cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
ISSN : 0216938X     EISSN : 26848414     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
360 DEGREE FEEDBACK MODEL: AN ALTERNATIVE FOR EXECUTING A BETTER PERFORMANCE APPRAISAL SYSTEM Irawati, Dwi
SEGMEN - Manajemen No 1 (2006): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kinerja (performance appraisal) anggota organisasi adalah aktivitas wajib dan rutin dilakukan organisasi. Penilaian kinerja selain bertujuan mengendalikan aktivitas anggota agar efektif dan efisien dalam pencapaian target dan tujuan organisasi juga dimaksudkan untuk memberikan reward kepada anggota sesuai dengan kinerjanya. Reward positif, misalnya promosi jabatan, diberikan kepada anggota ketika anggota mampu menunjukkan kinerja yang baik. Sedangkan reward negatif, misalnya demosi jabatan, skorsing, dan sebagainya diberikan kepada anggota ketika mereka tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak sekali praktik performance appraisal yang tidak memberikan arti apa-apa selain rasa sakit hati anggotanya (painfull appraisal) yang  timbul akibat sistem penilaian yang tidak adil dan valid. Artikel ini menyampaikan hal-hal yang menjadi sebab buruknya sistem penilaian kinerja model lama (disebut sebagai traditional system) ---seperti misalnya hallo effect, leniency effect, strickness errors, “similar to me” errors dan sebagainya--- dan mengusulkan penilaian kinerja model baru (yang disebut 360 degrees appraisal system). Model penilaian 360 derajat tidak hanya melibatkan atasan saja sebagai satu-satunya penilai kinerja (rater) akan tetapi juga melibatkan peers, subordinates,dan diri karyawan itu sendiri. Model 360 derajat ini dinilai lebih bermanfaat dan valid dalam memberikan rating kepada karyawan di samping diperolehnya umpan balik dari penilai.   Kata kunci: penilaian kinerja, model 360 derajat
SALURAN DISTRIBUSI MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PRODUK DR, Dartu
SEGMEN - Manajemen No 1 (2006): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunci keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya ditandai oleh keahliannya di bidang distribusi produknya. Untuk meningkatkan volume penjualan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk dan memberikan motivasi kepada konsumen agar mau membeli produk yang dihasikan oleh perusahaan. Untuk menentukan jenis saluran distribusi yang mana yang paling cocok untuk suatu produk perusahaan perlu dipertimbangkan mengenai pasar, barang, perusahaan, dan perantara. Sedangkan untuk menentukan jumlah saluran distribusi ada 3 cara yaitu intensif distribution, selective distribution, dan exlusive distribution.   Kata kunci: intensif distribution, selective distribution, exclusive distribution, volume penjualan
PENGARUH DIMENSI PEKERJAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Puspitasari, Intan; ., Nurdiyanto
SEGMEN - Manajemen No 2 (2007): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dibatasi atau difokuskan pada pengaruh dimensi pekerjaan yang terdiri dari dimensi fisik, dimensi psikolog, dimensi sosial, dimensin budaya, dan dimensi kekuasaan. Yang termasuk dalam variabel dimensi fisik adalah peralatan yang digunakan, pengulangan pekerjaan, spesialisasi pekerjaan, kerja lembur, dan tata letak ruang. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda, yang sebelumnya dilakukan uji instrumen tentang validitas dan reliabilitas. Hasilnya adalah dengan uji instrumen semua item pertanyaan dari 5 variabel independen dan satu variabel dependen adalah valid dan reliabel. Baik secara individu maupun kelompok, dimensi pekerjaan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan, karea dimensi tersebut akan saling mempengaruhi dan mendukung meningkatkan produktivitas kerja, terutama dimensi sosial, karena hubungan sosial yang baik sesama anggota akan memberikan peningkatan pada produktivitas kerja.   Kata Kunci: dimensi fisik, dimensi psikolog, dimensi sosial, dimensin budaya, dan dimensi kekuasaan, produktivitas kerja
PENGELOLAAN TQM PADA BISNIS PERHOTELAN Baraba, Ridwan
SEGMEN - Manajemen No 2 (2007): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi TQM dipahami merupakan suatu pendekatan atau filosofi dalam manajemen kualitas yang dapat ditetapkan perusahaan agar bertahan  datam persaingan kelas dunia. Banyak perusahaan telah menerapkan TQM, tetapi tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan. TQM dapat berhasil diterapkan apabila ada komitmen dan seluruh lapisan organisasi untuk bersama-sama mendukung pelaksanannya. Kesalahan-kesalahan yang seringkali dilakukan oleh banyak perusahaan adalah karena kesalahan dalam menerapkan metode dalam TQM ke aktivitas perusahaan sehari-hari. Sumber kesalahan yang ada biasanya berawal dari kualitas sumber daya manusianya. Para ahli telah banyak yang berhasil mengidentifikasi strategi atau cara-cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut Strategi-strategi tersebut sebaiknya digunakan secara bersama-sama dengan mengetahui permasalahan yang terjadi di dalam organisasi atau perusahaan sehingga strategi yang digunakan merupakan strategi yang paling tepat.   Kata Kunci: TQM,
IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT: STUDI PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN SLEMAN DENGAN SERTIFIKAT ISO 9001;2000 Wijayanti, Wijayanti; Baraba, Ridwan
SEGMEN - Manajemen No 2 (2008): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya yang ditempuh oleh puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kendala-kendala yang muncul saat TQM diterapkan pada puskesmas. Kualitas yang baik di bidang kesehatan dibuktikan dengan pemberian penghargaan yaitu ISO 9001;2000. ISO 9001: 2000. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa sarana pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus mampu menunjukan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Penelitian dilakukan di Puskesmas di kabupaten Sleman yang telah mendapatkan sertifikat ISO yaitu Puskesmas    Depok I. Kata kunci: TQM , ISO 9001;2000. ISO 9001: 2000
DISTRIBUSI INTENSIF DALAM PEMILIHAN PRODUK KATEGORI SHOOPING GOODS Puspitasari, Intan
SEGMEN - Manajemen No 1 (2009): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran distribusi digunakan untuk menjangkau pelanggan dari berbagai segmen pembeli yang berbeda dan menyerahkan produk yang tepat dengan biaya yang paling kecil, mulai dari tenaga penjualan, agen, distributor, penyalur, telemarketing, hingga internet. Paper ini akan membahas bagaimana produk pada kategori shooping goods (mobil), ditawarkan dengan menggunakan strategi distribusi intensif yang pada umumnya strategi ini digunakan pada produk kategori convinience goods, dengan menggunakan tiga ukuran buyer-centric, yaitu accessibility, concentration dan spread. Pengukuran yang digunakan adalah geocoding untuk mengukur accesibility dan concentration, serta koefisien gini untuk mengukur spread.Kata kunci: Distribusi, distribusi intensif, shooping goods, accessibility, concentration dan spread
PENINGKATAN ENTREPRENEURSHIP AWARENESS DENGAN ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN Sari, Maheni Ika; Baiquni, Ahmad
SEGMEN - Manajemen No 2 (2010): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, information technology plays important role in education and business via all information technology devices. The aim of this study is to capture the level of information technology adoption in keeping with enhancement of entrepreneurship awareness among students in boarding school which is developing their curriculum and management in lately years.  Although most of boarding schools have computer, these findings indicate that generally adoption of information technology by boarding school for entrepreneurship study is still very limited, because of many internal factors, such as limited finance source, conventional paradigm and inadequate computer skill. They use this technology just for operational and opportunistic purposes. Considering that we need new entrepreneurs to increase our national economy, therefore, it is suggested that information technology on entrepreneurship subject is a must. Keywords        :           boarding school, entrepreneurship awareness, information technology.
EMPOWERMENT DALAM TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP UNTUK MENDUKUNG PERFORMANCE KARYAWAN Wijayanti, Wijayanti
SEGMEN - Manajemen No 2 (2010): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidakdapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Apabila organisasiingin mengarah kepada inovasi, baik itu inovasi produk, pelayananataupun market, pemimpin harus menciptakan atmosfir kerja yangmendukung pada inovasi. Pemimpin harus terus mendorong karyawansiap untuk menunjukkan sesuatu yang baru, sehingga dapat mencapaitujuan organisasi secara efektif. Dengan demikian, pemimpin akanmengarah kepada empowerment karyawan. Pemimpin akan melibatkankaryawan dalam pengambilan keputusan sehingga karyawan mempunyairasa memiliki terhadap perusahaan atau organisasi.Kata Kunci: Pemimpin, Kepemimpinan, Empowerment,Transformational Leadership, Performance Karyawan
PERSAINGAN INDUSTRI BANK UMUM SWASTA DI INDONESIA Ekowati, Titin
SEGMEN - Manajemen No 2 (2010): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya bank yang ada di Indonesia, membuat pihak manajemen bankharus berpikir serius untuk mempertahankan eksistensinya. Jenis industriyang sama memaksa perbankan untuk bersaing ketat dengan perusahaansejenis. Hal ini juga dialami oleh bank-bank swasta di Indonesia, karenakeberadaan bank ini semakin menjamur. Persaingan antar bank-bankswasta yang semakin ketat, juga membuat pihak bank saling berebutnasabah ataupun calon nasabah. Untuk menjaring banyak nasabah bankharus berusaha menawarkan produk-produk yang menarik, pelayananyang prima, dan kemudahan pemberian kredit nasabah.Kata kunci : Bank-bank swasta, Persaingan antar bank
PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING PADA LOYALITAS MAHASISWA PROGRAM MAGISTER SAINS FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA Saputra, Murry Harmawan
SEGMEN - Manajemen No 2 (2010): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia bisnis modern paradigma pemasaran telah bergeser,tidak hanya menciptakan transakasi untuk mencapai keberhasilanpemasaran tetapi perusahaan juga harus menjalin hubungan denganpelanggan dalam waktu yang panjang agar memperoleh kesuksesan jangkapanjang. Paradigma tersebut disebut relationship marketing. Penelitian inimerupakan replikasi dari penelitian yang pernah dilakukan oleh Ndubisi(2007). Penelitian ini menganalisis pengaruh strategi relationshipmarketing yang terdiri atas 4 variabel yaitu: kepercayaan, komitmen,komunikasi dan kemampuan menangani konflik terhadap loyalitaspelanggan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keempat variable darirelationship marketing tersebut yang berpengaruh langsung pada loyalitashanyalah variabel kepercayaan, hal ini kemungkinan terjadi karena ukuransampel yang digunakan terlalu kecil sehingga skala pengukuran tidaksepenuhnya dapat mengukur variabel yang seharusnya diukur, sehinggapengolahan data yang ada tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnyapada populasi. Ketiga variabel selain variabel kepercayaan, dalampenelitian ini belum menunjukan pengaruh positif pada loyalitas sehinggadiharapkan adanya penelitian lanjutan setelah penelitian ini denganmenggunakan ukuran sampel yang besar sehingga lebih representatif danhasil yang didapatkan akan lebih maksimal sehingga mampu menjelaskanhubungan antara relationship marketing pada loyalitas dengan lebih baik.Kata kunci: Relationship marketing, kepercayaan, komitmen, komunikasi,penanganan konflik, loyalitas pelanggan

Page 1 of 23 | Total Record : 223


Filter by Year

2005 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1C (2019): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 15, No 1B (2019): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 15, No 1A (2019): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 15, No 1 (2019): SEGMEN - Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 1D (2016): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 1C (2016): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 1B (2016): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 1A (2016): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 1c (2015): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 1b (2015): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 1B (2015): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 1A (2015): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 1c (2014): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 1b (2014): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10, No 2c (2014): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10, No 2b (2014): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10, No 2a (2014): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10, No 1.b (2014): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s Vol 10, No 1.a (2014): SEGMEN - Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10, No 1 (2014): SEGMEN - Jurnal Manajemen dan Bisnis No 1 (2013): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 2.1 (2012): Jurnal Manajemen & Bisnis No 1 (2011): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 2 (2010): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 1 (2010): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 2 (2009): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 1 (2009): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 2 (2008): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 1 (2008): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 2 (2007): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 2 (2006): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 1 (2006): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s No 1 (2005): Jurnal Manajemen & Bisnis More Issue