cover
Filter by Year
NADWA
ISSN : -     EISSN : -
Articles
153
Articles
Learning Development Based On Multicultural In Inclusion School

Wahid, Abdul, Sugiharto, DYP., Samsudi, Samsudi, Haryono, Haryono

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.593 KB)

Abstract

The aim of the study was to describe the development of multicultural-based inclusion learning in TK Talenta Semarang. This type of research is qualitative descriptive. The findings in this study are that first, multicultural-based inclusion learning is more emphasized in the implementation and evaluation of learning, second, multicultural values grow in students through activities in religious centers that emphasize social piety respecting differences, third: differences in institutions inclusive education is a miniature of diversity in ethnicity, race and religion.AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran inklusi berbasis multikultural di TK Talenta Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa pertama, pembelajaran inklusi berbasis multi kultural lebih ditekankan pada pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, kedua, Nilai-nilai multikultural tumbuh dalam pribadi siswa melalui kegiatan di sentra agama yang menekankan kesalehan sosial menghormati perbedaan, ketiga : perbedaan yang ada di lembaga pendidikan inklusi merupakan miniatur dari keragaman suku, ras dan agama. 

Model of Religious Culture Education and Humanity

Abdullah, Muhammad Luthfi, Syahri, Akhmad

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.956 KB)

Abstract

This study aims to find out how the model of religious cultural education to create human character. This study uses a qualitative method. The research subjects were students at the Darut Tauhid Islamic boarding school in Bandung. The results of the study show that there are 8 (eight) religious cultures implemented in education and become a spirit to form human values, namely TSP (Resistant to littering, storing garbage in its place, picking up garbage insha Allah blessing); Bebaskomiba (Messing, Wet-Drying, Dirty-Cleaning, Leaning, Dangerous)); three M, five K, profit concept, five S, five dont, seven B.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pendidikan budaya berbasis agama untuk membentuk nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa di pesantren Darut Tauhid Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 8 (delapan) budaya agama yang diimplementasikan dalam pendidikan dan menjadi semangat untuk membentuk nilai-nilai kemanusiaan yaitu TSP (Tahan dari buang sampah sembarangan, Simpan sampah pada tempatnya,Pungut sampah insya Allah berkah); Bebaskomiba (Berantakan-rapikan, Basah-keringkan, Kotor-bersihkan, Miring-luruskan, Bahaya-amankan); tiga M, lima K, konsep untung, lima S, lima jangan, tujuh B.  Kata Kunci: Model Pendidikan; Budaya Agama; Nilai Kemanusiaan Islam; Program Pesantren Mahasiswa; Daarut Tauhiid

Islamic Education in Supporting De-radicalization: A Review of Islamic Education in Pondok Pesantren

Amin, Muhammad Ikhsanul, Haryani, Tiyas Nur, Arifah, Nur Hidayatul, Husna, Arina Mardhiyana

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.99 KB)

Abstract

This article present of the result of research about pondok pesantren (Islamic religious boarding school) education in confronting radicalism, focusing in researching the efforts of Pondok Pesantren Darusy Syuhadah in confronting radicalism. Collecting qualitative data through observation, documentation, and purposively sampled interviews. The result shows that pesantrens have a significant role in overcoming radicalism through its management of education model and curricula. Pondok Pesantren Darusy Syuhadah with Salaf education model build teaching and education to create generation of da’i (Islamic missionaries) and teachers of Islamic religion, so the curriculum prioritizes politeness and away from radicalism. AbstrakArtikel ini mempresentasikan hasil penelitian tentang pendidikan pondok pesantren dalam menghadapi radikalisme, memfokuskan pada upaya yang dilakukan pesantren Salaf di Pondok Pesantren Darusy Syuhadah dalam menghadapi radikalisme. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara purposive sampeling. Hasilnya menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi radikalisme melalui pengelolaan model pendidikan dan kurikulumnya. Pondok Pesantren Darusy Syuhadah dengan model pendidikan Salaf membangun pengajaran dan pendidikan untuk menciptakan generasi da'i dan guru agama Islam, sehingga kurikulumnya mengutamakan kesantunan dan jauh dari radikalisme. 

The Importance of Problem Based Learning in Islamic Higher Education

Kholis, Nur

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.746 KB)

Abstract

This article aims to explain the importance of applying the Problem Based Learning (PBL) method in Islamic Religious Colleges (PTKI). this study uses literature review. The results of the study indicate that PBL is a constructive learning method that uses problems as a trigger for the learning process. This method is important for students in Islamic higher education in constructing their own learning experiences and knowledge, to improve critical thinking skills, problem solving, train communication skills, and improve student learning outcomes. AbstrakArtikel ini bertujuan memaparkan tentang pentingnya penerapan metode Problem Based Learning (PBL) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL adalah metode pembelajaran konstruktivistik yang menggunakan masalah sebagai pemicu proses pembelajaran. Metode ini penting untuk mahasiswa di pendidikan tinggi Islam dalam mengkonstruk pengalaman belajar dan pengetahuan sendiri, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, melatih keterampilan komunikasi, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. 

College Students’ Perception about the Implementation of Democratic and Humanist Learning Model in State Islamic Institute (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Asiah.T, Siti, Anwar, Herson

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.019 KB)

Abstract

This research aims to analyse the perception of students of Islamic Education Management Study Program at Faculty of Teacher Training and Education, Islamic State University (IAIN) Sultan Amai Gorontalo about the implementation of democratic and humanist learning model. The sample used in the research was 98 respondents. The data analysis technique used was descriptive statistic by using Weighted Means Score (WMS) formula. The research result about student perception showed that lecturers at Islamic Education Management Study Program had already been applied democratic and humanist learning model perfectly in the interactive learning condition. To realize a democratic and humanist learning model, lecturer figure is needed that has the knowledge and ability to develop a model of democratic and humanist learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis persepsi mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo tentang penerapan model pembelajaran yang demokratis dan humanis. Jumlah sampel adalah 98 responden. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus Weighted Means Score (WMS). Hasil penelitian mengenai persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa model pembelajaran demokratis dan humanis sudah diterapkan dengan baik dalam suasana pembelajaran yang interaksi dan interaktif. Untuk mewujudkan model pembelajaran yang demokratis dan humanis, diperlukan sosok dosen yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengembangkan model pembelajaran demokratis dan humanis

The Growth of Learning Enthusiasm at the Emeyodere Muslim Minority Education Institution in West Papua

Wekke, Ismail Suardi, Ruaidah, Fitri, Wardi, Moh.

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.392 KB)

Abstract

The purpose of this study was to find out what factors could trigger the enthusiasm of the Emeyodere foundation students. This study uses a qualitative descriptive research method. The results showed that first, the leadership factor of the foundation, the foundation aim was to elevating the Kokoda tribe from educational backwardness. Second, motivation factor. Third, aid factor, the foundation provides assistance or donations such as books, stationery for every semester, school uniforms for disadvantaged students, and supplementary meals every two weeks.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat memicu semangat peserta didik yayasan Emeyodere. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Faktor kepemimpinan yayasan, yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk mengangkat derajat suku Kokoda dari keterbelakangan pendidikan. Kedua, faktor motivasi, ketiga, faktor bantuan, pihak yayasan memberikan bantuan atau sumbangan berupa buku-buku dan alat tulis pada setiap semester, seragam sekolah bagi peserta didik yang  kurang mampu, dan makanan tambahan setiap dua minggu sekali.

The Cultivation of Tolerance Value in Madrasah through Tahfidh Hadits

Musyafiq, Ahmad

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.961 KB)

Abstract

This article will analyze the content and learning process of the tahfidh hadith in Integrated Madrasah Ibtidaiyah (MIT) Nurul Islam Ngaliyan Semarang related to the cultivation of tolerance values. This study uses content analysis and in-depth interviews. The results of this study are that first, most of the contents of the tahfid hadith package contain ghairu mahdlah (social) worship which reaches 83%, in which there is a tolerance value, while the hadith about worship is 17%. Second, the tahfidh learning process uses a variety of methods, namely writing, reading, memorizing, translating and monitoring the application of the values contained in the hadith in everyday life. AbstrakArtikel ini akan menganalisa isi dan proses pembelajaran hadis tahfidh di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT)  Nurul Islam Ngaliyan Semarang terkait dengan penanaman nilai-nilai toleransi. Penelitian ini menggunakan analisis isi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini adalah bahwa pertama, sebagian besar isi paket hadis tahfidh memuat ibadah ghairu mahdlah (sosial) yang mencapai 83%, yang di dalamnya terdapat nilai toleransi, sedangkan hadits tentang ibadah mahdhah 17%. Kedua, Proses pembelajaran tahfidh menggunakan berbagai variasi metode yaitu menulis, membaca, menghafal, menerjemah dan pemantauan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam hadits dalam kehidupan sehari-hari . 

The Search For Islamic Studies Information Through Smartphones By Visual Impairments Disability

Hafiar, Hanny, Subekti, Priyo, Budiana, Heru Ryanto

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.296 KB)

Abstract

This study will find out the pattern of information retrieval about Islamic studies carried out by visual impairments people. This study uses a case study method. Respondents in this study were Muslim women with disabilities in the rehabilitation complex of the blind Wiyataguna, Bandung. The results showed that people with visual impairments used narrative sounds on their mobile phones to capture narrative voice abilities that were arranged at high speed. At first they used standard speed settings, but when the skill of capturing audio through the sense of hearing increased, they set the pace of the narrative to be very fast, so that other people had difficulty listening to it.AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pola pengambilan informasi mengenai studi Islam yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim penyandang cacat yang berada di komplek rehabilitasi orang buta Wiyataguna, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan menggunakan suara naratif pada handphone untuk menangkap kemampuan suara naratif yang diatur dengan kecepatan tinggi. Pada mulanya mereka menggunakan pengaturan kecepatan standar, namun ketika  keterampilan  menangkap audio melalui indera pendengaran meningkat, mereka mengatur laju narasi menjadi sangat cepat, sehingga orang lain sulit untuk mendengarkannya.

Internalization of Tolerance Values in Islamic Education

Nugroho, Puspo

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.168 KB)

Abstract

The purpose of this paper is to know the internalization process of religious tolerance values such as tauhid, rahmah, musawah in educational institutions. This study took place in the SMP Muhammadiyah Salatiga, the Junior High School, which using a qualitative approach. The results of this study are that first, to put tolerance values into the curriculum, second, to develop vertical relationships in Allah SWT and horizontal fellow humans, third, to emphasize the implementation of tolerance values in the daily lives of students in realizing Islam rahmatan lil alamin,  Fourth,  the teacher gives examples of tolerance behavior in the learning process.AbstrakTujuan tulisan ini ingin mengetahui proses internallisasi nilai-nilai toleransi beragama seperti tauhid, rahmah, musawah di lembaga pendidikan. Penelitian ini mengambil lokasi di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Salatiga dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah  pertama memasukkan nilai-nilai toleransi ke dalam kurikulum, kedua : membangun hubungan vertikal pada Allah SWT dan horizontal sesama manusia, ketiga: menekankan pelaksanaan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari siswa dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. Ke empat: guru memberi contoh prilaku toleransi dalam proses pembelajaran. 

Analysis Study of Parental Choice of Education in The Millenial Era

Fauzi, Ahmad, BR, Rosyadi, Baharun, Hasan

Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.415 KB)

Abstract

This article discusses parents' choices about the model of Islamic education in the millennial era. This study uses the library method. The results showed that parents had several criteria in determining the choice of educational models in the millennial era, namely a). schools that provide a lot of religious material b). combining religion and science, c). giving reinforcement to monotheism, d). madrasas that have vision, mission with good management. E). madrasas that have the same status as public schools. AbstrakArtikel ini membahas pilihan orang tua tentang model pendidikan Islam di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki beberapa kriteria dalam menentukan pilihan model pendidikan di era millennial yaitu a). sekolah yang banyak memberikan materi agama b). mengkombinasikan agama dan sains, c). memberikan penguatan pada tauhid, d). madrasah yang memiliki visi, misi dengan pengelolaan manajemen yang baik. E). madrasah yang memiliki status yang sama dengan sekolah umum