cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi" : 4 Documents clear
KEAMANAN PEMBERIAN BERULANG EKSTRAK KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans,Poir) TERSTANDAR TERHADAP FUNGSI GINJAL DAN HEPAR MENCIT BETINA Hayati, Farida; Murwanti, Retno; Zabrina, Ginna
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss1.art1

Abstract

Kangkung darat terbukti memiliki aktifitas antihiperglikemia pada mencit betina galur swiss yang diinduksi streptozotosin. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kajian keamanan pemberian berulang ekstrak kangkung darat terstandar terhadap fungsi ginjal dan hepar pada mencit betina. Dua puluh hewan uji dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (akuades 10 ml/ kg), dosis I (ekstrak etanolik kangkung darat 480 mg/ kg), dosis II (ekstrak etanolik kangkung darat 759 mg/ kg), dan  dosis III (ekstrak etanolik kangkung darat 1200 mg/ kg). Ekstrak etanolik kangkung darat diberikan 1 kali sehari secara p.o. selama 14 hari. Pengamatan gejala toksik dilakukan selama 3 jam setelah pemberian senyawa uji. Kelompok dosis 1200 mg/ kg mengalami efek sedasi, konstipasi, dan feses berwarna hitam selama pemberian ekstrak etanolik kangkung darat terstandar, sedangkan kelompok lainnya tidak mengalami gejala toksik. Data berat badan, pemeriksaan ALT, dan pemeriksaan AST dianalisis secara statistik. Berat badan rata-rata hewan uji kelompok dosis 759 mg/ kg mengalami penurunan yang paling banyak dibandingkan kelompok lainnya dan berbeda signifikan dengan kelompok kontrol dari hasil analisis statistik. Kadar AST dan ALT mengalami peningkatan setelah pemberian berulang ekstrak etanolik kangkung darat selama 14 hari, dari hasil analisis statistik kadar ALT dan AST kelompok dosis 759 mg/ kg dan dosis 1200 mg/ kg berbeda signifikan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Hasil histopatologi organ ginjal dan hepar hewan uji setelah pemberian berulang ekstrak etanolik kangkung darat terstandar selama 14 hari menunjukkan tidak adanya perubahan yang membahayakan pada organ.
ANALISIS KINERJA INSTALASI FARMASIRUMAH SAKIT X PURWOKERTODITINJAU DARI PERSPEKTIF CUSTOMER BALANCED SCORECARD “KETERJARINGAN PASIEN” Suryanegara, Fithria Dyah Ayu; Satibi, Satibi; Fudholi, Achmad
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss1.art4

Abstract

IFRS X Purwokerto merupakan salah satu rumah sakit pemerintah sebagai pelayanan publik. Pengelolaan keuangan IFRS X Purwokerto dikelola dengan sistem Badan Layanan Umum. Persentase pasien memiliki dampak terhadap pendapatan rumah sakit. Persentase pasien adalah salah satu pengukuran perspektif pelanggan pada metode balanced scorecard. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen penerimaan rawat jalan pada Desember 2008, dan dari data administrasi rumah sakit. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan Kepala Departemen Farmasi Rumah Sakit X Purwokerto. Data kuantitatif dianalisis sebagai rata-rata persentase pasien yang dihadapi, dan data kualitatif adalah deskriptif analisis. Hasil menunjukkan rata-rata persentase pasien yang ditemui pada pasien rawat jalan IFRS X Purwokerto adalah 71,84%. Kepala Departemen Farmasi Rumah Sakit X Purwokerto mengatakan untuk mengoptimalkan persentase pasien perlu kerjasama semua segmen, dari stakehoulders (direktur dewan rumah sakit X Purwokerto dan pemerintah), dan perbaikan terus-menerus dari proses internal IFRS X Purwokerto.
PENGARUH PRA-PERLAKUAN MADU TERHADAP FARMAKOKINETIKA ELIMINASI RIFAMPISIN PADA TIKUS WISTAR JANTAN Pradana, Dimas Adhi; Hayati, Farida; Sukma, Dian
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss1.art3

Abstract

Rifampisin merupakan salah satu obat yang dipergunakan sebagai terapi lini pertama dalam pengobatan tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pra-perlakuan pemberian madu terhadap profil farmakokinetika fase eliminasi rifampisin pada tikus Wistar Jantan.  Dalam penelitian ini hewan uji dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan perlakuan.  Setiap kelompok terdiri dari 5  ekor tikus.  Kelompok kontrol diberikan rifampisin dosis tunggal 50 mg/kg tikus sedangkan kelompok perlakuan diberikan madu 7,65 ml/kg secara oral sekali sehari selama 7 hari dan pada hari ke-8 diberikan rifampisin dosis 50 mg/kg BB tikus secara per oral. Sebanyak 0,2 ml sampel darah diambil dari vena lateralis ekor  pada 0.25; 0.5, 1.0, 1.5, 2.0, 3.0; 4.0; 6.0; 8, 0; 10.0; 12.0, dan 24.0 jam.  Penetapan kadar rifampisin dalam plasma dilakukan dengan metode HPLC pada panjang gelombang 244.6 nm. Parameter farmakokinetika fase eliminasi yang ditetapkan adalah k, t ½, dan ClT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pra perlakuan madu tidak mempengaruhi farmakokinetika fase eliminasi dari rifampisin. 
PERBANDINGAN DAYA ANTIQUORUM SENSING EKSTRAK N-HEKSAN, ETIL ASETAT DAN METANOL KULIT BATANG KRANGEAN (Litsea cubeba (Lour.) Pers.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa Hertiani, Triana; Anshory, Hady
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Jurnal Ilmiah Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss1.art2

Abstract

Quorum sensing adalah suatu bentuk komunikasi bakteri yang membantu mengatur perilaku koloni bakteri. Quorum sensing merupakan mekanisme komunikasi berdasarkan ekspresi gen dan populasi bakteri yang mempengaruhi perkembangan biofilm, pompa effluks, produksi toksin, dan faktor virulen lainnya. Quorum sensing inhibitor mengurangi patogenisitas organisme, mengurangi sifat virulen organisme, dan membantu sistem imun untuk membersihkan infeksi bakteri. Quorum sensing inhibitor dapat dikombinasi dengan antibiotik untuk membersihkan patogen yang persisten. Minyak atsiri kulit batang Krangean (Litsea cubeba) diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan pembentukan biofilm Streptococcus mutans. Karena quorum sensing berperan dalam pembentukan biofilm maka dilakukan penelitian aktivitas daya antiquorum sensing kulit batang  Krangean terhadap Pseudomonas aeruginosa. Penentuan kadar hambat minimal dari ekstrak n-heksan, etil asetat, dan metanol dilakukan dengan metode mikrodilusi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa ekstrak etil asetat merupakan ekstrak yang paling aktif terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan kadar hambat minimal 8µg/µl. Ekstrak aktif  etil asetat kemudian diuji daya antiquorum sensing dengan metode sumuran. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak aktif etil asetat dengan loading sampel 25 mg per sumuran, memiliki aktivitas antibakteri dan hambatan produksi pioverdin. Senyawa aktif diidentifikasi dengan KLT kemudian dilakukan uji bioautografi.  Active compound group was unable to be determined by TLC then bioautography assay. Golongan senyawa yang terdapat di dalam ekstrak etil asetat yaitu alkaloid dan fenolik. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4