cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
KONSELI is a journal published by the Tarbiyah Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KONSELI published twice a year. KONSELI receives articles about The Counseling Education, Guidance and Counseling and Psychology. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam" : 8 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOPING LANSIA TERHADAP MASA PENSIUN DI KELURAHAN YOSOMULYO METRO PUSAT TAHUN 2010 Sari, Dian Eka
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Lansia dengan pensiun merupakan suatu kehilangan yang amat dirasakan oleh lansia tersebut, sehingga menjadi stressor bagi lansia. Untuk mengatasi stress pada lansia pensiun, lansia membutuhkan mekanisme pertahanan diri yang disebut koping. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan peneliti di Puskesmas Batu Ampar, peneliti menemukan lansia yang sudah mengalami gangguan mental emosional sebanyak 3 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan koping lansia terhadap masa pensiun di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat tahun 2010. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain analitik. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang telah pensiun (usia ≥ 60 tahun) di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat sebanyak 287 orang. Sampel sejumlah 81 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisa data yang digunakan adalah uji chi square.Hasil penelitian didapat rata-rata umur responden yaitu 66,69 tahun, berjenis kelamin laki-laki 51,9%, berpendidikan tinggi 53,1%, bekerja sebagai PNS/POLRI/TNI sebelum pensiun 90,1%, sosial ekonomi rendah 9.9%, tidak mendapatkan dukungan keluarga 50,6%, memiliki koping mal adaptif 46,9%, Ada hubungan yang signifikan antara umur (P value 0,000), jenis kelamin (P value 0,001 dengan OR 5,000), pendidikan (P value 0,037 dengan OR 2,862), pekerjaan (P value 0,002 dengan OR 2,433), pendapatan (P value 0,023 dengan OR 9,484), dukungan keluarga dengan koping lansia (P value 0,019 dengan OR 3,245). Saran kepada petugas kesehatan agar meningkatkan Program Promosi Kesehatan mengenai mekanisme koping adaptif yang dapat lansia gunakan dalam menghadapi masalahnya dan menyediakan layanan konsultasi kesehatan jiwa/psikologi pada lansia yang biasa menggunakan mekanisme mal adaptif.
PENGARUH TERAPI SUPORTIF KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN BOGOR TIMUR Damayanti, Rika; Hernawaty, Tati
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental illness experienced by 96 people among 12.392 inhabitants in District of Bubulak, West Bogor. At the same time, the knowledge and ability of family are not run well, a serving for psychology health program by Centre of Community Health is not run well, and Family Supportive Group was not exist. The title of this research is The Influence of Family Supportive Group to Family Ability in Taking Care Client with Mental illness in District of Bubulak, West Bogor. The research was aimed to get a comprehensive picture about the influence of Family Supportive Group to family ability in taking care client with Mental illness. Design of the research was using “quasi experimental pre-post test with control group” by using Family Supportive Group intervention. A sample was chosen by using cluster one stage and consist of 74 families with mental illness of client. The group was divided into 2 groups as follows: Group I (Family Supportive Group treatment, 4 times meeting consists of 2 weeks) and Group II (without Family Supportive Group). The family’s cognitive ability, affective ability, and psychomotor ability are valued by using questioner and then the results of questioners are analyzed by using dependent-t test, independent t-test, Chi-Square, and Simple Linear Reggresion method. The research showed a significant increase in family’s cognitive ability, affective ability, and psychomotor ability in taking care client with mental illness. The abilities of the group that treated by Family Supportive Group were increase highly and significantly compare to the group without Family Supportive Group. It is recommended to form and to conduct Family Supportive Group to families who have client with mental illness in community. 
PENGGUNAAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Lendarty, Nelentika
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information Comunication and Technology (ICT) saat ini telah banyak memberikan sumbangan dalam pembelajaran, tidak tertinggal pula dalam duni Bimbingan Konseling. Penggunaan Teknologi komputer di sekolah yang bertujuan membantu para peserta didik dalam memecahkan masalah yang mereka miliki, kini juga teknologi komputer telah menjadi salah satu  yang dapat membantu bimbingan konseling yang ada. Proses Konseling menggunakan bantuan komputer atau Computer Assisted Counseling (CAC) merupakan konseling mandiri, juga disebut konseling komputer pasif atau biasa juga disebut dengan standalone. Layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan teknologi komputer yaitu internet dan software. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling  sudah tidak harus dengan bertatap muka. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut.Penelitian ini adalah penelitian survey yang akan memberikan sumbangan informasi tentang penggunaan teknologi komputer dalam dunia bimbingan konseling yang sudah ada di indonesia.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling dengan memanfaatkan teknologi komputer masih sangat minim, karena layanan yang diberikan masih banyak yang bertatap muka dengan konseli.
MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Maharani, Laila
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai bentuk kejahatan dan tindakan tidak bermoral di kalangan anak dan remaja menunjukkan bahwa anak didik kita belum memiliki karakter yang baik. Hal ini mengindikasikan perlunya pendidikan karakter yang sesuai untuk anak, yang tidak sekedar pengetahuan dan doktrinasi, tetapi lebih menjangkau wilayah emosi. Dalam proses pembentukan manusia berkualitas, pendidikan karakter amat diperlukan agar manusia bukan hanya mengetahui kebajikan (knowing the good), tetapi juga merasakan (feeling the good), mencintai (loving the good), menginginkan (desiring the good) dan mengerjakan kebajikan (acting the good).
PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK Meriyati, Meriyati
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pendidikan anak usia dini untuk saat ini belum begitu banyak menarik perhatian berbagai kalangan, pada hal jika kita kaji lebih mendalam, pendidikan anak usia dini merupakan investasi yang cukup berharga untuk mempersiapkan menyiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdass, Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempersiapkan kecerdasan kognitif maupun kecerdasan emosiona. Kecerdasan emosional ini lebih ditujukan pada upaya mengenali, memahami dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat serta upaya untuk mengelola emosi agar terkendali sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi kelak. Melalui IQ orang dapat menghadapi dunia nyata, tetapi individu membutuhkan emosi agar dapat memahami dan menghadapi dirinya sendiri dan akhrnya dapat menghadapi orang lain, begitu pentingnya kita membangun kecerdasan emosional anak untuk persiapannya kedepan kelak. Dengan memiliki kecerdasan emosi seseorang akan lebih memahami dan menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta dapat menerapkannya secara efektif dalam kehidupannya sehari-hari.
PERBEDAAN MEKANISME KOPING ANTARA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI UJIAN SEMESTER PADA FAKULTAS TARBIYAH IAIN RADEN INTAN LAMPUNG. Thahir, Andi
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Selanjutnya menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi.  Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.  Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insane-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannyadengan perguruan tinggi (yang makin menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-calon intelektual. Pada variabel mahasiswa laki-laki diperoleh sebanyak 160 responden (64%) mempunyai mekanisme koping konstruktif dan sebanyak 90 responden (36%) mempunyai mekanisme koping destruktif.Pada variabel perempuan diperoleh sebanyak 200 responden (80%) mempunyai mekanisme koping konstruktif dan sebanyak 50 responden (20%) memiliki mekanisme koping destruktif.Hasil analisis Bivariat menggunakan Chi Square  diperoleh  c2  hitung = 0,893 dan c2  tabel = 3,488. Hal ini berarti tidak ada perbedaan mekanisme koping antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam menghadapi ujian semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung.
PERAN KONSELOR DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Fiah, Rifda El
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School Counselor Roles in Character Education. Character educationwas one of the focuses in the system of national education. Therefore, educators must not neglect this. A school counselor, as one of the educators, has to play a role in character education. Referring to guidance and counseling responsibilities in relation to students’ personal, social, academic, and career aspects, a school counselor must not escape from the main duties. Considering that character education is the responsibility of all parties, a school counselor can, independently and in collaboration with all school components, play a role in character education. Individually, a school counselor can provide services, such as individual services, individual planning services, and responsive services. In collaboration with other parties, a school counselor can make a synergy in character education programs
PERANAN KONSELOR DALAM PENERAPAN DAN PEMUPUKAN NILAI-NILAI MURNI MELALUI ROGRAM KONSELING TERHADAP REMAJA DI SEKOLAH: SATU WADAH TERPADU ANTARA GURU DAN KOUNSELOR Erlina, Nova
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peranan konseling ke arah pembangunan insan yang qamil. Satu  perbandingan antara teori konseling barat  dengan teori konseling berdasarkan penerapan nilai-nilai Islam.pembangunan insan ini di tinjau dari aspek fitrah keajaiban manusia. Peranan manusia sebagai khalifah kepada Allah S.W.T. memahami tujuan hidup manusia dan sifat-sifat Labil manusia. Secara fitrah kejadian dan kehidupan manusia di muka bumi ini menurut konsepnya adalah mulia. Tetapi di sebabkan tantangan dan permasalahan yang berlaku sepanjang kehidupan manusia. Yang menyebabkan mereka hilang pengangan dalam kehidupan.peneltiian ini akan meninjau dan memahami persfektif kaunseling barat terhadap fungsi penelitian manusia di muka bumi berdasarkan teori freud dan rogrs. Persoalannya mengapa kehidupan manusia di muka bumi ini menimbulkan masalah khususnya dari aspek spiritual walau pun telah kerap kali menerima terapi konseling. Penyakit yang berkait dengan kekacauan mental seperti new rosis,ketidak stabilan emosi,setres,gangguan pikiran dan sebangainya merupakan bukti seseorang itu memerlukan bantuan kaunseling. Oleh karena itu,perlunya ada satu model konseling yang harmoni bagi membantu permasalahan klien khususnya bagi aspek ke rohanian pada masa ini. Pembentukan model yang berteraskan pembagunan insan yang menyeluruh ini di harapkan dapat di praktekkan untuk merawat klien yang menghadapi masalah pribadi,keluarga dari masyarakat.pembentukan model ini di rasakan sesuai untuk menangani masalah klien karena berdasarkan nilai-nilai agam Islam dan berazaskan  nilai-nilai budaya kemasyarakatan setempat. Model ini di harapkan menjadi satu mekanisme beladiri klien untuk menangani setiap permasalahan bukan saja dari aspek sritual,bahkan membentuk manusia yang sehat,motipasi,mempunyai kenyakinan diri,dan bersedia menghadapi semua permasalahan dan tantangan dalamkpehidupan seseorang manusia itu pada masa akanyany datang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8