cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN SILIKA DARI GEOTHERMAL SLUDGE Muljani, Srie; Kusuma, Kurnia Arifiani; Nofitasari, Luluk; Amalia, Ayu Rizka; Hapsari, Nur
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekkim.v13i1.1150

Abstract

Untuk memperkuat membran diperlukan modifikasi agar karakteristiknya menjadi lebih baik diantaranya kestabilan dan memperkecil pori membran sehingga pemisahan molekul lebih efektif. Dalam penelitian ini, pembuatan membran kitosan dimodifikasi dengan penambahan silika amorf dengan sumber silika didapat dari Geothermal Sludge menggunakan bahan pendukung yaitu kitosan. Kandungan silika pada geothermal sludge sebesar 97,3% , silika diambil dengan cara ekstraksi dengan NaOH 2 N. Perbandingan kitosan-silika yaitu 1:0,5 sampai 1,5:1 dilarutkan dalam variasi pengenceran larutan natrium silika 1:2 sampai 1:6. Membran kitosan-silika  kemudian dikarakterisasi gugus fungsi (uji FTIR), morfologi membran (uji SEM) , uji permeabilitas membran dan uji permselektivitas membran (fluks). Uji swelling didapatkan semakin sedikit penambahan silika, maka konsentrasi kitosan akan lebih tinggi dalam membran sehingga hasil persen swelling semakin kecil , sedangkan hasil uji fluks terbesar adalah membran kitosan-silika 1:1,5 dengan perbandingan pengenceran larutan natirum silika 1:6. Hasil spektra FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi baru setelah penambahan silka yaitu Si-OH , Si-O-Si, Si-O-C tekukan -CH dan -NH2. Penambahan silika menyebabkan membran kitosan yang rapat menjadi berongga karena muatan negatif dari kitosan yaitu OH- bereaksi dengan silika sehingga akan menarik dan membentuk rongga-rongga kecil. Membran kitosan-silika cocok digunakan pada proses filtrasi karena mempunyai pori.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1150
PENURUNAN KADAR KALSIUM OKSALAT PADA UMBI PORANG (AMORPHOPALLUS ONCOPHILLUS) DENGAN PROSES PEMANASAN DI DALAM LARUTAN NaCl Widari, Nyoman Sri; Rasmito, Agung
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekkim.v13i1.1144

Abstract

Zat Mannan (glukomanan) yang terkandung dalam Umbi Porang (Amorphopallus Oncophillus) banyak digunakan dalam industri farmasi karena glukomanan baik bagi kesehatan, dalam industri makanan, sebagai perekat, dan lainya. Akan tetapi umbi porang tidak bisa langsung dimanfaatkan karena kandungan Kalsium Oksalatnya masih tinggi yang dapat menimbulkan rasa gatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi larutan NaCl dan lama proses perebusan yang terbaik sehingga didapatkan reduksi Kalsium Oksalat yang paling tinggi. Penelitian dilakukan dengan cara merebus umbi porang yang sudah dipotong-potong pada suhu 80 oC, selama (5, 10, 15, 20, 25, 30) menit, dalam larutan NaCl (0, 2, 4, 6, 8)%. Hasil dari penelitian ini adalah, prosentase reduksi Kalsium Oksalat terbesar 90,9% diperoleh pada perebusan selama 25 menit dengan konsentrasi larutan NaCl, 8%.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1144
APLIKASI VACUM EVAPORATOR PADA PEMBUATAN MINUMAN JAHE MERAH INSTAN MENGGUNAKAN KRISTALIZER PUTAR Siswanto, Siswanto; Triana, Nurul Widji
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekkim.v13i1.1149

Abstract

Proses evaporasi ekstrak jahe merah menggunakan vacum evaporator apabila dengan barometrik condensor memerlukan energi yang cukup besar, untuk menghemat energi maka diperlukan perancangan suatu evaporator vacum yang dapat menurunkan titik didih air dan juga yang hemat energy yaitu dengan menggunakan pompa vacum yang dilengkapi penampung condensat. Pompa vacum jenis ini menggunakan energy kecil bila dibandingkan dengan menggunakan steam jet ejector dan diharapkan pada penggunaan vacum evaporator dengan pompa vacum ini akan dapat menghemat daya listrik. Evaporator menggunakan pompa vacum dengan tingkat kevacuman mencapai 0,5 atm atau 360 mm Hg dapat menurunkan suhu penguapan air sampai 80 0C sehingga diharapkan kandungan yang ada dalam jahe merah tidak banyak berubah sehingga khasiat minuman jahe merah instan masih seperti aslinya. Hasil penguapan ekstrak jahe merah ini kemudian dikristalkan dalam kristalizer putar yang dilengkapi dengan pemanas. Pemanasan dijaga pada suhu 100 0C dengan putaran 75 rpm dan kristal terbentuk dengan waktu 20 menit relatif cepat dibanding bila menggunakan kristalisasi berpengaduk.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1149
ADSORPSI PALADIUM (II) OLEH PROTEIN BAKTERI TERMOFILIK Kasmiarno, Laksmi Dewi
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekkim.v13i1.1146

Abstract

Kebutuhan logam mulia seperti paladium (Pd) semakin meningkat, sehingga dibutuhkan metode pertambangan khusus untuk mengambil logam mulia tersebut dari alam, yang dapat menyebabkan meningkatnya biaya produksi. Salah satu cara efektif untuk mengambil logam mulia dengan biaya rendah namun tingkat selektivitas yang tinggi adalah dengan menggunakan mikroorganisme atau turunannya seperti protein yang dapat mengadsorpsi metal secara langsung. Dalam penelitian ini, protein yang berasal dari bakteri termofilik digunakan sebagai biosorbent untuk mengadsorb logam Paladium yang berupa larutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pH terhadap proses biosorpsi paladium terhadap protein dengan metode pengendapan oleh aseton. Hasil yang diperoleh adalah pengendapan oleh aseton merupakan metode analisa dan pemulihan protein yang cocok dengan rasio protein dan aseton, 1:6. Biosorpsi paladium pada kondisi asam dengan pH 3 memperoleh hasil adsorpsi optimal dengan kapasitas adsorpsi 712.74 mg Pd/g protein, pada kondisi pH tinggi, kelarutan akan menurun karena cenderung membentuk reaksi pengendapan sehingga sukar untuk bereaksi dengan protein sebagai biosorbenDOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1146
PRODUKSI GAS HIDROGEN DARI BIOMASSA DENGAN PROSES ANAEROB Syauqi, Ahmad; Kusumawardhany, Intan Ratna; Widodo, Laurentius Urip
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekkim.v13i1.1147

Abstract

Hidrogen dapat di produksi dari bahan bakar fosil, biomassa dan air, baik dengan proses kimia maupun biologi. Secara biologi hidrogen dapat diproduksi dengan photosintesis dan fermentasi dimana lebih ramah lingkungan dari pada proses thermo kimia dan elektro kimia. Proses ini menggunakan metode fermentasi gelap karena dinilai lebih efisien dibandingkan fermentasi terang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari waktu dan penambahan volume bakteri yang terbaik Kotoran sapi digunakan sebagai penghasil gas hidrogen dengan bakteri Clostridium Butyricum yang telah dihidrolisis menggunakan metode enzimatis sehingga menghasilkan gula reduksi. Gula reduksi dikonsumsi oleh bakteri Clostridium Butyricum yang akan menghasilkan Gas Hidrogen. Gas hidrogen tertinggi yang dihasilkan yaitu sebesar 2.45 mol H2/mol gula.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1147
KARAKTERISASI KATALIS Fe-Co/HZM-5 UNTUK REAKSI FISCHER-TROPSCH Jimmy, Jimmy; Gunardi, Ignatius; Aushaf, Faishal; Pamungkas, Gagas; Roesyadi, Achmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekkim.v13i1.1145

Abstract

Produksi biofuel yang identik dengan bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui sintesis Fishcer-Tropsch. Penggabungan katalis logam dan HZSM-5 (Fe-Co/HZSM-5) dapat menggabungkan proses polimerisasi gas sintesis (CO, H2) menjadi hidrokarbon rantai panjang dan perengkahannya dalam satu tahap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan HZSM-5 mesopori menggunakan reagen desilikasi NaOH dan mempelajari komposisi Fe-Co terhadap karakteristik katalis Fe-Co/HZSM-5. Preparasi zeolite HZSM-5 terdiri dari desilikasi NaOH, pembentukan fase amorf menggunakan larutan HNO3 dan impregnasi katalis. Pengujian kristalinitas dan karakteristik pori HZSM-5 menggunakan XRD, BET dan SEM-EDX. Impregnasi divariasikan dengan kadar Fe 10-50% dalam Fe-Co menggunakan metode incipient wetness impregnation. Hasil uji XRD pada HZSM-5 dan meso-HZSM-5 (NaOH) pada kisaran sudut 2 sebesar 7-80 dan 23-23,910 membuktikan bahwa struktur kristal masih dipertahankan pada meso-HZSM-5. Katalis logam Fe-Co yang terimpregnasi menunjukkan besaran yang mendekati besaran prosentase impregnasi katalis yang dibuat. Hasil BET HZSM-5 menunjukkan adanya kenaikan diameter pori sebelum dan setelah desilikasi dari 2,104 nm menjadi 3,029 nm, kenaikan luas permukaan dari 266,28 m2/g menjadi 526,03 m2/g, Peningkatan volume pori dari 0,14 cc/g menjadi 0,486 cc/g. Karakterisasi katalis Fe-Co/HZSM-5 menghasilkan katalis mesopori amorf yang secara fisika memenuhi kualifikasi sebagai katalis Fischer-Tropsch.Kata kunci: biofuel, desilikasi, Fischer-Tropsch, impregnasi, katalis Fe-Co/HZSM-5.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1145
PENENTUAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA LIQUID SOLID DALAM KOLOM PACKED BED DENGAN METODE ADSORPSI Welasih, Tjatoer
Teknik Kimia Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perpindahan massa sangat penting dalam bidang ilmu pengetahuan teknik. Perpindahan massa terjadi pada komponen dalam campuran berpindah dalam fase yang sama atau dari fase satu ke fase yang lain karena adanya perbedaan konsentrasi.Salah satu jenis kolom yang popular adalah Packed Bed yang merupakan suatu silinder panjang, biasanya berdiri tegak dan berisi “packing” yang diam di dalamnya. Karena penggunannya yang sangat luas, maka diperlukan lebih banyak lagi informasi dan study untuk memperkirakan koefisien perpindahan massa dalam kolom “Packed Bed”.Penelitian ini dilakukan dalam sistim Adsorpsi dengan menggunakan karbon aktif lokal sebagai adsorbennya dan larutan Asam benzoat sebagai adsorbatnya, kolom bed dengan diameter 63 mm, dan tinggi partikel 40 cm. Laju alir cairan sebesar 10 ml/s sampai 30 ml/s pada konsentrasi awal yang berbeda-beda antara 0.01 sampai 0.03. Hasil penelitian ini harga konsentrasi keluarga akan semakin kecil dengan semakin naiknya kecepatan liquida dengan konsentrasi awal tetap, sehingga harga koefisien perpindahan massa (kLa) antara 0,03287- 0,03390 s-1 atau semakin besar dengan semakin besarnya kecepatan alir liquida pada konsentrasi awal tetap. The process of mass transfer is very important in the field of technical science. Mass transfer occurs when the component in the mixture moves in the same phase or from one phase to another because of concentration difference.One of the column types which is quite popular is packed bed which shape is silinder like. Usually it can keep on erecting when we put the packing in it. Because the wide use of packed bed, more information and study about the coefficience of mass transfer in the column of packed bed are needed.Research was conducted by implementing the adsorption system with the local active carbon as it’s. A absorber and acid solution of benzoat as its and adsorbat, the packed bed with its diameter 63 mm and the height of particle 40 cm. The dilution rate of different flow is reaching 10 m/s to 30 ml/s with the starting concentration between 0,01 to 0,03.The result of the research showed that the concentration value would become smaller as the liquid rate in creased with constant starting concentration. So that the coefficient value of mass transfer was between 0,03287-0,033905-1 or became greater as the liquid rate was increasing with constant starting concentration.
KAJIAN PENGARUH FOULING PADA PEMURNIAN NIRA TEBU Warsa, I Wayan
Teknik Kimia Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemurnian nira tebu merupakan awal dari proses produksi di industri gula. Tujuan dari pemurnian nira ini adalah untuk menghilangkan kandungan TSS (Total Suspended Solid) dari nira. Penelitian ini menggunakan proses ultrafiltrasi dalam memisahkan TSS yang terkandung dalam nira tebu. Salah satu faktor utama yang membatasi proses ultrafiltrasi pada berbagai aplikasi adalah fouling pada membran. Fouling pada membran sendiri sering diindikasikan sebagai penurunan fluks. Pada penelitian inidihitungnya besarnya fluks yang terjadi pada proses pemurnian nira tebu dengan berbagai tekanan operasi.Ternyata penurunan fluks secara drastis terjadi pada menit-menit awal operasi (menit 10-60), yang kemudian diikuti dengan nilai fluks yang konstan. Hal ini terjadi karena pori-pori membran yang semula kosong kemudian tertutupi oleh TSS yang tersaring. Cane sugar juice purification is the beginning of production process in sugar Industry. The aim oh this investigation is to remove the amount of TSS of cane sugar juice. This research uses Ultrafiltration process in separating the TSS in cane sugar juice. One of the main factor tha limit the Ultrafiltration process at various application is fouling on membrane. Fouling on membrane itself is commonly indicated which happen at cane sugar juice purification process with various operation process is counted.Drastic reduction of fluxes happen at the early minutes of operation (minutes 10 – 60), which is followed by constant fluxes amount. This happens because the pores of the membrane which was empty at the beginning become closed with filtrated TSS.
KAJIAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING YANG EFISIEN Sumada, Ketut
Teknik Kimia Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menurunkan biaya investasi dan operasiona llimbah industri elektroplating diperlukan pengkajian terhadap berbagai teknologi pengolahan air limbah industri elektroplating. Pada penelitian ini teknologi pengolahan air limbah untuk industri elektroplating yang dikaji adalah Proses Kimia-Fisik dengan Teknologi Tangki Berpengaduk aliran kontinyu dan Proses Pertukaran Ion dengan Teknologi Unggun Diam (fixed bed).Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu proses dan teknologi pengolahan air limbah industri elektroplating yang efisien dilihat dari segi biaya operasionalnya, serta kualitas air hasil pengolahan yang memenuhi standar Baku Mutu Air Limbah.Penelitian dengan proses kimia-fisik menggunakan bahan kimia ferro sulfat (FeSO4) sebagai reduktor, natrium hidroksida (NaOH) dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) sebagai presipitat (bahan pengendap). Variabel proses pada kombinasi ferro sulfat-natrium hidroksida : Derajat keasaman (pH) : 5, 7, 9, 11, dan 13, sedangkan pada kombinasi ferro sulfat-kalsium hidroksida : derajat keasaman (pH) : 5, 7, 9 dan 11 serta laju alir air limbah : 200, 400, 600, 800, 1000 ml/menit.Penelitian dengan proses pertukaran ion menggunakan resin kation sebagai penukar ion logam berat bermuatan positif (Cr+3, Cu+2, Zn+2, Pb+2 dan Cd+2), dan resin anion penukar ion logam berat bermuatan negatif (Cr2O7-2 dan CN-). Variabel proses : berat resin kation dan anion : 500, 750, 1000, 1250 gram, volume air terolah : 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, 160, 180 dan 200 liter serta pengujian terhadap resin yang telah diregenerasi dengan mempergunakan larutan natrium hidroksida 5% berat.Hasil penelitian menunjukan bahwa proses kimia-fisik dan pertukaran ion dapat menurunkan konsentrasi ion logam berat air limbah industri elektroplating hingga dibawah nilai baku mutu air limbah, pada proses kimia-fisik kondisi terbaik pada pH 9 dan laju alir 400 ml/menit, biaya operasional dengan kombinasi ferro sulfat-natrium hidroksida sebesar Rp 7.150/m3, ferro slufat-kalsium hidroksida Rp 51.500/m3, waktu tinggal tangki reduksi : 24 menit, tangki presipitasi 22 menit dan clarifier 1,5 jam.Pada proses pertukaran ion jika resin dipergunakan sekali dalam operasional, biaya operasionalnya Rp 250.000/m3, tetapi jika resin dipergunakan berulang-ulang dengan regenerasi biaya operasional Rp 1250/m3. In order to decrease the investation and operational cost of electroplating industry waste, study on various kind of electroplating industry waste water treatment technology is needed. In this research, the studied waste water treatment technology for electroplating industry was Physic-Chemistry Process conducted with the technology of Continuous Stream Tank with Stirring Rod and Ion Exchange Process with Fixed Bed Technology.This research aimed to yield an efficient electroplating industry waste water treatment technology and process measured from it’s operational cost aspect, and also the quality of treatment product water which meets Waste Water Quality Standard.Research was conducted with physic-chemistry process using FeSO4 as reductor, NaOH and Ca(OH)2 as precipitator. Process variables at FeSO4-NaOH combination : acidity degree (pH) : 5, 7, 9, 11, dan 13; at FeSO4-Ca(OH)2 combination : acidity degree (pH) : 5, 7, 9, dan 11, and waste water flow velocity : 200, 400, 600, 800, 1000 ml/minute.Research was conducted with ion exchange process using cation resin as ion exchanger for heavy metal with positive ion (Cr+3, Cu+2, Zn+2, Pb+2, and Cd+2), and ion exchanger anion resin for heavy metal with negative ion (Cr2O7-2 and CN-). Process variables : the weight of cation and anion resin : 500, 750, 1000, 1250 gram, the volume of processed water : 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, 160, 180, and 200 litre, and testing over resin which had been regenerated using NaOH solution with 5% weight.The result of research showed that physic-chemistry process and ion exchange could decrease the concentration of electroplating industry waste water heavy metal ion down to the quality standard amount of waste water, at physic-chemistry process with the best condition at pH 9 and flow velocity 400 ml/minute, operational cost with FeSO4-NaOH combination as much as Rp 7.150/m3, FeSO4-Ca(OH)2 Rp 51.500/m3, reduction tank left time : 24 minutes, precipitation tank 22 minutes and clarifier 1,5 hours.At ion exchange process if resin was used once at operational, the operational cost was Rp 250.000/m3, but if resin was used repeatedly with regeneration then the operational cost was Rp 1250/m3.
PEMANFAATAN BITTERN SEBAGAI KOAGULAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERTAS Sutiyono, Mr.
Teknik Kimia Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume bittern terbaik sebagai koagulan dan nilai akhir dari TSS limbah cair. Limbah cair yang digunakan adalah limbah cair pada industri kertas PT Adiprima Suraprinta, Gresik. Kondisi yang ditetapkan adalah pH limbah cair = 11, Kecepatan pengadukan awal = 100 rpm, Kecepatan pengadukan lambat = 30 rpm, Waktu pengadukan awal = 1 menit, Waktu pengendapan = 60 menit. Kondisi yang dijalankan : Volume bittern (ml) = 1, 2, 3, dan 4, Waktu pencampuran (menit = 15, 30, 45, 60, dan 75.Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini adalah meliputi analisa awal, alkalisasi limbah, penyiapan volume bittern, jar test, dan analisa jar test. Analisa awal dan analisa jar test meliputi analisa pH dan TSS. Alkalisasi limbah bertujuan untuk mengubah pH awal limbah 7 menjadi 11. Proses alkalisasi limbah dilakukan dengan penambahan larutan Ca(OH)2. Proses jar test berguna untuk mereaksikan larutan Ca(OH)2 dengan bittern sebagai koagulan-flokulan untuk mengikat partikel-partikel yang tersuspensi agar mudah mengendap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan volume bittern pada limbah cair industri kertas terjadi penurunan nilai TSS yang cukup signifikan. Selain volume bittern, waktu pengadukan lambat juga berpengaruh terhadap penurunan nilai TSS. Nilai TSS terendah diperoleh pada penambahan volume bittern 4 ml dengan waktu pengadukan 75 menit. Selain penurunan nilai TSS, % Recovery TSS yang diperoleh juga cukup tinggi yaitu 94,95 %. Untuk pH akhir mengalami penurunan dari 11 menjadi 8.-----------------------------------------------------------------------------------------Research aim is to find best bittern volume as coagulants and end value of TSS liquid waste. Liquid waste used is liquid waste at PT.Adiprima Suraprinta paper industry, Gresik. Condition defined are liquid waste pH = 11, early stirring velocity = 100 rpm, slow stirring velocity = 30 rpm, early stirring time = 1 minute, time to solid for settled at bottom = 60 minute. The running condition are bittern volume (ml) = 1,2,3 and 4, stirring time (minutes) = 15, 30, 45, 60, and 75.Conducted procedure on this research comprise early analysis, waste alkaline, bittern volume preparation, jar test, and jar test analysis. Early analysis and jar analysis comprise pH analysis and TSS. Waste alkaline purposed to change early waste pH from 7 to 11. Waste alkaline process conducted with addition of Ca(OH)2 solution. Jar test process useful to react Ca(OH)2 solution with bitters as coagulantfloculant to string suspented particles to get easy to settled at the bottom.The research result shown that with addition of bittern volume on liquid waste in paper industry the TSS value is decrease significantly. Beside bittern volume, slow stirring time also influential to TSS value decrease. TSS low value reach on 4 ml bittern volume addition with 75 minutes stirring time. Beside of TSS value decrease, TSS % recovery obtained high enough which is on 94,95%. For end pH has decrease from 11 to 8.

Page 1 of 18 | Total Record : 179