cover
Filter by Year
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
KONSELI is a journal published by the Tarbiyah Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KONSELI published twice a year. KONSELI receives articles about The Counseling Education, Guidance and Counseling and Psychology. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles
78
Articles
Peningkatan Keterampilan Sosial Peserta Didik SMA Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi

Maharani, Laila, Masya, Hardiyansyah, Janah, Miftahul

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah keterampilan sosial peserta didik rendah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “apakah layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial yang rendah pada peserta didik kelas XII IPA 2, IPA 5 dan IPS 1, IPS 2 SMA Negeri 7 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi ektif untuk meningkatkan keterampilan sosial yang rendah pada peserta didik kelas XII IPA 2, IPA 5 dan IPS 1, IPS 2 SMA Negeri 7 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian berjumlah 20 peserta didik kelas XII IPA dan IPS SMA Negeri 7 Bandar Lampung yang memiliki keterampilan sosial rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, yaitu angket (skala tentang keterampilan sosial). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan menggunakan t-test, dari skor yang diperoleh kelas eksperimen dan kontrol yaitu thitung = 2,678 > ttabel = 2,101 maka, Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial yang rendah. Secara singkat kesimpulan dalam penelitian ini bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik kelas XII SMA Negeri 7 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017.

Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Minat Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi

Nisa, Afiatin

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan minat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi pada siswa di SMK Nurul Hikmah Bekasi. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu dengan cara menyebar angket, observasi, dan wawancara dengan apa adanya dari suatu gejala akan fenomena yang ada ketika penelitian dilakukan data dan sumber data dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling dan siswa SMK Nurul Hikmah Bekasi.Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, obervasi dan dokumentasi. Data hasil survey dan observasi setelah dilakukan cek dan recek keabsahan datanya kemudian dideskripsikan apa adanya. Setelah peneliti menganalisa, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan untuk menumbuhkan minat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa di SMK Nurul Hikmah dilakukan secara maksimal.

Mengatasi Perilaku Membolos Peserta Didik Menggunakan Konseling Individual

Busmayaril, Busmayaril, Umairoh, Efi

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

: Kegiatan layanan konseling dapat diselenggarakan baik secara perorangan maupun kelompok. Secara perorangan layanan konseling dilaksanakan melalui konseling individual, sedangkan secara kelompok melalui konseling kelompok. Konseling individual ditujukan kepada peserta didik untuk membantu memperbaiki kebiasaan yang kurang memadai/perilaku menyimpang (perilaku membolos) agar menjadi perilaku yang lebih baik lagi di lingkungan sekolah. Hasil survey pra penelitian yang penulis peroleh di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pangudi Luhur Bandar Lampung menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang melakukan pelanaggaran tata tertib sekolah (membolos). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI dan 1 guru bimbingan konseling, dari jumlah keseluruhan peserta didik kelas XI, penulis mengambil 7 peserta didik ditambah 1 guru bimbingan dan konseling untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode analisis data yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan berfikir induktif dan deduktif. Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang penulis lakukan dalam skripsi ini diketahui bahwa pelaksanaan layanan konseling individual terjadi kebanyakan didasari atas inisiatif guru BK yaitu dengan cara memanggil peserta didik, selain itu kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk melakukan konseling individual. Oleh karena itu guru BK harus menguasai pengetahuan bidang konseling teknik dan langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sehingga pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling individual di sekolah berjalan dengan baik dan maksimal.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik SMP dengan Menggunakan Teknik Assertive Training

Kamil, Badrul, Monica, Mega Aria, Maghrobi, A. Busthomi

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah layanan konseling kelompok dengan teknik latihan asertif efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian True Eksperimental Design jenis pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, metode kuisioner, wawancara, dan dokumentasi teknik pendukung. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat peningkatan peserta didik di sekolah sebelum diberikan layanan dan sesudah diberikan layanan. terhadap rasa percaya diri Hal ini ditujukan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (t-test), dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh dalam kelompok eksperimen t hitung = 36.701 > t tabel 0.05 = 2.228, df = n-1=10 dengan p value < t tabel (0.000 < 0.0005), maka Ho “Konseling Kelompok Tehnik Latihan Asertif (assertive training) tidak efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik ditolak dan Ha “Konseling Kelompok Teknik Latihan Asertif (assertive training) efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik diterima.

Prospek Konseling Komunitas bagi Individu Eks-Pecandu Narkoba (Studi Pada Lembaga Pasca-Rehabilitasi Narkoba Di Kota Semarang)

Haryadi, Rudi

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Despite being free from addiction, ex-drug addicts clients are by no means free from problems at all. The potential for recurrence is still a scourge to watch out for. In this case the counselor faces new challenges to be able to provide services to this population. While post-rehabilitation institutions have been popping up in big cities, one of them is Semarang. This study aims to analyze the implementation of services in post-rehabilitation institutions in the city of Semarang, and assess how the prospects of community counseling if implemented in this institution. The case study was conducted at two post-rehabilitation institutions in Semarang City. Data collection techniques used by researchers are observation, interview, documentation study, and spreading of SOAR based questionnaire. The results found that there are similarities in the implementation of post-rehabilitation programs with a comprehensive counseling framework, but they have some drawbacks due to the lack of professional qualifications and empirical theoretical studies in them. The researcher then recommends the counselor to carry out appropriate standards-based community counseling on clients of drug addicts by taking into account all the resources, aspirations, opportunities, and expected performance.

Prevalensi Kesulitan Belajar Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri I Bandar Lampung

defriyanto, defriyanto, Dermawan, Oki

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik di sekolah, perlu diberikan bantuan-bantuan yang dapat mengatasi mereka dalam proses pembelajaran. Ada baiknya sebelum dilakukan upaya membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan belajar, perlu diketahui seberapa besar prevalensi (angka kejadian) peserta yang mengalami kesulitan belajar.  Mengukur prevalensi kesulitan belajar di madrasah memang perlu dilakukan, karena hal ini akan berhubungan dengan diagnosis kesulitan belajar dan program apa yang tepat diberikan kepada peserta didik. Dengan mengetahui prevalensi kesulitan belajar peserta didik di madrasah, maka akan membantu guru dalam memberikan bantuan yang tepat kepada peserta didik tersebut. Madrasah Aliyah Negeri I Bandar Lampung merupakan madrasah Aliyah yang memiliki peserta didik yang sangat banyak. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bimbingan konseling di madrasah ini ada sejumlah siswa yang prestasi belajarnya rendah dan mengalami kesulitan belajar (Wawancara dengan ibu Dina Kurniasih).  Adapun rumusan masalah penelitian ini: Bagaimana profil kesulitan belajar peserta didik di MAN I Bandar Lampung?  dan Berapa besar prevalensi kesulitan belajar di MAN I Bandar Lampung? Berdasarkan hasil analisis data maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi kesulitan belajar di Madrasah Aliyah Negeri I Bandar Lampung sebesar 26, 2%. Prevalensi kesulitan belajar lebih banyak terjadi pada peserta didik laki-laki dari pada peserta didik perempuan. Sedangkan Tempat tinggal peserta didik dan jurusan tidak menentukan prevalensi kesulitan belajar. Boleh dikatakan bahwa tempat tinggal dan jurusan peserta didik tidak menunjukkan perbedaan prevalensi kesulitan  belajar yang dialami oleh peserta didik tersebut.

Deskripsi Konseli pada Proses Konseling: Refleksi Al Qur’an Surah Asy Syams

Ibnu Ahmad, Karyono, Setiawan, Muhammad Andri

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This article aims to examine the description of counselee in the counseling process according to Surah Asy Syams, which is based on the authors reflection during counseling practice using the Quran media. Researchers found that counselees in the counseling process generally divided into three broad categories namely, (1) counselee based on growth and development level expressed based on sura Al Mukmin verse 67; (2) a special treatment counsel to women, referring to the Bukhari and Muslim narrated by Abu Hurairah Ra who calls women a crooked rib; and (3) the last counselor with special needs refers to Abasa verses 1-11. The counselee description in the counseling process based on the surah Asy Syams is divided into three parts: (1) the counselee has not understood the obstacles of his whole (sura Asy Shams verses 1-6); (2) the counselee when he finds out how to solve the obstacles he experienced (sura Asy Shams verses 7-10); and finally, the condition of the counselee who does not want to change the obstacles he experienced by analogizing the Thamud experienced (Surah Asy Syams verses 11 through 15).Abstrak: Artikel ini bertujuan menelaah deskripsi konseli dalam proses konseling menurut surah Asy Syams, yang didasari refleksi penulis selama melakukan praktik konseling dengan menggunakan media Al Qur’an. Peneliti  menemukan bahwa konseli dalam proses konseling secara umum terbagi dalam tiga kategori besar yakni,(1) konseli yang didasari tingkatan pertumbuhan dan perkembangan yang diungkapkan berdasarkan surah Al Mukmin ayat 67; (2) konseli perlakuan khusus kepada wanita, yang mengacu pada hadist Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan Abu Hurairah Ra yang menyebut wanita adalah tulang rusuk yang bengkok; dan (3) terakhir konseli yang berkebutuhan khusus mengacu pada surah Abasa’ ayat 1-11. Adapun deskripsi konseli dalam proses konseling didasari pada surah Asy Syams terbagi ke dalam tiga bagian: (1) konseli belum memahami hambatan dirinya secara utuh (surah Asy Syams ayat 1-6); (2) konseli ketika menemukan cara menyelesaikan hambatan yang dialaminya (surah Asy Syams ayat 7-10); dan terakhir, kondisi konseli yang tidak mau mengubah hambatan yang dialaminya dengan menganalogikan kaum Tsamud dialaminya (surah Asy Syams ayat 11 sampai ayat 15).       

Bimbingan dan Konseling Karir Remaja “Studi Komparasi SMP IT Abu Bakar dan SMP Taman Dewasa Ibu Pawiatan Yogyakarta”

Ardiansyah, Ardiansyah

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5, No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pelaksanaan bimbingan konseling karir siswa di SMP IT Abu Bakar Yogyakarta dan SMP Taman Dewasa Ibu pawiatan Yogyakarta dalam pembinaan karir terhadap siswa menunjukan perbedaan baik itu perbedaan dari segi program layananan bimbingan konseling karir, maupun orientasi layanan karir terhadap siswa. Hal ini dapat kita lihat layanan program BK karir di SMP IT Abu Bakar kami nilai cukup baik bagi perkembangan siswa dimulai dengan pengukuran minat bakat SMP IT Abu Bakar menggunakan alat tes AMT dalam mengukur minat bakat siswa. Pengarahan bimbingan konseling karir SMP IT Abu Bakar dibagi tingkatanya untuk kelas 7 dan 8 lebih mengarah beberapa kegiatan ekstrakulikuler dan study club, dan untuk yang kelas 9 lebih kearah keorganisasian dan mengenal sekolah tingkat selanjutnya yakni dalam sekolah tingkat atas dan berbagai jurusan di SMA, atau pun SMK. Dan adapun untuk program bimbingan karir di SMP Taman Dewasa Ibu pawiatan adalah Program BK karir di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta diantaranya program layanan harian, layanan mingguan, dan layanan bulanan. Sedangkan Pelakasanaan BK kariri di SMP taman dewasa Ibu Pawiyatan lebih menekankan pada kegiatan pengembangan ekstra kulikuler kebudayaan dan sosial dan untuk menunjang persiapan karir kelas 9, SMP taman dewasa Ibu pawiyatan mengadakan pemetaan karir dan penyuluhan atau pengenalan beberapa sekolah tingkat selanjutnya atau sekolah menengah atas. Konsep pelaksanaan BK karir di SMP taman dewasa Ibu Pawiyatan ini lebih mudah dan fleksibel untuk mengatasi masalah masalah para siswa. Bimbingan konseling karir yang disampaikan penulis dalam jurnal ini tentunya menjadi sebuah kontribusi keilmuan para insan akademis dalam mengkaji tentang pelaksanaan bimbingan konseling karir yang di terapkan di sekolah dalam rangka mengembangkan karir siswa.

Peran Konselor Dalam Pendidikan Karakter

El Fiah, Rifda

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1, No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.098 KB)

Abstract

Character education was one of the focuses in the system of national education. Therefore, educators must not neglect this. A school counselor, as one of the educators, has to play a role in character education. Referring to guidance and counseling responsibilities in relation to students’ personal, social, academic, and career aspects, a school counselor must not escape from the main duties. Considering that character education is the responsibility of all parties, a school counselor can, independently and in collaboration with all school components, play a role in character education. Individually, a school counselor can provide services, such as individual services, individual planning services, and responsive services. In collaboration with other parties, a school counselor can make a synergy in character education programs

Membangun Karakter Anak Melalui Pendidikan Karakter

Maharani, Laila

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1, No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.81 KB)

Abstract

Various forms of crime and immoral acts in the handling of children and adolescents show that our students have not a good character. This indicates the need for character education that is appropriate for the child, which is not just knowledge and doctrine but rather reaches the emotional area. In the process of forming qualified human beings, character education is necessary for people not only to know virtue (knowing the good) but also feel (feeling the good), love (loving the good), want (desiring the good) and doing good (acting the good).