cover
Filter by Year
EINSTEN
ISSN : -     EISSN : -
Articles
116
Articles
IDENTIFIKASI KEJERNIHAN AIR SUMUR BOR DITINJAU DARI DAYA HANTAR LISTRIK (DHL) DENGAN KONDUKTIVITIMETER DI DESA SENTANG KECAMATAN TELUK MENGKUDU KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Manullang, Dewi Feronika, Siregar, Nurdin

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.377 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejernihan air, daya hantar listrik, salinitas, pH, suhu dan kandungan logam pada air sumur bor di Kecamatan Teluk Mengkudu pada empat dusu di Desa Sentang Kec. Teluk Mengkudu  dengan titik acuan 030 57’593 LU dan 990  12’ 545 BT. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel air laut dimulai dari titik acuan (garis pantai) hingga air laut murni dan mengambil sampel air sumur bor dimulai dari sumur bor terdekat dengan titik acuan (garis pantai), mengukur suhu dan daya hantar listrik kedua sampel serta kedalaman dan  jarak sumur bor dari titik acuan (garis pantai). Data pengukuran daya hantar listrik yang diperoleh dikonversikan pada  suhu 250C. Semua air sumur bor dari 20 sampel telah terintrusi tinggi yaitu mencapai 25% dan terintrusi agak tinggi yaitu mencapai 75 %. Daya Hantar Listrik (DHL) air sumur bor di Desa Sentang 390,62 – 556,69 µmho/cm,250C , salinitas 213- 296 mg/L, suhu 26,9 – 27,60C. Untuk analisa pengujian sampel air sumur bor yang memiliki nilai DHL tertinggi 556,69 µmho/cm,250C  terdapat logam besi (Fe) sebesar 0,36 mg/l,sedangkan untuk sampel air sumur bor yang memiliki DHL terendah 390,62 µmho/cm,250C terdapat kandungan logam besi (Fe) sebesar 1,83 mg/l.Kata Kunci : Kejernihan Air, Intrusi Air Laut, DHL, Konduktivitimeter.

ANALISIS AIR SUMUR BOR DESA PEKAN BANDAR KHALIFAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI BERDASARKAN KUALITAS FISIKA DAN KIMIA

Manurung, Donita, Ginting, Eva Marlina

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.198 KB)

Abstract

Air bersih merupakan air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. Maka dalam hal ini, penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur bor yang berada pada Desa Pekan Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai berdasarkan parameter fisik  dan kimia dan untuk mengetahui tingkat pencemaran air sumur bor tersebut. Metode analisis air dilakukan dengan membandingkan hasil observasi terhadap parameter baku mutu air minum menurut PERMENKES No.492 Tahun 2010 mengenai Persyaratan Kualitas Air Minum. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil air sumur bor dari sepuluh sumur bor dengan mengukur Kekeruhan, Zat Padat Terlarut, Tingkat Keasaman (pH) dan kandungan unsur Besi (Fe), Mangan (Mn), Sulfat (SO4) dan Nitrit (NO2) yang terkandung dalam air sumur bor tersebut. Hasil menunjukkan untuk jumlah parameter yang melampaui baku mutu air minum yakni parameter besi (Fe), pH dan dapat disimpulkan bahwa mutu air di kawasan Desa Pekan Bandar Khalifah tergolong dalam air dengan tingkat tercemar ringan yang memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi dengan cemar maksimum sebesar 2,21 dan cemar minimum sebesar 1,03.Kata Kunci : Air Sumur Bor, Kualitas Air, Parameter Fisika, Parameter Kimia.

KARAKTERISTIK BETON RINGAN PASCA BAKAR MENGGUNAKANSTYROFOAM DENGAN PELARUT TOLUENA

Gaol, Ervinna Lumban, Harahap, Mukti Hamzah

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.763 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian karakteristik beton dari Styrofoam dengan pelarut toluena paska bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pembakaran terhadap beton dengan menggunakan Styrofoam, dan pelarut toluena terhadap kuat tekan, dan pola keretakan beton. Metode pembuatan yang dilakukan adalah beton dibuat berbentuk kubus 15 x 15 x 15 cm. Campuran beton yang digunakan mengacu pada beton mutu rendah K175 dengan semen : pasir : kerikil adalah 1 : 2 : 3 dengan FAS 0,5. Beton normal sebagai pembanding dengan beton normal yang mengalami proses pembakaran. Pada penelitian ini dibuat variasi komposisi styrofoam sebesar 14%, 16%, dan 18% dari berat agregat kasar yang digunakan. Setelah melalui masa peredaman 28 hari, kemudian dilakukan pembakaran pada mesin furnance pada suhu 3000 C, 4000 C, dan 5000 C dengan waktu penahanan selama 2 jam. Setelah itu, proses pembakaran dihentikan lalu direndam ke dalam air selama ± 4 menit, kemudian didiamkan selama 24 jam dengan temperatur ruangan kemudian beton diuji dengan metode uji kuat tekan dengan prosedur yang ada. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil nilai kuat tekan beton pasca bakar pada tiga variasi suhu dengan komposisi 14% - 18%  di dapatkan hasil paling optimal pada campuran 14% sekitar 15,64 MPa. Sedangkan komposisi campuran diatas 14% mengalami penurunan. Pola keretakan beton dengan komposisi penambahan Styrofoam 14%- 18%  tampak terlihat ada retakan. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa suhu berpengaruh dalam menentukan sifat mekanik beton dan nilai keoptimalan ditunjukkan pada benda uji suhu 300⁰C pada penggunaan komposisi Styrofoam 14% yang memenuhi syarat kekuatan tekan beton normal sekitar 15,64 MPa.Kata Kunci : Beton Ringan, Pasca Bakar, Styrofoam, Uji Kuat Tekan, Pola Keretakan.

ANALISIS RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER–SCHLUMBERGER DAN DIPOLE-DIPOLE DI DAERAH GEOTHERMAL GUNUNG SIBAYAK KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA

Octavani, Arie Sapta, Kadri, Muhammad

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.473 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyebaran batuan dan fluida yang terdapat di bawah permukaan daerah potensi panas bumi Gunung Sibayak Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan analisa nilai resistivitasnya dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Dipole-Dipole. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Dipole-Dipole yang didasari dengan hukum Ohm untuk mengetahui resistivitas jenis perlapisan batuan pada tiap lapisan permukaan bumi. Dengan menginjeksikan arus melalui dua elektroda arus maka beda potensial yang muncul dapat terukur dari elektroda potensial. Variasi harga tahanan jenis akan didapatkan jika jarak masing-masing elektroda diubah, sesuai dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Dipole-Dipole. Nilai tahanan jenis yang terukur bukan merupakan harga sebenarnya akan tetapi merupakan nilai tahanan jenis semu (Apparent Resisitivity). Kemudian data yang diperoleh ditampilkan dengan menggambarkan kontur 2D menggunakan software Res2dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya potensi geothermal di daerah penelitian dengan indikasi nilai hambatan yaitu 209 Ωm sampai dengan 442 Ωm pada lintasan pertama dengan konfigurasi Dipole-Dipole, 32.9 Ωm sampai dengan 79.0 Ωm pada lintasan kedua dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger, 4.56 Ωm sampai dengan 18.7 Ωm pada lintasan kedua dengan konfigurasi Dipole-Dipole. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai resistivitas lintasan kedua antara konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan Dipole-Dipole mempunyai nilai resistivitas yang sedikit berbeda yang disebabkan oleh kedalaman yang berbeda dan nilai ketidakpastian alat yang berbeda.Kata Kunci : Geolistrik, Konfigurasi Wenner-Schlumberger, Konfigurasi Dipole-dipole, Geothermal

RANCANG BAGUN ALAT PENDETEKSI KELAYAKAN AIR MINUM YANG DIPRODUKSI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (AMIU) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DAN LCD MENGGUNAKAN INFRAMERAH DAN PHOTODIODA SEBAGAI INDIKATOR

Afandi, Irpan, Amdani, Khairul

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.846 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelyakan air minum isi ulang yang diproduksi depot air minum dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51 yang difungsikan sebagai penghitung kadar zat terlarut serta derajat keasaman (pH). Prinsip dari alat ini adalah menampilkan menampilkan kadar zat terlarut serta derajat keasaman pada air minum di LCD. Rangkaian sensor menggunakan photodioda, yang dirangkai sehingga dapat mendeteksi sumber cahaya yang mengenai penampang photodioda ke bentuk energi listrik yang mampu direspon oleh mikrokontroler. Sumber cahaya sebagai receiver menggunakan sinar inframerah yang mengeluarkan cahaya fokus. Rangkaian penampil menggunakan LCD yang menampilkan nilai kadar zat terlarut serta derajat keasaman air minum dengan menggunakan sensor pH. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, alat ini mampu mendeteksi dan menampilkan jumlah kadar zat terlarut dengan rentang 15–240 ppm.  Berdasarkan data pengukuran pada tabel 4.3 selisih nilai koefisien yang diperoleh pada kadar zat terlarut (TDS) air minum isi ulang yang diproduksi depot air minum sebesar 0,002 sedangkan nilai koefisien derajat keasaman (pH) air minum sebesar 0,474. Berdasarkan hal di atas, maka alat pengukuran yang dirancang  pengukuran kadar zat terlarut (TDS)  dan derajat keasamman (pH) dengan menggunakan inframerah dan photodioda serta sensor pH dapat difungsikan seperti alat ukur pada umummnya.Kata Kunci : Inframerah,photodioda, sensor pH, mikrokontoler, assembly.

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI CAMPURAN TERHADAP KEKUATAN BATU BATA

Zebua, Deslina, Sinulingga, Karya

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.031 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan komposisi terbaik batubata menggunakan abu sekam padi dengan tanah liat  terhadap kuat tekan, daya serap air, massa jenis batu bata serta mengetahui struktrur kristal dan fase-fase pengisi pada batu bata. Metode penelitian ini dilakukan dengan menambahkan abu sekam padi (0%, 2%, 4%, 6%, 8% ) dengan tanah liat campuran yang homogen. Penelitian ini dilakukan pencetakan, pengeringan alami selama 14 hari, pembakaran secara tradisional selama 3 x 24 jam, dan pendinginan batu bata selama 3 x 24 jam. Berdasarkan standarisasi SII-0021-1978 batu bata merah kuat tekan batu bata penambahan abu sekam padi 2%, 4%, dan 6% mendekati standar mutu kelas 50 sebesar 5.0 MPa dibandingkan tanpa menggunakan abu sekam padi. Penambahan abu sekam padi sebanyak 8% ternyata menunjukkan daya serap air lebih tinggi dengan nilai section rate yang diijinkan 20 gr/dm2/menit di bandingkan batu bata dengan abu sekam padi 0%, 2%, 4%, dan 6% dengan lama perendaman selama 6 menit. Dari data pengujian massa jenis batu bata dengan menambahkan abu sekam padi pada tanah liat menunjukkan bahwa semakin banyaknya campuran abu sekam padi maka semakin menurunnya massa jenis batu bata. Hasil analisis X-Ray Difraction penambahan 2% abu sekam padi atau tanpa menggunakan abu sekam padi pada tanah liat memiliki fase dominan SiO2 (Quartz) dengan stuktur Kristal trigonal (hexagonal axes).Kata Kunci : Batu bata, Abu Sekam Padi, Massa Jenis, Daya Serap Air, Kuat Tekan, X-Ray Difraction.

ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPON KARET

Sidebang, Elfariska, Bukit, Nurdin

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 2 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.228 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sifat mekanik kompon karet. Pengujian karakteristik kompon karet yaitu kekerasan, kekuatan tarik, dan perpanjangan putus, dengan menggunakan variasi bahan pengisi Nanopartikel abu boiler kelapa sawit (0%,2%,4%,6%,8%) berat. Alat pengujian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Durometer untuk pengujian kekerasan dan Tensiometer untuk pengujian Kekuatan tarik dan perpanjangan putus. Metode yang digunakan dalam pembuatan nanopartikel abu boiler kelapa sawit yaitu dengan menggunakan metode kopresipatasi dengan ukuran 56,31 nm. Dari hasila nalisis diperoleh sifat mekanis pada kekerasan, kekuatan tarik dan perpanjangan putus mengalami peningkatan dengan bertambahnya variasi bahan pengisi abu boiler kelapa sawit.Kata Kunci : Kompon Karet, Abu Boiler Kelapa Sawit.

PENENTUAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN PANAS BUMI TINGGI RAJA KABUPATEN SIMALUNGUN BERDASARKAN DATA MAGNETIK

Silaban, Rita N, Hutahean, Juniar

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 1 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.562 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian metode geomagnetik di daerah panas bumi Tinggi Raja Desa Dolok Marawa Kabupaten Simalungun, secara geografis berada pada koordinat 476140 - 476388 N dan 348209 – 348171 E . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur batuan bawah permukaan berdasarkan nilai suseptibilitas batuan. Pengukuran medan magnet total menggunakan alat yang disebut  Proton Precession Magnetometer (PPM), penentuan posisi menggunakan Global Position System (GPS) dan penentuan orientasi arah utara menggunakan kompas geologi. Pengambilan data dilakukan secara acak dengan jumlah titik yang diperoleh sebanyak 70 titik ukur. Pengolahan data diawali dengan koreksi variasi harian, koreksi topografi dan koreksi IGRF untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian pengolahan data anomali magnet total dilakukan dengan menggunakan program Surfer10. Untuk mendapatkan penampang anomali magnetik digunakan program Mag2dc For Windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh struktur batuan bawah permukaan panas bumi (kawah biru) tersusun oleh batuan dengan suseptibilitas 0,001 merupakan batu gamping, dan batuan dengan suseptibilitas 0,0009 merupakan batu pasir dan batuan dengan suseptibilitas 0,0007 dan 0,0006  merupakan lempung, dimana lapisan penudung berupa batu gamping dan lapisan lempung diperkirakan sebagai zona konduktif.Kata Kunci : Metode Geomagnetik, Suseptibilitas

PEMANFAATAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI UNTUK MENGIDENTIFIKASI LAHAN KRITIS DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT

Tampubolon, Togi, Yanti, Jeddah

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 1 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.55 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 OLI dengan tujuan untuk mengidentifikasi luas lahan dengan 5 kategori yakni tidak kritis, potensial kritis, agak kritis, kritis dan sangat kritis di Kabupaten Pakpak Bharat 2°15'00" - 3°32'00" Lintang Utara dan 96°00' - 98°31'  Bujur Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan kawasan hutan lindung di Kabupaten Pakpak Bharat melalui penafsiran citra satelit Landsat 8 OLI, dengan mendapatkan data informasi tingkat kekritisan lahan kawasan hutan lindung. Pengidentifikasian lahan kritis dilakukan dengan menentukan forest canopy density, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi dan manajemen lahan dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat 8 OLI Path 129 Row 58, Data ASTER GDEM N02E98, peta curah hujan, peta jenis tanah, dan peta land use. Metode penelitian pengidentifikasian lahan kritis dengan metode overlay (tumpang susun) memanfaatkan software ArcGIS 10.0 dan ENVI 4.7 pada peta forest canopy density, peta kemiringan lereng, peta tingkat bahaya erosi serta didukung dengan menggunakan titik kontrol (GCP) peninjauan langsung lokasi penelitian di Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak 50 titik yang dilakukan di empat kecamatan dari delapan kecamatan yakni, Kecamatan Kerajaan, Kecamatan Siempat Rube, Kecamatan Tinada Dan Kecamatan Salak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keritisan lahan di Kabupaten Pakpak Bharat meliputi tidak kritis, potensial kritis, agak kritis, kritis dan sangat kritis dengan persentase luas lahan berturut-turut dari yang tidak kritis hingga sangat kritis 38.38042 %; 42.38783 %; 16.73169 %; 2.448689 %; 0.051366 %. Dengan luas lahan kritis dari yang tidak kritis hingga sangat kritis 51982.38 ha; 57410.01 ha; 22661.37 ha; 3316.5 ha; 69.57 ha dengan total keseluruhan luas lahan 135439.8 ha.Kata Kunci : Lahan Kritis, Landsat 8 OLI, forest canopy density, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi

STUDI PENENTUAN INDEKS BIAS SENYAWA BE-PHTHALOCYANINE BERDASARKAN CELAH ENERGI MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI

Khairani, Adelita, Siregar, alkhafi Maas

EINSTEIN e-JOURNAL Vol 6, No 1 (2018): EINSTEIN e-JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.126 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai indeks bias senyawa Be- Phthalocyanine untuk bahan Semikonduktor Organik baru yang ditinjau berdasarkan nilai celah energinya. Senyawa Be- Phthalocyanine dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor baru dengan cara menganalisis nilai celah energi dan nilai indeks biasnya. Celah energi diperoleh melalui metode komputasi semiempiris ZINDO/I menggunakan software Hyperchem dengan memberikan masukan unsur dan senyawa terlebih dahulu, lalu mengoptimasi, sehingga diperoleh celah energi. Celah energi dihitung berdasarkan selisih energi pada energi Highest Occupied Molecular Orbital(HOMO) dan energi Lowest Unoccupied Molecular Orbital (LUMO). Energi LUMO yang diperoleh adalah 3,269 eV dan energi HOMO adalah 2,660 eV, sehingga diperoleh celah energi sebesar 0,609 eV. Nilai celah energi yang diperoleh memenuhi kriteria semikonduktor karena memiliki nilai celah energi 0