cover
Filter by Year
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Articles
393
Articles
Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa

Heru P, Kristiyanto

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.829 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tokoh-tokoh dalam Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa; (2) mendeskripsikan penokohan dalam Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah content analisis atau analisa isi. Sumber data penelitian ini adalah Bandha Warisan Antologi Dongeng Jawa. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan teknik catat. Hasil analisis membuktikan, 1) Tokoh terdiri dari: (a) Tokoh Njaga Banyune Sendhang: Mbah Singa, (b) Sing Gumunggung Yen Ngglundung Ora Ditulung: Plastik Kresek, (c) Putri Sewidak Loro: Sewidak Loro, (d) Harta Karun Pak Kidang: Talun, (e) Jalma Angkara Mati Murka: Sukra, (f) Jaka Kendhil: Jaka Kendhil, (g) Manuk Bango lan Kura: Bango, (h) Mula Bukane Kutha Tulungagung: Pak Suta, (i) Sedane Prabu Dewata Cengkar: Rara Wulan, (j) Bagor lan Goni: Udin, (k) Narima Ing Pandum: Cempe, (l) Kabecikan: Rangga, (m) Rukun Agawe Santosa: Kancil, (n) Jaran Kepang: Lalang, (o) Plintheng: Wanta, (p) Dumadune Sendhang Klangkapan: Tunggul Wana, (q) Kedhung Maya: Dewi Maya, (r) Bayi Aneh lan Rampog Sekti: Rara Anteng, (s) Dumadine Pusaka Kalamunyeng: Raden Sahid Abdul Rahman, (t) Jaka Bodho Rara Kembangsore: Jaka Bodho. 2) Penokohan terdiri dari: (a) Tokoh Mbah Singa: baik, perkasa,  cerdik, bijaksana, (b) Plastik Kresek: baik, pengertian, setia kawan, (c) Sewidak Loro: baik, sabar, (d) Talun: pemalas, (e) Sukra: baik, bijaksana, (f) Jaka Kendhil: cerdik, optimis, sabar, penyayang, (g) Bango: pintar, baik, (h) Pak Suta: penyayang, pekerja keras, (i) Rara Wulan: baik, sopan, (j) Udin: baik, pintar, berbakti, (k) Cempe: kurang bersyukur, keras kepala, (l) Rangga: baik hati, (m) Kancil: cerdik, pintar, (n) Lalang: santun, baik hati, (o) Wanta: keras kepala, jujur, (p) Tunggul Wana: bijaksana, (q) Dewi Maya: baik, penyayang, tak sabaran, (r) Rara Anteng: setia, cerdik, (s) Raden Sahid Abdul Rahman: berbakti, pintar, (t) Jaka Bodho: mudah tergoda, tak sabaran.   Kata Kunci : tokoh, penokohan, antologi dongeng  

Sejarah Perkembangan Makna dan Nilai Filosofis Batik Srikit Khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah

Purnamasari, Diah Ayu

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.707 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) sejarah perkembangan batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, (2) makna simbolik yang terdapat dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, dan (3) nilai filosofis yang terkandung dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) sejarah perkembangan batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah sejalan dengan motif batik lain dari Kabupaten Kebumen dan sangat erat hubungannya dengan sejarah perjuangan di Kebumen dalam rangka mengusir penjajah Belanda (2) makna simbolik yang terdapat dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen yaitu makna simbolik rante mempunyai makna suatu ikatan yang tidak terputus, beras wutah mempunyai makna kemakmuran, gringsing mempunyai makna kesehatan, kembang cengkeh bermakna keharuman, kopi pecah sama seperti kembang cengkeh, lung pakis maknanya tumbuh dengan penuh kedinamisan, warna hijau artinya ke Tuhanan,warna biru artinya ketinggian, warna sogan melambangkan warna tanah, dan (3) nilai filosofis yang terkandung dalam batik srikit khas Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah yaitu suatu keindahan yang mengikat, suatu persatuan dari perbedaan yang indah.   Kata kunci: batik, srikit  

Kajian Moral Cerita Wayang Bambang Kumalasekti Karya Ibnu Marwah dalam Majalah Jaya Baya Edisi Maret-Mei 2013

Sulistiyanto, Eko

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.63 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan unsur intrinsik cerita wayang, (2) untuk mendeskripsikan moralitas tokoh baik dan buruk, dan (3) untuk mendeskripsikan relevansi nilai moral dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan cerita wayang Bambang Kumalasekti karya Ibnu Marwah dalam majalah Jaya Baya edisi Maret-Mei 2013, data penelitian berupa kutipan. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri, buku pencatat, bolpoint, serta buku yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan catat. Teknik analisis data menggunakan “content analysis”. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) unsur intrinsik: tema cerita adalah perebutan tahta kerajaan Ngastina. Tokoh utama adalah Bambang Kumalasekti, tokoh tambahannya: Prabu Suyudana, Patih Sangkuni, Begawan Drona, Prabu Salya, Gajah Antipura, Begawan Parasara, Prabu Rengganisura,Kyai Lurah Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Prabu Tejalelana, Prabu Hangganasura, dan Kukila Antatwulan. Tokoh Protagonis: Bambang Kumalasekti, Kyai Lurah Semar, dan Prabu Salya. Tokoh Antagonis: Prabu Suyudana, Patih Sangkuni, dan Prabu Tejalelana. Latar tempat, waktu, dan situasi. Menggunakan plot campuran.  Sudut pandang orang ketiga “ia atau mereka”. (2) moralitas tokoh yaitu: (a) moral baik: bijaksana, suka bermusyawarah, suka memberi nasehat, membela kebenaran, berdoa dengan sungguh-sungguh, cinta keadilan, suka menolong, dan rasa belas kasih. (b) moral buruk: suka merebut hak orang lain, suka memfitnah, dan suka memaksa. (c) relevansi nilai moral pada kehidupan sekarang yaitu: sabar, sikap hormat pada orang tua, sikap cinta keadilan, nasehat orang tua kepada anaknya, nasehat abdi kepada rajanya, sikap bijaksana memutuskan masalah, sikap tolong menolong, rasa belas kasih, ingat kepada Tuhan, memiliki keyakinan dalam beragama.   Kata Kunci: nilai moral, cerita wayang, Bambang Kumalasekti

Nilai Budi Pekerti dalam Cerita Bersambung “Napak Tilas” pada Majalah Djaka Lodang Tahun 2014

Tyas Sagita, Canadera De

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.641 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui unsur intrinsik dalam cerita bersambung Napak Tilas ;dan (2) mendeskripsikan nilai budi pekerti dalam cerita bersambung Napak Tilas pada Majalah Djaka Lodang Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita dalam majalah Djaka Lodang tahun 2014. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Napak Tilas tahun 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik cerita bersambung Napak Tilas pada majalah Djaka Lodang tahun 2014 terdiri dari: (a) tema dalam cerita bersambung Napak Tilas adalah kisah cinta Widyaka, (b) dengan tokoh utama Widyaka, tokoh tambahannya yaitu Maryati, Nastiti, Bu Lurah, Pak Martoprawiran, Ibu Martoprawiran,  Stiyo Basuki, Nuryani, Mawarti, Purih Astuti dan Garjito. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) (d) latar terdiri dari tiga yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai budi pekerti yaitu: ingat kepada Tuhan, pemaaf, rendah hati, penyayang, menerima, setia, iklas, peduli, jujur.   Kata Kunci : budi pekerti, Napak Tilas

Citra Tokoh Utama Wanita dalam Trilogi Roman Kelangan Satang karya Suparto Brata

Dyah Utami, Reny

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.478 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) struktur pembangun dalam trilogi roman Kélangan Satang karya Suparto Brata, (2) citra tokoh utama wanita dalam trilogi roman Kélangan Satang karya Suparto Brata dan (3) perjuangan (sosial dan keluarga) tokoh utama wanita dalam trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata. Teori yang penulis pergunakan adalah teori struktural, teori feminisme dan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata yang terdiri dari Lara Lapane Kaum Republik, Kaduk Wani dan Ketanggor. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri yang dibantu nota pencatat dan buku-buku yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan kredibilitas data atau teknik peningkatan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa hasil analisis dan pembahasan data menunjukkan 1) struktur pembangun trilogi roman Kelangan Satang karya Suparto Brata terdiri dari (a) tema (b) tokoh dan penokohan (c) alur (d) latar (setting) (e) sudut pandang (f) gaya bahasa (g) amanat 2) Citra tokoh utama wanita (Elok) terdiri dari (a) citra fisik (b) citra psikis (c) citra perilaku (d) citra sosial dalam keluarga dan masyarakat (3) Perjuangan tokoh utama wanita (Elok) terdiri bidang sosial dan keluarga.   Kata Kunci: Tokoh Utama, Kelangan Satang

Analisis Nilai Moralitas dalam Cerita Bersambung ‘Ngoyak Lintang’ Karya Al Aris Purnomo Dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2013

Nur ‘Aini, Baeti

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.29 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian Baeti Nur ‘Aini. “Nilai Moralitas dalam cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi 27-49 Tahun 2013”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) struktur pembangun meliputi tema, alur cerita, tokoh dan penokohan, dan latar dalam cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo, (2) nilai-nilai moralitas yang terkandung dalam cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa cerita bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo. Data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan yang mengandung moralitas dan struktur pembangun yang meliputi tema, alurcerita, tokoh dan penokohan, dan latar. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat, sedangkan instrumen penelitiannya peneliti sendiri, instrumen tambahan berupa nota pencatat, alat tulis, bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo dan buku-buku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah validitas semantis dan uji kredibilitas atau kepercayaan terhadap hasil penelitian, dalam analisis data  digunakan teknik deskriptif, sedangkan dalam teknik penyajian data digunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) struktur pembangun bersambung ‘Ngoyak Lintang’ karya Al Aris Purnomo meliputi: (a) tema: cinta bisa merubah segalanya menjadi indah dan menyenangkan; (b) tokohutama: Widyaningsih, tokoh tambahannya: Jaya Pribadi,Kartika Indri Pawestri, Westri Jayanti, Dwi Jaya Wibawa, Endang Sulis, Rukma Nurcahyanto; (c)  alur: plot lurus; (d) latar tempat: kantor Perusahaan Kartika Jaya Pribadi Grup, Warung gadho-gadho, di bawah pohon mangga, panti asuhan, pinggir jalan, depan Stadion Manahan, perempatan Fajar Indah, tugu Adipura, kos-kosan ‘Cantik Ayu’, dapur, Jalan Adi Sucipto, rumah, biara, Universitas Luhur Yogyakarta, Sala, Jakarta, Bandara.   Kata Kunci: nilai moralitas, cerbung ‘Ngoyak Lintang’

Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa Melalui Metode Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) Pada Siswa Kelas XI di SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang

hudi, As

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.6 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses pembelajaran dalam peningkatan kemampuan berbicara bahasa jawa pada siswa kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang, (2) Metode bermain peran (Role Playing) dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang, (3) Prestasi belajar pembelajaran keterampilan berbicara dengan unggah-ungguh bahasa jawa melalui metode bermain (Role Playing) peran pada siswa kelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang.Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan; pelaksanaan ttindakan; pengamatan; dan refleksi. Objek penelitian ini adalah siswa kelasXI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes. Teknik nontes terdiri dari angket dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan analisis data penelitian terlihat bahwa pembelajaran menggunakan metode bermain peran (Role Playing)dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berbicara bahasa jawa Hasil pengamatan aktivitas siswa pada tahap prasilkus dan silkus Inilai rata- rata dari 54 menjadi 63,2 terjadi peningkatan sebesar 9,2, dan pada silkus II meningkat menjadi 78, dengan peningkatan pada silkus I ke silkus II sebesar 14,8. Sedangkan dari prasilkus ke silkus II terjadi meningkat sebesar 24 dari nilai rata-rata prasilkus sebesar 54 ke 78. Hasil belajar siswa pada prasilkus memiliki ketuntasan sebesar 53,4%, terjadi peningkata pada silkus I menjadi 86,7%. Sedangkan pada silkus II terjadi ketuntasan 100%. Dengan begitu antara prasilkus ke silkus I mengalami peningkatan sebasar 33,3%. Ketuntasan silkus I ke silkus II yaitu 13,3 %, hal ini menunjukkan bahwa metode bermain peran (Role Playing) dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran berbicara dengan unggah-ungguh Bahasa Jawakelas XI SMA Islam Sudirman Kaliangkrik Kabupaten Magelang.   Kata Kunci: Berbicara, Unggah-Ungguh Bahasa Jawa, Bermain Peran  

Analisis Struktural dan Gaya Bahasa dalam Cerita Rakyar Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono

yanto, Afri

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.087 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur  dan gaya bahasa dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono. Subyek penelitian ini adalah cerita rakyat Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono dan objek penlitian ini adalah struktur dan gaya bahasa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak, catat, dan pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah  analisis konten atau isi. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan cerita rakyat Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono menggunakan tema percintaan, memakai alur maju dan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Gaya bahasa yang terdapat dalam cerita  cerita rakyat Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono ini adalah  1) Gaya bahasa simile dalam Bebanten Katresnan berjumlah 25, 2) Gaya bahasa metafora dalam rakyat  Bebanten Katresnan berjumlah 9, 3) Gaya bahasa personifikasi dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan berjumlah 6, 4) Terdapat 1 gaya bahasa sinekdoke dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan , 5) Terdapat 4 gaya bahasa metonimia  dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan, 6) terdapat 2 gaya bahasa sinestasia dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan, 7) terdapat 5 gaya bahasa alegori dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan, 8) terdapat 6 gaya bahasa hiperbola dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan, dan 9) Terdapat 3 gaya bahasa litotes dalam cerita rakyat Bebanten Katresnan.   Kata kunci: Struktur, Gaya Bahasa, Bebanten Katresnan

Peningkatan Menulis Cerita Pengalaman Pribadi dengan Menggunakan Ragam Deduktif Induktif Sesuai Tata Bahasa Baku pada Pelajaran bahasa Jawa Siswa Kelas XI MIC SMK TKM Teknik Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014

Antina, Nita

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.2 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) langkah-langkah pembelajaran menulis cerita pengalaman pribadi dengan menggunakan ragam deduktif induktif sesuai tata bahasa baku pada pembelajaran Bahasa Jawa siswa kelas XI MIC SMK TKM Teknik Purworejo, (2) peningkatan menulis cerita pengalaman pribadi dengan menggunakan ragam deduktif induktif sesuai tata bahasa baku siswa kelas XI MIC SMK TKM Teknik Purworejo. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIC SMK TKM Teknik Purworejo yang berjumlah 36 siswa. Dalam pengumpulan data digunakan observasi, wawancara, angket, catatan lapangan, dokumentasi dan teknik tes. Instrumen penelitian menggunakan tes dan nontes. Dalam analisis data menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerita  pengalaman pribadi dengan menggunakan ragam deduktif induktif sesuai tata bahasa baku. Peningkatan kemampuan menulis cerita pengalaman pribadi dengan menggunakan ragam  deduktif induktif sesuai tata bahasa baku dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan hasil belajar pada setiap siklus. Nilai rata-rata dan persentase ketuntasan hasil belajar prasiklus sebesar 47,75. Siklus I sebesar 59,80, mengalami peningkatan menjadi 84,33 pada siklus II. Hasil pengamatan dan kuesioner menunjukkan adanya peningkatan belajar siswa dalam menulis dan mengikuti proses pembelajaran. Pada saat prasiklus belajar siswa kurang termotivasi dalam menulis. Pada siklus I penggunaan media cerita pengalaman pribadi sebagai tema para siswa dalam menulis  menunjukan hasil menulis siswa cukup meningkat dibandingkan pada prasiklus. Pada siklus II penggunaan media cerita pengalaman pribadi dalam menulis sebuah paragraf deduktif induktif  menunjukan hasil yang sangat memuaskan, hal ini terlihat dari nilai para siswa yang jauh lebih baik dari nilai pada siklus I.   Kata kunci: keterampilan menulis, ragam deduktif induktif, tata bahasa baku

Peningkatan Kemampuan Menulis Wacana Narasi Ekspositoris Berbahasa Jawa Dengan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition pada Siswa Kelas VIII/2 SMP Negeri 1 Klirong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2015/2016

Winarni, Sugie

ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.926 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pembelajaran menulis wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa dengan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition); 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa dengan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) pada siswa kelas VIII/2 SMP Negeri 1 Klirong Kabupaten Kebumen. Objek penelitian adalah kemampuan  siswa dalam menulis wacana narasi berbahasa Jawa dengan metode CIRC. Penelitian ini terdiri dari tiga kali kegiatan, yaitu kegiatan prasiklus, siklus I, dan siklus II.Setiap siklus mengacu pada prosedur penelitian yaitu rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes.Teknik tes yang digunakan yaitu soal untuk membuat wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa, nontes terdiri dariobservasi, angket, wawancara dan dokumentasi foto.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penerapan pembelajaran menulis wacana narasi berbahasa Jawa dengan metode CIRC   meliputi: prasiklus, yaitu hasil menulis wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa;siklus I, berisi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi; siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I.Dari hasil tes prasiklus terlihat persentase ketuntasan sebesar 34% meningkat menjadi 72% pada siklus I dengan peningkatan sebesar 38%. Setelah dilakukan dengan siklus II persentase ketuntasan mencapai 94% dengan peningkatan sebesar 22% dari siklus I.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode CIRC mampu meningkatkan kemampuan menuliswacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa pada kelas VIII/2 SMP Negeri 1 Klirong kabupaten Kebumen.   Kata kunci: menulis, wacana narasi ekspositoris, metodeCIRC