cover
Filter by Year
Jurnal Ilmiah HUBUNGAN INTERNASIONAL
S2
Sinta Score
ISSN : -     EISSN : -
Articles
114
Articles
The Pacific Solution as Australia Policy towards Asylum Seeker and Irregular Maritime Arrivals (IMAs) in John Howard Era

Alunaza, Hardi, Maulana, Ireng, Sudagung, Adityo Darmawan

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research is attempted to answer the question of why John Howard used the Pacific Solution as Australian policy towards Asylum Seekers and Irregular Maritime Arrivals (IMAS). By using the descriptive method with a qualitative approach, the researchers took a specific interest in decision-making theory and sovereignty concept to analyze the phenomena. The policy governing the authority of the Australian Government in the face of the Asylum Seeker by applying multiple strategies to suppress and deter IMAs. The results of this research indicate that John Howard used Pacific Solution with emphasis on three important aspects. First, eliminating migration zone in Australia. Second, building cooperation with third countries in the South Pacific, namely Nauru and Papua New Guinea in shaping the center of IMAs defense. On the other hand, Howard also made some amendments to the Migration Act by reducing the rights of refugees. Immigrants who are seen as a factor of progress and development of the State Australia turned into a new dimension that threatens economic development, security, and socio-cultural. 

Quo Vadis International Trade: Indonesian Diplomacy Strategy Regarding Settlement WTO with South Korea

Iswardhana, Muhammad Ridha

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The trade relation among countries does not necessarily benefit all members, in that case it so common for issue to arise that often turns to be dispute. Interestingly, the role of WTO somehow does not fulfill the gap, sometimes it is necessary to add additional mechanism to resolve the dispute. At the end the result can be obtained by the members.This research focuses on the diplomacy process between Indonesian and South Korea regarding the dumping issue on paper commodity. It should be noted that South Korea has not fully implemented the obligation after DSB Appellate Body’s decision on 2005 and 2007. As for the research question, this research comes out with “what is the strategy imposed by Indonesian government to settle the dispute on paper dumping?”. Trade diplomacy and linkage theory will be used as foundation to deepen the analysis. 

Harmonisasi Ketentuan SPS dalam Perspektif Kepentingan Indonesia

Kusumaningrum, Demeiati Nur, Yekti, Septian Nur

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini menganalisis pengaruh rezim perdagangan internasional terhadap struktur domestik Indonesia. Standart Sanitasi dan Fitosanitasi (SPS) merupakan bagian dari kesepakatan AoA yang menjamin konsumen menikmati produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi dan berupaya memastikan bahwa peraturan kesehatan dan produk yang ketat tidak digunakan sebagai instrumen untuk melindungi produsen dalam negeri. Tujuan dari penulisan ini menjawab bagaimana harmonisasi kesepakatan SPS berdasarkan perspektif politik ekonomi pemerintah Indonesia. Melalui praktik liberalisasi perdagangan, penerapan tindakan sanitasi dan fitosanitasi menjadi bagian dari mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan Indonesia yang berada pada kewenangan Kementerian Pertanian. Strategi pemerintah Indonesia dalam penerapan ketentuan SPS mempertimbangkan: 1) perkembangan tantangan perdagangan internasional pada aspek peningkatan daya saing komoditas Indonesia dan 2) skema kerjasama ASEAN yang berfokus pada kebijakan Indonesia National Single Window.Kata Kunci: ASEAN, harmonisasi, kesepakatan SPS, politik, perdagangan

Donald Trump dan Reorientasi Kebijakan Keamanan Amerika Serikat Terhadap Program Pengembangan Senjata Nuklir Korea Utara.

Al Syahrin, Muhammad Najeri

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research attempts to identify some of the trends in changing the orientation of Donald Trumps and United States security policies toward North Koreas nuclear weapons development program. The identification begins with an explanation of some of the strategic and policy options that have been done and have not yet by the United States in an effort to stop nuclear tensions in the East Asian region. After describing some of the policy options for Donald Trump, this study will predict the right security policy in the denuclearization of the Korean peninsula. The Trump policy is expected to show greater urgency than the previous United States presidential policy. Based on the assumption, through "Maximum Pressure and Engagement" strategy, Trump tries to combine diplomatic rhetoric, sanctions, and negotiations. This strategy is expected to be effective in forcing Pyongyang to choose between nuclear weapons development or its survival as a country. Keywords: Security Policy, Nuclear Weapons, Maximum Pressure, And Engagement Strategy.

The Collaboration Between Indonesia and Pasific Island Countries in Facing Environmental Challenges

W, Vrameswari Omega, Apresian, Stanislaus Risadi, Dewi, Elisabeth

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan lingkungan masih menjadi isu utama bagi negara-negara di Kepulauan Pasifik. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu yang paling rentan terkena bahaya alam dan perubahan iklim di dunia.[1]  Penelitian terbaru menunjukkan bahwa setidaknya 8 pulau di Samudera Pasifik telah tenggelam akibat naiknya permukaan air laut.[2]  Ancaman serupa pun terjadi di Indonesia. Sebagai negara yang terletak di kawasan Pacific Ring of Fire dan dikelilingi tiga lempeng tektonik menyebabkan Indonesia menjadi wilayah yang rawan bencana. dampak perubahan iklim telah mengancam sekitar 2000 pulau akan tenggelam sebelum tahun 2050.[3] Melihat pada tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh negara-negara di kepulauan Pasifik dan Indonesia, membangun kerja sama yang konstruktif untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi menjadi hal yang penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan-tantangan keamanan lingkungan yang dihadapi oleh negara-negara kepulauan Pasifik, memetakan kerja sama yang sudah dilakukan antara Indonesia dengan kawasan Pasifik, dan mengelaborasi mengapa kerja sama ini penting. Penelitian ini mengandalkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Penelitian ini berpendapat bahwa kerja sama yang dilakukan melalui kerangka kerja sama Selatan-Selatan dan Triangulat merupakan upaya untuk memperkuat peran Indonesia dalam menjalin hubungan dengan PICs dan untuk mengatasi tantangan lingkungan.

Pembentukan Aliansi Keamanan Iran-Rusia

Widian, Rizky, DR, Muhammad Rusyidi, Widian, Willy

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Russia and Iran are countries with high cooperative relations. However, in recent years, Russia-Iran relations have declined. This is due to the Iranian nuclear issue, which at the time Russia was present as a party that gives UN sanctions to Iran. Despite of this fact, by 2015, Russia and Iran signed a military cooperation agreement signaling the establishment of a Russian-Iranian security alliance. The author sees that there is a puzzle, namely the establishment of the security alliance even though Russia has helped to put pressure on Iran. Furthermore, the authors argue that there are several reasons or factors for the formation of the Russian-Iranian security alliance. In explaining this, this writing will borrow the theory Balance of Threat proposed by Stephen M. Walt. Thus, this paper will be divided into several parts. First, will be presented on the background of the problem and the theoretical framework to be used. Then, it will be explained about the discussion of factors that encourage the formation of the Russian-Iranian security alliance. In the last section will be closed with a conclusion.

Testing Theories of the Determinants of An Individual Foreign Policy Preferences in Georgia

Sari, Angguntari C.

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractPublic opinion has an impact on states’ foreign policy. In the case of Georgia, the pro-Russian or pro-United States attitude among the people is determined by several factors. The strategic value of Georgia for these two most powerful states in the world makes their study of the mass opinion’s preferences toward major power an interesting and a valuable one. In this article, I test two sets of factors that shape the individual preferences toward major powers, and employ logistic regression model to explain the relationship between four independent variables with the dependent variable. I argue that religiosity, role of government, and economic satisfaction are still the best predictors of the pro-Russian policy. Key words: Georgia, public opinion, Russia, United States, logistic regressionAbstrakKebijakan luar negeri suatu negara dipengaruhi oleh pendapat para masyarakatnya. Pertanyaannya adalah apa yang mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kebijakan yang selayaknya diambil oleh pemerintah? Artikel ini meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pandangan masyarakat di Georgia mengenai rekan ideal bagi negara mereka. Georgia sendiri merupakan negara yang memiliki nilai strategis bagi negara besar seperti Rusia dan Amerika. Oleh karenanya, kajian mengenai determinan opini publik mengenai siapa diantara kedua negara besar tersebut yang layak menjadi mitra Georgia penting untuk dilakukan. Melalui metode kuantitatif, khususnya pendekatan regresi logistik, artikel ini berusaha melanjutkan penelitian yang terdahulu. Penelitian sebelumnya melihat korelasi antara faktor agama, peran pemerintah, dan kepuasan ekonomi dengan pilihan masyarakat terhadap mitra kerjasama luar negeri Georgia. Satu hal yang luput dari penelitian sebelumnya adalah peran nilai politik. Berdasar analisa melalui model regresi logistik, faktor agama, peran pemerintah, dan kepuasan ekonomi masih menjadi faktor penentu utama pilihan masyarakat Georgia mengenai siapa diantara Amerika dan Rusia yang dianggap ideal menjadi mitra hubungan bilateral negara mereka. Kata kunci: georgia; opini publik; rusia; amerika; regresi logistik.

Bahasa Perempuan Merigi Sakti dan PT. CBS Bengkulu Tengah dalam konflik Lingkungan

Muzni, Nurlianti, Utari, Prahastiwi

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTulisan ini merupakan bagian penelitian kualitatif studi kasus pasca konflik lingkungan yang terjadi di Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Perempuan Merigi Sakti hanyalah representasi dari suara-suara perempuan yang “terbungkam” selama konflik dan pasca konflik oleh karena sistem sosial ataupun birokratis. Pentingnya memahami bahasa tutur perempuan dalam konflik karena perempuan dapat bercerita sesuai dengan apa yang menjadi keluhan dasar masyarakat desa ketika kehidupan mereka terganggu. Perempuan (khususnya perempuan desa) sebagai penyedia pangan oleh peran gender tradisional mereka, juga sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas pengasuhan anak dan mengurus rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan adanya kontradiktif yang terjadi antara perempuan dan masyarakat di Merigi Sakti. Suara perempuan Merigi Sakti lebih tertarik menekankan hubungan mereka satu sama lain.Kata kunci: bahasa; perempuan; konflik lingkungan; gender; merigi saktiAbstractsThis paper is part of a qualitative research with case study approaches of post-conflict environmental that happen in Merigi Sakti Sub-district, Central Bengkulu Regency, Bengkulu Province.  Women in Merigi Sakti are just a representation of female voices that are "silenced" during conflict and post conflict because of social or bureaucratic system. The importance of understanding the speech language of women in conflict because women can tell stories in accordance with what is the basic complaint of the village community when their lives are disturbed. Women (especially rural women) as food providers by their traditional gender roles, as well as those most responsible for child care and housekeeping. This study shows the contradictions that occur between women and men in Merigi Sakti. The voices presented by women in Merigi Sakti emphasize more on each others relationships and the voices associated with domestic activities in women.Keywords: language; women; environment conflict; gender; merigi sakti

Imprediktibilitas Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat: Tantangan dan Ancaman Rezim Donald Trump Terhadap ASEAN

Ardiyanti, Dwi

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKAmerika Serikat merupakan negara yang mengklaim negaranya sendiri sebagai negara adikuasa. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat ikut berpengaruh terhadap rezim internasional. Dalam kerjasama dengan negara lain, Amerika Serikat juga ikut menentukan arah perubahan dunia. Salah satunya adalah kebijakan luar negeri yang berpengaruh terhadap kawasan ASEAN yang sebagian besar negara anggotanya potensial sebagai pasar internasional. Negara Indonesia, Malaysia, Singapura, maupun Filipina merupakan contoh negara anggota ASEAN yang ikut terpengaruh oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Pada rezim Donald Trump, kebijakan luar negeri Amerika Serikat sangat sulit diramalkan. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi negara anggota ASEAN yang masih mengandalkan investasi asing dan kerjasama dengan negara maju seperti Amerika Serikat. Aliansi negara Amerika Serikat di bawah rezim Donald Trump dan arah kebijakan luar negeri dalam bidang keamanan maupun ekonomi sekarang sangat sulit ditebak, yang juga berpengaruh terhadap kemajuan ASEAN. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa arah kebijakan luar negeri Donald Trump dan mengkaitkannya dengan kerjasama Amerika Serikat-ASEAN.Kata kunci: Amerika Serikat; kebijakan luar negeri; Donald Trump; rezim; kerjasamaAbstractUnited States is state which gives impact on cooperation with ASEAN (Association of Southeast Asia Nations). It’s foreign policy influence international rezime. The direction of United States foreign policy which is determined by chosen President also influence ASEAN region in which most of the member states are potential for international market. Indonesia, Malaysia, Singapore, or The Philipines are examples which are influenced by Unites States’s foreign policy. In the Donald Trump rezime, it is hard to predict United States’s foreign policy. It becomes a challenge for ASEAN member countries which still reckon on investment and cooperation with developed states like United States. Alliance with the United States under rezime of Donald Trump and its foreign policy in the security and economy is hard to be predict, which then influence ASEAN advancement as a regional organization. This research is aim to analyze United States’s foreign policy under rezime of Donald Trump and correlate it with cooperation between Unites States-ASEAN. Keywords: United States; Foreign Policy; Donald Trump; Regime; Cooperation.

Trade Controversy Amidst Tobacco Control Provisions: Dynamics on the Establishment of U.S Tobacco Control Act 2009

Arisanto, Puguh Toko

Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis article examines the dynamics­­­­­­­­ on the establishment of a health policy that U.S suddenly issued, so-called Family Smoking Prevention and Tobacco Control Act (FSPTCA). Some provisions of this act having something to do with trade were assumed controversial policy due to two reasons. First, it banned the circulations of specific flavors in cigarettes but allowed menthol-containing tobacco products. Second, this act involved tobacco industry participation on Tobacco Products Scientific Advisory Committee (TPSAC). In short, this article addresses interest groups consisting of tobacco companies and civil society groups influencing U.S government to take action regarding ratification of World Health Organization Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC). They both have contradicting interests and race against each other to influence government through varied means. I argue that this opposing domestic dynamics influences U.S government to issue FSPTCA that contained two controversies and adopted provisions of WHO FCTC as win-win solution. Keywords: tobacco control; interest groups; ratification; influence; win-win solution. AbstrakArtikel ini membahas mengenai dinamika pembentukan sebuah kebijakan atau undang-undang kesehatan Amerika, FSPTCA yang dikeluarkan secara mendadak. Beberapa ketentuan dari undang-undang ini berkaitan dengan perdagangan dan diasumsikan sebagai kebijakan yang kontroversial karena dua alasan. Pertama, undang-undang ini melarang peredaran rokok beraroma rasa namun mengizinkan produk tembakau yang mengandung mentol. Kedua, undang-undang ini melibatkan partisipasi industri tembakau dalam sebuah kelompok para penasehat ilmiah produk tembakau. Singkatnya, artikel ini merujuk pada kelompok kepentingan yaitu perusahaan-perusahaan rokok dan kelompok masyarakat sipil yang mempengaruhi pemerintah dalam meratifikasi konvensi kerangka kontrol tembakau dari WHO. Mereka memiliki kepentingan yang saling bertentangan dan saling berlomba untuk mempengaruhi pemerintah Amerika melalui berbagai macam cara. Akhirnya, penulis beragumen bahwa dinamika domestik yang saling bertentangan mempengaruhi pemerintah AS untuk mengeluarkan kebijakan FSPTCA yang memuat dua kontroversi dan mengadopsi ketentuan WHO FCTC dengan dua kontroversinya sebagai win-win solution.  Kata Kunci: kontrol tembakau; kelompok kepentingan; ratifikasi; mempengaruhi; win-win solution.