cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hasil Hutan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan" : 6 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN AMELIORAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TIGA JENIS ANAKAN Hastuti, Novitri; Hendra, Djeni; Gusti, R Esa Pangersa
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.016 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.171-180

Abstract

Ketersediaan amelioran organik sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan anakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan amelioran organik pada pertumbuhan anakan jenis kemenyan (Styrax benzoin Dyrand), trembesi (Samanea saman Jack. (Merril.)) dan ki bawang (Melia excelsa Jack). Penambahan amelioran organik disusun dalam 11 macam perlakuan yaitu: (p) tanah saja (kontrol); (q) pupuk organik arang (POA) 10%; (r) POA 10% + arang serbuk gergaji (ASG) 5%; (s) POA 10% + ASG 10%; (t) tablet pupuk organik arang mikoriza (POAM); (u) tablet pupuk organik mikoriza (POM); (v) tablet POM + ASG 5%; (w) cuka kayu (CK) 1%; (x) CK 1% + ASG 5%; (y) CK 2%; (z) CK 2% + ASG 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan amelioran organik berupa pupuk organik arang (POA) 10% dan arang serbuk gergaji (ASG) 10% memberikan respon pertambahan diameter yang paling baik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Penambahan amelioran organik berupa POA 10% dan ASG 5% memberikan respon pertambahan tinggi yang paling baik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Hasil analisis menunjukkan penambahan amelioran organik memberikan pengaruh signifikan bagi pertumbuhan tinggi anakan tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter.
KARAKTERISTIK DAN POTENSI PEMANFAATAN ASAP CAIR KAYU TREMA, NANI, MERBAU, MATOA, DAN KAYU MALAS Komarayati, Sri; Gusmailina, Gusmailina; Efiyanti, Lisna
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.752 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.219-238

Abstract

Kayu merupakan biomassa potensial dengan berbagai manfaat, salah satunya adalah sebagai bahan baku asap cair. Penelitian mengenai asap cair yang dihasilkan dari pirolisis kayu perlu dilakukan secara intensif untuk mendapatkan informasi kandungan dan manfaat komponen asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi manfaat asap cair lima jenis kayu, yaitu kayu trema, nani, merbau, matoa, dan malas. Penelitian dilakukan dengan proses pirolisis pada suhu 500°C selama 5 jam, dan asap cair yang dihasilkan ditampung dalam wadah untuk dianalisis karakteristiknya. Karakteristik asap cair yang dipelajari meliputi pH, berat jenis, kadar asam asetat, kadar fenol, dan kandungan komponen kimia lainnya, menggunakan py-GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH asap cair kelima jenis kayu berkisar antara 2,68 –4,34, berat jenis 0,83–1,04, kadar asetat 0,65– 13,09% dan kadar fenol 0,19–2,50%. Sementara itu, hasil analisis py-GCMS menunjukkan keragaman komponen kimia yang terkandung dalam asap cair masing-masing jenis kayu dengan komponen utama sebagai penciri asap cair pada kelima jenis kayu adalah senyawa asam asetat (acetic acid, ethylic acid), fenol (phenol, 2,6-dimethoxy (CAS) 2,6-dimethoxyphenol), dan asam karbamat. Komponen kimia asap cair diharapkan dapat diaplikasikan dalam berbagai variasi produk yang lebih luas sesuai cara pandang, tujuan, dan target produk yang ingin dicapai.
PENINGKATAN KUALITAS KAYU SAWIT DENGAN PERLAKUAN KOMPREGNASI MENGGUNAKAN TANIN RESORSINOL FORMALDEHIDA Rachmawati, Okti; Sugita, Purwantiningsih; Santoso, Adi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.798 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.181-190

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Ketersediaan batang sawit sebagai limbah dari proses panen akhir tanaman sawit sangat besar, murah dan dapat menjadi sumber kayu alternatif yang berkelanjutan untuk berbagai aplikasi jika dapat dimanfaatkan dengan baik. Kelemahan batang sawit adalah berat jenis, sifat fisis, dan mekanis tergolong rendah dibandingkan produk biomaterial lainnya seperti kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas kayu sawit melalui teknik kompregnasi menggunakan campuran perekat tanin resorsinol formaldehida (TRF). Studi ini dilakukan dengan melaburkan permukaan sampel kayu sawit berukuran 5cm × 5cm × 2cm dengan campuran perekat TRF komposisi 1 : 0,05 : 0,05 (v/v/v) yang diikuti dengan perlakuan kempa dingin selama 10 menit pada tekanan 10 kg/cm2 selanjutnya dilakukan kempa panas pada suhu 120ᵒC dengan tekanan 12 kg/cm2 selama 10 menit. Pengujian dilakukan dengan penentuan kerapatan, kekerasan, pengembangan tebal, dan emisi formaldehida yang kemudian dibandingkan dengan kontrol kayu sawit tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu sawit hasil kompregnasi secara signifikan mampu meningkatkan kerapatan kayu sebesar 104,61%, kekerasan menjadi enam kali lebih besar, dan menurunkan pengembangan tebal sebesar 85,98%. Kayu sawit kompregnasi juga berhasil meningkatkan kelas kuat kayu V menjadi kelas kuat kayu III.
KARAKTERISTIK BIOPELET DARI LIMBAH PADAT KAYU PUTIH DAN GONDORUKEM Mustamu, Sofia; Hermawan, Dede; Pari, Gustan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.584 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.191-204

Abstract

Biopelet adalah bahan bakar padat yang dihasilkan dari pengempaan biomassa menjadi sumber energi bakar alternatif. Limbah padatan kayu putih dan gondorukem berpotensi untuk biopelet. Kualitas pembakaran biopelet lebih baik dari pembakaran biomassa secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari ukuran serbuk dan suhu pengempaan yang optimal untuk menghasilkan biopelet berkualitas terbaik dan ramah lingkungan. Limbah padat kayu putih dan gondorukem dicampur dan dijadikan serbuk, dengan ukuran penyaringan 20 mesh, 40 mesh, 60 mesh, dan 80 mesh. Dari masing-masing ukuran serbuk dilakukan pencampuran sebanyak 30 g untuk dicetak dengan perbandingan 70% limbah padat kayu putih dan 30% gondorukem. Pencetakan biopelet dilakukan dengan menggunakan mesin kempa hidrolik bertekanan 526,48 kg/cm2 dengan suhu pencetakan yang diinginkan antara lain 120, 150, 180, 200, 230, dan 260°C. Hasil penelitian menunjukan biopelet yang dibuat dari serbuk berukuran 40 mesh dan suhu pengempaan 230°C menghasilkan biopelet dengan kualitas terbaik. Sifat fisik biopelet yang dihasilkan dari ukuran serbuk 40 mesh dan suhu pencetakan 230°C yaitu kadar air 1,905% ; kadar abu 3,955%; kandungan zat terbang 72,189%; kadar karbon terikat 21,949%; nilai kalor 5097,5 kkal/kg; dan keteguhan tekan 53,746 kgf/cm2.
ANALISIS TOKSISITAS BEBERAPA TUMBUHAN HUTAN DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Zuraida, Zuraida
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.889 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.239-246

Abstract

Biji suren (Toona sureni (Blume) Merr.), mimba (Azadirachta indica A.Juss.), mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.), dan saga (Adenanthera pavonina L.) telah digunakan untuk mengobati penyakit tertentu oleh masyarakat tradisional, namun demikian penelitian mengenai bioaktivitas keempat biji tersebut terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas toksisitas dari biji suren, mahoni, mimba, dan saga. Keempat sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak etanol yang diperoleh diuji efek toksisitasnya terhadap larva Artemia salina dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan hasil BSLT dipresentasikan melalui Lethal Concentration 50 (LC50). Nilai LC50 dari ekstrak etanol biji suren, mahoni, mimba, dan saga berturut-turut adalah 75, 84, 323 dan 449 µg/mL. Keempat ekstrak tersebut memiliki bioaktivitas dengan nilai LC50 <1000 µg/mL, dan ekstrak biji suren paling berpotensi memiliki bioaktivitas paling tinggi karena nilai LC50 paling rendah.
PERUBAHAN WARNA DAN LAPISAN FINISHING LIMA JENIS KAYU AKIBAT PENCUACAAN Krisdianto, Krisdianto; Satiti, Esti Rini; Supriadi, Achmad
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.012 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.205-218

Abstract

Peningkatan penggunaan produk kayu disebabkan karena warna alami kayu menimbulkan kesan hangat dan nyaman. Namun demikian, untuk penggunaan di luar ruangan secara alami kayu mengalami penurunan kualitas diantaranya perubahan warna dan pengurangan lapisan finishing di permukaan kayu. Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan warna dan ketahanan lapisan finishing setelah satu tahun terpampang di luar ruangan. Lima jenis kayu kurang dikenal dari Riau diberi pelapis bahan finishing transparan menggunakan bahan finishing akrilik, enamel, poliuretan, ultran lasur ultra violet (UV), dan ultran politur P-03 UV sebelum dipaparkan di luar ruangan selama satu tahun. Perbedaan warna kayu diukur berdasarkan sistem CIELab dan ketahanan lapisan film finishing dianalisis secara digital menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan warna kayu berubah menjadi abu-abu pucat setelah terpapar cuaca di luar ruangan selama satu tahun. Perubahan warna sangat tinggi tercatat pada bulan pertama, dan sedang sampai kecil pada setiap bulan pengamatan selanjutnya. Permukaan kayu yang diberi bahan finishing lebih tahan terhadap pencuacaan daripada permukaan kayu alami tanpa bahan finishing. Bahan enamel (ET), lasur (LSR), dan P03 (PP) merupakan bahan finishing yang lebih baik dari bahan lainnya dalam hal perlindungan di luar ruangan. Hubungan antara penutupan bahan finishing dengan perubahan warna menunjukkan korelasi sedang, yaitu semakin luntur bahan finishing di permukaan kayu, maka perubahan warna semakin besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 37, No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue