cover
Filter by Year
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Published by Universitas Sriwijaya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Articles
107
Articles
‚Äč
Trend kanker payudara di Semarang: Analisis tipe histologi dan molekuler

Pasaribu, Endi Teris, Issakh, Benny, Maritska, Ziske

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan insidens tertinggi pada wanita di dunia maupun di Indonesia. Kanker payudara juga menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian pada wanita akibat kanker di dunia dan di Indonesia. Tiap tahun ditemukan 1.200 kasus baru penderita kanker payudara pada usia dibawah 30 tahun, Status homonal melalui ekspresi estrogen receptors (ER) dan progesterone receptors (PR) telah lama digunakan untuk menentukan kesesuaian penderita terhadap terapi endokrin. Belakangan ini pemeriksaan human epidermal growth factor receptor-2 (HER-2/neu) telah digunakan sebagai petanda prognosis dan untuk memprediksi respon pengobatan. Untuk penderita dengan triple negative tumors ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menemukan petanda prognosis dan target terapi baru. 

Analisis Kompetensi dan Kapabilitas terhadap Kinerja Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas di Kota Palembang

Khotimah, Khusnul, Kurdi, Fauziah Nuraini, Sulastri, Sulastri

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Di Kota Palembang pencapaian program promosi kesehatan belum maksimal karena beberapa target belum terpenuhi, capaian tahun 2012 kegiatan PHBS 78,7% dan ASI Ekslusif 62.6 %. Capaian tahun 2013 keluarga yang memanfaatkan jamban sehat 60.37 % dan posyandu purnama hanya 35.09 %. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kinerja tenaga promosi kesehatan dalam melakukan penyuluhan pada masyarakat. Tujuan penelitian√?¬† ini adalah untuk√?¬† menganalisis pengaruh kompetensi dan kapabilitas terhadap kinerja tenaga promosi kesehatan di Puskesmas Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatory study dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dengan jumlah sampel 78 tenaga promosi kesehatan di Puskesmas. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara kompetensi dan kapabilitas terhadap kinerja dengan nilai (p 0.000 < 0.05√?¬† dan F hitung > F tabel (32.366 > 3.119). Kompetensi dan kapabilitas dapat menjelaskan variabel kinerja√?¬† sebesar 46.3% , selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Variabel kapabilitas paling berpengaruh terhadap kinerja. Perlu dilakukan refresh training, pembinaan berkelanjutan dan training of trainee (TOT) untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas bagi tenaga promosi kesehatan di Puskesmas.

Korelasi Antara Overekspresi p53 Dengan Derajat Histopatologi Dan Stadium Klinis Karsinoma Ovarium

Lahmuddin, Tati, Maulani, Heni, Musa, Zulkarnain, Saleh, Irsan

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Karsinoma ovarium adalah keganasan yang berasal dari sel-sel epitelial di ovarium, terbanyak keenam pada wanita di dunia. Di RS Umum Dr. Mohammad Hoesin Palembang, insiden karsinoma ovarium menempati urutan ketiga keganasan terbanyak pada wanita setelah karsinoma payudara dan leher rahim. Gen TP53 mensintesis protein p53 yang bila inaktif dapat mempengaruhi derajat histopatologi dan stadium klinik. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara overekspresi p53 dengan derajat histopatologi dan stadium klinik karsinoma ovarium.√?¬† Penelitian dilakukan secara analitik observasional, pendekatan potong lintang di sentra diagnostik laboratorium Patologi Anatomi RS Umum Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel berjumlah 32 kasus, diambil dari arsip rekam medik periode 1 Januari 2012 sampai 30 Juni 2015, dipulas dengan antibodi monoklonal p53. Hasil penelitian menemukan frekuensi karsinoma ovarium derajat rendah sebanyak 65,6% dan derajat tinggi sebanyak 34,4%. Tipe histopatologi terbanyak adalah karsinoma serosa derajat tinggi (25%) dan karsinoma musinus (25%). Frekuensi karsinoma ovarium stadium lanjut (53,1%) lebih banyak dari stadium awal (46,9%).√?¬† Frekuensi overekspresi p53 pada karsinoma ovarium 43,8%. Tidak ada korelasi bermakna antara overekspresi p53 dengan derajat histopatologi (p=0,1) dan stadium klinis karsinoma ovarium (p=0,6). Terdapat korelasi bermakna antara derajat histopatologi dan stadium klinik (p=0,00, r=0,46)

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif di Klinik/Balai Pengobatan Anisa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Tahun 2017

Aquari, Bina

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) adalah pemenuhan hak bagi ibu dan anak. ASI sebagai makanan bayi terbaik ciptaan Tuhan tidak dapat tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Setiap minggu pertama bulan agustus dijadikan sebagai ‚?? Pekan ASI Sedunia‚?Ě yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnys ASI bagi tumbuh kembang anak. Tema peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) Tahun 2017¬† adalah ‚??Suistaining Breastfeeding Together !‚?Ě. Dalam kontek indonesia tema tersebut di adaptasi menjadi ‚??Bekerja Bersama Untuk Keberlangsungan Pemberian ASI‚?Ě. PAS 2017 merupakan pengamatan bahwa menyusui merupakan kunci keberhasilan SDGs Tahun 2030. Dikabupaten Banyuasin sendiri pada Tahun 2015, seluruh bayi ( 0 s/d 6 bulan) yang ada ( 8.158 bayi),¬† yang berhasil didata mendapat Asi Eksklusif¬† baru sebanyak 3.688 bayi atau 45,2 %. Klinik / BP Anisa merupakan Klinik Pratama yang mempunyai fasilitas yang cukup memadai untuk standar klinik, juga sebagai klinik melayani persalinan, nifas dan menyusui serta pelayanan imunisasi pada bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu-ibu yang mempunyai bayi yang berada di wilayah kerja Klinik/BPAnisa sebanyak 52 ibu, dengan pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling dengan 52 sampel. Variabel ini menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan¬†= 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan dari 52 responden didapatkan 31 responden¬† (59,6%) berpendidikan tinggi dan bayi mendapatkan ASI ekslusif, 21 responden (40,4%) berpengetahuan baik,¬† 19 responden (36,5%) ibu bekerja, dan bayi mendapatkan ASI Ekslusif. Uji statistik menunjukan bahwa pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi ( p value = 0.032) serta pendidikan ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi ( p value = 0.032). Demikian juga pada pekerjaan¬† ibu yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi (p value =0,011). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi di Klinik/BPAnisa Tahun 2017. ¬†Untuk Klinik/ Anisa Hendaknya dapat meningkatkan dan mendukung gerakan Asi Ekslusif dan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) serta Bounding Attechmen pada ibu setelah melahirkan.

Down Syndrome : Through The Eyes of The Parents

Maritska, Ziske, Abdurrahman, Fakhri, Prananjaya, Bintang Arroyantri, Parisa, Nita, Syifa, Syifa, Triwani, Triwani

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sindroma Down merupakan salah satu kejadian kelainan kromosom tipe aneuploidi yang kerap ditemukan.  Kejadian Sindroma Down terkait erat dengan disabilitas intelektual dan stugma sosial yang melekat padanya.  Pandangan orang tua mengenai Sindroma Down yang tercerminkan melalui perilaku amat penting karena dukungan keluarga merupakan salah satu kunci utama untuk mengoptimalkan kualitas hidup penyandang Sindroma Down. Studi ini merupakan studi deskriptif pada orang tua penyandang Sindroma Down yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Palembang.  Perilaku orang tua diukur dengan menggunakan kuesioner HealthStyles©.  Sebagian besar orang tua penyandang Sindroma Down sepakat bahwa anak dengan Sindroma Down harus bersekolah di SLB (82,5%) karena mayoritas meyakini pencampuran penyandang Sindroma Down di sekolah biasa dapat mengganggu murid lain (60%).  Namun orang tua memiliki pandangan optimis bahwa anak penyandang Sindroma Down dapat bekerja jika telah dewasa (72,5%).  Mereka pun percaya bahwa penyandang Sindroma Down tidak lebih rentan mengalami kecelakaan kerja di tempat kerja (37,5%).  Dari studi ini terlihat bahwa orang tua penyandang Sindroma Down memiliki perilaku yang bervariasi tergantung dari aspek mana mereka memandang Sindroma Down.

Perbedaan pekembangan kualitas hidup penderita Tb paru menggunakan instrumen indonesianwhoqol-breffquestionareterhadap fase pengobatan tuberculosis

Pariyana, Pariyana, Liberty, Iche Andriyani, kasim, Bahrun Indawan, Ridwan, Achmad

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Kualitas hidup pasien tuberkulosis merupakan hal penting untuk dinilai karena penurunan kualitas hidup penderita TB paru berhubungan dengan status kesehatan yang menyebabkan keterlambatan pengobatan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan pengobatan sehingga menyebabkan pengobatan menjadi terputus atau tidak tuntas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup penderita Tb paru terhadap fase pengobatan. Penelitian ini dilakukan pada 116 pasien Tb paru yang berobat ke Puskesmas Kota Palembanng. Analisis data menggunaka analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji t test). Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan kesehatan psikologis penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan (p=0,036) dan tidak terdapat perbedaan kualitas hidup domain1 (kesejahteraan fisik) p=0,201, domain 3 (hubungan sosial) p=0,283, domain 4 (hubungan dengan lingkungan) p= 0,633 dan total domain(p=0,307) penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup penderita TB paru di Kota Palembang pada dimensi/domain kesejahteraan fisik, sosial dan lingkungankualitas hidup penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan tidak berbeda bermakna, namun pada domain psikologis didapatkan ada perbedaan bermakna kualitas hidup penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan, kualitas hidup Penderita Tb paru pada fase awal lebih buruk/kurang baik dibandingkan dengan kualitas hidup penderita Tb pada fase lanjutan.

Efektifitas pemberian ekstrak daun betadine (jatropha muitifida linn) terhadap ketebalan jaringan granulasi dan jarak tepi luka pada penyembuhan luka sayat tikus putih (rattus norvegicus)

Liana, Yunita, Utama, Yofa Anggriani

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Proses penyembuhan tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh oleh banyak faktor, salah satunya adalah jenis obat-obatan. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Salah satu tanaman yang berpotensi terhadap penyembuhan luka adalah tanaman betadine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak daun betadine terhadap ketebalan jaringan granulasi dan jarak tepi luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus). Desain penelitian studi eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Teknik Kimia Politeknik Sriwijaya Palembang untuk pelaksanaan ekstraksi dan pembuatan salep ekstrak daun betadine, di Animal House Fakultas Kedokteran Unsri Palembang untuk pemeliharaan dan perlakuan pada tikus putih dan Laboratorium Patologi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang untuk pemeriksaan jaringan kulit tikus putih. Jumlah sampel 30 tikus putih. Analisis statistik uji homogenitas antar kelompok dengan menggunakan levene test, Independent t-test, Uji One Way Anova untuk mengetahui jaringan granulasi dan jarak tepi luka dilanjutkan dengan uji post hoc multiple comparisons t-test games howel. Hasil uji statistik salep ekstrak daun betadine mempunyai efek yang sama dengan salep madecassol terhadap ketebalan jaringan granulasi dan jarak tepi luka pada luka sayat tikus putih. Dosis yang paling efektif adalah pada dosis 40% salep ekstrak daun betadine. Diharapkan perlu penelitian lanjutan tentang efek daun betadine terhadap protein-protein pada saat proses inflamasi toksisitas dari daun betadine.

Trend kanker payudara di Semarang: Analisis tipe histologi dan molekuler

Pasaribu, Endi Taris, issakh, Benny, Maritska, Ziske

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan insidens tertinggi pada wanita di dunia maupun di Indonesia. Kanker payudara juga menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian pada wanita akibat kanker di dunia dan di Indonesia. Tiap tahun ditemukan 1.200 kasus baru penderita kanker payudara pada usia dibawah 30 tahun, Status homonal melalui ekspresi estrogen receptors (ER) dan progesterone receptors (PR) telah lama digunakan untuk menentukan kesesuaian penderita terhadap terapi endokrin. Belakangan ini pemeriksaan human epidermal growth factor receptor-2 (HER-2/neu) telah digunakan sebagai petanda prognosis dan untuk memprediksi respon pengobatan. Untuk penderita dengan triple negative tumors ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menemukan petanda prognosis dan target terapi baru.

Pengaruh Kalium Pada Jus Pisang Terhadap Fungsi Mitokondria Sel Otot Skeletal Pada Tikus Wistar Yang Diberikan Latihan Fisik

Santoso, Budi, Swanny, Swanny, Faris, Adnan

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perubahan elektrolit dalam tubuh akan mempengaruhi kontraksi otot. Pisang mengandung beberapa elektrolit yang dibutuhkan untuk kontraksi otot seperti kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kalium pada jus pisang terhadap fungsi mitokondria sel otot skeletal setelah latihan fisik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Tikus Rattus novergicus galur wistar jantan dengan umur 6-8 dengan perlakuan selama 8 minggu. Fungsi mitokondria sel diketahui dengan mengukur kadar protein PGC1 alfa dengan tes ELISA dari specimen otot gastrocnemius. Sebanyak 28 ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok: (1) Kontrol (2) tikus dengan jus pisang (3) tikus dengan latihan fisik (4) tikus dengan jus pisang + latihan fisik. Hasil penelitian didapatkan kadar PGC1 alfa pada kelompok1yaitu109,421+ 25,509 pg/ml,kelompok2 =113,604 +18,723 pg/mlkelompok3 =100,901 +9,521 pg/ml dan kelompok 4 =92,278 +7,488 pg/ml. Kesimpulan: tidak terdapat perbedaan kadar PGC1 alfa yang bermakna antar kelompok tikus (p=0,14).

Korelasi kecepatan hantaran saraf tepi nervus medianus dengan derajat keparahan carpal tunnel syndrome (cts) menggunakan global symptom score (gss)

Kamilah, Rona Hawa, Fatimah, Nyimas, Zulissetiana, Eka Febri

JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan cidera akibat pekerjaan terbanyak kedua yang sering dijumpai. Beberapa studi menyebutkan bahwa kompresi saraf akan menyebabkan kondisi iskemik yang menyebabkan terjadinya perubahan kecepatan hantaran saraf dan berhubungan dengan derajat keparahan klinis yang dialami penderita CTS. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi kecepatan hantaran saraf tepi nervus medianus dengan derajat keparahan klinis CTS menggunakan global symptom score (GSS). Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini adalah semua pasien CTS di Intalasi Rehabiltasi Medik RSUP dr. Mohammad Hoesin. Sampel penelitian menggunakan teknik consecutive sampling, yaitu penentuan sampel dengan mengambil semua pasien CTS yang datang ke Instalasi Rehabilitasi Medik pada bulan September-Oktober tahun 2017 secara berurutan sampai memenuhi sampel minimal dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson. Dari 28 subjek penelitian, terdapat korelasi antara kecepatan hantaran saraf tepi nervus medianus dengan derajat keparahan CTS menggunakan GSS di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. KHS sensorik memilki korelasi bermakna (p=0,000) dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi kuat (r=0,667) terhadap total skor GSS. KHS motorik memilki korelasi bermakna (p=0,048) dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sedang (r=0,436) terhadap total skor GSS. Terdapat korelasi yang bermakna antara kecepatan hantaran saraf tepi nervus medianus dan derajat keparahan klinis CTS.