cover
Filter by Year
RADIASI - Pendidikan Fisika
ISSN : 23026111     EISSN : 25490826
Jurnal Radiasi adalah jurnal yang mengulas hasil penelitian atau kajian konseptual bidang Pendidikan Fisika. Jurnal ini terbit pertama kali tahun 2012 dan terbit setiap 6 (enam bulan) April dan September.
Articles
205
Articles
Penerapan Model Turnamen dengan Fun Frame In Physics Pada Pembelajaran Tentang Hukum Induksi Elektromagnetik Faraday

Permadi, Cahyo ( Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ) , N.A., Made R. S. Shanti. ( Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ) , Pattiserlihun, Alvama ( Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 02 (2018): Vol 10 No 2 April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Intisari-Media pembelajaran sangat diperlukan dalam tahap konsolidasi dengan upaya melibatkan siswa secara aktif dan membantu siswa dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain media pembelajaran Fun Frame in Physics (FFP) dan menyelidiki efektivitas FFP dengan materi induksi elektromagnetik pada tahap konsolidasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Responden penelitian ini adalah 14-16 siswa SMP kelas IX. Instrumen penelitian ini meliputi kuesioner ahli materi, kuesioner ahli media, lembar observasi siswa, lembar observasi aktivasi siswa dan lembar observasi jawaban siswa. Semua data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil jawaban siswa nilai rata-rata setiap kelompok berkisar di antara 75 – 87,5. Berdasarkan hasil dari validasi, ahli materi dan ahli media memberikan respon positif, masing-masing sebesar 83,38% dan 93,6% terhadap media FFP. Berdasarkan kuesioner, 86,68% siswa memberikan respon positif terhadap media FFP. Bedasarkan lembar observasi aktivitas siswa, 86,81% siswa aktif dalam kegiatan kelompok. Jadi media pembelajaran FFP efektif untuk membantu siswa dalam memahami materi induksi elektromagnetik serta dapat menjadi referensi pada tahap konsolidasi. Kata kunci: media pembelajaran, Fun Frame in Physics (FFP), induksi elektromagnetik, turnamen.

Pengembangan Diktat Fisika Berbasis Open Ended Problem Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017

Ariyani, Melida ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Kurniawan, Eko Setyadi ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , ., Ashari ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 02 (2018): Vol 10 No 2 April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Intisari ­­- “ Pengembangan Diktat Fisika Berbasis Open Ended Problem Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017”. Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2017. Telah dilakukan penelitian pengembangan diktat fisika berbasis open ended problem guna mengetahui kelayakan diktat fisika yang dikembangkan, respon siswa terhadap diktat fisika yang dikembangkan dan peningkatan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yaitu pengembangan yang mengacu  pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IIS 2 SMA Negeri 4 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 29 siswa. Materi yang dikembangkan adalah usaha dan energi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan analisis data menggunakan persentase dan Percentage Agreement. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari dosen ahli sebesar 3,08 dan guru fisika sebesar 3,78 dengan interpretasi “cukup baik”. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari dua observer 98,67% dengan interpretasi “sangat baik”. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata 77,31 untuk post-test sudah mencapai KKM (70). Respon siswa terhadap produk sebesar 82,42% dengan interpretasi “baik”.  Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan diktat fisika berbasis open ended problem sedang, hal ini ditunjukan dari besarnya nilai normal gain 0,551. Dengan demikian diktat fisika SMA kelas X berbasis open ended problem dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar fisika pada pokok bahasan usaha dan energi. Kata kunci :Pengembangan, Diktat, Open Ended Problem, Berpikir Kritis

Efektivitas Model Pembelajaran POGIL Menggunakan Brainstorming untuk Meningkatkan Kemampuan Inferensi Logika Siswa

Budi Utami, Ike Mangastuti ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Fatmaryanti, Siska Desy ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , ., Ashari ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 02 (2018): Vol 10 No 2 April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Intisari- Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran POGIL menggunakan Brainstorming untuk meningkatkan kemampuan inferensi logika pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode Nonequivalent Control Group Design. Penelitian  ini dilakukan di SMA Negeri 9 Purworejo. Subyek penelitian seluruh siswa kelas XI-IPA SMA Negeri 9 Purworejo. Data diperoleh dari lembar observasi dan analisis nilai secara kuantitatif dan membuat interpretasi hasil analisis sesuai dengan permasalahan dan pertanyaan penelitian serta membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diperoleh sarana dan prasarana yang dipakai selama proses pembelajaran memenuhi standar kelayakan. rata-rata kemampuan inferensi logika siswa kelas eksperimen 80,19 % dan gain 0,59 dengan kategori sedang. Rerata keterlaksanaan pembelajaran guru pada tiga pertemuan yaitu 3,46 dinyatakan “baik”dengan rerata Percentage Agreement (PA) 98,13% dinyatakan “sangat reliabel”, sedangkan rerata keterlaksanaan pembelajaran siswa pada tiga pertemuan yaitu 3,49 dinyatakan “baik” dengan rerata Percentage Agreement (PA) 98,06% dinyatakan “sangat reliabel”. Respon siswa selama pembelajaran baik dengan hasil 96,18% Kata kunci: Model Pembelajaran POGIL, Brainstorming, Kemampuan Inferensi Logika

Profil Proses Berpikir Siswa dalam Mengolah Informasi yang Disajikan Melalui Alat Peraga Laboratorium

Nurayni, Tri ( Program Studi Pendidikan Fisika Pusat Studi Pendidikan Sains, Teknologi, dan Matematika (e-SisTeM) Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana ) , Kristiyanto, Wahyu Hari ( Program Studi Pendidikan FisikaPusat Studi Pendidikan Sains, Teknologi, dan Matematika (e-SisTeM)Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana ) , Noviandini, Diane ( Program Studi Pendidikan FisikaPusat Studi Pendidikan Sains, Teknologi, dan Matematika (e-SisTeM)Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 02 (2018): Vol 10 No 2 April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Intisari – Alat peraga laboratorium merupakan media pembelajaran yang digunakan guru sebagai alternatif guna meningkatkan pemahaman siswa. Ditemukan bahwa siswa paham dengan konsep yang diajarkan tetapi ada beberapa siswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil proses berpikir siswa yang disajikan melalui alat peraga laboratorium dengan cara menganalisa perilaku siswa saat pembelajaran berlangsung berdasarkan teori pemrosesan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik dimana penelitian berlangsung secara alami dan tidak dikondisikan. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa SMKN di Salatiga dengan kategori akademik tinggi dan rendah. Hasil deskripsi proses berpikir siswa menunjukkan bahwa subjek dengan kategori akademik tinggi mampu memproses stimulus secara selective attention lebih lengkap dari subjek dengan kategori akademik rendah, kedua subjek melakukan proses perception terhadap stimulus dengan benar, proses rehearsal yang dilakukan oleh subjek dengan kategori akademik tinggi lebih sering dari subjek dengan kategori akademik rendah, subjek dengan kategori akademik tinggi mampu melakukan proses encoding dengan baik sedangkan subjek dengan kategori akademik  rendah tidak, dan subjek dengan kategori akademik tinggi dapat melakukan proses retrieval dengan lancar sedangkan subjek dengan kategori akademik rendah mengalami kesulitan. Kurangnya kemampuan dalam memproses informasi dapat menurunkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Saran untuk pendidik memberikan catatan hasil pembelajaran secara lengkap dan memberikan penerapan konseptual agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci:

Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) untuk Meningkatkan Kompetensi Fisika Siswa SMK Negeri 1 Purworejo Tahun Pelajaran 2016 / 2017

Hidayati, Khusnul ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Maftukhin, Arif ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , Hakim, Yusro Al ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.228 KB)

Abstract

Intisari – Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kompetensi fisika siswa SMK Negeri 1 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan A (TGB-A) SMK Negeri 1 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode angket, observasi, dan tes. Dengan indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas untuk kompetensi fisika pada pokok bahasan termidinamika serta hasil belajar siswa sebesar ≥75%. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa kompetensi pada ranah kognitif siswa meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 81,25% pada siklus II. Pada ranah afektif meningkat dari 69,8%pada siklus I menjadi 79% pada siklus II, dan pada ranah psikomotorik siswa meningkat dari 68,9% pada siklus I menjadi 87,45% pada siklus II. Hasil belajar fisika siswa dari prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 18,75%. Pada pra siklus persentase ketuntasan belajar siswa 43,75%, meningkat menjadi 62,5% pada siklus I, dan menjadi 81,25% pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis dapat meningkatkan kompetensi fisika pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta hasil belajar kelas X.TGB-A SMK Negeri 1 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017.

Pengembangan Alat Peraga Kalor Jenis pada Pokok Bahasan Suhu Dan Kalor Berbasis Arduino

Nurjanah, Siti ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Hakim, Yusro Al ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , Kurniawan, Eko Setyadi ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.327 KB)

Abstract

Intisari - Telah dilakukan penelitian pengembangan alat peraga kalor jenis berbasis Arduino untuk mengembangkan alat peraga kalor jenis, dan mengetahui respon siswa terhadap penggunaan alat peraga kalor jenis dalam proses pembelajaran suhu dan kalor. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X IPA 1 MA Syamsul Huda Kedungreja berjumlah 23 siswa. Data diperoleh dengan melakukan studi literatur, observasi, wawancara, angket, dan uji coba laboratorium. Dari hasil uji coba alat yang dilakukan diperoleh nilai rata- rata ralat kalor jenis alumunium (0,215 ± 0,000) kal/gr 0C, dan nilai rata-rata ralat kalor jenis besi (0,106 ± 0,001) kal/gr 0C, dengan nilai acuan standar alumunium 0,215 kal/g 0C dan besi 0,107 kal/g. Berdasarkan nilai ralat yang diperoleh menunjukan bahwa alat peraga kalor jenis memiliki nilai keakuratan yang baik. Hasil validasi alat peraga kalor jenis diperoleh rerata persentase sebesar 82,85% dengan kategori sangat baik. Hasil penilaian keterlaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga yang dilakukan oleh observer diperoleh persentase dengan rerata sebesar 85% kategori sangat baik, Respon siswa terhadap alat peraga kalor jenis yang dikembangkan sebesar 82,98% kategori sangat baik. Dengan demikian alat peraga kalor jenis berbasis arduino layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Efektivitas Model Double Loop Problem Solving Terhadap Sikap Ilmiah Siswa SMA Negeri 7 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017

Hapsari, Anjar Ibnu ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Kurniawan, Eko Setyadi ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , Maftukhin, Arif ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.631 KB)

Abstract

Intisari - Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Double Loop ProblemSolving terhadap sikap ilmiah siswa SMA Negeri 7 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan jenis Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Purworejo yang terdiri dari 5 kelas yangberjumlah 159 siswa, sampel penelitian berjumlah 63 siswa, yaitu 31 siswa kelas X MIPA 2 sebagai kelaseksperimen dan 32 siswa kelas X MIPA 3 sebagai kelas kontrol.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposesampling dan pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, metode observasi, metode angket, metodetest, dan metode dokumentasi. Teknik analisis data dengan uji t dengan taraf signifikan 0,05. Uji hipotesisdiperoleh hasil tobs = 3,0582 dengan ttabel = 2,000 dan daerah kritik db= 63 {t/t <-2,000 atau t > 2,000}, yangberarti H0 ditolak (tobsDK) sehingga hasil model pembelajaran Double Loop Problem Solving efektif terhadapsikap ilmiah. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran Double Loop Problem Solving efektif terhadapsikap ilmiah siswa.

Pengembangan Alat Peraga Pengatur Arus Beban Berbasis Triac pada Materi Listrik Dinamis

Silviati, Lisa Nika ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Hakim, Yusro Al ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , ., Ashari ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.104 KB)

Abstract

Intisari -Telah dilakukan penelitian pengembangan Alat Peraga Pengatur Arus Beban Berbasis Triac Pada Materi Listrik Dinamis.Jenis penelitian yang digunakan yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Kutoarjo. Validasi alat peraga pengatur arus beban dari 2 validator mendapatkan hasilReliabel. Respon guru fisika terhadap alat peraga dan buku panduan mendapatkan persentase 75%. Respon peserta didik terhadap alat peraga dan buku panduan mendapatkan persentase 86%. Dengan demikian alat peraga pengatur arus beban berbasis Triac layak digunakan dalam pembelajaran fisika SMA/MA Kelas X.

Pengembangan Modul Fisika Berbasis Self Regulated Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognitif dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X SMK Negeri Nusawungu

Kusumawardhani, Laela Nur ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Kurniawan, Eko Setyadi ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo ) , ., Nurhidayati ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhamamdiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Intisari - Telah dilakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan modul untuk mengetahui respon peserta didik, mengetahui kualitas modul hasil pengembangan, mengetahui peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar peserta didik. Jenis pengembangan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation).  Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X TP 1 SMK Negeri Nusawungu Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari dua dosen ahli dan guru Fisika sebesar 3,29 dengan interpretasi “cukup baik” sehingga modul ini layak digunakan sebagai bahan ajar dengan sedikit revisi. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata 78,63 untuk posttest sehingga secara klasikal sudah mencapai KKM (70). Peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar diperoleh kriteria gain 0,671 dan termasuk kategori sedang. Respon peserta didik terhadap produk yang dikembangkan pada uji coba terbatas diperoleh persentase 83,42% dengan interpretasi “baik” dan tahap penerapan diperoleh persentase 84,58% dengan interpretasi “baik”. Dengan demikian  modul Fisika berbasis self regulated learning dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar Fisika pada pokok bahasan Fluida Statis dan Dinamis.

Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Thinking Activity Berbasis Science Practical Work Assessment (PEKA) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Peserta Didik

Bekti, Asri Setya ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , Kurniawan, Eko Setyadi ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo ) , ., Sriyono ( Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo )

RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.662 KB)

Abstract

Intisari - Telah dilakukan penelitian pengembangan LKPD thinking activity berbasis PEKA guna mengetahui kelayakan LKPD thinking activity berbasis PEKA yang dikembangkan, tanggapan peserta didik terhadap LKPD thinking activity berbasis PEKA yang dikembangkan, dan peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Purworejo dengan subyek penelitian berjumlah 30 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket tanggapan peserta didik, dan tes kemampuan berpikir kritis peserta didik. Berdasarkan penelitian diperoleh data hasil validasi LKPD thinking activity berbasis PEKA dari tuga validator yaitu dua dosen ahli dan guru fisika mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,5 ternasuk dalam kategori cukup baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Tanggapan peserta didik terhadap LKPD thinking activity berbasis PEKA tahap penerapan diperoleh persentase 87% dengan kategori sangat baik. Peningkatan kemampuan berpikir kritis tahap penerapan diperoleh N-gain 0,818 dan termasuk kategori peningkatan tinggi. Dengan demikian LKPD thinking activity berbasis PEKA yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.