cover
Filter by Year
JURNAL ILMU PERTANIAN
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian. Alamat Redaksi : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jl. Kapt. Mukhtar Basri, BA No. 3 Medan 20238
Articles
196
Articles
Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan Kompos Limbah Media Tanam Jamur Tiram Berpengaruh Pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata)

Suryawaty, Suryawaty ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , M.S, Dartius, Putra, Beny Wahyu

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.463 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di jalan Penelitian ini akan dilaksanakan dilahan jalan perbatasan dusun desa kolam tembung pasar 13 medan kota dengan ketinggian ± 27 m diatas permukaan laut . penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Januari 2017. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair urine kelinci dan kompos limbah media tanam jamur tiram berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi jagung manis . penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK Faktorial), yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk cair urine kelinci terdiri dari 4 taraf yaitu: U0: Tanpa perlakuan (kontrol ), U1 : 0.5 liter /plot, U2: 1 liter /plot, U3 : 1.5 liter /plot dan kompos media tanam jamur tiram terdiri dari 4 taraf yaitu : T 0:Tanpa perlakuan (kontrol), T1:0.5kg /plot , T2 :1 kg /plot, T3:1.5kg/plot, parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, panjang tongkol, bobot tongkol, jumlah baris tongkol, diameter tongkol, kadar gula Hasil analisis data menunjukan bahwa pemberian pupuk organik urine kelinci berpengaruh pada tinggi tanaman dan bobot tongkol. Sedangkan pemberian kompos limbah media tanam jamur tiram berpengaruh pada parameter diameter batang, interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh.

Hubungan Modal Sosial Dengan Produktivitas Petani Sayur (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Barokah Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan)

Harahap, Mailina ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Herman, Surna

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.444 KB)

Abstract

Modal social (social capital) yang terdapat pada masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Modal social yang terbangun pada interaksi petani dalam wadah kelompok tani merupakan modal yang terus mengalami perubahan.Dengan demikian kedinamisan petani sayur dalam melaksanakan kegiatan usaha tani tidak terlepas dari modal social yang terbangun pada kehidupan petani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana modal social yang terdapat pada petani sayur yang dapat di tinjau dari aspek; partisipasi aktif petani, kepercayaan petani, norma social dan tanggung jawab. Sampel penelitian adalah petani sayur dalam Kelompok Tani Barokah Kelurahan Tanah Enam Ratus. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dan data sekunder. Metode analisis data adalah tabulasi dan analisis deskriptif dengan membuat tabulasi frekuensi dari unsur modal social yang diteliti. Hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek yang di analisis pada modal social yang terdiri dari partisipasi aktif, kepercayaan, norma social dan tanggung dominan adalah tinggi. Dengan demikian modal social yang terdapat pada kelompok tani Barokah yang merupakan sampel penelitian merupakan modal social yang membangun untuk pengembangan pertanian di lokasipenelitian.

Pemanfataan Buah Nangka Muda Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Dendeng

Fuadi, Misril ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Julia, Hilda

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.147 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan dendeng dengan pemanfaatan buah nangka muda sebagai alternatif pengoalan bahan pangan (diversifikasi pangan) metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua (2) ulangan. Faktor I adalah Jenis Tepung (J) yaitu: J1= Tepung Terigu, J2= Tepung Beras, J3= Tepung Jagung, J4= Tepung Tapioka. Faktor II adalah jumlah bahan pengisi (P) yang terdiri dari empat taraf, yaitu: P1 =40%, P2 = 50%, P3 = 60%, dan P4 = 70%. Parameter yang diamati meliputi: Kadar Protein, kadar air, Tekstur, organoleptik aroma dan warna. Hasil analisis statistik diperoleh, bahwa jenis tepung  memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar protein, aroma dan warna dan berbeda tidak nyata (P<0.05) terhadap kadar air dan tekstur. Penambahan jumlah bahan pengisi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar protein, kadar air, tekstur dan aroma, dan berbeda tidak nyata (P<0.05) terhadap warna.

Pengaruh Aplikasi Dan Interval Pemberian Monosodium Glutamat (Msg) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

Khair, Hadriman ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Hariani, Farida, Rusnadi, Mambang

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.796 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi dan interval pemberian monosodium glutamat (MSG) serta interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan diJl. Tuar No.65 Kecamatan Medan Amplas, Medan dengan ketinggian tempat + 27 mdpl pada bulan Januari sampai dengan April 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, faktor pertama Aplikasi pemberian Monosodium Glutamat (MSG)  dengan 4 taraf yaitu: M0 = Tanpa pemberian (Kontrol), M1 = 2 g/liter air, M0 = 4 g/liter air, M0 = 6 g/liter air dan faktor kedua interval pemberian Monosodium Glutamat (MSG)   dengan 3 taraf yaitu : A1 = 4 hari sekali, A2 = 8 hari aplikasi, A3 = 12 hari sekali. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 satuan percobaan, jumlah tanaman per plot 4 tanaman dengan 3 tanaman sample, jumlah tanaman seluruhnya 144 tanaman dengan jumlah sampel seluruhnya 108 tanaman. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (cm), berat basah bagian atas (g), berat basah bagian bawah (g), berat kering bagian atas (g), dan berat kering bagian bawah (g). pengaruh aplikasi pemberian monosodium glutamat (MSG) memberikan pengaruh nyata terhadap parameter diameter batang, berat basah bagian bawah tanaman, berat kering bagian atas tanaman. Perlakuan terbaik pengaruh aplikasi pemberian monosodium glutamat (MSG) adalah 6 g/liter air. sedangkan pada faktor interval pemberian monosodium glutamat (MSG) memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun. Perlakuan terbaik interval pemberian monosodium glutamat (MSG) adalah 12 hari sekali. Interaksi aplikasi dan interval pemberian monosodium glutamat (MSG) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.

Pemanfaatan Biji Nangka Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Yogurt Instan

MD, Masyhura ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Surnaherman, Surnaherman

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.435 KB)

Abstract

Pemanfaatan Biji nangka sebagai bahan alternatif pembuatan yogurt instan  merupakan salah satu diversifikasi pangan. Upaya yang dilakukan untuk mengolah biji nangka menjadi produk yang bermanfaat sebagai alternatif penambahan sumber bahan pangan baru adalah pengolahan biji nangka menjadi yogurt instan yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi stater dan konsentrasi tepung agar pada pembuatan yogurt instan dari biji nangka.. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap ( RAL ) 2 factorial yaitu Faktor I : konsentrasi starter (S) yangterdiri dari 4 taraf yaitu : S1 = 2%, S2 = 4% S3 = 6% ,S4 = 8% dan Faktor II : konsentrasi tepung agar (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : A1 = 0%, A2 = 0,3% , A3 = 0,6% , A4 = 0,9%. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif yaitu rendemen dan TSS dan pengujian secara kualitatif yaitu organoleptik rasa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh berbeda sangat nyata ( P < 0.01 ) terhadap Rendemen, TSS dan Organoleptik Rasa baik pada konsentrasi stater maupun pada konsentrasi Tepung agar . Pada pengaruh konsentrasi stater diperoleh rendemen tertinggi 73,88%, TSS 24,32 Brix dan organoleptik rasa 2,97% sedangkan pada konsentrasi tepung agar diperoleh rendemen 75.36%, TSS 27.06% dan organoleptik rasa 3.75%.

Pengaruh Pemberian Bio Urin Sapi dan Pangkasan Batang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ratun Padi (Oryza Sativa L.) di Atap Beton Rumah

Alridiwirsah, Alridiwirsah ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Panjaitan, Syaiful Bahri, Putra, Iwan

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.21 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi padi ratun melalui pemberian pupuk organik cair bio urin sapi dan tinggi pangkasan padi ratun yang ditanam di dalam pot berdiameter 30 cm dan tinggi 20 cm. Penelitian ini dilaksanakan di atas atap rumah bertingkat di Jalan Sutrisno No. 222/435 A Sukaramai, Medan, dengan ketinggian tempat  ± 33 meter di atas permukaan laut (m dpl) bermula dari bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dimana Bio Urin Sapi (U) sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu U0 (tanpa aplikasi), U1 (100 ml/pot), U2 (200 ml/pot), U3 (300 ml/pot), sedangkan Tinggi Pangkasan Batang (P) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf  yaitu  P1 (20 cm dari pangkal batang), P2 (25 cm dari pangkal batang) dan P3 (30 cm dari pangkal batang). Penelitian ini terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan diuji dengan analisa sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT) apabila menunjukkan pengaruh berbeda nyata. Perlakuan pemberian Bio urin sapi pada 300 cc/l air (U3) memberikan pengaruh berbeda nyata tertinggi pada rataan luas daun (71,13) diikuti perlakuan  Bio urin sapi 200 cc/l air (U2) (59,28) dan kontrol (54,31). Sedangkan pemberian Bio urin sapi pada 200 cc/l air (U2) memberikan rataan tertinggi jumlah gabah isi per malai (110,62) diikuti perlakuan U3 (108,29) dan perlakuan U1 (99,87). Pada parameter pengukuran jumlah gabah hampa per malai, perlakuan kontrol memberikan rataan tertinggi (39,42). Perlakuan tinggi pangkasan batang  20 cm dari pangkal batang (P1) memberikan pengaruh berbeda nyata tinggi tanaman tertinggi (86,77 cm) diikuti perlakuan P2 yaitu pangkasan 25 cm dari pangkal batang (80,38). Perlakuan P1 juga memberikan jumlah anakan per rumpun tertinggi (105,71), jumlah gabah isi per malai tertinggi  (112,63) dan berat gabah 1000 biji tertinggi (19,72). Sedangkan pada parameter pengukuran jumlah gabah hampa per malai, perlakuan tinggi pangkasan batang 30 cm dari pangkal batang (P3) memberikan pengaruh berbeda nyata tertinggi (34,93) diikuti perlakuan P2 (27,52) dan perlakuan P1 (20,97).

Pembuatan dan Karakterisasi Papan Partikel Komposit Dari Limbah Serbuk Tempurung Kelapa Dengan Pengikat Pelastik High Density Polyethylene (Hdpe) Daur Ulang

Irfandi, Irfandi ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara )

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.144 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas papan komposit yang sesuai dengan acuan yang ditetapkan oleh Standart Nasional Indonesia (SNI). Fokus  pada penelitian ini adalah penggunaan Serbuk tempurung kelapa sebagai material pengisi (filler), dicampurkan dengan High Density Polyethylene (HDPE) daur ulang sebagai pengikat (matrik. Hasil pengujian papan partikel dapat diketahui bahwa sifat fisis bahan bervariasi pada setiap komposisi, namun pada komposisi 50:50 relatif lebih stabil dan tercapai  standart, karena tidak banyak mengalami fluktuasi baik kenaikan dan penurunan pada setiap uji. Sedangkan untuk sifat mekanik bervariasi yaitu untuk kuat lentur yang lebih baik pada komposisi 60:40, modulus elastis yang lebih baik  pada komposisi 50:50, kuat rekat internal yang lebih baik pada komposisi 30:70, dan  kuat impak pada komposisi 70:30. Secara umum untuk penggabungan nilai fisis dan mekanik komposisi 50:50 menunjukkan nilai yang lebih dominan memenuhi Standart Nasional Indonesia (SNI) 03 – 2105 – 2006. Pada penelitian ini dilakukan  beberapa uji yang meliputi pengujian Fisik dan mekanik pada sample yang telah dibuat. Uji fisis meliputi : Uji Kerapatan, Uji Kadar Air, Uji Pengembangan Tebal , sedangkan  Uji mekanis meliputi :uji kuat patah (MOR), uji kuat lentur (MOE), uji kuat rekat internal dan uji kuat impak.

Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Bio Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

Utami, Sri ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Pinem, Mukhtar Iskandar, Syahputra, Suheriyan

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.901 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh IAA dan bio urin sapi terhadap pertumbuhan bibit kakao.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor pemberian Zat Pengatur Tumbuh IAA (A) dengan 3 taraf, yaitu A0 (Tanpa perlakuan), A1 (1 g/liter air) dan  A2 (2 g/liter air). Faktor kedua yaitu faktor pemberian Bio urin Sapi (S) dengan 3 taraf, yaitu S0 (Tanpa perlakuan), S1 (100 ml/liter air/polybag) dan S2 (200 ml/liter air/polybag).Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Zat Pengatur Tumbuh IAA memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter luas daun.Perlakuan terbaik pemberian ZPT IAA adalah 2 g/l air.Pemberian Bio Urin Sapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter luas daun. Perlakuan terbaik pada Bio Urin Sapi adalah 200 ml/l air/polybag. Terdapat  interaksi dari pemberian zat pengatur tumbuh IAA dan Bio Urin Sapi terhadap diameter batang bibit kakao

Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Buah Pepaya Impor Di Kota Medan

Habib, Akbar ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Risnawati, Risnawati

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.031 KB)

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu  untuk menganalisis apakah faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan seperti harga barang itu sendiri, barang substitusi, pendapatan konsumen, dan tingkat pendidikan konsumen berpengaruh nyata terhadap permintaan buah pepaya impor di Kota Medan. Untuk menjabarkan hipotesa, maka analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda dengan menambahkan uji asumsi klasik untuk menguji tingkat keakuratan data sebelum interpretasi model dilakukan.  Tujuan jangka panjang dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor apa yang menyebabkan konsumen lebih memilih produk impor daripada produk lokal.Hasil dari penelitian ini variabel harga buah impor (X1) dan variabel pendidikan (X3) dinyatakan berpengaruh nyata terhadap permintaan buah pepaya impor di Kota Medan. Sedangkan variabel harga pepaya lokal (X2) dan pendapatan (X4) dinyatakan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan.  Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi penentu kebijakan dalam mengambil langkah strategis untuk melindungi produk lokal dalam persaingannya dengan produk – produk lain pada masa perdagangan bebas

Pengaruh Beberapa Zat Pengatur Tumbuh Alami Dengan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Stek Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle)

Hariani, Farida ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ) , Suryawaty, Suryawaty, Arnansi, Mutia Liza

AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.405 KB)

Abstract

Upaya untuk memacu peningkatan kualitas dan kuantitas produksi jeruk nipis di Indonesia dilakukan dengan melihat berbagai kendala yang masih terdapat pada budidaya tanaman ini. Penerapan teknologi baru seperti zat pengatur tumbuh tanaman adalah salah satu solusinya Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan di Jalan Mardisan, Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada bulan Februari sampai Mei 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi beberapa jenis zat pengatur tumbuh alami dengan lama perendaman terhadap  pertumbuhan stek jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan rancangan perlakuannya adalah Faktorial, yang terdiri atas dua faktor yang diteliti, yaitu : 1. Faktor Zat Pengatur Tumbuh (Z) dengan 3 taraf: Z1: Ekstrak Tauge, Z2: Ekstrak Bawang Merah, Z3 :Ekstrak Bonggol Pisang. 2. Faktor Lama Perendaman (P) dengan 3 taraf: P1: 2 jam perendaman, P2: 4 jam perendaman, P3: 6 jam perendaman, dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati: Umur Muncul Tunas (hari), Panjang Tunas (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Tunas , Berat basah  (g) dan Berat kering (g). Aplikasi ZPT alami berpengaruh pada panjang tunas  dengan perlakuan terbaik ekstrak bonggol pisang dan berat basah pada perlakuan terbaik ekstrak bawang merah. Lama perendaman berpengaruh pada umur muncul tunas dengan 6 jam perendaman. interaksi Aplikasi ZPT alami dan lama perendaman berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.