cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Caraka Tani - Agriculture Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
TAMPILAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH YANG MENDAPAT PERBAIKAN MANAJEMAN PEMELIHARAAN Utomo, B.; D P., Miranti
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan kajian dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbaikan manajemen pemeliharaan terutama peningkatan kualitas pemberian pakan dan perkandangan terhadap produksi susu sapi perah. Kajian dilakukan di  Desa  Kembang Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.   Lokasi kegiatan kajian tersebut merupakan Program Prima Tani (Program Rinitisan  dan  Akselerasi   Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian). Kegiatan kajian dilakukan dengan melibatkan anggota kelompok tani ternak secara partisipatif. Pengamatan dilakukan terhadap sapi perah periode laktasi kedua sebanyak delapan ekor, dimana empat ekor sapi perah dipelihara dengan sistem petani dan empat ekor dipelihara dengan sistem introduksi (perbaikan manajemen pemeliharaan/perbaikan kualitas pakan dan perkandangan). Pakan yang yang diberikan berupa konsentrat, hijauan (rumput gajah) dan singkong segar. Pemerahan susu dilakukan satu kali pada pagi hari. Data yang diambil meliputi produksi susu, konsumsi pakan dan berat jenis (BJ) susu. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan nilai rataan dan simpangan baku dan selanjutnya diuji dengan uji t. Hasil kajian  menunjukkan bahwa  terdapat  perbedaan antara  pemeliharaan pola  petani  dengan  pola  perbaikan manajemen pemeliharaan. Produksi susu sapi perah yang dihasilkan rata-rata sebanyak 7,08 + 0,31 l/ekor/hr dan 4,59 + 0,39 l/ekor/hr, masing-masing untuk sistem perbaikan manajemen pemeliharaan dan sistem petani. Konsumsi Bahan Kering (BK)  dengan sistem petani  rata-rata 7,79 + 0,61 kg/ekor/hr dan sistem perbaikan manajemen pemeliharaan 8,29 + 0,61 kg/ekor/hr. Berat jenis susu dengan sistem petani  rata-rata 1,0253 dan1,0271 sistem perbaikan manajemen pemeliharaan. Hasil kegiatan kajian dapat disimpulkan bahwa dengan sistem perbaikan manajemen pemeliharaan sapi perah dapat meningkatkan produksi susu.
PILIHAN PETANI PADA KELEMBAGAAN LAHAN USAHATANI TANAMAN PANGAN DI PARANGGUPITO KABUPATEN WONOGIRI Suwarto, Suwarto; Harisudin, Mohd; Antriandarti, Ernoiz
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan lahan kelembagaan  di pertanian tanaman bagi  petani dapat  dipengaruhi oleh  situasi dan kondisi para   petani   yang bekerja   di   bidang kelembagaan.   Kelembagaan lahan di   peternakan adalah penting, sehingga  adalah sebuah kebutuhan untuk mengetahui tanah  kelembagaan yang saat ini ada di suatu daerah  bersama dengan faktor-faktor yang  mempengaruhi pilihan tanah kelembagaan bagi petani.Penelitian ini  dirancang untuk  menjawab  permasalahan penelitian  sebagai  berikut: (1)  untuk  mengeksplorasi dan menjelaskan luas lahan kering  kelembagaan penelitian dalam kondisi  saat ini, dan (2) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan lahan kering kelembagaan pada tanaman pertanian. Lokasi penelitian digunakan daerah  pedesaan  miskin yang berada  jauh dari kota, Bandungan   dan   Dusun  Parang Kulon Hamlet, Paranggupito Kabupaten, wilayah  selatan Kabupaten Wonogiri, ± 70 km dari  Ibukota Wonogiri. Pemilihan lokasi yang relatif jauh dari kota dimaksudkan untuk mendapatkan informasi  lengkap tentang tanah kelembagaan. Ada 32 rumah tangga pertanian di kedua dusun yang memiliki kerja sama di tanah kelembagaan sebagai responden. Penelitian ini dilakukan mendalam survei dan penilaian. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa kerjasama di atas lahan tanah kelembagaan ada gadai,sewa, sakap, dan pinjaman. Berbagai faktor yang  mempengaruhi pilihan petani di daerah kelembagaan diketahui, yaitu: posisi tawar petani yang  bekerja sama, jarak lahan oleh petani, dan kekerabatan.
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KEDELAI DI KABUPATEN SUKOHARJO Rahayu, Wiwit; Riptanti, Erlyna Wida
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research  ordering  to analyze  the greatest  affecting  of production  factors  to the production result in soybean farm in Sukoharjo Regency and to find out whether the farmer in  Sukoharjo Regency had  reached  the highest  economic  efficiency.    The  main  method  of research  was  descriptive  and  the technique was by using survey. The research was conducted in Sukoharjo Regency.  The research took 30 farmers  as  the  sample.  The  samples  are  monoculture  soybean    farmer  which  selected  by   purpusive sampling.    The  result  of the doubled-linier  regression  analysis  performed  that  the  production  factors which gave the greatest affecting to the result of soybean production is large of land.  The large of land has linier comparison effect to the production result of soybean and affected to the  production result of soybean,  means addition of production factor of seeds exactly will be bring increase the production result of soybean. Based on the maximum profit  approach can be found out that the combination of the use of production factors in soybean farm in Sukoharjo Regency not yet optimal. It means that the soybean farm needs combination of increasing and or decreasing production factors to optimize the use of production factor.
INTRODUKSI DAUN KERING LEGUMINOSA POHON SEBAGAI SUMBER PROTEIN DALAM PAKAN-KOMPLIT UNTUK TERNAK DOMBA DARA Nuschati, Ulin; Utomo, Budi; Prawirodigdo, S.
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu  penelitian  dilakukan  untuk  menguji  pengaruh  tiga  formula  pakan  komplit  menggunakan sumber  protein daun lamtoro  (Pakan1),  glirisidia  (Pakan2),  dan kaliandra  (Pakan3)  terhadap  penampilan reproduksi domba ekor tipis.  Penelitian menggunakan 18 ekor domba dara ekor tipis (kira-kira berumur 8 bulan)  yang  ditempatkan   dalam  ruangan  bersekat  (individual)   pada  kandang  pangung  milik  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah di Ungaran.  Masing-masing ternak secara acak diberi salah satu di antara ketiga macam pakan percobaan tersebut.  Di samping itu penelitian ini juga menggunakan 3 ekor pejantan  domba ekor gemuk.   Variabel yang dievaluasi  antara lain konsumsi  pakan, pertumbuhan ternak,  umur  awal  kawin,  bobot  awal  kawin  serta  tingkat  kebuntingan   ternak.     Hasil  penelitian menunjukkan bahwa domba dara yang diberi Pakan2  mengkonsumsi bahan kering pakan (535,7 g/h) lebih tinggi  (P<0,05)  dari  pada  yang  menerima  Pakan1   (489,7  g/h)  maupun  Pakan3   (500,3  g/h).    Data  ini menjelaskan bahwa palatabilitas Pakan2  adalah yang terbaik di antara ketiga pakan percobaan.  Konsisten dengan  itu, pertambahan  bobot hidup (37,4 g/h) dan bobot  kawin awal (17,88  kg) domba  yang diberi pakan komplit daun glirisidia (Pakan2) juga lebih tinggi (P<0,05) dari yang menerima Pakan1  (21 g/h dan 15,88kg)  maupun yang mengkonsumsi  Pakan3  (20,4 g/h dan 16,37 kg).   Meskipun  demikian,  pengaruh perbedaan penggunaan daun leguminosa kering dalam pakan terhadap tingkat kebuntingan ternak domba tidak bermakna  (66.7% : 66,7% : 60%, masing-masing  untuk ternak yang menerima  Pakan1  : Pakan2  : Pakan3).  Secara keseluruhan penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa penggunaan daun leguminosa kering sebagai sumber protein dalam pakan komplit pada perbibitan domba tidak menimbulkan  dampak negatif.
INOVASI PRODUK ES KRIM SUSU KAMBING ETAWA-UBI UNGU Ferichani, Minar; Darsono, Darsono; Supanggyo, Supanggyo
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi produk Es Krim Susu Kambing Etawa – Ubi Ungu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk olahan susu kambing etawa yang lezat, bergizi, nikmat, dan marketable. Kegiatan penelitian bekerjasama dengan istri-istri peternak kambing etawa yang tergabung dalam KUBE Adi Jaya di Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, serta  dengan  mitra  Jomint  Company,  dilaksanakan  tahun  2011.Pengukuran  kualitas dilakukan  mengukur  satisfaction  terhadap  produk  terdiri  dari  4  indikator  ,  yaitu  taste, appearance, packaging, dan contents (kandungan nutrisi).  Rumus yang digunakan S = P/E, yang  merupakan perbandingan antara  produk  harapan (E) dan  fact  of  product/product performance (P),  dalam hal  ini  bagaimana kinerja  produk  secara  nyata  dalam bersaing dengan produk harapan..  Rumus tersebut merupakan hasil modifikasi konsep Kotler yang menyatakan S = f (E, P).  Kriteria yang digunakan adalah jika S atau Sav ≥ 1 maka produk memiliki tingkat satisfaction tinggi; moderat jika 0.7 < x < 1; dan rendah jika ≤ 0.7.  Produk yang dijadikan kompetitor (E) adalah produk yang sudah mapan dari sisi pemasaran, dalam hal ini penelitian menggunakan produk es krim dari Walls yang merupakan produk Unilever, sedangkan P  adalah produk olahan tim  pascamelalui proses I  dan  II.    Hasil  penelitian menunjukkan bahwa produk memiliki kandungan nutrisi yang lengkap.  Kandungan vitamin C, protein dan serat berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan.   Produk juga mengandung karoten, antioksidan dan antosianin yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas sehingga dapat mencegah kanker dan degenerasi sel.  Dari sisi contents, produk dapat dikatakan “berani” diadu dengan produk es krim yang sudah mapan.   Nilai Sav tertinggi diperoleh  pada  elemen  contents  (1,24),  diikuti  appearance  (0,997),  taste  (0,983),  dan packaging (0,974). Tingkat kepuasan responden terhadap contents produk es krim susu kambing  etawa  tergolong  tinggi  karena  >  1,  sedangkan  untuk  ketiga  elemen  lainnya tergolong moderat-tinggi karena mendekati nilai 1.   Secara total, nilai Sav yang dicapai adalah 1,038, artinya produk es krim susu kambing etawa ubi ungu dapat memuasakan konsumen dengan level tinggi karena > 1.   Produk susu kambing etawa ubi ungu dapat bersaing  dengan  bahkan  lebih  memuaskan dari  produk  es  krim  Walls  dari  sisi  produk (element of marketing mix). Produk Es Krim Susu Kambing Etawa Ubi Ungu mendapat respon yang baik dari ibu-ibu anggota KUBE Adi Jaya maupun yang belum menjadi anggota untuk menjadi usaha bersama, serta dari mitra-mitra Jomint Company selaku partner.
STUDI POTENSI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH “PUTRI CEMPO” SURAKARTA SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG Sudiyono, Sudiyono; Handayanta, Eka
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  potensi dari tempat pembuangan  sampah akhir ( TPA) Putri Cempo Surakarta sebagai sumber pakan sapi potong. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan di beberapa  lokasi  antara  lain 1) TPA  sampah  “Putri  Cempo”  Mojosongo  Surakarta,  untuk  pengambilan sampel  sampah  2) Laboratorium  Biokimia  Nutrisi  Fakultas  Peternakan  UGM  untuk analisis  proksimat (kandungan   nutrien)   sampel  sampah  (organik),   3).  Laboratorium   Pengujian   Veteriner   Balai  Besar Veteriner  (BBVET), Wates Yogyakarta untuk analisis kandungan logam berat (Pb dan Hg) pada sampah organik.  Hasil  pengambilan  sampel  (sampling)  sampah  yang  dibuang  ke  TPA  “Putri  Cempo”  dan dipisahkan     antara sampah organik dan sampah anorganik,  terlihat bahwa jumlah sampah organik jauh lebih banyak daripada yang anorganik. Jumlah sampah organik dari masing-masing sumber sampah yang dibuang di TPA, diantaranya sampah domistik   adalah 63,82%, sampah pasar adalah  83,21% dan sampah umum 67,53%. Hasil analisis proksimat terlihat bahwa kandungan protein (PK)  sampah organik  berkisar antara 10,00 – 12,79%. dan bahan kering (BK) 26,88-34,01 %. Berdasarkan kandungan bahan keringnya, maka total BK sampah organik selama 5 (lima) tahun terakhir adalah berkisar antara 15,81 – 16,56 ribu ton/tahun, jika diasumsikan  bakalan sapi potong yang digemukan dengan bobot badan 300 Kg/ekor dan kemampuan  mengkonsumsi  pakan  (dalam  BK)  sebesar  3%  bobot  badan  (9  Kg/ekor/hari  atau  3.285 Kg/ekor/tahun)   maka   sampah organik tersebut dapat mencukupi 4812 – 5041   ekor. Kandungan logam berat Timbal  atau Plumbum  (Pb) dari sampah organik yang dibuang ke TPA “Putri Cempo”  Surakarta sebesar 12,34 ppm adalah cukup tinggi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini bahwa TPA Putri Cempo Surakarta,  potensial  sebagai sarana penggembalaan  ternak sapi potong,  mengingat  jumlah sampah organik (Bahan Kering) yang dibuang  secara kuantitatif cukup besar yakni 15,81 – 16,56 ribu ton /tahun dan secara kaulitatif masih mengandung  nutrien yang cukup baik yang   dapat dimanfaatkan  oleh sapi potong, akan tetapi tercemar oleh Timbal atau Plumbum (Pb), tetapi tidak tercemar oleh Mercury atau Hydrogyrum (Hg).
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH LOKAL DAN EKS-IMPOR ANGGOTA KOPERASI WARGA MULYA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Sundari, Sundari; Katamso, Katamso
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan kelayakan usaha peternak sapi perah lokal dan impor pada peternak  anggota  koperasi  Warga Mulya. Penelitian  ini dilaksanakan  pada tanggal  15 Mei  sampai  dengan  20 Juni  2005.  Materi  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  27 peternak sapi perah lokal dan 6 peternak sapi perah impor anggota koperasi Warga Mulya di Kabupaten Sleman,  dilakukan  dengan  metode  survey.  Dari hasil penelitian  menunjukkan  bahwa usaha ternak sapi perah lokal mengalami keuntungan sebesar Rp. 565.394,26 per UT/tahun, sedangkan peternak sapi perah impor mengalami  kerugian  sebesar  Rp.84.585,81  per UT/tahun.  Nilai RCR responden  sapi perah lokal1,11  sedangkan  responden  sapi perah  impor  0,98.  Nilai  rentabilitas  peternak  sapi perah  lokal  10,77% sedangkan peternak sapi perah impor –1,55 %. Kesimpulan penelitian ini adalah peternak sapi perah lokal menguntungkan,  sedangkan  peternak sapi perah impor rugi, dan dari analisis secara ekonomi keduanya tidak layak diusahakan.
DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI KABUPATEN KARANGANYAR Barokah, Umi; Supardi, Suprapti; Handayani, Sugiharti Mulya
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Konversi Lahan Pertanian terhadap Pendapatan Rumahtangga Petani di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis besarnya konversi lahan (2) mengidentifikasi dan menganalisis perubahan struktur pendapatan rumah tangga petani dan (3) menganalisis  dampak konversi lahan pertanian terhadap pendapatan rumah tangga petani. Metode dasar  penelitian adalah deskriptif analitis. Penentuan lokasi  kecamatan didasarkan (1)  jumlah penduduk yang bekerja sebagai petani sendiri, (2) jumlah dan jenis industri yang ada serta (3) kemudahan mencapai pusat perkonomian. Kecamatan terpilih adalah Jumantono dan Jaten. Jenis data yang digunakan meliputi (1) data primer yaitu hasil wawancara dengan rumah tangga petani, (2) data sekunder dari instansi terkait .  Metode yang digunakan untuk menganalisis tujuan (1) dan (2) deskriptif eksploratif komparatif dan (3) dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan (1) selama kurun waktu 12 tahun terjadi perubahan fungsi lahan sawah 0,120 hektar per rumah tangga petani; (2) Proporsi pendapatan usahatani berkurang 8,30 % dari 42 % menjadi 33,7   % dan   proporsi pendapatan luar usahatani meningkat 10,30 % dari 54 % menjadi 64,30 %); (3) hasil analisis uji t dengan α = 5 % menunjukkan pendapatan rumah tangga petani sebelum konversi tidak sama dengan sesudah konversi lahan pertanian (pendapatan bertambah Rp 1.482.000 per tahun).
EFEKTIVITAS BETAIN PADA PAKAN AYAM BROILER RENDAH METIONIN BERDASARKAN PARAMETER BERAT BADAN DAN KARKAS Ratriyanto, Adi; Indreswari, Rysca; Sudiyono, Sudiyono
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas betain sebagai donor gugus metil berdasarkan parameter berat badan dan karkas. Sebanyak 100 ekor day old chicken (DOC) ayam broiler digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi secara acak ke dalam 4 perlakuan pakan dengan 5 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Pakan basal disusun dalam kondisi rendah metionin. Pakan kontrol diperoleh dari pakan basal yang disuplementasi metionin sehingga mencukupi kebutuhan yaitu sebesar 5g/kg pada fase starter dan 3,8 g/kg pada fase finisher. Tiga pakan perlakuan lainnya adalah pakan basal yang disuplementasi betain sebesar 1, 2 dan 3 g/kg pakan. Data yang diamati adalah pertambahan berat badan dankarakteristik karkas. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Dunnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi betain sebesar 1 g/kg dan 2 g/kg pakan defisien metionin dapat menghasilkan performan yang setara dengan pakan yang  disuplementasi  metionin.  Suplementasi  betain  pada  pakan  defisien  metionin  dapat menghasilkan karakteristik karkas yang setara dengan suplementasi metionin, yang berarti bahwa betain efektif dalam menghemat penggunaan metionin di dalam pakan ternak unggas. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi betain sebesar 1 dan 2 g/kg pakan dapat menurunkan penggunaan metionindalampakanayam broiler.
TEKNOLOGI GELATINISASI PADA PAKAN SUMBER ENERGI DAN SUPLEMENTASI ASAM AMINO SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PERTUMBUHAN TERNAK RUMINANSIA Widyawati, Susi Dwi
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  yang  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  gelatinisasi  bahan  pakan  sumber  energi dengan cara pengukusan (steaming) dan penggunaannya dalam ransum dalam upaya perbaikan performan domba,  telah dilakukan  di kandang  percobaan  Jatikuwung,  Jurusan  Peternakan  UNS selama  4 (empat) bulan, mulai dari bulan Juni sampai dengan September 2009. Analisis bahan pakan percobaan dikerjakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian UNS.Dua puluh ekor domba jantan dengan bobot badan individual berkisar antara 10 +  0.4 kg, dibagi secara  acak  kedalam  6  perlakuan  ransum.  Ransum  percobaan  terdiri  atas  rumput  raja  dan  konsentrat dengan perbandingan  = 60 : 40 (dasar BK). Perlakuan yang diterapkan  adalah P1:dedak padi, P2:dedak padi kukus, P3:dedak padi kukus +MHA, P4:Onggok,  P5:Onggok kukus dan P6:Onggok  kukus +MHA. Setiap perlakuan diulang 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari satu ekor domba. Anova digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati dan uji DMRT untuk uji beda nyata antar perlakuan.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pengukusan  dan suplementasi  MHA tidak mempengaruhi konsumsi ransum, PBBH dan konversi ransum, keadaan ini memberikan gambaran bahwa perlakuan yang diterapkan   belum   dapat   memperbaiki   konsumsi   yang   berakibat   pada   PBBH,   walaupun   terdapat kecenderungan  peningkatan  pada  konsumsi  dan  PBBH  terutama  pada  dedak  padi.  Namun  konsumsi protein  nyata  (P<0.05)  dipengaruhi  oleh  perlakuan.  Dedak  padi  dalam  ransum  memberikan  konsumsi protein  yang  lebih  tinggi  (P<0.05)  dibandingkan  onggok.  Penurunan  konsumsi  protein  secara  nyata (P<0.05)  diikuti dengan  kecenderungan  PBBH,  hal ini menunjukkan  adanya perbaikan  kualitas  protein dengan pengukusan  dan suplementasi  MHA sehingga terdapat pula kecenderungan  peninglatan  efisiensi penggunaan protein ransum. Pengukusan dedak padi dan suplementasi MHA serta penggunaannya  dalam ransum memberikan pengaruh yang baik pada pertumbuhan dan kualitas protein ransum domba.