cover
Contact Name
Dr. Ir. Endang Yektiningsih M.P.
Contact Email
endangyn@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
endangyn@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis
ISSN : 23018607     EISSN : 25990365     DOI : -
Berkala ilmiah Agribisnis Agridevina dipublikasi oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur yang membuat tulisan ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. Agridevina terbit dua kali dalam satu tahun (Juli dan Desember) dengan naskah bahasa indonesia dan bahasa inggris. Redaksi menerima naskah dari kalangan akademisi, peneliti, pemerhati sosial ekonomi pertanian dan agribisnis
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina" : 4 Documents clear
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA SUMBER NGEPOH, KEC.LAWANG, KAB.MALANG, JAWA TIMUR. Parsudi, Setyo
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : Berkala Ilmiah AGRIDEVINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/1308

Abstract

Organic farming has good potential for the future mainly due to the negaitive effects of synthetic fertilizer (non-organic). Still, organic farming itself still has some of problems. Some of them are the limited number plants that can be grown and the limited production as well as the farmers who aren’t ready to apply and develop organic farming. Based on that background, this research aims to: 1) To find out how much far rice farmers know about organic farming, 2) To find out the farmers’ approach in developing organic rice farming, and 3) To find out the reasons of farmers who are willing as wwell as those who are unwilling to apply and develop organic rice farming. This research is a case study of Sumber Ngepoh village, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, East Java in 2011. Sample gathering are done purposely in villages where organic rice are abundant and also because the region is a development area for organic rice-farming business in Kabupaten Malang. From the village, 20 respondents are taken which consists of 10 organic farmers and 10 non-organic farmers. The data are taken from the interviews with the respondents and then the result was analyzed and presented descriptively. The research found that the organic farmers’ knowledge regarding organic farming is generally good enough although incomplete. On the other hand, the non-organic farmers’ knowledge is still lacking especially regarding seed, soil, and post-harvest. All organic farmers are willing to develop their organic farms. On the other hand, most of the non-organic farmers are also willing but with some conditions. They want guidance from the expert. Those who still doubt the method and unwilling to apply it are in the minority. One reason why the farmers are willing to apply organic farming are due to its efficiency so that it can save them the money to buy fertilizers, pesticide, and labourers.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA SUMBER NGEPOH, KEC.LAWANG, KAB.MALANG, JAWA TIMUR. Parsudi, Setyo
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : Berkala Ilmiah AGRIDEVINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/1309

Abstract

Organic farming has good potential for the future mainly due to the negaitive effects of synthetic fertilizer (non-organic). Still, organic farming itself still has some of problems. Some of them are the limited number plants that can be grown and the limited production as well as the farmers who aren’t ready to apply and develop organic farming. Based on that background, this research aims to: 1) To find out how much far rice farmers know about organic farming, 2) To find out the farmers’ approach in developing organic rice farming, and 3) To find out the reasons of farmers who are willing as wwell as those who are unwilling to apply and develop organic rice farming. This research is a case study of Sumber Ngepoh village, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, East Java in 2011. Sample gathering are done purposely in villages where organic rice are abundant and also because the region is a development area for organic rice-farming business in Kabupaten Malang. From the village, 20 respondents are taken which consists of 10 organic farmers and 10 non-organic farmers. The data are taken from the interviews with the respondents and then the result was analyzed and presented descriptively. The research found that the organic farmers’ knowledge regarding organic farming is generally good enough although incomplete. On the other hand, the non-organic farmers’ knowledge is still lacking especially regarding seed, soil, and post-harvest. All organic farmers are willing to develop their organic farms. On the other hand, most of the non-organic farmers are also willing but with some conditions. They want guidance from the expert. Those who still doubt the method and unwilling to apply it are in the minority. One reason why the farmers are willing to apply organic farming are due to its efficiency so that it can save them the money to buy fertilizers, pesticide, and labourers.
MENAKAR MUTU PUPUK NPK PADAT SESUAI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) GUNA MENDUKUNG KINERJA SISTEM AGRIBISNIS Kabanga, Abdiel Popang; Hidayat, Syarif Imam
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : Berkala Ilmiah AGRIDEVINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/1311

Abstract

Kinerja sistem agribisnis tidak hanya ditentukan oleh komoditas yang diusahakan melainkan merupakan kegiatan yang holistik mulai dari hulu sampai kegiatan di hilir. Subsistem sarana produksi seperti industri penyedia dan distribusi pupuk menjadi faktor penentu keberhasilan sistem agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah (a) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi industri pupuk dalam memproduksi pupuk NPK Padat yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), (b) menganalisis perkembangan volume penjualan pupuk NPK Padat yang telah ber-SNI. Lokasi penelitian atau wilayah yang diamati dalam penelitian ini adalah Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur. Menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur, tercatat ada 118 industri pupuk, kemudian ditentukan sampel dalam penelitian sejumlah 54 industri yang mewakili skala kecil, menengah dan besar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan teknik dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan memanfaatkan analisis faktor untuk menjawab tujuan pertama kemudian tujuan kedua digunakan analisis tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi industri pupuk NPK padat yang memenuhi syarat SNI yaitu Manusia, Manajemen, Uang/Dana, Bahan Baku, Mesin dan Peralatan. Berdasarkan análisis faktor maka faktor manusia merupakan faktor pertama yang dapat mempengaruhi sebuah industri pupuk dalam memproduksi pupuk NPK Padat yang bermutu dan sesuai dengan SNI dengan nilai Rotated Component Matrix terbesar yakni 0,821. Sedangkan faktor kedua yang memiliki nilai Rotated Component Matrix terbesar yakni 0,856 adalah uang/dana. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa volume penjualan pupuk NPK padat ber SNI cenderung menurun. Hal ini disebabkan sosialisasi dan bertambahnya pemahaman petani akan penggunaan pupuk organik.
MODEL PENGEMBANGAN LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN PADA SENTRA PRODUKSI KOMODITI PANGAN DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Wurarah, Rully N.; Mansyim, Naftani; Yap, Rumas Alma
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 1, No 2 (2012): Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina
Publisher : Berkala Ilmiah AGRIDEVINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/1307

Abstract

Peran lembaga ekonomi dalam masyarakat turut menentukan terjadinya peningkatan aktivitas pembangunan ekonomi lokal dalam mempercepat dan menstimulir aktivitas ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi komoditi pangan. Pada sisi lain, peningkatan permintaan tersebut belum mampu diimbangi oleh peningkatan kapasitas produksi komoditas pangan local. Kondisi ini mempengaruhi  peningkatan produksi  dan ketersediaan komoditi pangan lokal yang kurang kompetitif. Tujuan kegiatan penelitian ini  secara umum untuk memperoleh beberapa Model Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan Pada Sentra Produksi Komoditi  Pangan Di Kabupaten Manokwari  Provinsi Papua Barat untuk dijadikan acuan  dalam usaha mempercepat dan memperluas  pembangunan ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada semua sentra produksi pangan dengan teknik pengumpulan data secara purposive sampling melalui observasi dan wawancara terhadap informan kunci  yang dilakukan di Kabupaten Manokwari. Hasil penelitian pada tahap pertama ini, dengn fokus pada pengembangan lembaga usaha ekonomi menunjukkan bahwa : (a). Potensi komoditi pangan di Kabupaten Manokwari mengalami depresiasi karena terjadinya pengalihan penggunaan lahan. (b) Pengembangan kapasitas produksi melalui injeksi terhadap faktor produksi tidak memberikan dampak terhadap peningkatan ketersediaan pangan di Kabupaten Manokwari. (c) Ketersedian lembaga ekonomi dalam masyarakat kurang menunjang akan penciptaan output komoditi pangan. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk menunjang ketersediaan pangan lokal yaitu : (a) Adanya peraturan daerah tentang alih fungsi lahan dan penetapan lahan pertanian tanaman pangan. (b). Pengembangan komoditi pangan masing-masing distrik berdasarkan pada spesialisasi produksi pangan. (c). Perlu menunjang sarana dan kelayakan pasar pada masing-masing Distrik dan pembentukan lembaga penampung seperti unit bisnis kampung, untuk menampung  hasil pertanian pangan di setiap Distrik. (d) Pemberian injeksi faktor produksi kepada petani harus diimbangi dengan injeksi terhadap  paska panen.(penampungan dan pemasaran)

Page 1 of 1 | Total Record : 4