cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERBENIHAN TANAMAN HUTAN
ISSN : 23548568     EISSN : 25276565     DOI : -
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan is the official scientific publications from Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC). The journal publishes research findings at different aspect of forest tree seeds, include: seed sources development and management, reproductive biology, seed ecology and biology, seed handling technology, vegetative propagation technology, seed health, nursery technology, seed and seedling quality testing, seed policy and social economy.Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan publish twice a year in August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
PENGARUH NAUNGAN, ZAT PENGATUR TUMBUH , DAN TANAMAN INDUK TERHADAP PERAKARAN STEK JABON (Anthocephaus cadamba) Pramono, Agus Astho; Siregar, Nurmawati
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pembiakan vegetatif perlu dikuasai dalam perbanyakan masal terhadap klon terseleksi yang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan, dosis IBA dan tanaman induk terhadap perakaran stek jabon. Intensitas naungan yang diuji adalah: tanpa naungan, naungan (25%), dan dosis IBA yang diuji adalah: 0 ppm, 750 ppm, 1500 ppm, dan 3000 ppm. Asal tanaman induk yaitu: bibit berasal dari biakan stek, dan bibit berasal dari biakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IBA dari konsentrasi 0 sampai 3000 ppm tidak berpengaruh secara nyata terhadap kualitas perakaran stek jabon. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap perkaran stek adalah perlakuan naungan. Perlakuan naungan mampu meningkatkan kualitas perkaran stek jabon. Stek yang ditanam pada media dengan naungan 25% mampu meningkatkan keberhasilan hidup stek dari 57,5% menjadi 74,38% dan nilai panjang akar meningkat dari 9,75 cm menjadi 16,37 cm. Pucuk jabon dari bibit yang dibiakkan secara stek mampu meningkatkan keberhasilan stek dibandingkan dengan pucuk dari bibit biakan generatif.
PENENTUAN KRITERIA KECAMBAH SIAP SAPIH JENIS SAWO KECIK (Manilkara kauki (L.) DUBARD) Putri, Kurniawati Purwaka; Widyani, Nurin; Nurhasybi, NFN
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyapihan merupakan salah satu tahap penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kriteria struktur kecambah yang tepat dalam penyapihan bibit sawo kecik (Manilkara kauki (L.) Dubard). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kriteria kecambah untuk penyapihan meliputi kriteria kecambah 1 (kotiledon sudah muncul di atas permukaan media), kriteria kecambah 2 (tumbuh sepasang daun) dan kriteria kecambah 3 (tumbuh tiga helai daun). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi dan diameter bibit. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan kriteria kecambah untuk penyapihan berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter bibit sawo kecik umur 3 bulan. Kriteria kecambah 3 (tumbuh tiga helai daun) memberikan respon tinggi terbesar (7,92 cm), sedangkan kriteria kecambah 1 (kotiledon sudah muncul di atas permukaan media) menghasilkan pertumbuhan diameter terbesar (1,92 mm).
PERKECAMBAHAN BENIH SUNGKAI (Peronema canescens Jack) ASAL KHDTK BENAKAT, MUARA ENIM Sahwalita, NFN; Muslimin, Imam
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkecambahan adalah tahap awal dari perbanyakan generatif yang mempengaruhi pertumbuhan bibit. Permasalahan perkecambahan sungkai adalah rendahnya daya kecambah yang disebabkan oleh rendahnya kualitas benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi dan potensi perkecambahan benih sungkai dari KHDTK Benakat. Parameter yang diamati adalah berat 1.000 butir benih, daya berkecambah dan kecepatan berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat 1.000 butir benih adalah 4,25 gr dan jumlah rata-rata benih/kg adalah sekitar 235457 butir, daya berkecambah 13,24% serta kecepatan berkecambah 0,014 % KN/etmal.
IDENTIFIKASI DAN TEKNIK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT BIBIT KRANJI (Pongamia pinnata) Suharti, Tati; Kurniaty, Rina; Darwiati, Wida
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan tanaman untuk tumbuh optimal yaitu adanya serangan hama dan penyakit. Identifikasi hama dan penyakit penting dilakukan karena berkaitan dengan teknik pengendalian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hama dan penyakit yang menyerang bibit kranji (Pongamia pinnata) dan teknik pengendaliannya. Metode penelitian meliputi identifikasi jenis hama dan penyakit serta teknik pengendalian dengan menggunakan pestisida biologi dan kimia. Hasil penelitian menunjukan, hama yang menyerang bibit kranji antara lain belalang (Valanga nigricornis), ulat grayak (Spodoptera sp.), ulat jengkal (Hyposidra talaca) dan ulat penggulung (Syllepta sp.) sedangkan patogen yang menyebabkan penyakir hawar daun yaitu Phytophthora sp. Teknik pengendalian hama bibit kranji dengan menggunakan larutan ekstrak biji mahoni atau insektisida Bacillus thuringiensis sedangkan teknik pengendalian penyakit menggunakan larutan ekstrak biji mahoni, larutan ekstrak daun cengkeh atau benomil
PENGGUNAAN MEDIA DAN HORMON TUMBUH DALAM PERBANYAKAN STEK BAMBANG LANANG (Michelia champaca L.) Danu, NFN; Putri, Kurniawati Purwaka
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bambang lanang (Michelia champaca L.) merupakan jenis alternatif prioritas dalam pembangunan hutan tanaman penghasil kayu. Perbanyakan jenis bambang lanang secara generatif mengalami kendala karena benih mudah rusak. Teknik perbanyakan vegetatif dengan stek merupakan salah satu teknik yang dapat diterapkan secara masal dan tidak tergantung musim buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media dan hormon tumbuh pada teknik perbanyakan vegetatif stek bambang lanang. Rancangan penelitian menggunakan rancangan faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama media stek terdiri atas 3 taraf yaitu media pasir, campuran serbuk sabut kelapa + sekam padi (2:1;v/v), campuran serbuk sabut kelapa + sekam padi + arang sekam padi (6:3:1,v/v); dan faktor kedua hormon tumbuh auksin terdiri atas 7 taraf yaitu Indole-3 Butyric Acid (IBA) 0 ppm,IBA 50 ppm, IBA 100 ppm, IBA 200 ppm, IBA 50 ppm + Naphthalene-1 Acetic Acid (NAA) 50 ppm, IBA 100 ppm + NAA 50 ppm, IBA 200 ppm + NAA 50 ppm Setiap perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 20 stek. Bahan stek yang digunakan adalah bagian pucuk asal anakan umur dua belas bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memperbanyak tanaman bambang lanang dari bibit yang berumur muda dapat menggunakan media pasir tanpa diberi hormon tumbuh, pada media campuran serbuk sabut kelapa + sekam padi dengan diberi hormon tumbuh IBA 100 ppm, sedangkan pada media campuran serbuk sabut kelapa + sekam padi + arang sekam padi diberi hormon tumbuh IBA 50 ppm .
KARAKTERISTIK MORFOLOGI SERTA PERKEMBANGAN FIG NYAWAI (Ficus variegata Blume) DI KEBUN RAYA CIBODAS Pramono, Agus Astho; Rustam, Evayusvita
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyawai (Ficus variegata Blume) merupakan salah satu jenis pohon yang memiliki prospek yang baik untuk hutan tanaman. Informasi tentang aspek biologi reproduksinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi bunga dan buah nyawai, serta tahapan perkembangan fig. Penelitian dilakukan di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Kegiatan penelitian meliputi: 1) pengamatan morfologi bunga dan buah, dan 2) pengamatan perkembangan fig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik morfologi fig nyawai yang dijumpai di Kebun Raya Cibodas, memiliki variasi yang tinggi dalam hal ukuran dan warna. Berdasarkan karakteristik morfologi bunga, secara individual ditemui dua tipe pohon yang mencirikan sebagai pohon menghasilkan bunga jantan dan penghasil bunga betina. Perbedaan antara tahap bunga, buah muda, dan buah matang tidak dapat dibakukan berdasarkan karakteristik morfologi eksternal dari fig. Tingkat kematangan buah nyawai dapat dilakukan dengan membelah fig. Nyawai tahap kuncup bunga berakhir sekitar 6-11 hari setelah munculya tunas fig, dan tahap bunga berakhir 11-26 hari. Perkembangan kuncup bunga menjadi buah yang matang memakan waktu sekitar 2-3 bulan. Hasil penelitian menyarankan untuk tidak mengumpulkan benih dari fig yang berukuran kecil, meskipun mereka memiliki karakteristik fisik fig yang matang.
Effect of Shade and NPK Fertilizer on the Growth of Shorea assamica Dyer in the Nursery Irawan, Arif; Halawane, Jafred E.
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2016.4.2.81-93

Abstract

Shorea assamica Dyer is one of endangered species in the North Sulawesi. The species has high economic value, however information about technique of silviculture and its conservation are very limited. The research aims to determine the effect of shade and the use of NPK (15:15:15) fertilizer on growth rate of S.assamica in the nursery. The design was applied in this reserach according to randomized complete design with split plot design. The main plot was shade level and the sub plot was NPK fertilizer level. The treatments were covering four levels of NPK fertilizer (0; 0.25; 0.50 and 0.75 g/seedling) and three levels of shade (light, medium, and heavy). The results showed that the best combination of treatments for height and diameter growth, seedling dry weight, and seedling quality index of S. assamica on 6 months age was NPK fertilizer dosage of 0.5 g/seedling in moderate shade.
The Responses of Mulch Closure on the Germination of Mindi (Melia azedarach Linn.) Siregar, Nurmawati
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2017.5.1.61-70

Abstract

One of the factors that determine the successful of the development of mindi is the availability of seedling. The seedlings can be propagated generatively by using seeds, however there is a problem related to the hardness of the testa that make it difficult to germinate, so it needs environment condition treatments to get optimal germination, one of this is mulching. The use mulch possibly get the improvement of temperature, humidity, infiltration and evapotranspiration. The study is aimed to determine the effect of mulch and to find out the best mulch type on the germination of mindi (Melia azedarach Linn.) seed. Randomized completely design was employed that arranged factorially, consisted of (A) mulch types factor and mulch thicknesses factor (B). There were 5 (five) types of mulch treatment i.e rice straws, transparent plastics, dark plastics, zeolite and without mulch. The thicknesses of mulch consisted of one layer and two layers of mulch. Germination capacity, germination speed and growth simultaneously were observed. The results showed, mulching effect on germination mindi the best type of mulch is black or transparent plastic mulch while the thickness of the mulch does not affect the germination. Mindi seed capable of germination in the dark and light conditions on the conditions of temperature and humidity high temperatures.
Regeneration of Shorea spp. in the Seed Sources of KHDTK Haurbentes. Bogor District Putri, Kurniawati Purwaka; Sudrajat, Dede J.
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2017.5.2.71-79

Abstract

The role and function of forest area with special purpose (KHDTK) Haurbentes among other are the source of seeds and germplasm of Shorea spp. The information of the potency and dominance of Shorea spp. in KHDTK Haurbentes was indispensable in formulating the seed source management strategy. The aim of the research was to determine the regeneration level of Shorea spp. in Haurbentes KHDTK. The research was conducted in KHDTK Haurbentes in Jasinga, Bogor District. The research method used vegetation analysis. Observation plots were built based on the design of cluster plot Forest Health Monitoring circular (annular plot). Number of cluster plot of 6 pieces was set purposively. The results showed that S. pinanga was dominant species for the level of the tree, pole, sapling and seedling in cluster plots 1 and 7. The vegetation of trees level were dominated by S. stenoptera (cluster plots 2, 6, 8) and S. selanica (cluster plot 3). Vegetation of pole level were dominated by S. stenoptera (clusters plots 6 and 8) and S. selanica (cluster plots 2 and 3). H. mangarawan and S. mecisopteryx were dominant species for the level of sapling in clusters plot 6 and 8. Peuris and harendong (Melastoma polyanthum Bl) were dominant species at sapling level in cluster plots 2 and 3 for shrubs, while for species of shorea, the dominant species were S. stenoptera (clusters plots 2) and S. selanica (clusters plots 3). The dominant species at seedling level were H. mangarawan (clusters plot 2), S. mecisopteryx (clusters plot 3), S. selanica (clusters plot 6) and S. Stenoptera (cluster plots 8). The density of dominant species for the tree level was varied among cluster plots with a range of 55-143 individuals/hectare. Shorea spp. in KHDTK Haurbentes was sufficient with the number of individual regeneration more than adult trees. The sustainability of seed sources Shorea spp. in KHDTK Haurbentes in the future is quite assured.
Physical Characteristics and Germination Testing Methods of Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers) Seeds Suita, Eliya; Syamsuwida, Dida
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2017.5.2.125-135

Abstract

Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers) is belong to Leguminosae which is a species of non-timber product   utilized as food, energy, medicine, fodder and others. Turi seed has a hard coat, so that to get a maximum germination, it’s required pre-treatments before the seeds are sown. The objective of the study was to determine the physical characteristics of the seeds, and  the approriate of pre-treatments methods to find out the viability  of turi seeds. Physical characteristics are examining the  water content and  weight of 1000 seeds. The pre-treatments including: 24 hours water soaked seeds, hot water soaked seeds (temperature1000C) and let them cooler for 24 hours, 10 minutes sulfuric acid soaked seeds, 20 minutes sulfuric acid soaked seeds and no treatment. Viability examination methods consisted of the testing of top of paper, between paper and standed-pleated paper. The tested using  opened soil-sand (v/v 1:1) mixture media and closed soil-sand (v/v 1:1) mixture media. The best pre-treatment that are enable to increase the viability of turi seeds are seeds soaked with sulfuric acid for 20 minutes and sown in a laboratory by using testing methods of either top of paper or standed plated of paper placed in a germinator.