Published by
ISSN : -     EISSN : -
Articles
47
Articles
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPS MODEL CTL DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TRADISI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN APRESIASI BUDAYA SISWA KELAS VII G SMP NEGERI 4 SURAKARTA

Wardayati, Esti Dwi ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Joebagio, Hermanu ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Suryani, Nunuk ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui  (1) bagaimana proses pembelajaran IPS model Contextual Teaching And Learning dengan media audio visual tradisi lokal pada siswa kelas VIIG SMP Negeri 4 Surakarta(2). bagaimana model Contextual Teaching And Learning dengan media audio visual tradisi lokal  dapat  meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII G di SMP Negeri 4 Surakarta dan (3). bagaimana model Contextual Teaching And Learning dengan media audio visual tradisi lokal  dapat  meningkatkan apresiasi budaya siswa  kelas VII G di SMP Negeri 4 SurakartaPenelitian ini dilaksanakan dengan metode classroom action reasearch dalam tiga siklus dengan pendekatan partisipasif antara guru dan kolaborator. Subyek penelitian ini  adalah siswa  kelas VIIG SMP Negeri 4 Surakarta. Sedangkan obyek penelitian ini adalah proses belajar mengajar yang meliputi kreativitas dan  aktivitas siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar, hasil belajar dan apresiasi budaya siswa.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS dengan media audio visual tradisi lokal pada siswa Kelas VII G SMP Negeri 4 Surakarta yang dilaksanakan melalui tiga siklus ternyata dapat (1) meningkatkan keaktifan siswa, kegiatan belajar mengajar menjadi lancar, hidup , serius, santai dan menyenangkan. Siswa yang tadinya malas bertanya,malu-malu karena tidak percaya diri, penakut menjadi berani untuk bertanya dan presentasi. Hal ini dapat dilihat dari nilai aktivitas yang mengalami peningkatan pada setiap siklus dari kriteria baik sekali 2,9%  menjadi 29,4%  dan akhirnya 70,6% (2) meningkatkan hasil belajar siswa,  terbukti dengan   kondisi awal nilai mencapai KKM  hanya 14,71 %  pada siklus I meningkat menjadi 35,29 % , siklus II meningkat lagi menjadi 82,35 % dan makin meningkat pada siklus III yaitu 94,12 %.Begitu juga dengan apresiasi budaya siswa yang diambil dari data angket  mengalami (3) peningkatan dari prasiklus  dengan nilai rata-rata  64,74  siklus I meningkat menjadi 76,12 , siklus II meningkat lagi menjadi 79,47 dan makin meningkat pada siklus III yaitu 83,53. Kata Kunci : Contextual Teaching And Learning,media audio visual,apresiasi budaya

Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Visualisasi Museum Sangiran Untuk Menumbuhkembangkan Kesadaran Sejarah Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta

Fitriah, Chairany ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Joebagio, Hermanu ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Suryani, Nunuk ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan prestasi belajar;  dan 2)  menumbuhkan kesadaran Sejarah pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta  melalui penerapan Metode Inkuiri Berbasis visualisasi Museum Sangiran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Surakarta pada semester I tahun pelajaran 2013/2014.  Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni sampai  Oktober tahun 2013. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII C semester I tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah sebanyak 32 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan.Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan: 1) Penerapan metode inkuiri berbasis visualisasi Museum Sangiran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Sejarah. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai hasil belajar dan tingkat ketuntasan belajar pada setiap tahapan tindakan pembelajaran yang dilakukan. Nilai hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus tindakan yang dilakukan, yaitu sebesar 69.22 pada tahap pra siklus, meningkat menjadi 69.88 pada akhir tindakan Siklus I, dan meningkat menjadi 74.38 pada akhir tindakan Siklus II, kemudian meningkat menjadi sebesar 83.25 pada akhir tindakan Siklus III. Tingkat ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu dari sebesar 43.75%  pada tahap pra siklus, meningkat menjadi 46.88% pada akhir tindakan Siklus I, dan meningkat menjadi 68.75% pada akhir tindakan Siklus II, kemudian meningkat menjadi sebesar 90.63% pada akhir tindakan Siklus III; dan 2) Penerapan metode inkuiri berbasis visualisasi Museum Sangiran dapat menumbuhkan sikap kesadaran sejarah pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta semester I tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya skor rata-rata sikap kesadaran terhadap sejarah pada siswa dalam setiap tahapan tindakan pembelajaran yang dilakukan. Kata kunci:     Metode Inkuiri, Prestasi Belajar, Kesadaran Sejarah, Visualisasi Museum Sangiran.

PENERAPAN INKUIRI SOSIAL MELALUI GROUP INVESTIGASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 1 GONDANG KABUPATEN SRAGEN PADA SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Wasiyo, Wasiyo ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Sariyatun, Sariyatun ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Musadad, Akhmad Arif ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penerapan Inkuiri Sosial Melalui Group Investigasi untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Sejarah bagi Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014. Tesis Pendidikian Pasca Sarajana. Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing I Dr. Sariyatun, M.Pd. M. Hum. Pembimbing II Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd.Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Perencanaan penerapan inkuiri sosial melalui group investigasi dalam pembelajaran sejarah. (2) Pelaksanaan penerapann inkuiri sosial melalui group investigasi dalam pembelajaran sejarah. (3). Penerapan inkuiri sosial melalui group investigasi untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar sejarah.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tahapan kegiatan pada setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Gondang, Kabupaten Sragen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, panduan observasi, format penilaian, dan studi dokumen. Dalam tindakan siklus I keaktifan dan prestasi sudah mengalami peningkatan signifikan, jika dibandingkan dengan kondisi awal. Pada siklus II keaktifan dan prestasi belajar siswa baik. Pada silus III keaktifan dan prestasi belajar siswa sangat baik. Teknik analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Nilai keaktifan siswa diperoleh dengan menganalisis hasil pengamatan. Prestasi belajar terdiri dari kompetensi kognitif, psikomotor, dan afektif. Nilai kognonitif diperoleh dengan menganalisis hasil pos tes. Nilai psikomotor diperoleh dengan menganalisis hasil laporan akhir dan unjuk kerja. Nilai afektif diperoleh dengan menganalisis hasil pengamatan sikap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan inkuiri sosial melalui group investigasi sangat baik digunakan dalam pembelajaran sejarah. Karena mengkombinasikan metode pembelajaran tersebut terbukti berhasil meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar. Nilai rata-rata keaktifan siswa pada kondisi awal adalah 2,99. Pada siklus I meningkat  menjadi  3,11 pada siklus II 3,23, dan pada siklus III (kondisi akhir) menjadi 3,41.  (2) Kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran sejarah pada kelas X IPS di SMA Negeri 1 Gondang pada tahun pelajaran 2013/2014 adalah 2,66. Batas ketuntasan belajar (klasikal) adalah 80 %. Penerapan ikuiri sosial melalui group investgasi berhasil meningkatkan prestasi belajar sejarah. Hasil pos tes pada kondisi awal mencapai ketuntasan 67,7 %. Pada siklus I meningkat menjadi 87,1 %, pada siklus II 90,3 %, dan silus III mencapai ketuntasan 100 %.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan inkuiri sosial melalui group investigasi efektif untuk meningkatkan kektifan dan prestasi belajar sejarah. Kata Kunci : Inkuiri Sosisal, Group Investigasi, Pembelajaran Sejarah, Keaktifan, dan Prestasi Belajar.

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DI MADRASAH ALIYAH

Aziz, Abdul ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Warto, Warto ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Joebagio, Hermanu ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan kesadaran sejarah siswa kelas X-A Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Paron pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014, (2) penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas X-A MAN Paron pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dan tiap siklus terdiri dari empat tahapan meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil refleksi dijadikan dasar untuk menyusun rencana tindakan selanjutnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-A Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Paron. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Tes, wawancara, observasi dan angket. Untuk teknik pemeriksa keabsahan data dilakukan dengan menggunakan prinsip trianggulasi data dan metode. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan kesadaran sejarah siswa kelas X-A Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Paron. Peningkatan kesadaran sejarah dapat diketahui berdasarkan tindakan yang dilakukan selama tiga siklus menunjukkan bahwa pada siklus I prosentase peningkatan sebesar 33%, siklus II meningkat menjadi 66,67%, dan pada siklus III kembali menunjukkan peningkatan yaitu sebesar 84,85%. (2) Penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa. Hal ini bisa diketahui dari pada kondisi awal menunjukkan nilai rata- rata sebesar 60,91 dengan ketuntasan klasikal sebesar 33,33%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan yaitu nilai rata- rata menjadi 70,00 dengan ketuntasan klasikal sebesar 48,48%, siklus II meningkat dengan nilai rata- rata 77,58 dengan ketuntasan klasikal sebesar 78,79%, siklus III juga menunjukkan peningkatan dengan nilai rata- rata mencapai 84,39 dengan ketuntasan klasikal mencapai 90,91%.    Kata Kunci: Model Contextual Teaching and Learning (CTL), Pembelajaran Sejarah, Kesadaran Sejarah dan Presatasi Belajar Sejarah 

HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN SEJARAH NASIONAL INDONESIA DAN SIKAP NASIONALISME DENGAN KESADARAN SEJARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Amboro, Kian

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Background: The lowering historical awareness among the society generally and young generation, particularly students, gets attention from the public. Indonesian National History mastery and nationalism are expected as the variables related to Historical Awareness. This research aimed to analyze the relationship between students’ Indonesian National History mastery and Historical Awareness, between Students’ Nationalism and Historical Awareness, and of Students’ Indonesian National History mastery and Nationalism to Historical Awareness simultaneously.Method: This study was an ex-postfacto research with correlational research design. The population of research was all students of History Education Study Program of Teacher Training and Education Faculty of Metro Muhammadiyah University. The sample was taken using disproportionate stratified random sampling. The sample of research consisted of 167 students out of 309 students as the population. The instruments used to collect the data were test and questionnaire. Techniques of analyzing data used were correlation analysis, simple and multiple regressions at significance level of 5%.Result: There was a positive significant relationship between students’ Indonesian National History mastery and Historical Awareness, there was a positive significant relationship between Students’ Nationalism and Historical Awareness, and there was a positive significant relationship of Students’ Indonesian National History mastery and Nationalism to Historical Awareness simultaneously.Conclusion: There was a statistically positive significant relationship of Students’ Indonesian National History mastery and Nationalism to Historical Awareness. Keywords:     Learning, Indonesian National History, Nationalism, Historical Awareness 

HUBUNGAN PEMAHAMAN REFORMASI DAN WAWASAN KEBANGSAAN TERHADAP SIKAP DEMOKRASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Sriwati, Sriwati ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Sariyatun, Sariyatun ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Suryani, Nunuk ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sikap demokrasi merupakan unsur penting dalam menunjang kelangsungan hidup sebagai sebuah bangsa, terutama pada Era Reformasi. Oleh sebab itu, kemerosotan sikap demokrasi pemuda/mahasiswa dewasa ini patut mendapat perhatian antara lain dengan menanamkan pemahaman reformasi dan wawasan kebangsaan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan pemahaman reformasi dengan sikap demokrasi, wawasan kebangsaan dengan sikap demokrasi, serta pemahaman reformasi dan wawasan kebangsaan secara bersama-sama dengan sikap demokrasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.Jenis penelitian yang digunakan adalah ex-post facto dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah yang diidentifikasi berdasarkan lama studi. Sampel penelitian berjumlah 127 mahasiswa dari populasi yang berjumlah 194 mahasiswa. Proses pengumpulan data menggunakan instrumen tes pemahaman reformasi, angket wawasan kebangsaan, dan angket sikap demokrasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi, regresi sederhana dan regresi ganda pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman reformasi dengan sikap demokrasi ditunjukkan oleh  (4,673) >  (1,656), terdapat hubungan positif yang signifikan antara wawasan kebangsaan dengan sikap demokrasi ditunjukkan oleh   (12,915) >  (1,656), dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman reformasi dan wawasan kebangsaan secara bersama-sama dengan sikap demokrasi ditunjukkan oleh  (82,945) >  (3,070). Kata kunci: pemahaman reformasi, wawasan kebangsaan, sikap demokrasi. 

ANALISIS PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PONTIANAK

Firmansyah, Haris ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Warto, Warto ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perencanaan guru dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, pelaksanaan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, evaluasi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, dan kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 2 Pontianak. Pelaksanaan penelitian ini di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Metode yang digunakan adalah bentuk kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian kasus tunggal  terpancang. Data dan sumber data terdiri dari informan, aktifitas pembelajaran, dan dokumen. Data digali melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif yang dilaksankan melalui tiga komponen, yaitu: reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak: Perencanaan pembelajaran secara umum sudah memuat semua prinsip pengembangan dan komponen-komponen perencanaan termasuk komponen pendidikan karakter, namun perencanaan yang disusun masih belum optimal karena semua perencanaan terutama RPP terlihat sama antara satu dengan yang lainnya. Pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sehingga pelaksanaan belum berjalan dengan efektif, namun pada setiap pertemuan guru selalu menyampaikan substansi materi sesuai dengan SK dan KD. Evaluasi dilaksanakan dengan dua model penilaian yakni penilaian proses dan penilaian tertulis dengan KKM yang dinyatakan dalam bentuk angka, yakni sebesar 75. Dan kendala-kendala yang ditemui terdiri dari; kurangnya sarana-prasarana, siswa yang mengikuti jam pelajaran siang sudah banyak yang lelah dan mengantuk, keterbatasan siswa terhadap pengetahuan dasar tentang sejarah kebudayaan Islam, waktu yang sedikit dan materi yang begitu banyak, penerapan metode yang menoton, penggunaan media yang sangat minim, dan sumber belajar tidak banyak yang digunakan.. Kata Kunci : Pembelajaran, Sejarah Kebudayaan Islam, Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEBHINNEKAAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (Studi Di SMK Soelthan M. Tsjafioeddin Singkawang Kalimantan Barat)

Chalimi, Ika Rahmatika ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Warto, Warto ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Implementation of education insight kebhinnekaan (diversity) values can make students understand, accept and appreciate other people who have different ethnicity, culture, religion and other aspects. The school can integrate the values into subjects especially history. This research attempts to find: (1) the situation and condition of diversity at school, (2) the implementation of kebhinnekaan values on history learning, (3) the obstacle faced to implementation of kebhinnekaan values in history learning and problem solves. This research was conducted in Soelthan M. Tsjafioeddin Vocational High School Singkawang West Borneo. The research used qualitative research method. The source of data used in this research were an informant, archives and document, place, event and activity. The technique of collecting data conducted were indepth interview, observation and document recording with using purposive sampling technique. The data validation used were triangulation of source, triangulation of method and triangulation of theory. The technique of data analysis used was interactive model analysis including reduction of data, data display and drawing conclution and verification. The results of this research: (1) the school has diversity including ethnicity, culture, religion, gender, social status and language. Social interaction is good even though there is still discrimination toward minority students. (2) Kebhinnekaan values have been inserted into learning set. The application of group discussion method is used by teacher to increase the kebhinnekaan values. Learning evaluation done by the teacher indicates the appreciation toward the kebhinnekaan values. (3) Communication, student activity in the class and time allocation of learning are problems in the implementation of kebhinnekaan values. To solve those problems, teacher pushing the students to use Indonesia language, giving the notion for student to be active on the learning activity and asking students to study in their own house to solve the limited time problem. Keywords: implementation of kebhinnekaan values, history learning, Soelthan M. Tsjafioeddin Vocational High School

Pembelajaran Sejarah Bermuatan Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Pemahaman Terhadap Tradisi Masyarakat Batak Toba (Studi Pada Siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi)

Sinurat, Junita Yosephine ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Sariyatun, Sariyatun ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Junita Yosephine Sinurat, S861208046. 2013. Pembelajaran Sejarah Bermuatan Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu Untuk Meningkatkan Pemahaman Terhadap Tradisi Masyarakat Batak Toba (Studi Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran sejarah bermuatan kearifan lokal Dalihan Na Tolu dapat meningkatkan pemahaman tradisi masyarakat Batak toba pada siswa kelas x SMA Negeri 3 Tebing Tinggi.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) berupa perlakuan (treatment) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Subjek penelitian adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 33 orang. Data penelitian diperoleh dari hasil pengamatan kegiatan pembelajaran, informan (siswa, guru dan kepala sekolah), dokumen arsip dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. pembelajaran dilaksanakan melalui 5 langkah: 1) Apersepsi (langkah 1 GI), 2) Eksplorasi (langkah 2 dan 3 GI), 3) Elaborasi (Langkah 4 dan 5 GI), 4) Konfirmasi (Langkah 6 GI), dan 5) Penutup. Tindakan pembelajaran dilakukan dengan tiga siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) Observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumen, 4) Tes, 5) Angket.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran tipe Group Investigation pada pembelajaran sejarah bermuatan kearifan lokal Dalihan Na Tolu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan pemahaman tradisi masyarakat Batak Toba. Hasil belajar yang dicapai pada siklus I memperoleh prosentase ketuntasan klasikal 66,36%, siklus II meningkat 79,39 %, dan siklus III meningkat mencapai 89,39%. Sedangkan melalui angket  diperoleh pemahaman siswa terhadap tradisi masyarakat Batak Toba pada siklus I sebesar 74 %, pada siklus II 90 %, dan pada siklus III mencapai 92%.   Kata kunci: Pembelajaran Sejarah, Kearifan Lokal, Group Investigation, Pemahaman Tradisi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES BERMEDIA GAMBAR TOKOH PERGERAKAN NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI I PLAOSAN, MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014

Sulistyorini, Erna ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Warto, Warto ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS ) , Musadad, Akhmad Arif ( Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS )

Agastya Vol 1, No 1 (2014): Agastya
Publisher : Agastya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Model pembelajaran kooperatif  tipe Examples Non Examples merupakan model pembelajaran yang menggunakan contoh-contoh berupa gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar. Media gambar pada penelitian ini adalah gambar tokoh Pergerakan Nasional pada masa awal, masa radikal dan masa moderat. Tujuan penelitan (1) untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples Bermedia Gambar Tokoh Pergerakan Nasional untuk meningkatkan kesadaran sejarah siswa, (2) untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples Bermedia Gambar Tokoh Pergerakan Nasional untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri I Plaosan-Magetan  pada siswa kelas VIII A yang berjumlah 26  siswa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  sampai bulan Desember 2013. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada materi: Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Model  Pembelajaran Examples Non Examples Bermedia Gambar Tokoh Pergerakan Nasional dapat meningkatkan kesadaran sejarah siswa yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil jawaban angket kesadaran sejarah yang diberikan oleh siswa pada siklus III dapat diketahui bahwa rata-rata kesadaran sejarah siswa relatif tinggi, untuk pernyataan positif yaitu 94,55%, dan untuk pernyataan negatif 94,23%. Penerapan Model  Pembelajaran Examples Non Examples Bermedia Gambar Tokoh Pergerakan Nasional juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian  pada siklus III menunjukkan bahwa jumlah nilai pre test 1.855, rata-rata nilai 71,35 Jumlah siswa di bawah KKM 15 siswa (57,69%), dan hanya 11 siswa yang mencapai KKM yaitu (42,31%).  Sedangkan jumlah nilai hasil belajar dalam post test adalah 2.365, rata-rata nilai 90,96, dan tidak ada siswa yang nilainya di bawah KKM. Kata kunci:  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples, media gambar,  tokoh pergerakan nasional, kesadaran sejarah , hasil belajar,