analisa kelayakan usaha, yang meliputi pemilihan lokasi, ketersediaan bahan baku, proses produksi, pemasaran, analisis dampak lingkungan, serta analisis usaha (B/C Ratio=1,33, BEP=20.079 kg, ROI=7,87%, dan PBP=12,71 bulan), maka pendirian pabrik tepung ikan skala rumah tangga layak untuk dilaksanakan.
IDENTIFIKASI TEKNOLOGI PROSES PENGOLAHAN DAN ANALISA MUTU SELUANG KERING (PUNDANG) PADA PENGOLAHAN SECARA TRADISIONAL Liuhartana, Riya; Harris, Helmi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk memahami teknologi proses pada pengolahan pundang secara tradisional dan menentukan kandungan nutrisi seluang segar serta mutu seluang kering (Pundang) ini dilaksanakan di Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin pada Mei hingga Juli 2010.Penelitian ini menggukan metode survey lapang dan wawancara langsung kepada pelaku usaha Pundang di daerah ini. Analisi mutu komposisi kadar Air, protein, karbohidrat, lemak, abu dan garam serta mikrologis dilaksanakan di Workshop TPHP Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dn Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan ikan seluang segar yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pundang adalah jenis seluang putih (Rasbora argyrotaenia var B) dengan komposisi kadar Air, protein karbohidrat, lemak, abu dan garam masing-masing adalah 78,91%, 17,75%, 0,97%, 0,49%, 1,4% dan 0,10%. Pengolah Pundang di masyarakat terdiri atas 2 cara, yaitu secara sederhana dan cara yang lebih maju. Kandungan protein ikan seluang segar cukup tinggi, dengan kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah. Dari dua jenis proses pengolahan, mutu pundang yang dihasilkan pengolahan cara kedua menghasilkan pundang dengan penampilan lebih seragam, warnanya lebih terang, kandungan air lebih rendah dan harga yang lebih baik.