cover
Filter by Year

Analysis
Academica
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ilmiah Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako
Articles
101
Articles
DAMPAK KOMPENSASI KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA

Akhmad, Akhmad

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.818 KB)

Abstract

The study aims to determine the compensation for the impact of fuel priceincreases on poverty in Indonesia. This study uses data from the CentralStatistics Agency (BPS), the Ministry of Development Planning/Bappenas,BPH Migas, and several other sources. Data was analyzed using descriptiveanalysis. The results show that the increase in fuel prices coupled with thecompensation program is not entirely successful in avoiding increasing poorpopulation by 480 thousand inhabitants in September of 2013. If it is assumedthat the government aims to reduce all the poverty of impact of fuel price hike,it can be said that the effectiveness of the program MLSM and other programsis not fully succeed although three can not also be said to fail. Some reasonsineffectiveness of the program is strongly associated with how the governmentpredicting the impact of rising fuel prices and how governments preparingtheir responsiveness. With the high irregularities in the distribution of fuelcompensation fund , this indicates that the compensation program has not beenfully carried out by the government-planned and structured. This is evidenceby the number of complaints from the public. Therefore, it is necessary toidentify and scope of good supervision, so that other compensation programsthat will be implemented by the government in the future will be moresuccessful, and the goal to reduce poverty can be achieved .Keywords : Fuel Price Increases, Compensation Program, Poverty

EFEKTIVITAS PROGRAM DAERAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PDPM), STUDI TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KELURAHAN MAMBORO KECAMATAN PALU UTARA KOTA PALU

J, Jans

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.324 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas programdaerah pemberdayaan masyarakat (PDPM) dalam rangka penanggulangankemiskinan di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara Kota Palu. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat(PDPM) di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, belum berhasil(efektif) memandirikan masyarakat. Usaha bersama yang digerakkan melaluiKelompok Masyarakat Swadaya (KMS) belum mampu membangkitkan motivasi,menciptakan dan meningkatkan hubungan kerja, meningkatkan modal usaha,mendayagunakan potensi sosial ekonomi lokal, dan memperkuat budayakewirausahaan, serta mengembangkan akses pasar. Bantuan modal yang diberikantidak mampu menggerakkan, meningkatkan dan memajukan usaha yang digelutinya,walaupun telah berjalan cukup lama. Berbagai usaha masyarakat dalam bentukusaha kecil berupa pembuatan kue kering dan basah, serta usaha perbengkelan,kurang memberi prospek bagi peningkatan pendapatan.Key words:: Efektivitas, PDPM, Penanggulangan Kemiskinan

EFEKTIFITAS HUKUM PIDANA MELALUI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI DAERAH UNTUK MENCAPAI PENEGAKAN HUKUM

SALEH MULYADI, SALEH

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.416 KB)

Abstract

Penelitian ini berkasud melakukan kajian aplikatif dengan mengidentifikasidan menganalisis efektifitas penbinaan narapidana di Daerah, sebagaipengelolaan sumber daya manusia. Hal tersubut dilakukan berbasis padaeksistensi dari implementasi Undang-undang No. 12 Tahun 1995 TentangPemasyarakatan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahstudi literature melalui normative-yuridus dan studi empiris. Fokus respondenadalah narapidana, aparatur kepolisian, aparatur kejaksaan, aparaturkehakiman, akademisi, dan praktisi hukum professional.Hasil penelitian menunjukkan ada empat objek yang memiliki peran pentingdalam peningkatan sumber daya narapidana, yaitu: sanksi pidana penjara;kesesuaian hukum pidana dengan kebijakan hukum pidana; efektifitas hukumpidana; pengelolaan sumber daya manusia narapidana. Efektifitas hukumpidana melalui pengelolaan sumber daya manusia di daerah untuk mencapaipenegakan hukum belum tercapai, karena kendala persepsian masyrakat yangmenganggap LP merupakan tempat pembalasan atas kejahatan yang telahdilakukan, pemikiran tentang ketidakadilan hukum, konsistensi hukum yangrendah, kepedulian terhadap narapidana yang masih rendah dan sarana danprasarana yang juga masih rendah.Key Words: Efektifitas, Hukum pidana, Sumber Daya Manusia.

RESOLUSI KONFLIK MASYARAKAT KELURAHAN BAIYA DAN KELURAHAN LAMBARA

Muhammad Isa Saputra, Muhammad Isa

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.257 KB)

Abstract

Konflik yang  terjadi di Sulawesi Tengah dalam kurun 15 tahun ini  sangat beragam. Konflik yang terjadi Poso sejak tahun 1998 – 2002 serta konflik-konflik komunal yang terjadi di lembah kota Palu seperti koflik antara Nunu Tavanjuka serta konflik Lambara dan Baiya. Walapun skala konflik di kota palu tidak sebesar konflik Poso namun karena bersifat sporadis dan seakan tiada akhir, maka seharusnya menjadi PR penting bagi seluruh masyarakat untuk bisa mencari jalan damai bagi semuanya. Resolusi konflik yang telah dilakukan untuk meredam konflik yang terjadi di kedua kelurahan telah ditempuh, bila dipetakan sesuai dengan teori Boundling; 1. “Menghindari konflik” adalah menawarkan sebuah kemungkinan pilihan sebagai jawaban terbaik. Dalam upaya penyelesaian konflik masyarakat  Lambara dengan Baiya, pemerintah Kota Palu menawarkan pilihan damai kepada para tokoh masyarakat dan aparat desa. Tokoh masyarakat ini berperan sebagai koordinator lapangan dalam mewujudkan perdamaian di kedua kelurahan. Selain itu, ada penandatanganan kesepakatan (berita acara) perdamaian yang jika dilanggar akan menghasilkan konsekuensi tertentu. 2.“Menaklukkan” atau mengeliminasi konflik dengan penegakkan hukum. Sesuai dengan perjanjian pemerintah dengan pihak dari Kelurahan Lambara dan Kelurahan Baiya, jika konflik kembali terjadi, maka penegakkan hukum akan digunakan sebagai pendekatan penyelesaian. 3.“Mengakhiri konflik” melalui prosedur rekonsiliasi atau kompromi dalam kesepakatan jika terjadi konflik, Penyelesaian konflik antara kelurahan Lambara dan Baiya memerlukan solusi yang bersifat permanen yang hingga kini belum terealisasi sepenuhnya.Key words: Konflik, resolusi, Baiya dan Lambara

PROBLEMATIKA KRISIS PANGAN DUNIA DAN DAMPAKNYA BAGI INDONESIA

Sulfitri Hs Mudrieq, Sulfiri

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.991 KB)

Abstract

Dalam perkembangan dunia saat ini, masalah pangan telah menjadi sebuahisu menarik yang terus di bahas saat ini. Betapa tidak hal ini merupakankebutuhan primer bagi jutaan jiwa penduduk yang ada di dunia, sebab dariasupan panganlah mereka mampu mempertahankan hidup. Maka tidak heranpersoalan pangan mencuat menjadi isu global yang harus dicarikan solusinya.Terlebih ketika pangan telah mengalami ancaman berupa krisis pangan yangtelah menjalar ke beberapa Negara khususnya bagi Negara berkembangtermasuk Indonesia.Indonesia yang sementara memperbaiki tatanan ekonominya dan berusahakeluar dari terpaaan krisis ekonomi sejak tahun 1997, bekerja keras untukkembali bangkit dari berbagai persoalan tersebut. Belum saja persoalanekonomi dan politik terselesaikan, muncul lagi persoalan baru berupa krisiskelangkaan pangan. Ketika kelangkaan pangan ini tidak menemukan solusi,maka hal tersebut tentunya berimbas pada pembanganun bangsa kedepannya.Juga akan kembali menggerogoti berbagai bidang termasuk ekonomi danpolitik. Dari problematika yang dihadapi ini serta merta dikembalikan padabagaimana kebijakan pemerintah dalam menghadapi persoalan tersebut danbagaimana usaha masyarakat kita untuk tetap bertahan hidup. Selanjutnyadalam kajian tulisan ini menggunakan metode kualitatif.Key words: Krisis , pangan, dunia, Indonesia

PADUNGKU MASIH BERTAHAN PADA ETNIS BARE’E DI DESA UEDELE KECAMATAN TOJO TIMUR KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Siti Hajar N. Aepu, SITI HAJAR

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.772 KB)

Abstract

Ritual padungku adalah ritual pengucap rasa syukur kehadirat Allah SWT atas keberhasilan panen atau di sebut pesta panen raya. Penelitian ini mengkaji mengenai mengapa padungku masih tetap bertahan pada etnis Bare’e  di desa uedele kecamatan Tojo Timur Kabupaten Tojo Una-una. Dan bagaimana proses ritual padungku pada etnis Bare’e di desa Uedele kecamatan Tojo Timur kabupaten Tojo Una-una.Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bertahannya ritual padungku pada etnis Bare’e di desa Uedele serta proses ritual padungku tersebut. Penelitian dilapangan di lakukan pada bulan Agustus-september 2011 dengan penentuan informan secara purposive sampling dan metode yang digunakan adalah kulitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwaproses ritual padungku yang sudah menjadi tradisi dan tetap bertahan sampai sekarang serta tidak akan hilang  bagi masyarakat yang ada di Uedele karena mereka percaya bahwa kalau ritual ini  ketika tidak di laksanakan akan berdampak pada hasil panen mereka selanjutnya, hal ini ditandai karena dari zaman dulu sampai sekarang tetap dilaksanakan adat padungku tersebut. Serta ada nilai-nilai budaya dan agama yang terkandung di dalamnya tetap di pengang teguh. Key words:: Padungku, Etnis Bare’e, Tojo Una-Una

KEBERADAAN DAN TANGGAPAN PEMERINTAH DALAM PENGOPERASIAN DOKA DI KOTA PALU

KISMARSILAH, KISMARSILAH

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.046 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas keberadaan dan tanggapanpemerintah dalam pengoperasian Doka, juga melihat kegunaan para kusiryang diadakan. Oleh karena itu permasalahan yang diangkat adalahbagaimana keberadaan doka dan apa tanggapan pemerintah terkaitpengoperasian Doka di kota Palu.Metode penelitian yang digunakan secarakuantitatif, dengan sifatnya deskritif. Informasi dipilih secara profektifsampling dengan informasi sebanyak enam orang dan pengumpulan datasecara objektif dengan wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukanbahwa Doka sebagai alat transportasi lokal (tradisional) masih dipakai selainuntuk melestarikan budaya juga dipakai orang adu kecepatan Doka dan lombarias Doka dalam acara tertentu. Pemerintah mengapresisasi akan hal itu danmemberi solusi tertentu dalam mengatur trayek dan lalu lintas dan memberihadiah-hadiah dalam setiap perlombaan yang diadakan.Key words: Doka, Pemerintah, Kelestarian

PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONCIBILTY (Studi Terhadap Hubungan Perusahaan, Pemerintah dan Masyarakat di sekitar Wilayah Tambang)

YASIN NAHAR, YASIN NAHAR

Academica Vol 6, No 2 (2014): Academiva vol. 6 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.565 KB)

Abstract

Corporate Social Responsibility atau yang diterjemahkan sebagai tanggungjawab sosial perusahaan merupakan bentuk dari kepedulian sosial dariperusahaan terhadap masyarakat. CSR dimaksudkan untuk menjalinhubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara perusahaan denganmasyarakat. Namun dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa CSRmenjadi salah satu pemicu kerenggangan hubungan antara JOB-PMTSdengan masyarakat, yang antara lain penyebabnya adalah: (1) Besaranjumlah CSR; (2) Sasaran CSR; (3) Bentuk atau jenis CSR; (4) Mekanismedistribusi CSR; (5) Lokasi distribusi CSR; dan (6) Tidak adanya regulasi CSRdari pemerintah kabupaten maupun provinsi

DINAMIKA POLITIK LOKAL DALAM SOCIAL CAPITAL (MODAL SOSIAL)

Sudirman, Sudirman

Academica Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.215 KB)

Abstract

Pembahasan Politik Lokal Dalam Social Capital” maka yang muncul dalam benak kita masing-masing adalah kesulitan untuk mewujudkannya dalam praktek-praktek kegiatan politik. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya kontradiksi antara orientasi dan paradigma dalam kehidupan politik di satu pihak, dan di pihak lain nilai-nilai social capital yang tumbuh dan berkembang dalam pergaulan hidup masyarakat setempat. Adanya dua kondisi yang bertentangan tersebut bagaikan “fatamurgana” – antara harapan dan kenyataan. Disatu sisi harapan kita agar politik lokal berlangsung berdasarkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan, tanpa adanya kekerasan dan atau pemborontakan (konflik). Akan tetapi pada sisi yang lain ternyata praktek politik mulai dari pusat hingga di daerah-daerah telah berlangsung sejak dahulu hingga sekarang ini lebih berorientasi pada “kepentingan” yang bernuansa “material dan kekuasaan (kepentingan sesaat)”. Indikator-indikator itulah yang pada prinsipnya menjadi penghalang untuk mewujudkan politik lokal dalam modal social.Kata Kunci : Politik Lokal dan Social Capital

FENOMENA ELECTOCRACY DALAM PILKADA LANGSUNG DI INDONESIA

Alamsyah, Muhammad Nur

Academica Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.692 KB)

Abstract

Dimensi politis manusia adalah dimensi masyarakat sebagaikeseluruhan dengan ciri khasnya bahwa pendekatan itu terjadi dalamkerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat sebagaikeseluruhan. Pilkada langsung adalah sebuah ruang yangdiperuntukkan bagi perwujudan nilai tertinggi dari esensi politikmanusia dalam sebuah wilayah tertentu yaitu pemegang utama darilegakitas akan sebuah kedaulatan. Seyogyanya, serpihan harapanyang terdapat dalam nilai demokrasi yang tertuang dalam proses dancontent dari pilkada langsung mampu memberikan nilai kesepadananatas kedaulatan yang diamanahkan kepada penguasa.Keadaan tersebut tidak menjadi bumerang yang berbalikarah menjadi senjata yang memakan tuannya yang dalam kontekskajian ini dikenal dengan electocracy yaitu keadaan dimanapemerintahan dipilih secara demokratis namun pejabat yang terpilihtidak memeiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaanmanajemen pemerintahan yang telah banyak dikenal secara luasdalam kajian masyarakat dunia ketiga masih sangat mempengaruhipola hidup masyarakat yang cendrung masinh sangat patron client.Kata Kunci: Electocracy, Demokrasi, Pilkada, Pemerintahan