Padma
ISSN : -     EISSN : -
Articles
18
Articles
PEMERTAHANAN WAYANG KRUCIL JAWA TIMUR (STUDI KASUS WAYANG THIMPLONG NGANJUK)

Dra. Sri Sulistiani, , Drs. Sukarman,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-language:EN-US; mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak Wayang krucil di kabupaten Nganjuk disebut dengan nama wayang Thimplong atau wayang Gung. Sebagai seni tradisi, wayang Thimplong dalam kondisi yang memprihatinkan. Dalam satu tahun hanya mampu menggelar tak lebih dari 5 kali pentas untuk memenuhi permintaan masyarakat. Pagelaran wayang Thimplong saat ini hanya diperuntukkan kegiatan ritual yaitu untuk prosesi bersih desa yang tergolong sakral. Faktor yang mendukung kebertahanan wayang Thimplong terdiri atas faktor internal yang meliputi aspek bentuk dan aspek fungsi. Faktor eksternal mengarah pada kondisi sosial masyarakat. Fungsi yang diemban wayang Thimplong adalah fungsi ritual, didaktis, hiburan, dan kritik sosial. Beberapa faktor yang mengancam eksistensi wayang Thimplong adalah kenakalan remaja yang berkelahi saat ada pagelaran, keberadaan TV swasta, dan pembinaan pihak pemerintah yang nyaris tidak ada.  Berbagai langkah menjaga kebertahanan wayang Thimplong adalah regenerasi dalang dalang dan penabuh gamelan tetap berjalan, meningkatkan kecakapan dalang, pagelaran rutin di masyarakat yang dibiayai pemerintah daerah, pembinaan secara kontinu oleh pemerintah, mengadakan pagelaran gabungan dengan seni lain.  

BENTUK KEGIATAN SENI PENGAMEN "DARI RUMAH KE RUMAH" (SEBAGAI PERSPEKTIF PERGESERAN BUDAYA MENUJU PROFESIONALISME)

Drs. Sukarman, , Dra. Sri Sulistiani,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:"MS 明朝"; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:"@MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:JA;} p.MsoTitle, li.MsoTitle, div.MsoTitle {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:"Title Char"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:center; line-height:200%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} span.TitleChar {mso-style-name:"Title Char"; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:Title; mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-fareast-font-family:"MS Mincho";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak Perubahan sosial kemasyarakatan lebih tampak di perkotaan. Kota identik dengan kemewahan, industri, keramaian, peluang kerja, dan tempat merubah nasib. Itulah sebabnya kelompok usia kerja produktif banyak yang melakukan urbanisasi ke kota untuk mengadu nasib. Fenomena kota sebagai tujuan urbanisasi melanda semua kota besar. Dampak yang nyata adalah muncul berbagai penyakit masyarakat di Surabaya yang diakibatkan oleh urbanisasi,  seperti gelandangan, pengemis, anak jalanan, penodongan, penjambretan, perampokan, dan sebagainya. Beberapa orang nyang memiliki kecakapan bermusik walaupun tidak begitu baik, memilih pekerjaan mengamen untuk mencari nafkah. Jumlah pengamen di Surabaya pada saat ini ratusan. Pada akhir-akhir ini pengamen memperjuangkan statusnya sebagai profesi yang tidak berbeda dengan profesi lain. Sebagai suatu profesi baru, pengamen dituntut selalu berkarya dan berkreativitas. Adapun bentuk kesenian yang ditawarkan oleh pengamen dari rumah ke rumah, antara lain: menyanyi, berkaraoke, jaranan dan reog, mbarang siter atau mbarang kentrung, dan mbarang ledhek kethek.  

ASPEK FILOSOFIS BAHASA NAMA DALAM BUDAYA JAWA

Udjang Pr. M. Basir,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:"MS 明朝"; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:"@MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:JA;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-fareast-font-family:"MS Mincho";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak:             Nama dalam budaya Jawa bukan sekedar identitas diri. Di dalam bahasa nama umumnya terselip sutu pesan yang simbolistis sifatnya, entah menyangkut harapan dan cita-cita orang tua, doa, atau kenangan tertentu yang dialami orang tuanya saat anak dalam kandungan. Hal yang bernilai filosofis ini, sekarang telah mengami pergeseran ke arah perubahan budaya global yang dangkal.             Keluarga Jawa saat ini umumnya tidak lagi mengenal tradisi budayanya secara baik, sehingga aspek filosofis dalam bahasa nama cenderung ditinggalkannnya dan memilih treatment baru yang keluar dari rambu-rambu budaya. Gejala semacam ini, pemulihannya akan merupakan tugas yang cukup  berat bagi orang tua, budayawan, dan guru di sekolah..          Kata kunci: Filosofis, bahasa nama, budaya Jawa.

MARGINALISASI PEREMPUAN PADA SEKTOR INDUSTRI KERAJINAN

Muhajir,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak   Dalam suasana krisis ekonomi peran perempuan keluarga miskin di pedesaan untuk menunjang ekonomi keluarga menjadi sangat bermakna. Salah satu bidang pekerjaan penting yang dapat menampung tenaga kerja perempuan adalah sektor industri kerajinan rumah tangga. Tetapi “Revolusi Plastik” dengan semangat kapitalisme industrinya telah menggeser peran perempuan pada posisi marginal. Peran kaum hawa  yang semula demikian sentral dalam bidang kerajinan rumahtangga telah digantikan dengan mesin, sebuah wujud teknologi yang identik dengan kaum laki-laki. Dalam keadaan demikian, upaya bertahan pekerja perempuan di sektor industri kerajinan rumah tangga adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, dengan bekerja di sektor industri kerajinan mereka akan memperoleh penghasilan untuk menopang ekonomi keluarga, tetapi di sisi lain, harus menerima ketidakadilan, di mana peran mereka hanya dipandang sebagai pelengkap yang berimplikasi pada perbedaan upah, sistim pengupahan, dan berbagai akses ekonomi lainnya, dibandingkan dengan tenaga kerja laki-laki.

REYOG PONOROGO Ideasional hingga Sensasi-nya

Fera Ratyaningrum,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:"Arial Narrow"; panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak   Seiring berputarnya waktu, kesenian reyog Ponorogo telah mengalami perubahan maupun pergeseran sebagaimana berbagai bentuk kesenian lainnya. Pergeseran ini terjadi hampir di semua unsur, diantaranya adalah pada nama, perwujudan, Warok, Gemblak, Jathil, Klono Sewandono, Bujangganong, Pembarong, bentuk penyajian, hingga fungsinya. Ada dugaan bahwa awalnya kesenian ini disebut dengan “Singa Barong”. Masuknya agama Islam ke Ponorogo membawa pengaruh yang cukup besar antara lain dengan digunakannya nama “reyog”, dipasangkannya tasbih pada paruh burung merak yang bertengger diatas kepala barongan, hingga dimilikinya “Pecut Samandiman” oleh Klono Sewandono. Kesenian yang sempat digunakan sebagai alat propaganda politik itu kini telah kembali pada kedudukannya semula yaitu sebagai kesenian milik rakyat yang digunakan sebagai hiburan dan dijaga kelestariannya.   Kata kunci : Reyog,kesenian rakyat,  pergeseran budaya.

TINJAUAN SENI KERAJINAN UKIR JEPARA DARI ASPEK BENTUK DAN FUNGSI

Su L B I,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak        Tinjauan Seni kerajinan ukir Jepara dari aspek bentuk merupakan suatu upaya untuk memberi gambaran tentang perwujudan visual motif ukir yang selama ini ada dan berkembang di Jepara dari zaman dahulu hingga sekarang. Perwujudan bentuk motif ukir tersebut, baik yang mencerminkan seni tradsisi daerah maupun setelah masuk dan berkembangnya bentuk motif ukir dari manca negara seperti sekarang ini. Pada dasarnya hasil karya seni memiliki peran dan fungsi sosial jika karya tersebut diperuntukan bagi orang lain atau masyarakat. Oleh karena itu seni kerajinan ukir Jepara juga memiliki fungsi sosial, mengingat kehadirannya dibutuhkan oleh masyarakat pendukungnya dalam rangka memenuhi kebutuhan baik jiwani maupun ragawi. Fungsi sosial ini, di antaranya terkait dengan ekonomi, budaya dan pendidikan.

SUREALISME LUKISAN HENING PURNAMAWATI

Nunuk Giari M.,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:"Arial Narrow"; panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Abstrak                  Surealisme awalnya merupakan ungkapan kata untuk menggambarkan suatu gaya dalam sebuah drama yang berbeda dengan gaya yang lain. Adapun penggunaan kata tersebut dipakai juga dalam suatu bentuk gaya dalam karya seni lain, selanjutnya lebih popular dan awal menyebar di Eropa, kemudian Latin Amerika, dan Amerika Serikat melalui karya seni lukis. Surealisme merupakan gaya pada seni lukis masuk pada era moderen, yang mengeksplorasi kekuatan psikologis yang terletak di alam bawah sadar, seperti pemikiran bebas, penafsiran mimpi, simbolisme mimpi. Pemahaman mimpi dengan realitas, alam sadar dengan alam dibawah sadar dan hal hal lain yang luar biasa sebagai sumber kreativitas. Perupa surealis memakai bentuk-bentuk alam dan realitas sebagai alat untuk menggambarkan fantasinya. Dari pemahaman tersebut terungkap dalam karya lukis Hening Purnamawati, sesuai dengan karakteristik melalui konsep maupun teknik yang dimiliki.    Kata Kunci : Surealisme, lukisan, gaya, filosofi

Tari Remo di Surabaya

Siti Mutmainah,

Padma Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakSeni sebagai bagian ungkapan budaya yang terekspresi dalam lingkup individu maupun masyarakat mewujudkan berbagai ragam bentuk dan menyajikan suatu nilai dan makna. karya tari sebagai salah satu bentuk seni merupakan ungkapan yang diambil dari sistem komunikasi kehidupan yang difokuskan pada pola-pola dinamik yang disukai dan sering dilakukan dalam kegiatan sehari-hari oleh semua orang dalam kebudayaan. Awal dan perkembangan tari remo keberadaannya selalu menyertai pertunjukkan kesenian ludruk.

Pengamen Jalanan: Tinjauan Faktor yang Mendorong Seseorang Memilih Profesi sebagai Pengamen Jalanan

Drs. Sukarman, , Dra. Sri Sulistiani,

Padma Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PENGAMEN JALANAN : TINJAUAN FAKTOR YANG MENDORONG  SESEORANG MEMILIH PROFESI SEBAGAI PENGAMEN JALANAN Oleh : Drs. Sukarman, M.Si Dra. Sri Sulistiani, M.Pd.   Abstrak Penelitian  tentang  profesi pengamen jalanan di Kotamadya Surabaya terutama untuk membuat profil  penyanyi jalanan sampai saat ini sepengetahuan peneliti belum pernah dilakukan. Penelitian yang pernah dilakukan, yaitu   berkaitan dengan  analisis pekerja anak dan permasalahan pendidikan dasar di Jawa Timur yang didalamnya menyoal pula tentang pengamen anak-anak oleh Bogang Suyanto (1995-1999). Pada tahun 2008, peneliti telah melakukan penelitian pendahuluan pada penelitian fundamental dengan judul ”Pengamen merupakan Profesi Baru sebagai Refleksi Memudarnya Nilai Budaya dalam Masyarakat Jawa: Studi Kasus di Kota Surabaya” yang menitikberatkan pada kajian pergeseran nilai budaya khususnya pada penyanyi jalanan di angkutan umum dan terminal. Pada tahun 2009 penelitian fundamental lanjutan lebih menitikberatkan pada pengamen dari rumah ke rumah. Pada penelitian  yang akan dilakukan ini menitikberatkan pada pendokumentasian pengamen (penyanyi jalanan) di kota Surabaya. Komunitas  pengamen  adalah sebuah fenomena. Organisasi ini didirikan untuk melawan aksi pemerasan yang sering dilakukan para preman terhadap pengamen. Komunitas pengamen selalu mendapatkan citra negatif, karena pengamen itu  dipandang sebagai orang-orang yang menyanyi di setiap perempatan lampu merah, di bus kota, dari rumah ke rumah dengan membawa gitar  dengan senar berjumlah tiga atau alat musik sederhana lainnya. Sudah bukan pemandangan aneh, saat kita naik bus kota atau berada di sebuah rumah makan, tiba-tiba nyelonong seseorang atau beberapa anak muda yang membawa peralatan musik seadanya, bernyanyi dengan suara keras, terkadang juga sering sumbang. Mereka langsung pergi atau tidak menyelesaikan lagu yang sedang dinyanyikannya, ketika ia diberi upah atau uang sekedarnya. Mereka biasa disebut dengan pengamen, atau lebih mereka lebih suka disebut dengan ” penyanyi jalanan”. Sementara itu, musik yang mereka mainkan sering mereka sebut sebagai, ”musik jalanan”. Sebenarnya pengertian ”musik jalanan” dan ”penyanyi jalanan”, tidaklah sesederhana terminologi yang mereka sebutkan seperti di atas. Musik jalanan dan penyanyi jalanan mempunyai disiplin dan pengertian yang spesifik, bahkan merupakan suatu bentuk dari sebuah warna musik yang berkembang di dunia kesenian.

Program Siaran Musik Keroncong RRI Surabaya Dalam Menjalankan Fungsinya Sebagai Lembaga Penyiaran Publik

Abdul Karim,

Padma Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Padma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Undang-undang penyiaran No.32/2002 membawa perubahan besar dalam dunia penyiaran di Indonesia, salah satunya terhadap stasiun Radio Republik Indonesia. Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI dituntut menjalankan fungsi-fungsinya yaitu fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi hiburan yang sehat, fungsi kontrol dan perekat sosial, serta fungsi pelestari kebudayaan, hal ini bisa dilihat melalui program-program acara yang disiarkan RRI Surabaya (melalui ketiga programanya) harus mempunyai varietas program acara untuk melayani kepentingan seluruh masyarakat. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui sejauh mana eksistensi program siaran musik keroncong di RRI Surabaya, dalam menjalankan fungsi lembaga penyiaran publik.        Siaran musik keroncong diRRI Surabaya, hingga saat ini masih terus menyelenggarakan programnya  melalui programa 4 AM 585 Khz, ini sejalan dengan fungsi RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yaitu sebagai pelestari budaya bangsa, hiburan, pendidikan, juga perekat sosial, semua ini tidak terlepas dari hasil kerja kolektif berbagai pihak, dan komponen yang saling menunjang, diantaranya adalah profesionalnya penerapan menajemen suatu lembaga penyiaran, apresiasi dari masyarakat pendukungnya, dukungan dari instansi terkait.          Diharapkan untuk menjaga eksistensi suatu  bentuk kesenian adalah dengan menjaga sistem, karena semua sistem budaya memiliki syarat-syarat fungsional, atau kebutuan sosial yang harus dipenuhi agar sistem sosial budaya tersebut dapat bertahan hidup. Karena apabila kebutuhan itu tidak terpenuhi maka sistem sosial budaya itu akan mengalami disintegrasi dan mati. Karena suatu bentuk kesenian biasanya juga tergantung pada masyarakat sosial pendukungnya   Kata kunci : UU Penyiaran No.32/2002, Komposisi Program acara RRI, Fungsi        lembaga penyiaran publik RRI.