cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hasil Hutan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan" : 16 Documents clear
PENERAPAN RIL GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN MEMINIMALKAN BIAYA PENYARADAN DI HUTAN TANAMAN RAWA GAMBUT Suhartana, Sona; Yuniawati, Yuniawati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.804 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.215-224

Abstract

Teknik penyaradan kayu di lahan gambut berbeda dengan di lahan kering, diperlukan perencanaan yang tepat terutama dalam penggunaan alat sarad. Kegiatan penyaradan memerlukan biaya  yang besar, untuk itu diperlukan peningkatan produktivitas sarad melalui penerapan teknik penyaradan yang tepat agar biaya menjadi minimal. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2012 di areal kerja hutan tanaman rawa gambut PT Satria Perkasa Agung, Distrik Simpang Kanan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan produktivitas dan meminimalkan biaya penyaradan dengan menerapkan teknik RIL di hutan tanaman lahan gambut. Data produktivitas dan biaya sarad diproses ke dalam bentuk tabulasi dan dihitung rata-ratanya kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan software SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1.  Penyaradan di lahan gambut menggunakan teknik RIL dapat meningkatkan rata-rata produktivitas sebesar 8,37% dan menurunkan rata-rata biaya produksi penyaradan sebesar 3,93%; dan 2. Penggunaan jalur matting yang sesuai pada penyaradan kayu di lahan gambut dapat mengurangi waktu kerja tidak efektif sebesar 8,3% yang setara dengan 3,66 menit per rit. 
KETAHANAN 30 JENIS KAYU INDONESIA TERHADAP SERANGAN BUBUK KAYU KERING Heterbostrichus aequalias Wat Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.958 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.225-235

Abstract

Tiga puluh jenis kayu dari berbagai daerah di Indonesia  di uji ketahanannya terhadap kumbang bubuk kayu. Masing-masing jenis kayu dibuat contoh uji dengan ukuran  7,5 cm x 5 cm x 2,5 cm. Semua jenis kayu diuji  terhadap larva bubuk kayu Heterbostrichus aequalias Wat selama 6 minggu pengujian. Parameter yang diamati meliputi persentase penurunan berat kayu dan persentase jumlah kumbang bubuk yang  hidup serta derajat serangan secara subyektif. Pengelompokkan ketahanan jenis kayu dilakukan  berdasarkan penurunan berat, jumlah kumbang bubuk yang hidup dan derajat serangan. Penelaahan berdasarkan penurunan berat,  menunjukkan sebanyak 9 jenis kayu (29,99%) termasuk kelas I, 3 jenis (9,97%) termasuk kelas II, 8 jenis (26,67 %) termasuk kelas III, 6 jenis (19,99%) termasuk kelas IV dan 4 jenis (13,33%) termasuk kelas V. Berdasarkan jumlah bubuk yang hidup, sebanyak 5 jenis (16,67%) termasuk kelas I, 3 jenis (9,99%) termasuk kelas II, 12 jenis (39,99 %) termasuk kelas III, 8 jenis (28,67%) termasuk kelas IV dan 3 jenis (6,67%) termasuk kelas V. Berdasarkan derajat serangan 5 jenis (16,67%) kerusakan berat, 16 jenis (53,33%) kerusakan sedang dan 9 jenis  (30%) kerusakan ringan.
REKAYASA MESIN PENCETAK BUTIR BERAS SIMULASI DARI MATERI TANAMAN HUTAN Hendrawan, Iyus; Sutrisno, Sutrisno; Hariyadi, Purwiyatno; Purwanto, Y Aris; Hasbullah, Rokhani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.759 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.235-246

Abstract

Indonesia kaya akan aneka sumber karbohidrat non-beras, termasuk di dalamnya tumpang sari tanaman hutan. Bulir beras simulasi (Simulated Rice Grain/SRG) dibuat dari bahan tepung aneka sumber karbohidrat non-beras dengan pendekatan sifat fisiko kimia tepung dan bulir beras varietas Ciherang. Penelitian bertujuan untuk merancang bangun mesin pencetak SRG berbahan baku campuran tepung hasil tumpang sari tanaman hutan. Perancangan mesin pencetak SRG didekati melalui kriteria perancangan, analisa desain, desain fungsional dan proses manufaktur, mesin ini diuji coba dengan menggunakan bahan campuran terbuat 30% pati garut, 42 % tepung tales beneng dan 28% tepung sorgum. Hasil rekayasa mesin pencetak SRG mempunyai dimensi ruang pencentak 6,8 x 2,2 x 5,06 mm , rasio pemampatan  1,9-2,3, kekuatan tekan 600 N. Sudut luncur pengumpan 70o, lama tekan pencetakan  0-5000 mikrodetik, kapasitas 900 bulir per jam dan temperatur bantalan ruang cetak 25-80 oC. Pengujian mesin pencetak menghasilkan bulir SRG dengan panjang 7,1 mm, tebal 2,8 mm, bentuk agak bulat, kekerasan bulir 0,1–2 N, massa jenis SRG 620-770  kg/m3 dan bobot  17,5-29 g per 1000 butir.
KARAKTERISTIK LEMAK HASIL EKSTRAKSI BUAH TENGKAWANG ASAL KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN DUA MACAM PELARUT Pangersa Gusti, Raden Esa; Zulnely, Zulnely
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.557 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.175-180

Abstract

Buah tengkawang merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia dari kelompok hasil hutan bukan kayu. Namun produk yang saat ini diperdagangkan masih dalam wujud buah asli kering sehingga nilai tambahnya terbatas. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah produk tengkawang adalah dengan mengolah buah tersebut menjadi lemak. Salah satu cara pengolahan buah menjadi lemak yaitu melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut organik. Perbedaan jenis pelarut dapat mempengaruhi kualitas lemak yang dihasilkan. Tulisan ini mempelajari proses ekstraksi lemak tengkawang dengan pelarut benzema dan heksana. Lemak yang dihasilkan kemudian diuji lebih jauh terhadap kualitasnya seperti rendemen, sifat fisiko kimia dan komponen kandungan kimia menggunakan alat GC-MS pyrolysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heksana mampu mengeluarkan lemak lebih banyak dengan nilai bilangan asam, kadar asam lemak bebas (FFA) dan bilangan iod yang lebih rendah dibandingkan dengan benzena. Bilangan asam, kadar FFA dan bilangan iod yang rendah berdampak pada ketahanan lemak terhadap reaksi hidrolisis dan oksidasi serta umur simpan yang lebih lama. Analisis GC-MS menunjukkan kandungan komponen kimia lemak yang diekstraksi menggunakan benzena didominasi oleh methyl octadec-9-oneate, sedangkan hasil ekstraksi menggunakan heksana didominasi oleh methyl oleate (senyawa dengan ikatan C-C jenuh). Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan heksana lebih prospektif sebagai pelarut dalam proses ekstraksi lemak dari buah tengkawang.
KERAGAMAN KOMPONEN KIMIA GAHARU PADA KELAS SUPER DAN KEMEDANGAN Pasaribu, Gunawan; Waluyo, Totok Kartono; Pari, Gustan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.354 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.247-252

Abstract

Tulisan ini menyajikan kadar resin dan komposisi senyawa kimia dari beberapa kualitas gaharu menggunakan kromatografi gas spektrometri massa.  Kualitas gaharu yang diuji adalah kelas super dan kemedangan yang berasal dari Bangka, Papua dan Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia (Asgarin). Hasil penelitian menunjukkan rendemen resin gaharu lebih tinggi pada kelas kualitas super daripada kelas kemedangan. Gaharu berkadar resin tinggi dianggap sebagai berkualitas tinggi (super), dan komposisi kimianya didominasi oleh chromone dan gamma gurjunene. Sebaliknya gaharu berkualitas rendah (kemedangan) berkomposisi kimia 2,5 furandione, 3-dodecenyl dan agarospirol. Komponen kimia gaharu kelas super mengandung lebih banyak senyawa kelompok sesquiterpena dibanding kelas kemedangan. Senyawa sesquiterpene dan chromone berindikasi kuat menyebabkan aroma harum pada gaharu. Kualitas gaharu pada kelas yang sama menunjukkan rendemen resin dan komposisi kimia yang berbeda dari tiga lokasi yang diteliti.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF CANGKANG BUAH BINTARO (Cerbera manghas) SEBAGAI ADSORBEN PADA PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM Hendra, Djeni; Wulanawati, Armi; Gustina, Kamela; Wibisono, Heru Satrio
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.092 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.181-191

Abstract

Biji buah bintaro banyak digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam pembutatan biodiesel sehingga akan menghasilkan limbah berupa cangkang buah bintaro. Pada penelitian ini, limbah tersebut akan dijadikan bahan baku alternatif untuk pembuatan arang aktif. Pengaktifan dilakukan dengan 2 faktor yaitu aktivasi kimia (konsentrasi H3PO4) dan laju alir uap air panas (hot steam). Sebagai indikator kualitas arang aktif dilakukan karakterisasi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 06-3730-1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif yang sesuai SNI adalah arang aktif yang diaktivasi menggunakan H3PO4 15% dengan laju alir uap air panas selama 90 menit dengan kadar air 9.98%, kadar zat terbang 9.16%, kadar abu 12.45%, kadar karbon terikat 78.4%, daya serap iod 784.498 mg/g, daya serap benzena 17.73 %, dan daya serap biru metilena 127.705 mg/g. Mekanisme adsorpsi sesuai isoterm adsorpsi Langmuir dengan linearitas 0.9691. Arang aktif terbaik adalah yang dapat menurunkan kadar Fe sampai 100% dan Mn  86.94%.
KUALITAS PAPAN LAMINA DENGAN PEREKAT RESORSINOL DARI EKSTRAK LIMBAH KAYU MERBAU Santoso, Adi; Pari, Gustan; Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.825 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.253-260

Abstract

Komponen kimia polifenol yang diekstrak dari kayu merbau (Intsia spp.) memiliki afinitas yang kuat terhadap resorsinol dan formaldehida dalam kondisi basa, membentuk suatu kopolimer yang dapat digunakan sebagai perekat. Tulisan ini menyajikan penggunaan perekat resorsinol dan ekstrak cair kayu merbau yang mengandung senyawa polifenol yang dikopolimerisasi dengan formaldehida sebagai perekat kayu lamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopolimerisasi ekstrak cair limbah kayu merbau menghasilkan resin berbobot molekul 49.658, yang dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan papan lamina untuk lantai berupa 3 ply-1strip flooring parquet dengan 7 (tujuh) jenis kayu, yaitu: sungkai, karet, kempas, merbau, mangium, mahoni dan sengon. Kualitas perekatan dan sifat mekanik produk tersebut sebanding dengan produk sejenis berperekat impor serta tergolong tipe eksterior sangat rendah emisi formaldehida katagori E0 atau F****.
PENYEMPURNAAN SIFAT PAPAN SERAT BERKERAPATAN TINGGI DARI CAMPURAN RUMPUT GELAGAH, TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT, DAN BAMBU Indrawan, Dian Anggraini; Roliadi, Han; Tampubolon, Rossi Margareth; Pari, Gustan; Santoso, Adi; Iqbal, Mohamad
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.193-214

Abstract

Papan serat hardboard (HB) dari campuran Rumput Gelagah (RG), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan bambu andong berpotensi untuk dikembangkan. Namun, percobaan pendahuluan menunjukkan HB tersebut tidak memenuhi persyaratan produk HB dari Japanese Industrial Standard (JIS) dan International Standard Organization (ISO). Tulisan ini mempelajari modifikasi pembuatan HB agar memenuhi standar produk tersebut. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan konsentrasi alkali dalam pemasakan pulp dan merubah komposisi perekat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas HB modifikasi meningkat dan mampu memenuhi persyaratan standar JIS dan ISO. Campuran serat pulp RG dan bambu andong/betung dimasak dengan konsentrasi alkali 10,5% dan 12% untuk serat dari TKKS. Campuran perekat yang digunakan adalah tannin-resorsinol-formaldehida (TRF), alum (tawas) dan emulsi lilin. Campuran serat yang paling banyak memenuhi standar adalah RG pulp (50%) + TKKS pulp (50%), diikuti RG pulp (100%), TKKS pulp (50%) + pulp bambu andong (50%), RG pulp (50%) + pulp bambu betung (50%). Serat yang masih kurang prospektif (bambu betung) diharapkan dapat diperbaiki melalui penggunaan perekat TRF dalam jumlah lebih banyak, arang aktif berukuran nano dan cross-linking agent.    
Kajian Pengunaan Static Mixing Reactor Pada Proses Produksi Biodiesel Secara Katalitik Dengan Sistem Continue Soolany, Christian; Tambunan, Armansyah H; Sudradjat, R
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.285 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.261-272

Abstract

Produksi biodiesel secara katalitik membutuhkan katalis dan pengadukan. Sistem pengadukan yang baik akan menghasilkan campuran yang homogen antara trigliserida dan metanol juga dapat dihasilkan dengan penggunaan static mixer. Tujuan penelitian ini adalah merancang static mixing reactor dengan sistem continue pada proses produksi biodiesel secara katalitik dan mencari panjang static mixer yang dibutuhkan sehingga diperoleh kadar metil ester sesuai standar yang sudah ditetapkan. Percobaan ini dilakukan secara transesterifikasi menggunakan minyak palm olein (RBDPO) dan metanol dengan perbandingan molar 1:6 menggunakan katalis KOH 0,5%, dan suhu reaksi 65o C. Proses produksi biodiesel dilakukan pada kondisi transien. Reaktor static mixer yang digunakan terdiri dari dua buah. Perlakuan yang dikaji yaitu panjang static mixer, variasi yang dilakukan yaitu melewatkan 1 kali menuju reaktor static mixer ketika suhu tercapai  (A0 = 2 static mixer), dilewatkan 2 kali menuju reaktor static mixer (A1 = 4 static mixer), dilewatkan 3 kali menuju reaktor static mixer  (A2 = 6 static mixer), dan dilewatkan 4 kali menuju reaktor static mixer (A3 = 8 static mixer). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk masing-masing perlakuan menghasilkan kadar metil ester diatas standar yang ditetapkan sebesar 96,5% w/w. Penentuan perlakuan terbaik diperoleh berdasarkan nilai terbaik pada parameter kadar metil ester dan gliserol total yang dihasilkan pada kondisi 4 kali dilewatkan reaktor static mixer (A3 = 8 static mixer) menghasilkan kadar metil ester sebesar 97,92% w/w, gliserol total 0,85 %, angka asam 0,31 mg KOH/g, angka penyabunan 202 mg KOH/g, rendemen biodiesel sebesar 98,26%, dan waktu reaksi 29 menit. 
KETAHANAN 30 JENIS KAYU INDONESIA TERHADAP SERANGAN BUBUK KAYU KERING Heterbostrichus aequalias Wat Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.958 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.225-235

Abstract

Tiga puluh jenis kayu dari berbagai daerah di Indonesia  di uji ketahanannya terhadap kumbang bubuk kayu. Masing-masing jenis kayu dibuat contoh uji dengan ukuran  7,5 cm x 5 cm x 2,5 cm. Semua jenis kayu diuji  terhadap larva bubuk kayu Heterbostrichus aequalias Wat selama 6 minggu pengujian. Parameter yang diamati meliputi persentase penurunan berat kayu dan persentase jumlah kumbang bubuk yang  hidup serta derajat serangan secara subyektif. Pengelompokkan ketahanan jenis kayu dilakukan  berdasarkan penurunan berat, jumlah kumbang bubuk yang hidup dan derajat serangan. Penelaahan berdasarkan penurunan berat,  menunjukkan sebanyak 9 jenis kayu (29,99%) termasuk kelas I, 3 jenis (9,97%) termasuk kelas II, 8 jenis (26,67 %) termasuk kelas III, 6 jenis (19,99%) termasuk kelas IV dan 4 jenis (13,33%) termasuk kelas V. Berdasarkan jumlah bubuk yang hidup, sebanyak 5 jenis (16,67%) termasuk kelas I, 3 jenis (9,99%) termasuk kelas II, 12 jenis (39,99 %) termasuk kelas III, 8 jenis (28,67%) termasuk kelas IV dan 3 jenis (6,67%) termasuk kelas V. Berdasarkan derajat serangan 5 jenis (16,67%) kerusakan berat, 16 jenis (53,33%) kerusakan sedang dan 9 jenis  (30%) kerusakan ringan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 37, No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue