cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Farmasi" : 4 Documents clear
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS AKRILAMIDA DALAM KOPI SERBUK (TUBRUK) DAN KOPI INSTAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Prabowo, M Hatta; Wibowo, Ari; Yuliani, Fitri
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol9.iss1.art1

Abstract

ABSTRAKAkrilamida merupakan salah satu zat yang dapat menyebabkan kanker pada manusia dan bersifat neurotoksik. Akrilamida dapat terbentuk akibat pemanasan suhu tinggi terhadap makanan yang mengandung karbohidrat dan asam amino. Karbohidrat dan asam amino merupakan senyawa utama yang terkandung dalam biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah akrilamida pada serbuk kopi dan kopi instan yang beredar di masyarakat. Metode analisa akrilamida dilakukan dengan metode KCKT menggunakan fase gerak asam fosfat:asetonitril:akuabides (1:5:94 v/v/v), fase diam kolom Sunfire C18 (150 x 4,6 mm id, 5μm), dan laju alir 0,15 mL/menit dengan detektor UV 202 nm. Hasil uji validasi metode yang dilakukan memberikan linearitas 0,999 (range 2-20 μg/mL), LOD 0,94 g/mL dan LOQ 2,86 μg/mL, presisi dengan RSD 0,47 %, dan akurasi serbuk kopi 91-94% serta kopi instan 99-102%. Kadar yang diperoleh menunjukkan kadar akrilamida pada serbuk kopi dan kopi instan masing-masing sebesar 7,03 ± 0,01 μg/g dan 5,71 ± 0,03 μg/g. Kadar akrilamida dalam serbuk kopi dan kopi instan dinyatakan aman berdasarkan FDA apabila konsumsi kopi tidak melebihi 16 g/hari.Kata kunci: akrilamida, serbuk kopi, kopi instan, KCKT, validasiABSTRACTAcrylamide is a substance that can cause cancer on human and is neurotoxic. Acrylamide is formed due to high temperature heating of foods that contains carbohydrates and amino acids. Carbohydrates and amino acids are the major compounds that contained in coffee beans. This study aims to determine the levels of acrylamide in ground coffee and instant coffee that have different process of manufacture. Method of analyze of acrylamide were perfomed by HPLC (High Performance of Liquid Chromatography) method using mobile phase that consists of phosphoric acid : acetonitrile : aquabides (1:5:94 v/v/v), the stationary phase was Sunfire C18 column (150 x 4.6 mm, 5μm), and the flow rate was 0-15 mL/minute and the detection using UV 202 nm. The result of the study was validation of method that provide the linearity 0.999 (range 2-20 μg/mL), LOD of 0.94 μg/mL and LOQ of 2.86 μg/mL, the precision with RSD of 0.47%, and accuracy for ground coffee of 91-94% and instant coffee of 99-102%. The study found acrylamide levels in ground coffee and instant coffee were 7.03 ±0.01 μg/g dan 5.71 ± 0.03 μg/g respectively. These levels were considered safe for up to 16 g for consume of coffee.Keywords : acrylamide, ground coffee, instant coffee, HPLC, validation
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum, L.) DENGAN METODE LINOLEAT-TIOSIANAT Suparmi, Suparmi; Anshory, Hady; Dirmawati, Niche
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol9.iss1.art2

Abstract

ABSTRAKRambutan adalah buah yang banyak dikonsumsi masyarakat dan digunakan untuk pengobatan. Kulit buah rambutan diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid. Beberapa flavonoid dari tanaman diketahui mempunyai aktivitas antioksidan. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum, L.) dengan menggunakan metode linoleat-tiosianat ditinjau dari daya penghambatan pembentukan radikal bebas asam linoleat. Ekstrak etanol kulit buah rambutan diperoleh dari metode penyarian berkesinambungan dengan menggunakan alat soxhlet. Seri konsentrasi ekstrak dan vitamin E (α tokoferol) yang digunakan adalah 10 μg/ml, 20 μg/ml, 40 μg/ml , 80 μg/ml, dan 160 μg/ml. Kemampuan menghambat pembentukan radikal bebas asam linoleat dihitung berdasar nilai absorbansi yang diamati pada panjang gelombang 499 nm. Dari data ini diketahui bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan mempunyai kemampuan yang sama dengan vitamin E dalam menghambat pembentukan radikal bebas asam linoleat.Kata kunci: antioksidan, asam linoleat, ekstrak etanol, rambutanABSTRACTPeople like to eat rambutan and use it as medicine as well. Pericarp of rambutan known contain flavonoid as active compound. Pericarp of rambutan is known to contain flavonoid as an active compound. Based on that fact, the antioxidant activity of ethanol extract of rambutan pericarp (Nephelium lappaceum, L.) was studied using linoleic-thiocyanate method confirming from its free radical linoleic acid formation blocking capacity. Ethanol extract from pericarp of rambutan was obtained from continous extraction method using soxhlet extractor. On this research, series of the ethanol extract of rambutan pericarp and vitamin E (α tocopherol) were 10 μg/ml, 20 μg/ml, 40 μg/ml, 80 μg/ml, and 160 μg/ml. Free radical linoleic acid formation blocking capacity was counted based on absorbance which was measured at λ 499 nm. Data showed the ethanol extract of rambutan pericarp have the same ability with vitamin E in blocking free radical linoleic acid.Keywords: antioxidant, ethanol extract, linoleic acid, rambutan
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETAATAN BEROBAT DENGAN DERAJAT SISTOLE DAN DIASTOLE PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU Dirhan, Dirhan
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol9.iss1.art3

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan ketaatan berobat dengan derajat sistole dan diastole pada pasien hipertensi di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu, khususnya mendeskripsikan pengetahuan tentang hipertensi, sikap, ketaatan berobat pasien hipertensi, dan mendeskripsikan derajat sistole dan diastole pasien hipertensi di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu, Menganalisis hubungan pengetahuan dengan derajat sistole dan diastole pasien hipertensi, sikap dengan derajat sistole dan diastole pasien hipertensi, dan menganalisis hubungan ketaatan berobat dengan derajat sistole dan diastole pasien hipertensi di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu.Pengetahuan pasien hipertensi sebagian besar (70,4%) sudah baik. Sikap pasien hipertensi mayoritas (79,6%) mendukung pengobatan hipertensi. Mayoritas pasien hipertensi (75,9%) taat berobat, dan sebagian besar (64,8%) bertekanan darah sistole berat dan sebagian besar (61,1%) bertekanan darah diastole sedang.Terdapat hubungan bermakna pengetahuan dengan derajat sistole dan diastole, dimana nilai p=0,000 untuk sistole dan untuk diastole nilai p=0,001, Terdapat hubungan yang bermakna sikap dengan derajat sistole dan diastole dimana nilai p=0,027 untuk sistole dan untuk diastole nilai p=0,018, dan terdapat hubungan yang bermakna ketaatan berobat dengan derajat sistole dan diastole dimana nilai p=0,000 untuk sistole dan derajat diastole nilai p=0,000.
KAJIAN DRUG-RELATED PROBLEMS DAN GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS RUTIN LANJUT USIA DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Setyaningrum, Ndaru; Wahyono, Djoko; Pramantara, I Dewa Putu
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol9.iss1.art4

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan populasi lanjut usia secara global meningkat paling cepat diantara kelompok usia lain. Populasi lanjut usia berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal dan berbagai komorbiditas akibat proses penuaan. Pasien lanjut usia dengan gagal ginjal kronik berisiko tinggi mengalami drug-related problem (DRP) sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kejadian DRP dengan kualitas hidup pasien hemodialisis rutin lanjut usia. Penelitian cross sectional terhadap pasien hemodialisis rutin periode 22 Oktober 2012 – 22 Januari 2013. Kajian DRP berdasarkan data pengobatan kemudian ditelaah secara literatur dan wawancara pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner SF-36. Penilaian kepatuhan dan efek samping obat masing – masing menggunakan Modified Morisky Scale dan Naranjo Scale. Karakteristik 38 subjek penelitian usia < 70 tahun (24 pasien) dan ≥ 70 tahun (14 pasien); jenis kelamin pria (26 pasien) dan wanita (12 pasien); lama hemodialisis < 8 bulan (8 pasien) dan ≥ 8 bulan (30 pasien); penyerta DM (23 pasien) dan non DM (15 pasien). Kajian DRP 53 kejadian berupa interaksi obat (30 kejadian); ADR (8 kejadian); pemilihan obat kurang tepat (4 kejadian); gagal menerima obat (4 kejadian); dosis sub terapi (3 kejadian); terapi tanpa indikasi (2 kejadian); dosis berlebihan (1 kejadian); dan indikasi tanpa terapi (1 kejadian). Hasil pengukuran rerata kualitas hidup±SD (52,16±11,82); PCS±SD (44,52±13,91); dan MCS±SD (60,27±14,00). Hasil analisis korelasi Pearson kualitas hidup dengan kejadian DRP bermakna tidak signifikan (p>0,05). Penelitian ini tidak menunjukkan korelasi signifikan antara kejadian DRP dengan kualitas hidup pasien hemodialisis rutin lanjut usia.Kata kunci : DRPs, hemodialisis, lanjut usia, kualitas hidup, RSUP Dr. Sardjito YogyakartaABSTRACTThe growth of elderly population increase fastest among the other age group. The elderly population been related to decrease renal function and other comorbidity as consequence of aging. The elderly patient with chronic kidney failure on high risk of drug-related problem (DRPs) so can attribute to patient’s quality of life (QoL). The aim of this study is to know how about corelation of DRPs event and QoL of elderly patient on routine hemodialysis. This is a cross sectional study about elderly patient on routine hemodialysis on period October 22th 2012 – January 22th 2013. The study of DRPs based on medication list then been analyzed theoritically and interview to patient. The measuring of QoL use SF-36 questionaire. Assessment of adherence and drug side effect use Modified Morisky Scale and Naranjo Scale. There were 38 subjects analized, age < 70 years old (24 patients) and ≥ 70 years old (14 patients); gender men (26 patients) and women (12 patients); duration hemodialysis < 8 months (8 patients) and ≥ 8 months (30 patients); comorbidity DM (23 patients) and non DM (15 patients). There were 53 events DRPs consist of drug interactions (30 events); ADR (8 events); inproper drug selection (4 events); failure to receive drug (4 events); subtherapeutic dose (3 events); drug use without indication (2 events); overdose (1 event) and untreated indication (1 event). The result of mean QoL±SD (52.16±11.82); PCS±SD (44.52±13.91); and MCS±SD (60.27±14.00). The Pearson corelations of QoL and DRP event is not significant (p>0.05). This study show not significant correlation between DRPs event and QoL of elderly patient on routine hemodialysis.Keywords : DRPs, Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, elderly, hemodialysis, quality of life

Page 1 of 1 | Total Record : 4