cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
ISSN : 14120712     EISSN : 25278312     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA (Journal of Language and Literature Education) is published by Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and its teaching and learning. It is published twice a year, namely in April and October. The scopes of the topics include: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013" : 11 Documents clear
MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELOMPOK BERNOMOR (DKB) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Haerudin, Dingding
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.759

Abstract

Abstrak Banyak hasil penelitian yang menunjukkan rendahnya minat dan kemampuan membaca pada kalangan peserta didik. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi berbagai pihak, khususnya para pendidik. Memperhatikan kondisi yang mengkhawatirkan tersebut, penelitian yang dilakukan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Upaya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menguji coba model pembelajaran Diskusi Kelompok Bernomor (DKB) dalam pembelajaran membaca artikel. Model pembelajaran ini merupakan salah satu jenis model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan pertama kali oleh Spencer Kagan (1994), yaitu Numbered Head Together (NHT). Ruang lingkup masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi dua hal, yaitu kemampuan membaca dan model pembelajaran.  Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan membaca dan keefektifan model pembelajaran DKB dalam membaca pemahaman artikel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen murni. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik tes, observasi, angket, dan wawancara. Sumber datanya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran DKB mampu meningkatkan kemampuan hasil belajar.  Dengan demikian model pembelajaran DKB dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran membaca pemahaman di samping model-model pembelajaran membaca lainnya yang telah ada.Kata-kata kunci: membaca pemahaman, diskusi kelompok bernomor AbstractThere are many research results that show the low interest and ability to read among learners. This raises concerns for various stakeholders, especially teachers. Based on the alarming conditions, this study is expected to be one alternative to overcome the problems. The effort made in this study was to test the Numbered Discussion Group (NDG) learning model in teaching to read articles. This learning model is one type of cooperative learning models that was first developed by Spencer Kagan (1994), known as Numbered Head Together (NHT) The scope of the problem investigated in this study consists of two things, namely reading ability and learning models. The purpose of this study is to describe students reading ability and NDG learning model effectiveness in reading to comprehend articles. Data collection techniques used were technical tests, observations, questionnaires, and interviews. Data was taken from students of the Department of Education Regional Languages of FPBS at UPI. The results of this study show that the NDG learning model was able to improve learning outcomesTherefore, the NDG learning model can be used as an alternative of learning model for reading comprehension in addition to other learning models.Keywords: reading comprehension, numbered discussion group
THE VOCABULARY LEARNING STRATEGIES USED BY UUM STUDENTS IN RELATION TO THEIR PROFICIENCY LEVELS Amin, Noraziah Mohd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.764

Abstract

AbstrakTulisan ini berfokus pada strategi pembelajaran kosakata yang digunakan oleh Band 1 dan Band 4 mahasiswa sarjana Universitas Utara Malaysia (UUM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mensurvei penggunaan strategi pembelajaran kosakata yang digunakan oleh responden dan untuk menentukan sejauh mana penggunaan strategi dipengaruhi oleh tingkat kemampuan mereka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dikembangkan oleh Lachini (2007) berdasarkan klasifikasi Cottrell tentang strategi pembelajaran yang terdiri dari lima kategori strategi belajar kosakata: kreatif, reflektif, efektif, aktif dan motivasi. Respon dari 100 responden dari masing masing kelompok, Band 1 dan Band 4, hasil kuesioner diperiksa pada frekuensi penggunaan strategi pembelajaran kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal frekuensi penggunaan antara Band 1 dan Band 4 peserta sebagai mayoritas kedua kelompok digunakan sebagian besar strategi baik sedikit atau sering. Temuan penelitian mungkin bisa membantu instruktur untuk memfasilitasi pembelajaran kosakata bahasa Inggris oleh mahasiswa UUM dan mahasiswa lain pada umumnya.                        Kata-kata kunci: Strategi pembelajaran kosakata, tingkatan kemampuan berbahasaAbstract This thesis is concerned with the vocabulary learning strategies used by Band 1 and Band 4 undergraduate students of Universiti Utara Malaysia (UUM).  The objectives of this descriptive study were to survey the vocabulary learning strategies used by the respondents and to determine to what extent their use of the strategies was influenced by their proficiency level. The instrument employed in the study was a questionnaire developed by Lachini (2007) based on Cottrell’s classification of learning strategies. It consists of five categories of vocabulary learning strategies: creative, reflective, effective, active and motivated. The responses of 100 Band 1 and 100 Band 4 students to the questionnaire were examined on the frequency of their use of the vocabulary learning strategies. The results indicated that there was no significant difference in terms of the frequency of use between Band 1 and Band 4 participants as  the majority of both groups employed most of the strategies either ‘a little’ or ‘often’. The findings of the study perhaps could help instructors to facilitate the learning of English vocabulary by UUM students and other students at large.    Keywords: The vocabulary learning strategies, proficiency levels
COMPOUNDING IN INFORMATION TECHNOLOGY TERMS: A MORPHOLOGICAL STUDY Sari, Rafica
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.755

Abstract

AbstrakDalam linguistik merupakan proses pembentukan kata yang sangat produktif dua kata atau lebih digabungkan menjadi sebuah kata baru. Proses ini sering dijumpai pada pembentukan kata atau istilah baru dalam bidang teknologi informasi. Compound word (kata majemuk) pada istilah-istilah bidang teknologi informasi adakalanya memiliki makna yang berbeda dari makna leksikal pembentuk kata majemuknya. Oleh karena itu, makalah ini ditulis untuk mendeskripsikan kata majemuk yang terdapat pada istilah teknologi informasi,  mendeskripsikan cara penulisannya, dan mendeskripsikan makna leksikal pada kata majemuk tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, diketahui bahwa kata majemuk dalam teknologi informasi memiliki beberapa kombinasi elemen dengan cara penulisan menggunakan open form, hyphenated-form, dan closed/solid form. Makna kata majemukyang terbentuk dari proses compounding pada istilah teknologi informasi ternyata lebih banyak mempertahankan makna leksikal dari masing-masing kata pembentuknya daripada membentuk makna baru. Kata-kata kunci: compounding, istilah teknologi informasi, makna leksikal. AbstractIn linguistic it is a process of word formation that is very productive in which two or more words are combined into a new word. This process is often found in the formation of new words or terms in the field of information technology. Compound words for terms in the field of information technology sometimes have a different meaning from the lexical meaning of each word that makes up the compound words. Therefore, this paper is written to describe compound words contained in information technology terms, to describes how to write them, and to describe lexical meanings of the compound words. Based on the analysis using a descriptive method, it was found that compound words in information technology have some combinations of elements by way of writing using open form, hyphenated-form, and closed/solid form. Meanings of compound words that are formed through the  compounding process in the information technology terms seem to maintain lexical meaning of each constituent word rather than forming new meanings. Keywords:  compounding, information technology terms, lexical meaning
PENGGUNAAN PERMAINAN MEMASANGKAN KARTU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SMA Maspalah, Maspalah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.760

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan penggunaan Permainan Memasangkan Kartu dalam pembelajaran bahasa Arab, (2) memperoleh data tentang kontribusi permainan tersebut dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar, dan (3) memperoleh data tentang kontribusi penggunaan permainan tersebut terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam memahami teks tertulis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa Kelas X-3 SMAN 1 Cicurug Kabupaten Sukabumi. Melalui penelitian ini diungkap langkah-langkah pembelajaran dengan penggunaan permainan tersebut, sikap dan perilaku siswa dalam belajar, serta hasil belajarnya. Kata-kata kunci:  Permainan memasangkan kartu, pembelajaran                               bahasa Arab AbstractThis study aims to (1) describe the application of the use of the Card Pair Game in the Arabic learning, (2) obtain data on the contribution of the game in increasing student activity in learning, and (3) obtain data on the contribution of the use of such games to increase students ability in understanding the written text. The method used was Classroom Action Research is conducted in two cycles with a subject of research students Class X-3 SMAN 1 Cicurug Sukabumi. Through this study revealed the learning steps with the use of the game, the attitude and behavior of students in learning, and learning outcomes.Keywords: Card pair game, arabic learning
MULTIMODALITY: MENAFSIR VERBAL, MEMBACA GAMBAR,DAN MEMAHAMI TEKS Hermawan, Budi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.756

Abstract

Abstrak Tulisan ini ditujukan khususnya untuk memenuhi dua tujuan utama. Pertama, tulisan ini memperkenalkan dan menjelaskan multimodality sebagai sebuah ‘prosedur analisa’ yang harus digunakan untuk menganalisa teks yang menggunakan lebih dari satu semiotic mode, khususnya yang menggunakan mode verbal dan mode gambar atau imej secara bersamaan dalam sebuah kesempatan penyampaian makna. Kedua, tulisan ini menjelaskan langkah-langkah teknis prosedur analisa multimodality yang dapat digunakan untuk menganalisa teks seperti tersebut dan memberikan contoh penggunaan langkah analisa. Dengan demikian, tulisan ini juga mengeksplorasi manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan ‘prosedur analisa’ ini untuk menganalisa teks. Tulisan ini mendukung argumen yang ditawakan diantaranya oleh Kress dan van Leeuwen (2006), dan Machin dan Myer (2012), yang menyakini bahwa pesan yang disampaikan dengan semiotic mode berbeda secara bersamaan (verbal dan imej) dalam sebuah teks tidak dapat dianalisa hanya dengan alat analisa lingusitik saja, tetapi mengharuskan dua alat analisa yang berbeda yaitu linguistics, dan image analysis tool seperti reading image yang saling mendukung menuju pemahaman makna yang lebih menyeluruh. Bentuk hubungan yang tercipta dari verbal dan imej sebagai dua semiotic mode berbeda dalam sebuah teks juga dipaparkan dalam tulisan ini. Kata-kata kunci: multimodality, semiotic mode, teks, mode verbal, mode imej  AbstractThis article was especially to serve two main purposes; firstly, it introduces and elaborates multimodality as a ‘ procedure of analysis’ to use to analyze texts which use more than one semiotic mode, particularly those that use verbal and images at the same time. Secondly, this article both explicates technical steps of the procedure that can be used to analyze given texts, and provides an example of the application of the steps. Hence, though implicitly, the article explores the strengths to gain from the application of the procedure. The article supports the argument offered, among others, by Kress and van Leeuwen (2006), and Machin and Myer (2012), who argue that messages sent in a text using two different semiotic modes at the same time, verbal and visual, should be analyzed by a tool of analysis that combines the analysis of verbal and visual such as Systemic Functional Linguistics (SFL) for the analysis of verbal, and Reading Images for the analysis of the images. These, work together to unearth the messages to allow us better interpretation and understanding of the messages. The relations between verbal-visual are also discussed in this article  Keywords: Multimodality, semiotic mode, text, verbal, images
FOLKLOR LAPINDO SEBAGAI WAWASAN GEO-CULTURE DAN GEO-MYTHOLOGY BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Nurwicaksono, Bayu Dwi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.761

Abstract

Abstrak Kearifan lokal tentang insiden lumpur Lapindo adalah cerita rakyat tentang kejadian di masa lalu yang dapat digunakan sebagai pelajaran pada masa kini dan masa depan, tentang dongeng Candi Tawangalun dan dongeng Emas Ketimun. Terlepas apakah itu sebuah dongeng yang pernah terjadi secara empiris atau hanya realitas-fiksi, kehadirannya dapat digunakan sebagai pijakan untuk memahami peristiwa (bencana) dari perspektif budaya. Wawasan Geo-Budaya dan Geo-Mitologi dalam cerita rakyat Lapindo bisa menjadi alternatif bahan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing karena kontekstualitas dan substansi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat menarik. Praktek pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing di Australia diketahui bahwa cerita tradisi lisan tapi cerita hanya sebagai pelengkap tradisi lisan sama pentingnya dengan pengetahuan tentang tata bahasa, bahkan dengan pengenalan tradisi lisan cerita, pembelajar BIPA akan mengetahui tentang budaya Indonesia. Kata-kata kunci: cerita rakyat, Geo-Culture, Geo-Mythology, kearifan lokal, BIPA Abstract Local wisdom about Lapindo mudflow incident is the folklore about the events in the past that can be used as a lesson on the present and future, that fairy tales Tawangalun Temple and fairy tale Golden Cucumber. Regardless whether its a fairy tale ever happened empirically or just reality-fiction, its presence can be used as a foothold for understanding the events (disasters) from the perspective of the present culture. Insights Geo-Culture and Geo-Mythology in Lapindo folklore can be an alternative contextual teaching materials based on local wisdom in learning Indonesian for foreign speakers because contextuality and substance of the values contained in it very interesting. Practice learning Indonesian for foreign speakers in Australia is known that oral tradition story but the story only as a complement to the oral tradition is just as important as knowledge of grammar, even with the introduction of the oral tradition of story, BIPA learners will know the culture of Indonesia.Keywords: folklore, Geo-Culture, Geo-Mythology, local wisdom, BIPA
PENERAPAN TEKNIK KOREKSI TIDAK LANGSUNG UNTUK MEMINIMALKAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH Utami, Santi Pratiwi Tri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.757

Abstract

Abstrak  Sebagian besar mahasiswa masih mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah tulis ilmiah dalam tugas penyusunan karya ilmiah sehingga banyak kesalahan berbahasa yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan berbahasa dengan teknik koreksi tidak langsung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kesalahan berbahasa baik pada tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Secara keseluruhan penurunan rata-rata sebesar 25,06%. Jumlah rata-rata kesalahan berbahasa pada tahap prasiklus sebesar 24%, pada siklus II jumlah rata-rata kesalahan berbahasa menurun menjadi 13,75%. Selain hasil tersebut, terdapat persepsi dan kesan positif dari mahasiswa pada perkuliahan MKU bahasa Indonesia.Kata-kata kunci: teknik koreksi tidak langsung, kesalahan berbahasa,karya   ilmiah AbstractMost students still complain about difficulties in organizing content and applying the rules of scientific writing in preparing scientific papers as they commit so many errors. This study aims to minimize language errors by indirect correction techniques. This Classroom Action Research was conducted in two cycles. The results show a decrease in the error rate on language use both in the actions of pre-cycle, the first cycle and the second cycle. In total, there was an average decrease of 25.06%. The number of average errors on language use in the stage of pre-cycle was 24%, the number of average errors on language use decreased to 13,75% in cycle II. In addition to those results, there was a positive perception and impression in the students towards the General Subject Course of Indonesian Language. Keywords: indirect correction techniques, errors in language use,                     scientific writing
PERAN LOKATIF DALAM NOVEL THE HUNGER GAMES:SUATU KAJIAN SEMANTIS
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.762

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada dua hal pokok: (1) menjelaskan secara semantis, jenis peran lokatif dan hal yang ada pada peran lokatif dalam bahasa Inggris; (2) jenis verba yang mengharuskan adanya peran lokatif dalam bahasa Inggris. Data diperoleh dari novel “the hunger games”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik distribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)  secara semantis, peran lokatif terdiri atas peran lokatif statis dan dinamis. Peran lokatif dinamis dibagi menjadi: sumber, lintasan dan tujuan, (2) kata kerja yang membutuhkan kehadiran peran lokatif dalam bahasa Inggris dibagi menjadi dua jenis verba: kata kerja transitif dan intransitif. Selain itu, kata kerja transitif dan intransitif dibagi menjadi empat jenis: keadaan, proses, tindakan dan proses-tindakan. Kata-kata kunci: Peran lokatif, novel the hunger games, kajian semantis AbstractThe research focuses on two main points:(1) explain semantically, kinds of locative role and case that presence in locative role in English; (2) kinds of verb which requires the presence of locative role in English. The data are taken from this novel. This research uses descriptive method with distributional techniques. The result of this research shows that: First, Semantically, the roles of locative consist of static and dynamic locative role. The dynamic locative role is divided into: source, path and goal. Second, verbs which require the presence of locative role in English divided into two kinds of verbs: transitive and intransitive verbs. Moreover, transitive and intransitive verb are divided into four kinds of verbs: state, process, action and action-process verbs.Keywords: Locative role, novel the hunger games, semantic study
IMPROVING STUDENTS’ LOW CLASS PARTICIPATION IN SPEAKING ACTIVITIES BY USING DRAMA TECHNIQUE Wahyuni, Erly
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.758

Abstract

                                                Abstrak Sering kali pengajaran bahasa Inggris kurang mampu memenuhi tujuannya. Bahkan setelah bertahun-tahun belajar bahasa Inggris, peserta didik tidak mendapatkan kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa di dalam dan luar kelas. Komunikasi yang nyata melibatkan gagasan, emosi, perasaan, kesesuaian dan kemampuan beradaptasi. Kelas bahasa Inggris yang konvensional hampir tidak memberikan kesempatan terhadap peserta didik untuk menggunakan bahasa dengan cara ini dan mengembangkan kefasihan di dalamnya. Dengan demikian, sayangnya, tujuan utama dari program pengajaran bahasa yaitu mengembangkan keterampilan dalam komunikasi, menjadi terabaikan. Sebuah alternatif yang menarik adalah mengajarkan bahasa melalui drama karena drama memberikan pengetahuan praktis tentang kekuatan bahasa yang ekspresif dan komunikatif. Dengan kata lain, hal tersebut mengintegrasikan aspek verbal dan non-verbal dalam komunikasi, sehingga menyatukan pikiran dan tubuh, dan memulihkan keseimbangan antara aspek fisik dan intelektual dalam pembelajaran. Selain itu,  hal tersebut menumbuhkan kesadaran diri (dan kesadaran akan orang lain), harga diri dan kepercayaan diri, dan melalui hal ini, motivasipun tumbuh. Artikel ini bertujuan untuk melihat teknik drama dan beberapa kegiatannya yang dapat memotivasi siswa untuk berbicara.   Kata-kata kunci: partisipasi kelas, kegiatan berbicara, teknik drama Abstract Many a times the teaching of English language falls short of fulfilling its goals. Even after years of English teaching, the learners do not gain the confidence of using the language in and outside the class. Real communication involves ideas, emotions, feelings, appropriateness and adaptability. The conventional English class hardly gives the learners an opportunity to use language in this manner and develop fluency in it. Thus, the main purpose of the language teaching course, i.e., developing skills in communication, is unfortunately, neglected. An attractive alternative is teaching language through drama because drama provides practical knowledge of the expressive and communicative powers of a language. In other word, it integrates verbal and non-verbal aspects of communication, thus bringing together both mind and body, and restoring the balance between physical and intellectual aspects of learning. Furthermore, it fosters self-awareness (and awareness of others), self-esteem and confidence; and through this, motivation is developed. This article is aimed to look at the drama techniques and their activities that can motivate students to speak. Keywords: class participation, speaking activities, drama technique
IMPLEMENTASI MODEL KOMUNIKASI BISNIS FRANKOFON DALAM PEMBELAJARAN FRANÇAIS DE LA COMMUNICATION PROFESSIONNELLE Mulyadi, Yadi; Gumilar, Dudung; Sopiawati, Iis
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, Nomor 1, April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i1.763

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data perihal (1) efektivitas penggunaan model pembelajaran Komunikasi Bisnis Frankofon dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa terhadap bahasa Perancis komunikasi profesional, (2) kontribusi model tersebut dalam pembelajaran bahasa Perancis bisnis, (3) kelebihan dan kekurangan model komunikasi bisnis frankofon dalam pembelajaran Français de la communication professionnelle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang diteliti terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Français de la communication professionnelle (PR308) juga telah membantu mahasiswa terkait pemahaman konsep-konsep berupa bahasa Perancis bidang profesi dan bisnis yang kelak akan dibutuhkan di dunia kerja yang nyata.Kata-kata kunci: Model komunikasi bisnis frankofon, bahasa Perancis untuk tujuan khusus  AbstractThe aims of this research are to find out (1) the effectiveness of the use of French for business communication model and to develop students skills in French for special purposes (2) the contribution of the model analysed in teaching French for special purposes, namely, Français de la communication professionnelle (3) the advantages and the disadvantages of the model analysed in the teaching of Français de la communication professionnelle. The data analyzed demonstrates that the model analysed was effective and improved the quality of leaning French for special purposes, and the model helped the students to understand the concepts of French for professionals and business. For the students, this model helped to master not only French language skills but also the professionals and the business materials in real world.Keywords: French business communication model, French as special purposes

Page 1 of 2 | Total Record : 11