cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor
ISSN : 19795777     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Journal Agroecotechnology is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
Pemberian PGPR Indigen untuk Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Varietas Lokal Tuban pada Media Tanam Bekas Tambang Kapur Kurniahu, Hesti; Sriwulan, Sriwulan; Andriani, Riska
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.872 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4305

Abstract

Kacang tanah (Arachys hypogaea L.) varietas lokal Tuban merupakan salah satu tanaman budidaya yang memiliki potensi ditanam pada lahan marginal bekas tambang kapur karena memiliki adaptasi yang tinggi pada kondisi kering dan alkali. Secara biologi, fisika dan kimia lahan bekas tambang kapur memiliki kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburannya adalah dengan menggunakan pupuk hayati yang adaptif  pada kondisi lahan bekas tambang kapur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pemanfaatan PGPR dari tanaman pioneer yang tumbuh  di lahan bekas tambang kapur terhadap pertumbuhan vegetatif  kacang tanah (Arachys hypogaea L.) varietas lokal Tuban pada media tanam bekas tambang kapur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (25%, 50%, 75% dan 100%) dan satu kontrol (0%) masing-masing lima kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji MANOVA pemberian berbagai konsentrasi PGPR tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman.  Sementara berdasarkan uji statistik korelasi Spearman memiliki korelasi yang signifikan terhadap warna daun. Semakin tinggi konsentrasi PGPR yang diberikan menghasilkan warna daun yang semakin hijau berdasarkan skala Leaf Colour Chart (LCC). Kata kunci: PGPR, kacang tanah (Arachys hypogaea L.) varietas lokal Tuban, tanaman pioneer, bekas tambang kapur.
Kajian Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Akibat Penyawahan pada Andisol Sukabumi, Jawa Barat Ringgih, Dewo; Rayes, M. Luthfi; Utami, Sri Rahayu
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.039 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4867

Abstract

Areal persawahan di Indonesia tersebar hampir 42% lahan sawah ada di Pulau Jawa, 27% di Sumatera, sedangkan 13%, 11%, dan 7% berturut-turut ada di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, NTB dan NTT. Lahan sawah menunjukkan adanya indikasi pelandaian produksi padi yang disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah dan perubahan sifat fisik akibat reaksi fisiko kimia tanah sawah. Sesuai dengan sifat tanah asalnya, baik dimanfaatkan untuk lahan kering atau lahan sawah, terdapat perbedaan yang mendasar atas kedua tanah tersebut. Perbedaan tersebut nampak pada sifat morfologi, fisika, dan kimia. Penelitian ini difokuskan pada perubahan-perubahan sifat-sifat tanah antara lain sifat morfologi, fisik maupun kimia pada ordo Andisol di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Pada lokasi atau daerah penelitian diamati 6 profil. Masing – masing 3 profil untuk tanah sawah, dan 3 profil untuk tanah bukan sawah (Tegal). Sifat fisik pada ordo Andisol menunjukkan perbedaan yang cukup nyata adalah nilai bobot isi (Bulk Density). Perlakuan pengolahan lahan pada epipedon (kegiatan pembajakan dan pelumpuran) dapat meningkatkan nilai bobot isi tanah.  Bobot isi tanah pada lapisan tapak bajak (pada lahan sawah) lebih tinggi dari lapisan tanah di atas maupun dibawahnya. Penyawahan tidak menyebabkan perubahan pH tanah. Perbedaan kandungan C-organik yang di amati, banyak dipengaruhi oleh sedikit banyaknya masukan bahan organik ke dalam tanah. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah dipengaruhi kandungan C-organik dan jenis mineral liat pembentuk tanah tersebut. jadi perbedaan nilai KTK antara lahan tegal dengan lahan sawah banyak dipengaruhi oleh banyaknya masukan bahan organik ke dalam tanah, sehingga semakin tinggi nilai C-organiknya maka semakin tinggi pula nilai KTK nya. Kata Kunci: Andisol, Tanah sawah, Sifat fisik, Sifat kimia
Evaluasi Ketahanan Beberapa Galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdc) Madura Terhadap Kekeringan Umam, Ahmad Syaiful; Badami, Kaswan; Zaed Z.M, A. Sidqi
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.142 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.4881

Abstract

Tanaman Kacang Bambara dikenal sebagai salah satu tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Tanaman ini berasal dari Afrika yang kemudian dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa galur kacang bambara terhadap kekeringan serta kebutuhan air minimum yang dibutuhkan tanaman untuk tetap tumbuh dan berproduksi dengan baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Terdiri atas 4 galur (G1,G2,G3,G4) dan 4 taraf penyiraman (P1,P2,P3,P4) sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan. Perlakuan galur memberikan pengaruh terhadap parameter hasil (umur berbunga, jumlah polong, panjang akar, jumlah biji dan berat biji), sedangkan penyiraman mempengaruhi semua parameter pengamatan. Taraf penyiraman 100% kapasitas lapang (P1) memberikan pengaruh terbaik pada setiap parameter pengamatan, sedangkan interaksi terbaik ditunjukkan pada G4P4 pada setiap parameter pengamatan. Kebutuhan air minimum tanaman kacang bambara yaitu pada taraf penyiraman 75% Kapasitas Lapang (P2).Kata kunci: Kacang Bambara, Galur, Kekeringan
Ekstrak daun Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Awal Jagung Varietas Madura 1 dan Madura 3 Firmansyah, Gagas Wilda; djunaedy, achmad; Badami, Kaswan
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.662 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4303

Abstract

Daun alang-alang (Imperata cylindrica L.) dapat digunakan sebagai mulsa organik yang mendukung pertumbuhan tanaman jagung melalui penghambatan pertumbuhan gulma dan juga menambah bahan organik tanah. Namun alelopati alang-alang dapat beresiko mengnganggu perkecambahan biji jagung. Oleh karena itu evaluasi pengaruh alelopati daun alang-alang perlu dilakukan untuk menghindari efek negatifnya pada tanaman jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui effek alelopati daung alang-alang terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal biji jagung. Perlakuan pada penelitian ini yaitu pervedaan konsentrasi ekstrak daun alang-alang dan varietas jagung. Konsentrasinya meliputi 0, 7, 14, 21 g mL-1 dan varietas jagung menggunakan Madura 1 and Madura 3. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi persentase perkecambahan, laju perkecambahan, panjang tanaman dan panjang akar. Seluruh perlakuan menunjukkan hasil yang significant terhadap semua parameter kecuali laju perkecambahan. Hasil pertumbuhan dan perkecambahan terendah ditunjukkan pada konsentrasi 21 g 250 mL-1 dan varietas Madura 3 menunjukkan hasil yang lebih baik dari Madura 1.
Serangan Virus Kuning Terong pada Induksi Ekstrak Daun Clerodendrum japonicum dan Mirabilis jalapa Ali, Fahri; Aprilia, Rennanti Lunnadiyah
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.59 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5018

Abstract

Permasalahan utama budidaya terong saat ini adalah serangan patogen virus kuning. Akibat dari serangan tersebut produksi terong menurun secara drastis. Usaha pengendalian serangan virus kuning yang efetktif, murah dan mudah diterapkan oleh petani adalah penggunaan varietas tahan. Sampai saat ini diketahui belum ada varietas terong yang tahan terhadap virus kuning. Ketahanan tanaman terhadap patogen tidak selalu diperoleh melalui program pemuliaan tanaman. Ketahanan dapat diperoleh dengan menginduksi ketahanan dengan menggunakan suatu agens penginduksi. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui pengaruh induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong dan mengetahui pengaruh interaksi antara varietas terong dengan induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 2 x 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas terong : terong hijau dan terong ungu dan induksi ekstrak daun : tanpa induksi, induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning serta hasil tergantung dari varietas yang dicoba. Pada terong hijau, induksi ekstrak daun tidak berpengaruh terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning, sedangkan pada terong ungu induksi ekstrak daun dapat mengurangi persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning. Hasil terong hijau tidak meningkat dengan induksi ekstrak daun, sedangkan hasil terong ungu meningkat dengan induksi ekstrak daun.Kata kunci: Ekstrak, Terong, Virus
Pertumbuhan Bibit Bud Chips dari Nodus Berbeda pada Tanaman Kolesom (Talinum Triangulare (Jacq.) Willd.) Mandasari, Putri Andini; Suryawati, Sinar
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.218 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4030

Abstract

Kolesom merupakan tanaman yang berpotensi sebagai sayur dan obat. Pemanfaatan potensi kolesom membawa konsekuensi pada perluasan lahan penanaman dan perbaikan teknologi budidaya, diantaranya penggunaan bibit bermutu. Bibit kolesom dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan vegetative menggunakan stek. Penggunaan stek dengan beberapa ruas (banyak nodus) mengakibatkan kebutuhan stek semakin banyak. Oleh karena itu, stek satu mata tunas (bud chips) menjadi alternatif. Tujuan penelitian untuk mempelajari pertumbuhan bibit kolesom asal bud chips dari nodus berbeda. Taraf perlakuan mulai dari bud chip nodus nomor 1 dari pangkal batang (BC1), BC2, BC3, BC4, BC5, BC6, BC7, BC8 sampai BC9. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal bud chips yang berbeda menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula; waktu pecah mata tunas perlakuan bud chip dari nodus nomor 8 dan 9 lebih cepat dibandingkan nodus nomor 1, 2 dan 3 dari pangkal batang; luas daun, berat kering organ daun, akar dan batang serta berat kering total/tanaman paling tinggi dicapai oleh perlakuan bud chip dari nodus nomor 1 dari pangkal batang.Kata kunci: bud chips, bibit, kolesom.
Keanekaragaman dan Dominasi Gulma pada Pertanaman Jagung di Lahan Kering Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Pertiwi, Erse Drawana; Arsyad, Muh.
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.234 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.4291

Abstract

Gulma adalah salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau jasad pengganggu tanaman. Gulma dapat tumbuh disekitar tanaman, termasuk tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui gulma yang mendominasi pertanaman jagung di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, 2) Untuk mengetahui indeks keanekaragaman gulma yang tumbuh pada areal pertanaman jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan metode purposive sampling (penentuan lokasi penelitian dan sampel secara sengaja) yang berdasarkan pada tingkat adopsi petani dalam pengendalian gulma di pertanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SDR tertinggi pada pertanaman jagung umur 45 HST terdapat pada Rumput Kusa-Kusa (Echinochloa colonum) yaitu 33 %. Sedangkan Nilai SDR tertinggi pada pertanaman jagung umur 55 HST terdapat pada Teki (Cyperus rotundus) yaitu 51 %. Indeks Keanekaragaman (H’) pada lahan pertanaman jagung umur 45 HST yaitu 1,631 dan lahan pertanaman jagung umur 55 HST yaitu 1,763 yang berarti H’ tergolong sedang (1<H’<3 ). Kata Kunci : Dominansi, Keanekaragaman, Gulma
Kontribusi Biomassa dari Daun Gugur dalam Penyediaan Hara pada Pertanaman Ubi Kayu The Contribution of Leaves Fall Biomass to Nutrient Supply of Cassava Field Sukiman, Suwarto; Abrori, Ahmad Faris
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.332 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.3925

Abstract

In the central area of production, cassava is cultivated continuously along the year as monoculture. At harvest time a number of biomass will be transported from the land in the form of cassava roots, stem, and leaves; a number of nutrient transported from the land. However, the cassava is still could be cultivated with not significantly decreasing its productivity. Probable that is related to the leaves fall during the planting season as the biomass return. The study to know the contribution of the leaves fall to nutrient supply of cassava field has been conducted by planting cassava varieties of Adira-1, Gajah and Mangu as monoculture and intercropped with yam bean.  The leaves were starting fall at 8 weeks after planting (WAP).  The contribution of the leaves fall was significantly different among the varieties. The influence of planting system was not significant to the leaves fall.  Up to the harvest time at 34 WAP, the nutrient supply of leaves fall of Adira-1 was estimated could replace all nutrient of N, P, K, Ca and Mg transported in the roots of 15.7 ton ha-1.  The leaves fall of Gajah varieties was estimated could replace all nutrient of N and Ca transported in the roots of 19.6 ton ha-1.  However, the leaves fall of Mangu variety was estimated could not replace all nutrient of N, P, K, Ca and Mg transported in the roots of 30.5 ton ha-1. Additional fertlizers were needed to supply enought nutrient to Gajah and Mangu varieties.
Fermentasi Limbah Jagung dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Jagung Ungu Introduksi di Madura Khoiri, Syaiful; Mualim, Mualim
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.375 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5024

Abstract

Peningkatan produksi jagung nasional telah dicapai pemerintah melalui upaya khusus selama 2 tahun terakhir (2016-2017). Keberhasilan ini ditandai dengan ditutupnya kran  impor pada tahun 2017. Selanjutnya, kebijakan pemerintah diarahkan pada pengembangan jagung fungsional atau jagung yang mempunyai kandungan bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.  Pulau Madura mempunyai luasan areal pertanaman jagung yang sangat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari adaptasi jagung ungu introduksi dengan menambahkan pupuk organik dari limbah jagung di Madura.  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Sistem Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura. Metode pengujian yang dilakukan dengan cara aplikasi 3 hari sebelum tanam. Parameter pengamatan di lapangan meliputi: karakteristik bio-kompos, daya kecambah benih, tinggi tanaman, kandungan klorofil, dan bobot produksi pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik hasil fermentasi dari limbah jagung berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta kandungan klorofil tanaman jagung ungu. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan S1 yang menunjukkan respon perkecambahan dan pertumbuhan paling tinggi, kandungan klorofil tinggi, umur berbunga pendek, serta memiliki bobot tongkol dan biji tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Keragaan Pertumbuhan Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan Di Provinsi Banten Lestari, Sri; Lestari, Sri; Astuti, Yati; Malik, Rika Jayanti; Kardiyanto, Eko
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.429 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.3818

Abstract

ABSTRACTThis study aims to provide information about the performance of red ginger plants cultivated in drought stress conditions due to less rainfall intensity. The research was conducted in Maja sub-district of Lebak District of Banten Province from January to December 2015 with rainfall condition of 1922 mm. The research used Randomized Block Design (RAK) which was arranged factorially with 2 (two) factors, that is fertilizer (4 treatment) and cultivation system (2 treatment) each repeated 3 times. The best technological package in vegetative phase of ginger crop aged 4 month after planting in drought stress condition is P1S2 (150% treatment of manure on polybag planting system) for plant height parameters of 31.29 cm and stem diameter of 2.09 cm. Treatment of P1S1 (150% manure treatment on monoculture land system) yielded the highest rhizome weight (12,33 gram  clump-1) at 6,5 month after planting. The polybag cultivation system in drought stress conditions makes crop conditions more rapidly drought when compared to cropping systems on the land.Key Words: drought, performance, red ginger, stress  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai keragaan tanaman jahe merah yang dibudidayakan dalam kondisi cekaman kekeringan akibat intensitas curah hujan yang kurang. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten pada bulan Januari hingga Desember 2015 dengan kondisi curah hujan pertahun 1922 mm. Penelitian menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 (dua) faktor, yaitu perlakuan pupuk (4 perlakuan) dan perlakuan sistem pertanaman budidaya (2 perlakuan) masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Paket teknologi terbaik pada fase vegetatif tanaman jahe umur 4 BST pada kondisi cekaman kekeringan yaitu pada perlakuan P1S2 (perlakuan 150% pupuk kandang pada sistem tanam polibag) untuk parameter tinggi tanaman sebesar 31,29 cm dan diameter batang sebesar 2,09 cm. Perlakuan P1S1 (perlakuan 150% pupuk kandang pada sistem tanam monokultur lahan) menghasilkan bobot rimpang tertinggi (12,33 gram rumpun-1) pada umur panen 6,5 BST. Sistem pertanaman polybag pada kondisi cekaman kekeringan menjadikan kondisi tanaman lebih cepat mengalami kekeringan jika dibandingkan dengan sistem pertanaman di lahan.  Kata Kunci : cekaman, jahe merah, kekeringan, keragaan

Page 1 of 21 | Total Record : 210