cover
Filter by Year
Articles
91
Articles
Pendampingan Pengukuran Arah Kiblat Masjid di Rancabango Garut

Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria, Fawzi, Ramdan, Syahid, Rifki Gapuraning

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Facing Ka’bah is one of the requirements for the validity of prayer. Problem in straightening saf in mosques had become a heavy topic, Some Council of Mosque Prosperity (DKM) assumes that straightening direction qibla means rebuilding the mosque, whereas what should be changed is only the direction of the saf prayer). Some mosques in the village of Rancabango Sub-Distrik Tarogong Kaler and village of Wangunsari Kampung Areng Lembang, the direction of qibla should be re-verified by the institutions that have the force of law. Therefore, this research aims to know the opinions of the muftis in determining the qibla direction and the factors that influence the inaccuracy of the qibla direction. The methods used in this research is descriptive-analysis, that is describing systematically and factually about facts, conditions, and situation of the mosque building. It can be concluded that the muftis agree about the condition of facing the qibla for people who looks the Ka’bah, then the prayer faces/overlooks ‘ainul Ka’bah, whereas for people who cannot see the Ka’bah, then the prayer faces towards jihatul Ka’bah.  As for the direction of mosques showed that some mosques still have an accuracy that is less accurate to the price of the specified angle. Menghadap Ka`bah adalah salah satu persyaratan untuk validitas doa. Masalah dalam meluruskan saf di masjid telah menjadi topik yang berat, Beberapa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menganggap bahwa meluruskan arah kiblat berarti membangun kembali masjid, padahal apa yang perlu diubah hanyalah arah saf sholatnya saja. Beberapa masjid di desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler dan juga desa Wangunsari Kampung Areng Lembang, arah kiblat perlu diverifikasi ulang oleh institusi yang memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat para mufti dalam menentukan arah kiblat dan faktor-faktor yang mempengaruhi melencengnya arah kiblat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis, yaitu menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang fakta, kondisi, dan situasi bangunan masjid. Dapat disimpulkan bahwa para mufti setuju tentang kondisi menghadapi kiblat bagi orang-orang yang melihat Kabah, maka doa menghadap / menghadap ainul Kabah, sedangkan bagi orang-orang yang tidak dapat melihat Kabah, maka doa menghadap ke arah jihatul Kabah. Adapun arah masjid menunjukkan bahwa beberapa masjid masih memiliki akurasi yang kurang akurat dengan harga sudut yang ditentukan.

Pemberdayaan Masyarakat Di Kelurahan Wonosari Melalui Olahraga

Adam, Qorby Haqqul

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Wonosari is one of the sub-districts in Ngaliyan district, Semarang city. The community in Wonosari Village is a suburban community group. They have low insight and awareness in doing sports. Sports can be used as a development of the potential, character and active role of humans in community life. Sports has benefits in all fields in the community such as education, culture, social, economic and health. Humans have been preoccupied with pragmatism in this age. They do not understand that moving is very important for health and is the most valuable asset they can have. Health is grouped into four types, physically, spiritually, socially and economically healthy. Lack of physical activity and exercise will cause adverse effects on the body. Wonosari people who have solid activities can do some physical activities to just relax muscles and blood circulation such as: cycling, walking early in the morning, sweeping the floor, mutual cooperation in the village every day, and others. If you have enough free time someone can exercise. The types of sports that can be done in the Wonosari Urban community include rhythmic gymnastics, soccer, volleyball, badminton and relaxing walking. Sports also have benefits for physical fitness, achieving spiritual, social and economic health in humans. Wonosari merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan ngaliyan Kota Semarang. Masyarakat di Kelurahan Wonosari merupakan kelompok masyarakat suburban. Mereka mempunyai wawasan dan kesadaran yang rendah dalam melakukan olahraga. Olahraga dapat dijadikan sebagai pengembangan potensi, karakter dan peran aktif manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Olahraga mempunyai manfaat dalam segala bidang di lingkungan masyarakat seperti pendidikan, budaya, sosial, ekonomi dan kesehatan. Manusia telah disibukkan dengan aktivitas pragmatisme pada zaman ini. Mereka tidak mengerti bahwa bergerak sangat penting bagi kesehatan dan menjadi harta yang paling berharga yang dapat mereka miliki. Kesehatan dikelompokkan menjadi empat macam, sehat secara jasmani, rohani, sosial dan ekonomi. Kurangnya melakukan aktivitas fisik dan olahraga akan mengakibatkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Masyarakat Wonosari yang mempunyai kegiatan padat dapat melakukan beberapa aktivitas fisik untuk sekedar melemaskan otot maupun melancarkan peredaran darah seperti: bersepeda, jalan pagi, menyapu lantai, gotong royong di desa setiap ahad, dan lainnya. Jika memiliki waktu luang yang cukup banyak seseorang dapat melakukan olahraga. Jenis olahraga yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat Kelurahan Wonosari antara lain senam ritmik, sepakbola, bola voli, badminton dan jalan santai. Olahraga juga mempunyai manfaat untuk kebugaran jasmani, meraih kesehatan secara rohani, sosial dan ekonomi pada manusia.

Membangun Jiwa Enterpreneurship Santri Melalui Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif

Andriyani, Zuanita, Hasan, M Azmi, Wulandari, Retno Ayu

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

According to the demand of the times, islamic boarding should be able to graduate with various skill because not all of the output or graduates will become a scholar or kyai. One of the education that become the provision for students of Raudlotul Quran Islamic Boarding School is entrepreneurship. Entrepreneurship experience gained when in boarding school will be one of the way for graduates to get job prospects that will be able to generate money purse coffers. In this technological era, creative economy is needed in improving the entrepreneurship spirit to develop ideas that will create an innovation. The spirit of entrepreneurship of Islamic boarding school students of Raudlotul Quran will grow with critical thinking, responsive state and creative if there is assistance from people who are more competent. Problems related to the waste of any existing business field will be an additional value after proper processing.After the implementation of creative economic business assistance, the students of raudlatul quran islamic boarding manager of each business field able to process wastes every business sector and increase revenue. Sesuai tuntutan zaman, pesantren harus mampu mencetak lulusan dengan berbagai keterampilan karena tidak semua output atau alumni menjadi seorang ulama atau kyai. Salah satu pendidikan yang menjadi bekal bagi santri Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an adalah berwirausaha. Pengalaman berwirausaha yang diperoleh ketika di pesantren akan menjadi salah satu jembatan bagi lulusan untuk mendapatkan prospek pekerjaan yang nantinya dapat menghasilkan pundi pundi uang. Dalam era serba tekhnologi ini, ekonomi kreatif sangat diperlukan dalam meningkatkan jiwa entrepreneurship untuk mengembangkan ide maupun gagasan yang nantinya akan menciptakan suatu inovasi. Jiwa entrepreneurship santri pondok pesantren Raudlotul Qur’an akan berkembang disertai pemikiran yang kritis, tanggap keadaan dan kreatif jika ada pendampingan dari orang-orang yang lebih berkompeten. Permasalahan terkait limbah-limbah dari setiap bidang usaha yang ada akan menjadi nilai tambahan setelah dilakukan pengolahan dengan tepat. Setelah dilaksanakan pendampingan usaha ekonomi kreatif, santri-santri pengelola setiap bidang usaha mampu mengolah limbah-limbah setiap sektor usaha dan menambah pendapatan.

Pengembangan Potensi Ekonomi Desa dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa

Tarmidzi, Tarmidzi, Arismiyati, Ifka

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Village Owned Enterprises (BUMDes) are an alternative to improve rural economies. BUMDes was born as a new approach in efforts to improve the village economy based on the needs and potential of the village. The management of BUMDes is fully carried out by the village community, namely from the village, by the village, and for the village. Babalan Lor Village, Bojong Subdistrict, Pekalongan Regency, is currently forming BUMDes as a community economic institution. If viewed from its potential, this village has great potential for the establishment of BUMDes as a place to accommodate the economic activities of the community and public service institutions in the community. This study aims to explore the Village Potential to be managed by Village-Owned Enterprises in order to improve the welfare of the community. This research uses Community Based Research method, in which the research is carried out in several stages, namely: in-depth interview with participants who are key actors in the BUMDes, the next stage conducts Group Discussion based on the interest groups in the village, and in the final stage Focus Group Discussion where discussions are carried out by various interested parties. The results of this study indicate that the potential of the Village that can be managed by BUMDes is expected to bring about changes in the economic and social fields. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ekonomi di pedesaan. BUMDes lahir sebagai suatu pendekatan baru dalam usaha peningkatan ekonomi desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Pengelolaan BUMDes sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat desa, yaitu dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Desa Babalan Lor Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, saat ini baru membentuk BUMDes sebagai lembaga perekonomian masyarakat. Jika dilihat dari potensinya, Desa ini memiliki potensi besar untuk berdirinya BUMDes sebagai penampung kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat dan lembaga pelayanan publik masayarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali Potensi Desa untuk dikelola Badan Usaha Milik Desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Community Based Research, di mana penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: in-depth interview dengan partisipan yang menjadi aktor kunci dalam BUMDes, tahap selanjutnya melakukan Diskusi Kelompok berdasarkan kelompok kepentingan yang ada di desa tersebut, dan pada tahap akhir dilakukan Focus Group Discussion dimana diskusi dilakukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan potensi Desa yang dapat dikelola BUMDes yang diharapkan dapat membawa perubahan di bidang ekonomi dan sosial.

Pendampingan Desain Layanan Madrasah berbasis Website pada YPI Nahdlotusy Syubban

Anwar, Edi Daenuri

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Community service has been done to the subject YPI Nahdlotusy Syubban Sarimulyo Winong. This foundation oversee its four units of education; TPQ / Madin, RA, MI and MTs. The approach on this research is   partipatory action research/PAR. The focus in this community service  is designing website to all unit if servicesof madrasah atYPINahdlotusy Syubban.With the approach of PAR it is expected the participants cooperate to make changes, to solve the existing problems.The Research is divided into three stages, mapping, acting  and evaluatiing. The results of mapping been succeeded by sharing between researchers, the head of TPQ/ Madin, RA, MI and MTs and the head of Yayasan foundation. Finally  website service with name www.yapinasya-pati.sch.id succesfully formed. The next stage is conducting workshop with the expert of designing web. The participants are the head of all each unit, admin of any units and several teachers. The output of this workshop is all participants have proficient in the management  of the web. Pengabdian dengan subjek Yayasan Pendidikan Islam (YPI)  Nahdlotusy Syubban Sarimulyo Winong Pati telah terlaksana. Yayasan ini menaungi empat unit pendidikan yaitu TPQ/Madin, RA, MI dan MTs. Pendekatan  yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu PAR ( partipatory action research). Fokus dampingan  dalam pengabdian ini adalah desain website untuk layanan madrasah dari unit-unit YPI Nahdlotusy Syubban. Dengan pendekatan PAR diharapkan Subjek dampingan melakukan perubahan untuk memecahkan solusi dari problem yang ada. Pengabdian ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu mapping lokasi, tindakan dan evaluasi. Hasil mapping lokasi yang dilanjutkan melalui sharing antara peneliti, kepala sekolah setiap unit YPI Nahdlotusy Syubban meliputi  TPQ/Madin, RA, MI dan MTs beserta  pengurus  yayasan. Akhirnya diusulkan dibentuklah website layanan dengan nama www.yapinasya-pati.sch.id sebagai web layanan madrasah.Kemudian dilanjutkan tindakan berupa workshop dengan narasumber ahli desain web dan peserta masing kepala masing-masing unit,   admin  dari setiap unit dan beberapa guru.  Output workshop berupa admin website dari masing-masing unit sudah mahir dalam manajemen web.

Pendampingan Penguatan Literasi Bahasa Inggris Anak melalui “Multiple Stories-Reading”

Dewi, Nuna Mustikawati, Widyaningrum, Lulut

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

English as an international language is needed for community to socialize each other. That is why learning English is important, formal and informal, for young learners to achieve the target of learning English in accordance with curriculum demands. For this reason, it is necessary to apply joyful learning for young learners. Multiple Stories-reading is one of the great methodsto be implemented through several stages: stimuli through novel words, stories and illustrations, followed by story exposure (story reading and listening), Animation task (integration of new words), Phonological recall and Definition of words. This community service in Jatisari village, Mijen Semarang, was aimed  to help the young learners, to improve their English language skills by strengthening English literacy through multiple stories-reading. It was preceded by observation, and the implementation of this method was carried out by socialization, the preparation stage, and the implementation phase. The results of the application method were as followed:  they got new vocabulary from various kinds of stories, and obtained directly by them through transferring ideas, values, characters, good-bad and ideologies. Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional diperlukan dalam masyarakat untuk saling bersosialisasi. Oleh karena itulah diperlukan pembelajaran yang baik, formal dan informal, sejak anak-anak agar tercapai target pembelajaran bahasa Inggris sesuai dengan tuntutan kurikulumm. Untuk itulah diperlukan penerapan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak (young learners). Multiple Stories-reading merupakan salah astu metode yang bisa diterapkan untuk anak-anak melalui beberapa tahapan yaitu: stimuli melalui novel words, stories dan ilustrasi, dilanjutkan dengan story exposure (pembacaan cerita dan anak-anak mendengarkan), animasi task (integrasi kata-kata baru yang didengar), dan phonological recall (pengulangan cara membaca), serta definisi kata-kata. Pengabdian kepada masyarakat di desa Jatisari, Mijen Semarang, bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan penguatan literasi Bahasa Inggris melalui ‘multiple stories-reading. Dengan didahului dengan observasi, implementasi metode ini dilaksanakan dengan diawali dengan sosialisasi, tahap persiapan, dan tahap pelaksanaan. Hasil dari penerapan metode ini antara lain; anak-anak mendapatkan kosa-kata baru dari berbagai macam cerita, dengan diperoleh langsung oleh mereka melalui transfer ide, nilai, karakter, baik-buruk dan ideologi.

Strategi Pemberdayaan Komunitas Perempuan Miskin Berbasis Agribisnis

Haryono, Dedi, Wisadirana, Darsono, Chawa, Anif Fatma

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The feminization of poverty is one of the major issues in the implementation of development in the Provincial Government of East Java. The main problem is centered on the helplessness and vulnerability in groups of poor and very poor. Approach to empowering the female head of households to develop productive business by utilizing local potential is expected to be one of the alternative solutions to solve the problem of poverty. Various problems that arise later in the implementation to running empowerment of female households head is starting from limited access to working capital, low levels of formal education members, lack of knowledge (soft skills and hard skills), time constraints in dividing roles in the family and work, lack of trust for women doing self actualization, and low self reliance in the decision making process is a real obstacle faced in developing empowerment. The results of this study are as follows; the pattern of the active participation of poor women is needed to overcome the inhibiting factors and optimize a contributing factor in the empowerment process, the strategy of community empowerment of poor women by establishing the Agribusiness Microfinance Institutions (LKMA) and overall support of stakeholders for members of the group community empowerment consisting of poor female head of households. Feminisasi kemiskinan merupakan salah satu isu utama dalam pelaksanaan pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Masalah utama difokuskan pada ketidakberdayaan dan kerentanan pada golongan penduduk miskin dan sangat miskin pada kelompok kepala rumah tangga perempuan. Pendekatan pemberdayaan kelompok kepala rumah tangga perempuan tersebut untuk mengembangkan usaha produktif dengan memanfaatkan potensi lokal diharapkan menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah kemiskinan. Berbagai permasalahan yang muncul kemudian pada pelaksanaan pemberdayaan kelompok kepala rumah tangga perempuan adalah dimulai dari keterbatasan akses terhadap modal kerja, rendahnya tingkat pendidikan formal anggota, keterbatasan pengetahuan (soft skill) dan keterampilan (hard skill), keterbatasan waktu dalam membagi peran dalam keluarga dan pekerjaan, kurangnya rasa percaya diri perempuan dalam beraktualisasi, dan rendahnya kemandirian dalam proses pengambilan keputusan merupakan hambatan yang nyata dihadapi dalam mengembangkan usaha pemberdayaan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa bentuk dan pola partisipasi aktif perempuan miskin sangat diperlukan untuk mengatasi faktor penghambat dan mengoptimalkan faktor pendukung dalam proses pemberdayaan, strategi pemberdayaan komunitas perempuan miskin dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) dan dukungan menyeluruh pihak pemangku kepentingan (stakeholders) kepada anggota kelompok pemberdayaan yang terdiri dari kepala rumah tangga perempuan miskin.

Penguatan Kompetensi Guru MTs Di Ngaliyan melalui Seni Publik Speaking

Mamun, Nadiah

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Good public speaking skills are absolutely necessary for teachers. Teachers are expected not only smart in the understanding of teaching materials, but also skilled in communicating, especially communication in public. With good public speaking skills they can communicate anything to the community effectively and efficiently. Thus, the community will be more able to entrust their children to be educated in Madrasah Tsanawiyah. This devotional activity is divided into two main activities, namely training on public speaking and followed by mentoring activities to teachers in Madrasah Tsanawiyah Fatahillah. This Public Speaking Training has received a very positive response from the Head of Madrasah Tsanawiyah Fatahillah and the teachers. They are eager to follow session after session of skills. After attending this public speaking training, teachers must continue to hone and train their skills, in order to increase their skill and professional in communicating with the students and the community. This training will be done continuously to support the professionalism of lecturers and community of public speaking lovers. Ketrampilan berbicara publik yang handal ternyata mutlak diperlukan oleh para guru. Guru diharapkan tidak sekadar pintar dalam pemahaman materi ajar, tetapi juga terampil dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi di depan umum. Dengan ketrampilan Public speaking yang baik mereka dapat mengkomunikasikan apa saja kepada masyarakat secara efektif dan efesien. Dengan demikian, masyarakat akan lebih dapat mempercayakan anak-anak mereka untuk dididik di MTS. Pelatihan Public Speaking ini ternyata mendapat tanggapan yang sangat positif dari Ibu Kepala MTS Fatahillah dan para guru. Dan mereka bersemangat dalam mengikuti sesi demi sesi ketrampilan. Setelah mengikuti pelatihan public speaking ini, para guru harus tetap mengasah dan melatih kemampuannya, agar bertambah trampil dan profesional dalam berkomunikasi dengan para murid dan masyarakat. Pelatihan ini akan kita lakukan terus-menerus untuk menunjang profesionalisme dosen dan masyarakat pencinta public speaking.

PERAN PENYULUH AGAMA SEBAGAI MEDIATOR NON AJUDIKASI TERHADAP PIHAK SENGKETA

Asiqah, Laili, Syamhari, Hari, Fatimah, Siti

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Courts are not the only media to resolve cases for the parties to the dispute. There are still other ways out of court that are actually more appropriate and quick to resolve cases of dispute and / or crime, is mediation. In the Religious Courts have also been introduced to mediation to further enhance the peace efforts that have been undertaken to improve broken family relationships (want to separate / talaq). One of the alternatives presented in solving a divorce case is based on a win-win solution. The problem to be studied in this article is how the duties and responsibilities of religious instructors in carrying out their profession to provide advocacy, mentoring, and mediate non ajudikasi based on the principle of help-help, cling to the source of Islamic teachings. Second, the role of religious counselor in the mediation of divorce dispute cases should be competent, so that no party is harmed. Pengelolan Pengadilan bukan satu-satunya media untuk menyelesaikan perkara bagi para pihak yangbersengketa. Masih ada cara lain di luar pengadilan yang sebenarnya lebih tepat dan cepat untukmenyelesaikan kasus sengketa dan atau kriminal, yaitu mediasi. Di PengadilanAgama juga telah diperkenalkan dengan mediasi guna lebih meningkatkanupaya-upaya damai yang selama ini dijalankan untuk memperbaiki hubungankeluarga yang sedang retak (ingin berpisah/talaq).Salah satu alternatif yang disuguhkan dalam menyelesaikan perkara perceraian adalah berdasarkan pada konsep sama-sama menang (win-win solution). Permasalahan yang akan dikaji dalam artikel ini adalah bagaimana tugas dan tanggung jawab penyuluh agama dalam menjalankan profesinya untuk memberikan advokasi ,pendampingan, dan menjadi mediator non ajudikasi berdasarkan pada prinsip tolong-menolong, berpegang teguh pada sumber ajaran agama Islam. Kedua, peran penyuluh agama dalam mediasi perkara sengketa perceraian sebaiknya harus kompeten, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Pendampingan Penyusunan Kurikulum Peduli Hak Anak Dan Hak Asasi Manusia Pada PAUD Basmala

Masykur, Ali, Sukiram, Sukiram

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper tries to elaborate on the assistance efforts to create a curriculum that is child-friendly and human rights-friendly. Assistance is done at PAUD of Basmala Grobogan. The child is the future determinant of a nation. The guarantee of the rights and protection of children is to ensure the fulfillment of the rights of the child, in order to live, grow, develop and participate optimally in accordance with human nature and dignity, and get protection from violence and discrimination for the realization of quality Indonesian children, morality and prosperity absolutely necessary to ensure a good growth mentally, spiritually and socially. Early childhood education provides a basic foundation and character formation in the golden age of children in life. A good curriculum and learning method and ensuring the rights of children and human rights are absolutely given for the childs future in the form of non-discrimination, the best interests of the child, survival and development, respect for childrens opinions. Tulisan ini mencoba menguraikan upaya pendampingan pembuatan kurikulum yang ramah hak anak dan hak asasi manusia. Pendampingan dilakukan di PAUD Basmala Grobogan. Anak adalah penentu masa depan suatu bangsa. Jaminan hak dan perlindungan anak adalah untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak, agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan kodrat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera mutlak diperlukan untuk menjamin tumbuh kembang baik mental, spritual dan sosial. Pendidikan anak usia dini memberikan landasan pokok dan pembentukan karakter di masa emas anak dalam meniti kehidupan. Kurikulum dan metode pembelajaran yang baik dan menjamin diberikannya hak anak dan hak asasi manusia mutlak diberikan demi masa depan anak berupa non diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan perkembangan, penghargaan terhadap pendapat anak.