cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Hubungan usia menarche dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) remaja di Kota Palembang Kadir, Minerva Riani; Linardi, Felicia; Aditiawati, Aditiawati
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v6i1.7235

Abstract

Beberapa tahun terakhir, awitan pubertas dan menarche terjadi pada usia yang semakin dini pada remaja di berbagai negara termasuk Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak dan remaja di Indonesia pun cenderung meningkat. Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh berpengaruh terhadap terjadinya pubertas dini yang merupakan faktor resiko berbagai penyakit.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche dengan Indeks Massa Tubuh pada remaja di Palembang.Penelitian ini adalah  studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi di 4 SD dan 4 SMP di Palembang yang dipilih melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan  sebanyak 388 responden memenuhi kriteria inklusi. Data usia menarche dan Indeks Massa Tubuh yang didapat melalui kuesioner dan pengukuran antropometri dianalisis menggunakan uji Chi-square.Dari 388 responden, sebanyak 49,5% mengalami menarche pada usia yang lebih awal dibanding rerata yaitu 12,36 tahun dan sekitar 20,1% berstatus gizi berlebih. Usia menarchererataresponden yang berstatus gizi berlebih lebih muda dibanding kelompok status gizi normal dan kurang. Hasil analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara usia menarche dengan Indeks Massa tubuh (p=0,000).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan Terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche dan Indeks Massa Tubuh. Pengawasan ketat terhadap Indeks Massa Tubuh siswi sekolah dasar dan menengah diperlukan untuk mencegah terjadinya pubertas dini.
Evaluasi Kromatin Sperma Sebagai Indikator Kualitas Sperma Syauqy, Ahmad
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ditemukannya kasus infertilitas pada pria yang tidak dapat dijelaskan mendorong para klinisi dan peneliti untuk menemukan pemeriksaan penunjang selain pemeriksaan fertlitas pria yang telah umum dilakukan.  Saat ini, aspek kromatin sperma belum menjadi salah satu parameter klinik dalam penentuan fertilitas seorang pria sedangkan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas pada kromatin sperma dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Pemeriksaan kromatin sperma yang banyak digunakan adalah pemeriksaan biru anilin dan biru toluidin. Pemeriksaan biru anilin digunakan untuk melihat kematangan kromatin sperma dan pemeriksaan biru toluidin digunakan untuk melihat kepadatan kromatin sperma. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan biru anilin dan biru toluidin sangat dianjurkan untuk melengkapi pemeriksaan analisis semen dalam pemeriksaan fertilitas pria.
Perbedaan Ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor pada Karsinoma Tiroid Papilari dan Folikular Syaugi, Syaugi; Sulastri, Henny; Farida, Aida
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma tiroid merupakan kanker endokrin terbanyak yang berasal dari sel-sel folikel tiroid. Secara umum terbagi menjadi karsinoma tiroid papilari, folikular, anaplastik dan medulari. Karsinoma tiroid papilari dan folikular selanjutnya digolongkan kedalam karsinoma tiroid berdifernsiasi. Karsinoma tiroid berdiferensiasi mempunyai prognosis yang baik, walaupun  masih dijumpai 20-40% rekurensi atau metastasis.Beberapa penelitian menyatakan bahwa epidermal growth factor receptor berperan didalam karsinogenesis karsinoma tiroid. Ekspresi EGFR masih menjadi kontroversi pada karsinoma tiroid papilari dan folikular Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan ekspresi EGFR pada karsinoma tiroid papilari dan folikular dengan menggunakan pemeriksaan imunohistokimia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang . Pengambilan sampel menggunakan tehnik acak sederhana. Sebanyak 55 slaid kasus karsinoma tiroid papilari dan folikular diambil dari arsip patologi anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang dari Januari 2011 sampai Desember 2013. Dilakukan pulasan menggunakan antibodi EGFR dan diteliti perbedaan ekspresi EGFR antara karsinoma tiroid papilari dan folikular. Pada kedua subtipe karsinoma tiroid, jenis kelamin perempuan (78,2%) lebih banyak dibanding laki-laki (21,8%) dengan perbandingan 4:1. Umur termuda dijumpai pada usia 16 tahun, tertua usia 72 tahun dengan rata-rata usia 44 tahun. Sebanyak 65,5% karsinoma tiroid papilari dan 16,4% karsinoma tiroid folikular menunjukkan ekspresi positif EGFR. Tidak terdapat perbedaan ekspresi EGFR antara karsinoma tiroid papilari dan folikular (p = 0,649). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan ekspresi EGFR antara karsinoma tiroid papilari dan folikular   Kata kunci: Karsinoma tiroid papilari, karsinoma tiroid folikular, EGFR
Nilai Diagnostik Dermatophyte Strip Test pada Pasien Tinea Ungium Rizkya, Astrid; Thaha, M. Athuf; Rusmawardiana, Rusmawardiana; Tjekyan, R.M Suryadi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea Unguium(TU) or dermatophytic onychomycosis merupakan infeksi jamur pada kuku jari tangan dan kaki disebabkan dermatofita. Dermatofita dibagi menjadi tiga genus yaitu Trichophyton, Epidermophyton dan Microsporum. Golongan ini mampu mencerna keratin dan dapat menyebabkan infeksi yang mengenai kulit, rambut dan kuku. Kalium hidroksida (KOH) 40% yang rutin digunakan untuk diagnosis TU mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang bervariasi. Dermatophyte strip test merupakan uji kualitatif untuk mendeteksi antigen dermatofita, objektif, cepat dan akurat yang dapat digunakan untuk mendiagnosis TU. Objective: Menentukan nilai diagnostik dermatophyte strip test untuk diagnosis TUdi RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang. Method: Penelitian observasional analitik laboratorik dalam bentuk uji diagnostik dengan desain potong lintang dilakukan dari bulan November 2014 hingga Januari 2015 pada pasien TU di RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang. Total 110 pasien presumtif TU yang memenuhi kriteria inklusi diambil dengan metoda consecutive sampling. Semua sampel dilakukan pemeriksaan dermatophyte strip test, KOH 40%, dan biakan jamur sebagai baku emas. Result: Dari pemeriksaan didapatkan sensitivitas dan spesifisitas dermatophyte strip test adalah 87,3% dan 89,36% (area under curve 0,89; positive predictive value 92%; negative predictive value 84%; positive likelihood ratio 8,21; negative likelihood ratio0,14; akurasi 89%). Sensitivitas dan spesifisitas of KOH 40% adalah 63,49% dan 65,96% (area under curve 0,647; positive predictive value 71%; negative predictive value 57%; positive likelihood ratio 1,87; negative likelihood ratio 0,55; akurasi 65%). Conclusion: Dermatophyte strip test mempunyai nilai diagnostik yang lebih tinggi dibandingkan KOH 40% di RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang, dan dapat menggantikan KOH 40% untuk diagnosis TU.
Hubungan Pendekatan Belajar dan Hasil Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Lisiswanti, Rika; Saputra, Oktadoni; Carolia, Novita; Malik, Muhammad Mahardika
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan belajar adalah cara seseorang untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Pendekatan belajar dapat dikelompokan menjadi deep approach dan surface approach. Pendekatan belajar dapat mempengaruhi hasil belajar. Hasil belajar deep approach lebih tinggi daripada surface approach. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan pendekaan belajar dan hasil belajar mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila). Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah mahasiswa tahun pertama yang mengambil blok Learning Skill and Professionalism sebanyak 235 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling dengan kriteria inklusi mahasiswa yang mengambil blok Learning skill and Professionalism dan bersedia menjadi  responden. Data pendekatan belajar  mahasiswa dengan menggunakan kuesioner “Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-F2). Data hasil belajar adalah nilai ujian blok Learning skill and Professionalism. Uji yang digunakan untuk melihat hubungan adalah uji Fisher. Hasil didapatkan sebanyak 214 orang (91,06%). Pendekatan belajar yang terbanyak adalah deep approach 96,7%. Hubungan pendekatan belajar dan hasil belajar didapatkan tidak bermakna p> 0,05 tetapi  mahasiswa yang menggunakan deep approach tingkat kelulusan lebih tinggi daripada surface approach.
Ketepatan Uji Tubex TF®dalam Mendiagnosis Demam Tifoid Anak pada Demam Hari ke-4 Marleni, Mimi; Iriani, Yulia; Tjuandra, Wisman; Theodorus, Theodorus
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manifestasi klinis awal demam tifoid pada anak tidak khas dan bervariasi sehingga sulit untuk menegakkan diagnosis dini.Diagnosis pasti bila ditemukan bakteri S. typhi dalam biakan namun banyak kelemahannya sehingga mulai dianjurkan teknik PCR sebagai baku emas dalam mendiagnosis demam tifoid karena sensitivitas dan spesifisitasnya paling mendekati nilai biakan S.typhi. Tubex TF® merupakan tes aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksihanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida O-9 S.typhi yang mulai muncul pada hari ke 3-4 demam sehingga dapat dilakukan sebagai deteksi awal demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketepatan hasil Tubex TF® dalam mendiagnosis demam tifoid pada anak pada demam hari keempat yang dibandingkan dengan nested-PCR. Penelitian ini merupakan uji diagnostik yang dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2011 pada RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Pengambilan sampel diambil secara consecutive dan sampel darah diambil pada demam hari keempat. Analisa data menggunakan spss 15. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 70 subjek. Hasil Tubex TF® dengan nilai 5-10 didapatkan pada 28 subjek dimana 12 subjek (43%) positif uji nested-PCR dan 16 subjek (57%) negatif uji nested-PCR. Sensitivitas dan spesifisitas yang didapatkan adalah 63% dan 69%, nilai duga positif 43% dan nilai duga negatif 83%.Simpulan penelitian ini adalah Tubex TF®tidak dianjurkan untuk digunakan dalam mendiagnosis demam tifoid pada anak pada demam hari ke-4 karena sensitivitas dan spesifisitasnya rendah.     Kata kunci: Tubex TF®, demam tifoid pada anak, uji diagnostik
Gambaran Histopatologi Epitel Transisional Kolorektal pada Pasien Hemoroid Septadina, Indri Seta; Veronica, Fifi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari plexus hemorrhoidalis. Hemoroid terdiri dari tipe hemoroid interna, eksterna, dan campuran yang dapat ditentukan melalui pemeriksaan histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik histopatologi pada penderita hemoroid di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari 28.241 arsip pasien yang diperiksa di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013, diperoleh 97 sampel hemoroid yang memenuhi kriteria inklusi. Angka kejadian hemoroid di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013 adalah 0,34%. Hemoroid lebih banyak ditemukan pada laki-laki (64,95%) dan paling sering terjadi pada kelompok usia 39-46 tahun(27,84%). Karakteristik histopatologi berdasarkan tipe hemoroid yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah hemoroid eksterna (49,49%), diikuti dengan hemoroid interna (26,80%), dan hemoroid campuran (23,71%). Angka kejadian hemoroid di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2009-2013 adalah 0,34%. Hemoroid eksterna merupakan tipe hemoroid yang paling sering ditemukan pada pemeriksaan histopatologi hemoroid.
Hubungan Antara Pengetahuan dan Umur dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Ibu Hamil di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Tahun 2014 Yunica, Joyce Angela
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadi kelonjakan AKI di Indonesia yang cukup tinggi disebabkan oleh infeksi yang merupakan urutan ketiga penyebab kematian ibu yang dapat terjadi saat kehamilan, persalinan, sesudah persalinan. Penyebab kematian neonatal terutama pada kelompok usia 0-28 hari masih disebabkan karena infeksi, termasuk Tetanus Neonatorum. Penyakit infeksi dan Tetanus Neonatorum sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) yang lengkap pada wanita usia subur (WUS) dan wanita hamil. Pada kenyataannya masih banyak calon ibu di masyarakat berada  dalam  kondisi  yang  bisa dibilang masih  jauh  dari  kondisi  steril  saat  persalinan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan umur ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei-Juni 2014 dengan sampel 85 orang ibu hamil. Pengambilan sampel dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan 19 orang (21,1%) yang berpengetahuan kurang terdapat 4 orang (21,1%) yang memiliki kelengkapan imunisasi TT dan 15 orang (78,9%) yang tidak lengkap. Dari hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai (P= 0,000). Dari 26 orang ibu yang berumur beresiko terdapat 9 orang (34,6%) yang memiliki kelengkapan imunisasi TT dan 17 orang (65,4%) yang tidak lengkap. Dari hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai (P = 0,000). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil tidak mendapatkan kelengkapan imunisasi TT, tidak memiliki pengetahuan tentang TT, dan sebagian besar ibu hamil memiliki umur beresiko. Ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan umur ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi TT secara bermakna (p=0,000). Perlu diberikan konseling oleh tenaga kesehatan khususnya bidan terhadap  ibu hamil tentang tujuan, manfaat, dan resiko dari ketidak lengkapan imunisasi Tetanus Toxoid (TT).
Profil Lipid pada Fase Akut Demam Berdarah Dengue Mulia, Sari; Iriani, Yulia; Anwar, Zarkasih; Theodorus, Theodorus
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lipid dan lipoprotein bisa menjadi penentu derajat manifestasi infeksi dengue pada fase awal. Telah dilakukan beberapa penelitian mengenai faktor tersebut, namun hasilnya masih kontroversi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan DBD.Suatu case-control study yang dilakukan dari bulan Maret-September 2011 di tiga rumah sakit dan satu puskesmas di Palembang. Kelompok kasus adalah subjek dengan DBD, dan kontrol adalah subjek non DBD (jumlah dua kali kasus) yang disesuaikan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Sampel darah diambil pada hari ketiga demam. Analisis data menggunakan T-test, uji ANOVA atau Kruskal Wallis, chi-squared atau Fisher, dan analisis korelasi Pearson. Analisis bivariat menggunakan SPSS 18.Sebanyak 54 subjek yang terdiri dari 18 subjek DBD sebagai kelompok kasus, dan masing-masing 18 subjek DD dan OFI sebagai kelompok kontrol. Rerata trigliserid pada infeksi dengue  lebih tinggi dibanding non dengue, sedangkan rerata kolesterol, HDL dan LDL pada DBD lebih rendah dibanding non DBD. Terdapat perbedaan bermakna rerata trigliserid (p: 0,041; Kruskal Wallis) dan kolesterol (p:0,013; ANOVA). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara kadar lipid dengan manifestasi DBD. Terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan kolesterol (OR: 2,227; p: 0,041; Fisher) dan HDL (OR: 3,250; p: 0,003; chi-squared) dengan risiko terjadinya DBD pada kelompok DBD dan OFI, dan terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan HDL dengan risiko DBD pada kelompok DBD dan non DBD (OR: 2,600; p:0,043; Fisher).Perubahan kadar lipid merupakan faktor risiko manifestasi DBD.     Kata kunci: profil lipid, DBD, DD, OFI, penelitian case-control
Pengaruh Terapi Warna Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Trisemester III Muharyani, Putri Widita; Jaji, Jaji; Sijabat, Ayu Kurniati
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan suatu peristiwa dan pengalaman penting dalam kehidupan seorang wanita. Selama masa kehamilan sebagian besar ibu yang sedang hamil akan mengalami kecemasan, terutama bagi ibu primigravida trimester III. Kecemasan selama menjalani kehamilan dapat menyebabkan terjadinya kelahiran bayi prematur, keguguran, resiko hipertensi pada saat kehamilan, pre eklamsia, eklamsia dan dapat juga menyebabkan persalinan kala II lebih lama. Terapi warna hijau merupakan salah satu terapi nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan. Pemberian terapi warna hijau dapat membuat seseorang merasa nyaman, rileks dan tenang serta dapat merangsang pelepasan serotonin yang dapat menciptakan rasa bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi warna hijau terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III. Desain penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 15 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner HARS yang dilakukan dari bulan Mei sampai Juni 2014, kemudian data dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terapi warna hijau terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Timbangan dengan nilai p value = 0,001. Terapi warna hijau hendaknya dapat digunakan ibu hamil sebagai salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ibu selama masa kehamilan

Page 1 of 13 | Total Record : 122