cover
Filter by Year
JURNAL ILMU PERTANIAN
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian. Alamat Redaksi : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jl. Kapt. Mukhtar Basri, BA No. 3 Medan 20238
Articles
204
Articles
Uji Adaptasi Galur Gandum (Triticum aestivum L.)

Hanafiah Nasution, Muhammad Nizar ( Universitas Graha Nusantara )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gandum adalah tanaman pangan jenis serelia yang begitu penting di dunia . Pengembangan tanaman gandum di Indonesia memiliki berbagai macam kendala salah satunya faktor ekologis tanaman tersebut yang berasal dari daerah substropis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pertumbuhan dan produksi beberapa galur gandum pada lingkungan tropik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan galur dan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan Sukarami adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Sukarami semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Sukarami galur yang paling adaptif yaitu H-20.

Bubuk Biji Tehsebagai Moluskisidaorganik dalam Mengendalikan Hama Utama Keong Mas Pada Tanaman Padi (Oryza sativaL.)

Nurlaily, Nurlaily ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Gunawan, Ahmad ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Hada Marpaung, Azmi Nuzul ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman pangan pokok bagimasyarakat Indonesia. Namun produksi tanaman padi di Indonesia belum mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebab penurunan produksi padi adalah hama dan penyakit tanaman. Keong mas adalah hama utama yang menyerang tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serta menurunkan produksi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah biji teh untuk mengendalikan hama keong mas pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jl Tuar No. 65 Kec. Medan Amplas,  dengan ketinggian ± 27 mdpl pada bulan April sampai Juni 2018  menggunakan metode RAL Non Faktorial dengan 5 ulangan dan 4 taraf perlakuan yaitu T0: kontrol, T1: 6 g/l air, T2: 12 g/l air, T3: 18 g/l air. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu mortalitas dari hama keong mas, waktu kematian keong masa dan gejala kematian dari keong mas. Analisis data dilakukan dengan analisis of varian                     ( ANOVA) dan uji lanjut Duncan??s New Multiple Range Test (DNMRT). berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T3 dengan dosis 18 g/l air berpengaruh sangat nyata menyebabkan kematian keong mas mencapai 100 % pada 8 HSA.

Analisa Kadar Kualitatif Senyawa Lutein dari Tanaman Kenikir (Tagetes erecta L) Sebagai Mikrohabitat Dari Musuh Alami Hama.

Susanti, Rini ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Hanif, Andini ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Lisdayani, Lisdayani ( Universitas Sumatera Utara )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tagetes erecta  merupakan tanaman yang tumbuh liar dan mempunyai mahkota bunga berwarna oranye, mempunyai manfaat sebagai agen kemopreventif  karena mempunyai kandungan senyawa-senyawa bersifat antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Manfaat lain dari bunga  Tagetes erecta  dapat berfungsi sebagai refugia mikrohabitat bagi beberapa jenis serangga musuh alami yang bisa menarik serangga musuh alami karena mempunyai bunga yang berwarna cerah . Penelitian bertujuan untuk melihat kadar kuantitatif dari bunga kenikir (Tagetes erecta) sehingga dapat berfungsi sebagai mikrohabitat bagi beberapa jenis musuh alami yang ada disekitar areal pertanaman petani di desa patumbak. Metode penelitian menggunakan analisa deskriptif dengan cara analisa kuantitatif kadar lutein dari bunga kenikir yang dilakukan di Laboratorium pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Hasil penelitian didapat kadar kuantittif dari ekrtak T.erecta didapat kadar lutein crude sebesar 4.33 mg dan KLT dengan Rf sebesar 0.57 cm

Karakteristik Kultur Corynespora cassiicola (Berk. &Curt) Wei dari Berbagai Tanaman Inang yang Ditumbuhkan di Media PDA

Sajar, Suryani ( Universitas Pembangunan Panca Budi )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jamur  Corynespora cassiicolamerupakan penyebab penyakit gugur daun  karet. Penyakit ini dapat  mengakibatkan peranggasan tanaman karet sepanjang tahun sehingga pertumbuhan terhambat, penyadapan tidak dapat dilakukan dan bahkan menyebabkan kematian tanaman. Penelitian tentang inang alternatif C. cassiicola di Indonesia belum banyak dilaporkan terutama pada  tanaman yang tumbuh di sekitar pertanaman karet, padahal tumbuhan inang bisa  menjadi sumber inokulum primer di  perkebunan karet, maka dengan adanya penelitian tentang keragaman  morfologiC. cassiicola  dan karakteristik kulturnya  pada berbagai tanaman inang bisa menjadi pengetahuan dasar dalam strategi pengendalian yang tepat dan efisien. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. IsolatC. cassiicolayang digunakan berasal dari 12 tanaman inang. Pengamatan secara makroskopis dilakukan terhadap warna, kecepatan tumbuh koloni isolate C. cassiicola. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan terhadap ukuran spora, jumlah septa dan bentuk konidiaisolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi koloni dan konidia 12 isolat C. cassiicola beragam. Perbedaan ditemukan dalam bentuk warna miselium dan koloni. Miselium dari semua isolat tumbuh merata pada PDA, dengan pertumbuhan seperti cincin konsentris. Koloni berwarna putih, abu-abu atau berwarna hijau di tengah dan terang di tepi baik  dengan  miselium  tipis atau   tebal, miselium sebagian besar bercabang, mempunyai  septa, berwarna hialine sampai  coklat pucat dan berdinding  halus.Bentuk konidia lurus dengan ukuran 11,34 ?? 241,94 µm  x  2,58 ?? 11,17 µm dan jumlah septa 0- 10 septa

Pertumbuhan Sawi Pakchoi (Brassica rapa L.) Pada Pemberian Pupuk Bokashi Kulit Buah Kakao Dan Poc Kulit Pisang Kepok

Munar, Asritanarni ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Hartono Bangun, Imam ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Lubis, Efrida ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pakchoi (Brassica rapaL.) adalah jenis sayur yang bernilai gizi tinggi. Untuk tetap menjamin produktivitasnya, pemupukan merupakan hal yang harus dilakukan, diantaranya dengan memberikan pupuk organik yang berasal dari limbah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk bokashi kulit buah kakao dan Pupuk Organik Cair (POC) kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakchoi.Tempat dilaksanakannya penelitian di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti, yaitu: Faktor bokashi kulit buah kakao (B) terdiri dari 4 taraf, B1 = 50 g/polibeg, B2 = 100 g/polibeg, B3 = 150 g/polibeg, B4 = 200 g/polibeg. Faktor POC kulit pisang kepok (P) terdiri dari 4 taraf, P0 = Kontrol, P1 = 25 ml/polibeg P2 = 50 ml /polibeg, P3 =75 ml/polibeg. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun.  Hasil penelitian mendapatkan bahwa pupuk bokashi kulit buah kakao memberikan pengaruh  yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 sampai 6 minggu setelah pindah tanam (MSPT), jumlah daun umur 3 MSPT dan luas daun pada 5 MSPT. Pemberian POC kulit pisang kepok memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman umur 4 sampai 6 MSPT, serta luas daun 5 dan 6 MSPT.Diberikannya pupuk bokashi kulit buah kakao berinteraksi secara nyata dengan pemberian POC kulit pisang kepok terhadap tinggi tanaman 3 MSPT, jumlah daun 4 dan 6 MSPT.

Hasil Dan Komponen Hasil Padi Dengan Sistem Integrasi Padi-Sawit Setelah Aplikasi Paclobutrazol (PBZ)

Adji Syahputra, Bambang Surya ( Universitas Pembangunan Panca Budi ) , Siregar, Maimunah ( Universitas Pembangunan Panca Budi ) , Ate Tarigan, Ruth R. ( Universitas Pembangunan Panca Budi ) , Br Ketaren, Nur Jamay’ah ( Universitas Al-Azhar )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Padi merupakan makanan pokok utama di dunia setelah gandum dan kentang. Khusus untuk Asia Tenggara padi menjadi pilihan utama terutama untuk masyarakat Indonesia. Konsumsi beras di Indonesia untuk tahun 2018 sekitar 127,55 kg/kapita/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan swasembada pangan, perlu dilakukan kebijakan khusus pada komoditi padi khususnya dalam penggunaan lahan. Saat ini banyak lahan sawah yang telah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Walaupun sudah beralih fungsi, lahan tersebut masih bisa dipergunakan untuk menanam padi di antara gawangan kelapa sawit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh PBZ terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.Penelitian ini dilakukan di daerah Hamparan Perak, Deli Serdang,  menggunakan Rancangan petak terpisah (RPT)  dengan 4 ulangan. Petak utama (PU) yaitu varietas padi Inpari Sidenuk dan Mekongga sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi PBZ (0, 200, 400 dan 600 ppm) dan diaplikasi pada saat inisiasi malai. Parameter yang diamati yaitu panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah bulir hampa, jumlah bulir berisi, berat 1000 bulir dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin tingginya konsentrasi PBZ memberikan kontribusi bertambahnya jumlah bulir berisidan produksi per meter persegi yang signifikan jika dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Berbanding terbalik untuk parameter panjang malai jumlah bulir hampa yang semakin menurun dengan semakin bertambahnya konsentrasi PBZ. Secara statistik tidak menunjukan signifikan untuk parameter jumlah bulir per malai dan berat 1000 bulir per plotnya.  Dapat disimpulkan bahwa aplikasi PBZ pada tanaman padi dapat menaikkan hasil panen dan konsentrasi yang paling baik adalah pada 400 ppm.

Peranan Limbah Biogas Cair Kelapa Sawit dan Limbah Kulit Buah Kakao Pada Kedelai Hitam (Glycine soja)

Mawar Tarigan, Dafni ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Harifah, Fatmala ( Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Indonesi )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kedelai hitam salah satu varietas kedelai yang memiliki kelebihan antara lain kandungan antosianin, isoflavon dan mineral Fe. Namun sekarang ini terjadi penurunan produksi dari tahun ke tahun. Sehingga perlu dilakukan penelitian dalam upaya meningkatkan produksi melalui intensifikasi dengan menggunakan pupuk organik yaitu melalui pemberian limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai hitam (Glycine soja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao pada kedelai hitam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan RAK Faktorial, terdiri atas dua faktor yang diteliti: Faktor pertama adalah pemberian limbah biogas cair kelapa sawit (B), yang terdiri dari (B0) Kontrol, (B1) 200 ml/plot + 500 ml air, (B2) 400 ml/plot+500 ml air, (B3)600 ml/plot + 500 ml air. Faktor kedua adalah limbah kulit buah kakao (K), yang terdiri dari(K0)Kontrol, (K1) 250 g/tanaman, (K2) 500 g/tanaman, (K3) 750 g/tanaman dan dilanjutkan dengan uji beda rataan Duncan??s. Pengamatan  yang diukur adalahtinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong berisi per sampel, jumlah polong hampa per sampel, bobot biji per sampel, bobot biji per plot, bobot 100 biji.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi limbah biogas cair kelapa sawittidak berpengaruh pada semua parameter. Aplikasi limbah kulit buah kakao hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan tertinggi pada dosis 250 g/tanaman (K1). Selanjutnya tidak ada pengaruh interaksi dari pemberian limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao terhadap semua parameter pengamatan.

Efek Pengendalian Gulma Dengan Herbisidapadatanaman Jagung (Zea mays L)

Fitria, Fitria ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jagung (Zea mays L.), salah satu tanaman pangan terpenting setelah padi dan gandum pada saat penanaman jagung disekitar tanaman akan tumbuh gulma dan jika tidak dikendalikan dapat menurunkan hasil dan mutu biji sehingga dengan menggunakan herbisida gulma dapat ditekan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengendalian gulma dengan herbisida pada tanamana jagung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yaitu 5 perlakuan dengan 3 ulangan. T1 (21 dan 42 HST aplikasi Paraquat), T2 (21 dan 42 HST aplikasi Calaris), T3 (21 dan 42  HST disiangi), T4 (14 HST disiangi), T5 (gulma tidak dikendalikan). Pengamatan yang dilakukan adalah dengan mengukur Tinggi tanaman, berat kering tanaman, produksi tongkol per plot dan produksi pipil perplot. Dari hasil penelitian dapat diberi kesimpulan ada pengaruh yang nyata terhadap pengendalian gulma dengan herbisida dibandingkan dengan tanpa dikendalikan, hal ini dapat terlihat pada produksi pipil perplot dengan herbisida paraquat sebesar  8.47 kg dan tanpa dikendalikan hanya 4.30 kg.

Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan Kompos Limbah Media Tanam Jamur Tiram Berpengaruh Pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata)

Suryawaty, Suryawaty ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , M.S, Dartius, Putra, Beny Wahyu

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.463 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di jalan Penelitian ini akan dilaksanakan dilahan jalan perbatasan dusun desa kolam tembung pasar 13 medan kota dengan ketinggian ± 27 m diatas permukaan laut . penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Januari 2017. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair urine kelinci dan kompos limbah media tanam jamur tiram berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi jagung manis . penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK Faktorial), yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk cair urine kelinci terdiri dari 4 taraf yaitu: U0: Tanpa perlakuan (kontrol ), U1 : 0.5 liter /plot, U2: 1 liter /plot, U3 : 1.5 liter /plot dan kompos media tanam jamur tiram terdiri dari 4 taraf yaitu : T 0:Tanpa perlakuan (kontrol), T1:0.5kg /plot , T2 :1 kg /plot, T3:1.5kg/plot, parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, panjang tongkol, bobot tongkol, jumlah baris tongkol, diameter tongkol, kadar gula Hasil analisis data menunjukan bahwa pemberian pupuk organik urine kelinci berpengaruh pada tinggi tanaman dan bobot tongkol. Sedangkan pemberian kompos limbah media tanam jamur tiram berpengaruh pada parameter diameter batang, interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh.

Hubungan Modal Sosial Dengan Produktivitas Petani Sayur (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Barokah Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan)

Harahap, Mailina ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Herman, Surna

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.444 KB)

Abstract

Modal social (social capital) yang terdapat pada masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Modal social yang terbangun pada interaksi petani dalam wadah kelompok tani merupakan modal yang terus mengalami perubahan.Dengan demikian kedinamisan petani sayur dalam melaksanakan kegiatan usaha tani tidak terlepas dari modal social yang terbangun pada kehidupan petani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana modal social yang terdapat pada petani sayur yang dapat di tinjau dari aspek; partisipasi aktif petani, kepercayaan petani, norma social dan tanggung jawab. Sampel penelitian adalah petani sayur dalam Kelompok Tani Barokah Kelurahan Tanah Enam Ratus. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dan data sekunder. Metode analisis data adalah tabulasi dan analisis deskriptif dengan membuat tabulasi frekuensi dari unsur modal social yang diteliti. Hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek yang di analisis pada modal social yang terdiri dari partisipasi aktif, kepercayaan, norma social dan tanggung dominan adalah tinggi. Dengan demikian modal social yang terdapat pada kelompok tani Barokah yang merupakan sampel penelitian merupakan modal social yang membangun untuk pengembangan pertanian di lokasipenelitian.