cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
ISSN : 14120712     EISSN : 25278312     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA (Journal of Language and Literature Education) is published by Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and its teaching and learning. It is published twice a year, namely in April and October. The scopes of the topics include: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
CONCEPTUAL METAPHOR RELATED TO EMOTION Agus, Cecep
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.292

Abstract

Metafora Konseptual yang berkaitan dengan Emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat konsep metafora yang terjadi dalam bahasa Inggris yang mewakili emosi secara keseluruhan pada British National Corpus (BNC). Penelitian ini menganalisis tanda-tanda yang digunakan orang untuk mengekspresikan emosi, menelisik fungsi sosial dan budaya secara emosional di seluruh dunia. Penelitian ini, lebih jauh lagi, dilakukan untuk menemukan aturan konseptualisasi emosi dan konsep abstrak yang membantu orang memahami beberapa aspek yang sulit, memberi warna, dan megembangkannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif mengikuti Causation Concepts dan Force Dynamics principle. Metode analisis digunakan untuk menemukan beberapa metafora konseptual yang berasal dari ekspresi linguistik metafora di mana mereka muncul sebagai fenomena linguistik alami dalam cara pandang dan konsep emosi manusia. Data tersebut dalam bentuk wacana tertulis dikutip dari BNC. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat beberapa metafora konseptual di dalamnya. Studi ini menunjukkan bahwa kegiatan berbicara, merasakan, berpikir, dan mengidentifikasi merupakan suatu proses yang saling berkaitan dan menunjukkan bagaimana emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, kemarahan dan rasa cinta melekat pada bahasa. Secara formal dan fungsional, konsep metafora muncul bersamaan dengan proses pemikiran manusia, dan sebagian besar tidak disadari. Hal ini merupakan struktur dasar dari penalaran bahwa pikiran digunakan untuk memahami aspek abstrak yang rumit.Kata kunci: Konsep , metafora konseptual , emosi , ekspresi linguistik metaforaAbstract Conseptual Metaphor related to Emotion. This study investigates whether there are conceptual metaphors occuring in English representing emotion as a whole in British National Corpus (BNC). It analyzes the signals people use to express emotion, looking at the social and cultural functions of emotional language around the world. This study, furthermore, has an arrangement to find the rule of conceptualizing emotion and abstract concept which helps people grasp some difficult aspect, give colour, and make it move.The method used in this study is descriptive qualitative following the Causation Concepts and Force Dynamics principle. The method of analysis is to locate some conceptual metaphors deriving from metaphorical linguistic expressions where they appeared as natural linguistic phenomenon in the way people view and conceptualize the emotion. The data are in the form of written discourse cited from BNC. Results show that there are some conceptual metaphors in it. The study demonstrates that speaking, feeling, reflecting, and identifying are interrelated processes and shows how emotions such as happiness, sadness, anger and love are attached to language. Formally and functionally, the conceptual metaphors come out with the human thought processes, and are largely unconscious. It is a fundamental structure of reasoning that the mind utilizes to make sense of more complicated abstract aspect.Keywords: Concept,  conceptual metaphor, emotion, metaphorical linguistic expressions
BELAJAR BAHASA SECARA HOLISTIK: APAKAH PANDANGAN MURID ? Osman, Zulkifli
BAHASA DAN SASTRA Vol 13, No 2 (2013): Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBelajar Bahasa secara Holistik : Apakah pandangan Murid?. Pelbagai pendekatan pengajaran bahasa seperti pendekatan struktural, kod-kognitif, dan komunikatif dilaksanakan di bilik darjah. Pendekatan-pendekatan tersebut mempunyai kekuatan dan kelemahan yang tersendiri. Pendekatan kod-kognitif mementingkan kemampuan murid menguasai rumus bahasa. Pendekatan komunikatif pula mementingkan proses komunikasi semata-mata. Tujuan kajian ini adalah untuk memperkenalkan pelaksanaan pendekatan holistik dalam pengajaran Bahasa Melayu bagi memastikan murid dapat belajar bahasa secara menyeluruh atau holistik. Bagi mendapatkan data tentang pandangan murid terhadap pelaksanaan pendekatan ini, soal selidik dan temu bual separa struktur dijalankan. Bukti dokumen juga digunakan bagi menyokong data. Seratus dua puluh lima murid dilibatkan dalam kajian ini. Mereka terdiri daripada tiga kelas Tingkatan Empat (SMA). Soal selidik dan temu bual ini ditadbirkan kepada murid selepas modul pengajaran dijalankan. Dapatan kajian mendapati proses pembelajaran bahasa secara holistik menarik perhatian murid. Pendekatan ini juga dapat meningkatkan motivasi murid dan kemahiran bahasa murid. Implikasi kajian juga turut dibincangkan.Kata Kunci: Belajar bahasa, pembelajaran bahasa, pendekatan holistik,                    modul pengajaran bahasa Abstract Learning Language by Holistic Approach: What Atudent’s View”. A variety of teaching approaches such as structural approach, code-cognitive, communicative was implemented in the classroom. These approaches have their own specific strength and weakness. The cod-cognitive approach emphasizes on the ability of the students to mastering the language competence. The communicative approach likewise to enhance on the communication process only. The purpose of this study is to introduce the implementation of the holistic approach in teaching of the Malay Language to ensure pupils are able to learn the language as a whole or holistic. In order to obtain the student’s views on the implementation of this approach, questionnaire and semi-structured interview was implemented. Document analysis also used in order to support the data. One hundred and twenty five students are involved in this study whose consist of three classes of Form Four (SMA). Questionnaires and interviews were administered to the students after teaching modules run. Results showed that the language process by using the holistic approach is more attractive. This approach is able to increase the student’s motivation and language skills. Implications of the study are also discussedKeywords: Learning language, language learning, holistic approach,                   language teaching modules
ANALISIS TUGAS MENULIS KRITIK SASTRA SUNDA DALAM MATA KULIAH KRITIK SASTRA DI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FPBS UPI TAHUN AKADEMIK 2012/2013 Isnendes, Retty
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.288

Abstract

AbstrakAnalisis Tugas Menulis Kritik Sastra Sunda dalam Mata Kuliah Kritik Sastra di Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI Tahun Akademik 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) kecenderungan jenis kritik mahasiswa dan (2) kualitas kritik sastra mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik: telaah pustaka, observasi, dokumentasi, dan analisis. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut. Kecenderungan jenis kritik yang dipergunakan mahasiswa meliputi jenis tulisan dan jenis isi. Jenis tulisan kritik mahasiswa adalah sastrawan dan akademik, sedangkan jenis isinya adalah intrinsik dan ekstrinsik. Kualitas kritik mahasiswa dengan pola tulisan sastrawan dan akademik adalah: cukup, baik, dan sangat baik nilainya. Adapun kualitas kritik mahasiswa dengan pola tulisan akademik pada kritik tugas kelompok adalah baik dan sangat baik. Saran ditujukan bagi mahasiswa, tim dosen, dan lembaga JPBD.Kata kunci: Tugas, kritik sastra, Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Abstract Writing Task Analysis of Literary Criticism in Literary Criticism in Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI 2012/2013. The purpose of this study is to describe: (1) the tendency of criticism types of students and (2) quality of student literary criticism. The method used is descriptive techniques: literature review, observation, documentation, and analysis. The results are as follows. Tendency kind of criticism that students used include the type of writing and content type. Type of writing is a literary critic and academic students, while it is a kind of intrinsic and extrinsic. Quality of student criticism with literary and academic writing pattern is: pretty, good, and excellent value. As for the criticism of the quality of students with academic writing patterns on group assignments criticism is good and very good. Suggestion is intended for students, faculty teams, and institutions JPBD.Keywords: Assignment, literary criticism, Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah
SEMANGAT PROFESIONALISME DALAM PERIBAHASA MINANGKABAU Oktavianus, Oktavianus
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.293

Abstract

Abstrak            Semangat Profesionalisme dalam Peribahasa Minagkabau. Semangat profesionalisme sangat penting dalam kehidupan manusia. Semangat profesionalisme itu dapat ditransfer menjadi bagian dari sikap, perilaku, tindakan dan kebiasaan seseorang dalam melakukan sesuatu. Nilai-nilai yang mendorong munculnya semangat profesionalisme dalam bentuk sikap, perilaku, dan tindakan profesional diperkirakan tersimpan juga dalam peribahasa setiap etnik di Indonesia termasuk peribahasa Minangkabau. Terkait dengan itu, tulisan ini merupakan suatu upaya untuk mencermati dan membicarakan semangat profesionalisme yang terkandung dalam peribahasa Minangkabau. Kajian dilakukan dari perspektif bagaimana bahasa mencerminkan sikap dan perilaku penuturnya. Data untuk kajian ini diambilkan dari sumber-sumber tertulis berupa kumpulan peribahasa yang telah didokumentasikan dan peribahasa-peribahasa yang digunakan dalam pertuturan sehari-hari masyarakat Minangkabau. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang dapat mendorong masyarakat Minangkabau untuk memelihara tindakan, kebiasaan, perilaku dan sikap profesional dalam kehidupan sehari-harinya.          Kata kunci: Profesionalisme, profesional, nilai, dan peribahasa. AbstractThe spirit of professionalism in Minangkabau Proverbs. The spirit of professionalism is very essential in human life. The spirit of professionalism then can be transferred into someone’s attitude, behavior, action and habit in doing something  It is assumed that the values triggering the spirit of professionalism in the form of professional attitude, behavior, and action can be found in the proverbs of every ethnics in Indonesia including Minangkabau proverbs.  Thus, this writing is an attempt to observe and discuss the spirit of professionalism in Minangkabau proverbs. The study is done from the perspective of how language reflects the attitude and behavior of its speakers. The data for this study is collected from written documents of Minangkabau proverbs and the proverbs used in daily communication. The result of the study indicates that Minangkabau proverbs contains the values that can trigger Minangkabau people to keep their professional attitude, behavior, habit, and action in their daily life.Keywords : Professionalism, professional, values, and proverbs.
BELAJAR BAHASA SECARA HOLISTIK: APAKAH PANDANGAN MURID ? Osman, Zulkifli
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.284

Abstract

AbstrakBelajar Bahasa secara Holistik : Apakah pandangan Murid?. Pelbagai pendekatan pengajaran bahasa seperti pendekatan struktural, kod-kognitif, dan komunikatif dilaksanakan di bilik darjah. Pendekatan-pendekatan tersebut mempunyai kekuatan dan kelemahan yang tersendiri. Pendekatan kod-kognitif mementingkan kemampuan murid menguasai rumus bahasa. Pendekatan komunikatif pula mementingkan proses komunikasi semata-mata. Tujuan kajian ini adalah untuk memperkenalkan pelaksanaan pendekatan holistik dalam pengajaran Bahasa Melayu bagi memastikan murid dapat belajar bahasa secara menyeluruh atau holistik. Bagi mendapatkan data tentang pandangan murid terhadap pelaksanaan pendekatan ini, soal selidik dan temu bual separa struktur dijalankan. Bukti dokumen juga digunakan bagi menyokong data. Seratus dua puluh lima murid dilibatkan dalam kajian ini. Mereka terdiri daripada tiga kelas Tingkatan Empat (SMA). Soal selidik dan temu bual ini ditadbirkan kepada murid selepas modul pengajaran dijalankan. Dapatan kajian mendapati proses pembelajaran bahasa secara holistik menarik perhatian murid. Pendekatan ini juga dapat meningkatkan motivasi murid dan kemahiran bahasa murid. Implikasi kajian juga turut dibincangkan.Kata Kunci: Belajar bahasa, pembelajaran bahasa, pendekatan holistik,                    modul pengajaran bahasa Abstract Learning Language by Holistic Approach: What Atudent’s View”. A variety of teaching approaches such as structural approach, code-cognitive, communicative was implemented in the classroom. These approaches have their own specific strength and weakness. The cod-cognitive approach emphasizes on the ability of the students to mastering the language competence. The communicative approach likewise to enhance on the communication process only. The purpose of this study is to introduce the implementation of the holistic approach in teaching of the Malay Language to ensure pupils are able to learn the language as a whole or holistic. In order to obtain the student’s views on the implementation of this approach, questionnaire and semi-structured interview was implemented. Document analysis also used in order to support the data. One hundred and twenty five students are involved in this study whose consist of three classes of Form Four (SMA). Questionnaires and interviews were administered to the students after teaching modules run. Results showed that the language process by using the holistic approach is more attractive. This approach is able to increase the student’s motivation and language skills. Implications of the study are also discussedKeywords: Learning language, language learning, holistic approach,                   language teaching modules
DURATIVE AND PUNCTUALITY ASPECTS IN FRENCH AND THEIR TRANSLATION INTO INDONESIAN Hapsari, Nunuk Tri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.289

Abstract

AbstrakAspek Duratif dan Kesekejapan dalam Bahasa  Prancis (BP) dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia (BI). Penelitian ini berfokus pada aspek duratif dan kesekejapan dalam Bahasa  Prancis (BP) dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia (BI). Penelitian ini menarik untuk dilakukan mengingat perbedaan kaidah bahasa antara BP dan BI dalam pengungkapan aspek. Aspek dalam BP dapat diungkapkan dengan lima cara yang berbeda, baik secara gramatikal maupun secara leksikal. Adapun dalam BI, aspek dinyatakan secara morfologis dengan mengunakan kata bantu. Penelitian bertujuan menemukan bentuk aspek duratif dan kesekejapan yang diungkapkan secara verbal dan leksikal dalam BP dan padanannya dalam BI, serta faktor yang mempengaruhi pemilihan teknik penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan aspek tersebut. Data utama yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah novel Les Chants de L’ile à Dormir Debout: Le Livre de Centhini dan terjemahan dalam BI. Penelitian kualitatif ini dilakuan dengan metode pustaka dengan teknik catat sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan metode komparatif. Penelitian menunjukkan bahwa aspek duratif dan kesekejapan dalam BP sebagai bahasa sumber (Bsu) yang diungkapkan oleh verba tidak selalu muncul  keaspekannya dalam terjemahan teks BI sebagai bahasa sasaran (Bsa); keterangan waktu digunakan dalam BI untuk menyatakan aspek kesekejapan BP yang diungkapkan secara leksikal. Teknik penerjemahan yang dipergunakan dalam penerjemahan dipengaruhi oleh perbedaan sistem bahasa BP dan BI, serta situasi budaya yang melatari cerita novel.Kata kunci: Aspek duratif, aspek kesekejapan, Bahasa Prancis, Bahasa Indonesia,      teknik terjemahanAbstractDurative and Punctuality Aspects in French and their Translation into Indonesian. This study focuses on the durative and punctuality aspects in French and how these aspects are translated into Indonesian. This study is of interest due to the different of language systems between French and Indonesian in tagging aspect. Aspect in French could be performed in several ways, while in Indonesian, aspect is expressed morphologically using lexis. The objectives of this study are to investigate the form of durative and punctuality aspects reflected in the verbal tenses and adverbial of time in French as SL  and their translation into Indonesian as TL , and to discover the factors that influence the global choice of translation technique used in translating these aspects. The primary data of this study is a French novel, entitled Les Chants de L’ile à Dormir Debout: Le Livre de Centhini, and its Indonesian translation. This qualitative research is supported by a library method, with a noting technique as a technique of data gathering. The data is analyzed by using a comparative method. This study shows that the meaning of durative and punctuality aspects in French in verbal tenses cannot be always seen in the translation texts; adverbial of time as the marker of punctuality aspect is translated equivalently by using lexical words or adverbials to transfer the meaning. Moreover,  the translation techniques used were influenced by the different language systems of French and Indonesian and by the cultural situation of the story of the novel.Keywords: Durative aspect, punctuality aspect, French, Indonesian, translation technique
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU BAHASA INDONESIA DI SMP KABUPATEN CIREBON Rozak, Abdul
BAHASA DAN SASTRA Vol 13, No 1 (2013): Vol. 13 No. 1, April 2013
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi lesson study sebagai upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Cirebon. Lesson study merupakan alternatif yang dapat dilakukan oleh guru bersama teman sejawatnya dalam rangka membudayakan belajar sepanjang hayat untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogiknya secara mandiri yang berdampak langsung bagi perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu, implementasi lesson study sebagai model pembinaan dan peningkatan kompetensi pedagogik guru bahasa Indonesia memerlukan dukungan dari pihak-pihak terkait terutama kepala sekolah dan dinas pendidikan. Tanpa dukungan itu, maka lesson study hanyalah “mimpi” bagi guru-guru yang memiliki motivasi untuk meningkatkan kemampuannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lesson study pada kompetensi pedagogik guru bahasa Indonesia SMP kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil penelitian ini lesson study berdampak positif terhadap kompetensi pedagogik guru.
SASTRA KLASIK SEBAGAI WAHANA EFEKTIF DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER Kosasih, Engkos
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.294

Abstract

Abstrak   Sastra Klasik sebagai Wahana Efektif Pengembangan Pendidikan Karakter. Pelajaran sastra klasik merupakan wahana efektif bagi pengembangan karakter siswa. Dalam sastra klasik ada unsur budaya, sejarah, bahkan unsur ideologi di samping aspek  emosional, intelektual, sosial, dan moralitas. Unsur-unsur itu pula yang selama ini merupakan bidang kajian dalam pengembangan kepribadian. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan kepribadian (baca: karakter) melalui pengajaran sastra klasik bukanlah upaya yang mengada-ada. Sastra klasik dapat membantu pembentukan karakter siswa, melalui jalinan cerita yang menyentuh, pilihan kata yang menggugah, ataupun kekuatan konflik yang menggetarkan temanya yang mencengangkan dan heroik. Justru dengan sastra klasik itulah  siswa dapat memperoleh kesadaran, tanpa merasa dipaksa dan digurui. Untuk itu, pembelajarannya tidak cukup apabila berkutat pada soal teori. Ada aspek lain yang yang lebih penting, yaitu apresiasi dan kreasi. Kedua aspek tersebut bisa memberikan pengalaman dan kepribadian bersastra, terutama di dalam pembentukan karakter-karakter tertentu pada diri siswa.Kata kunci: Sastra klasik, pendidikan karakter, potensi siswa, strategi pembelajaran Abstract   Classic literature as an effective way in improving education of character.A lesson of classic literature is an effective mode for improving student’s character. Some elements of classic literature include culture element, history, beside emotional aspect, intellectual, social, and morality. That element as long as now is an inspection surface in a personality improvement. Therefore, improvement of personality education (read: character) by means of classic literature is not fabricating efforts. A classic literature is able to help building student’s character, by means of touching story’s combination, shaking of words selection, or a power of conflict which was tremble his friend shock and heroism. Exactly, by a classic literature, a student is able get a conscious, without feeling to be forced and taught. So, learning of it is not enough if only concentrate to a theory. Another aspect is more important, that is an appreciation and creation. Both of that aspect is able to give an experience and literature personality, especially in certain characters building of student’s personal.Keywords: Classic literature, character education, students potential, learning’s strategy 
TINDAK TUTUR LANGSUNG TIDAK LITERAL PADA KELUARGA BATIH YANG BERBAHASA MELAYU MANADO Luntungan, Grace
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.285

Abstract

 Abstrak         Tindak Tutur Langsung Tidak Lateral pada Keluarga Batih yang Berbahasa Melayu Manado. Komunikasi dalam lingkungan keluarga Batih yang berbahasa Melayu Manado tidak terlepas dari tindak tutur langsung tidak literal. Bentuk tindak tutur dan maksud dari penutur dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi yang berbeda-beda. Setiap tindak tutur dapat mencerminkan banyak hal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur langsung tidak literal pada keluarga Batih yang berbahasa Melayu Manado, dan menjelaskan cerminan dari tindak tutur yang muncul dalam komunikasi di lingkungan keluarga Batih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dalam bentuk studi kasus pada sebuah keluarga Batih yang terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki dan anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur langsung tidak literal muncul dalam bentuk kalimat berita, kalimat perintah dan kalimat tanya. Tuturan yang menggunakan kata kita dan ngana mencerminkan dua corak relasi di antara sesama anggota keluarga Batih, yakni corak relasi egaliter dan corak relasi hierarkhis.Kata kunci:    Tindak tutur langsung tidak literal, keluarga Batih,                                  Bahasa  Melayu Manado AbstractDirect Nonliteral Speech Act in the Nuclear Family that Uses Manado Malay. Communication within the nuclear family that uses Manado Malay cannot be disengaged from the direct nonliteral speech act. The form of speech acts and the intention of the speaker could cause a different response or reaction. Each speech act can reflect many things. This study aims to describe the direct nonliteral speech act in the nuclear family that uses Manado Malay,and to explains the reflection of speech acts that may appear in daily communication among the nuclear family. The research method used is qualitative method in form of case study for a nuclear family which consists of father, mother, son and daughter. The results show that the direct nonliteral speech act are appeared in affirmative sentences, imperative sentences and interrogative sentences. The speech act using the word “kita” and “ngana” reflects two styles of relationship among the nuclear family. Those are the egalitarian relationship and hierarchic relationship.         Keywords: Direct nonliteral speech act, nuclear family, Manado Malay
PENERAPAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) MELALUI METODE MNEMONIK DENGAN TEKNIK ASOSIASI PADA MATA KULIAH KANJI DASAR Rasiban, Linna Meilia
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2013): Volume 13, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v13i2.290

Abstract

AbstrakPenerapan student centered learning (SCL) melalui metode Mnemonik dengan teknik asosiasi pada mata kuliah kanji dasar (Shokyu Hyouki). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran serta pengaruhnya dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran kanji dasar Kanji merupakan salah satu unsur penting dalam mempelajari bahasa Jepang, tapi sekaligus hal yang dianggap sulit dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang. Selama ini dalam mengajarkan kanji sebagian besar menggunakan metode ceramah dengan media yang berpusat pada pengajar (teacher center). Penelitian ini untuk menjawab permasalahan mengenai kesulitan mahasiswa dalam hal menghafal makna kanji dengan menitikberatkan pada perbaikan media ajar yang selama ini telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media CD interaktif dapat membantu mahasiswa dalam menghafal makna kanji terutama pada saat mengerjakan soal ujian.Kata kunci : SCL, metode mnemonik, teknik asosiasi, kanji dasarAbstractApplication of student centered learning (SCL) through mnemonics method and associated technique in basic Kanji (Shokyu Hyouki). The purpose of this study was to determine the effectiveness of instructional media and its influence in improving students ability in learning basic kanji. Kanji is one important element in studying the Japanese language, but at the same time, it is the most difficult by Japanese learners. So far, in most of the kanji taught using lecture method with media-centered teaching (teacher center).  This research concerns about student difficulties in memorizing kanji meaning with emphasis on the improvement of instructional media that had been done.  The research method used was experimental method. Based on the results of this study concluded that sufficient media interactive CD helps students to memorize kanji meaning, especially when working on the exam.Keywords: SCL, mnemonics method,associated technique,basic kanji.

Page 1 of 17 | Total Record : 163