cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2011): July 2011" : 16 Documents clear
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM ACARA BERITA BERBAHASA JAWA “KUTHANE DHEWE” DI TV BOROBUDUR SEMARANG Sukoyo, Joko
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.409 KB)

Abstract

Manusia melakukan proses interaksi dengan sesamanya, dapat memakai lebih dari satu bahasa. Dampak adanya penggunaan lebih dari satu bahasa tersebut adalah adanya kontak antarbahasa. Salah satu fenomena kontak bahasa adalah interferensi. Proses interferensi dapat terjadi dalam segala tataran kehidupan, termasuk dalam penelitian ini, yaitu  interferensi bahasa Indonesia dalam acara  berita  berbahasa  Jawa  “Kuthane  Dhewe”  di  TV  Borobudur  Semarang. Penelitian ini mendeskripsi wujud interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa. Wujud interferensi tersebut adalah pada tataran fonologi, morfologi, leksikal dan sintaksis yang muncul dalam acara berita berbahasa Jawa “Kuthane Dhewe” di TV Borobudur Semarang, serta mendeskripsi juga faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya interferensi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu berusaha mendeskripsikan interferensi bahasa Indonesia dalam berita berbahasa Jawa, yang disiarkan oleh TV Borobudur Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik pengumpulan (1) teknik rekam menggunakan tape recorder dan (2) teknik catat pada kartu data. Sedangkan metode analisis data terdiri atas (1) identifikasi masalah, (2) deskripsi kesalahan, (3) penjelasan kesalahan, (4) kuantifikasi kesalahan. Diketahui bahwa interferensi yang terjadi meliputi (1) interferensi  tataran fonologi, (2) interferensi tataran leksikal, yang dikelompokkan menjadi bentuk dasar dan bentuk berimbuhan, (3) interferensi tataran morfologi (4) interferensi tataran sintaksis. Faktor penyebab interferensi yaitu kedwibahasaan penutur, tipisnya kesetiaan penutur menggunakan bahasa Jawa, tidak cukupnya kosakata bahasa Jawa dalam menghadapi kemajuan dan pembaharuan, keterbatasan kemampuan penutur dalam berbahasa Jawa.
CITRA PEREMPUAN KUASA DALAM PERSPEKTIF KRITIK SASTRA FEMINIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL-KHALIEQY
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.801 KB)

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir ini, isu perempuan telah mendapat perhatian, terutama oleh orang-orang yang memandang dan menganggap perempuan diperlakukan tidak adil dalam keluarga dan masyarakat. Kaitannya dengan sastra, permasalahan yang ada tidak terbatas pada keterlibatan perempuan di dalam dunia penciptaan, kritik dan sebagai penikmat saja, tetapi yang tidak kalah penting pula adalah bagaimana sosok perempuan direpresentasikan di dalam sebuah teks sastra; khususnya perbandingan teks yang diciptakan laki-laki dan perempuan. Tulisan ini mencoba melihat bagaimana citra perempuan kuasa dalam novel PBS. Permasalah yang diangkat mencakup manifestasi budaya patriarki terhadap kedudukan peempuan, dominasi dan kekerasan terhadap perempuan, dan citra perempuan kuasa dalam novel PBS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Hasil menunjukkan bahwa; pertama manifestasi budaya patriarki terlihat dalam beberapa hal misalnya dalam tradisi keluarga pesantren yang sepertinya membuat perbedaan antara kedudukan laki-laki dan perempuan; tradisi perjodohan yang tidak memberikan pilihan bagi perempuan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri; tradisi berpendapat yang menafikan peran perempuan karena perempuan dihegemoni untuk bisa nrimo ing pandum. Kedua, perempuan dalam PBS ternyata mengalami dominasi dan kekerasan. Kekerasan itu dimanifestasikan dalam bentuk fisik dan psikis. Tokoh perempuan dalam novel ini, Annisa, mengalami kekerasan fisik dan psikis dari suami dan keluarganya. Perannya benar-benar dimimalisir hanya karena dia seorang perempuan. Ketiga, manifestasi budaya patriarki dan dominasi serta kekerasan yang dialami Annisa tidak menyebabkan ia menjadi perempuan yang lemah dan menerima begitu saja akan nasib yang menimpanya. Annisa mencitrakan perempuan kuasa dengan pencitraannya yang tegas terhadap prinsip, cerdas, kritis, bertanggung jawab, bertekad kuat dan pantang menyerah. Berdasar pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam PBS, sosok Annisa sebagai tokoh utama perempuan mencitrakan sosok perempuan kuasa dilihat dari perlawanan-perlawanan yang diberikan terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan.Kata Kunci: citra kuasa, dominasi, patriarki, pesantren
PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG PADA MATA KULIAH CHOKAI DENGAN METODE DISKUSI Diner, Lispridona
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.32 KB)

Abstract

Kegiatan pembelajaran melibatkan dua pihak yaitu pengajar dan pembelajar. Kedua pihak tersebut harus aktif agar tujuan suatu pembelajaran tercapai dengan baik. Dalam proses pembelajaran bahasa Jepang terutama pembelajaran yang membutuhkan keterampilan berbahasa (yon ginou) yaitu mendengar (kiku ryoku), berbicara (hanasu ryoku), membaca (yomu ryoku), menulis (kaku ryoku) pengajar perlu menggunakan metode pengajaran yang tepat agar keempat keterampilan berbahasa dapat tercapai. Pada penerapannya pembelajaran empat keterampilan berbahasa tersebut terpisah, meskipun dalam prosesnya saling berkaitan. Mata kuliah chokai adalah mata kuliah mengutamakan keterampilan mendengar. Berdasarkan pengamatan, terdapat pembelajar yang kemampuan menyimak baik, namun dalam komunikasi pasif (tidak dapat mengungkapkan apa yang didengar/simak dengan komunikasi verbal). Oleh karena itu, pengajar menerapkan metode diskusi pada pengajaran chokai. Tujuan penerapan metode diskusi adalah pembelajar dapat mengapresiasi keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara dengan baik dalam proses pembelajaran chokai. Sebelum melakukan pembelajaran chokai melalui metode diskusi, pengajar perlu memperhatikan kelemahan dari metode diskusi. Terutama pengajar memberikan kesempatan yang sama kepada pembelajar yang keterampilan berbicara kurang. Dengan demikian, kelemahan metode diskusi dapat diatasi dengan baik. Setelah menerapkan metode diskusi dalam proses pembelajaran, maka hasil yang diperoleh, keterampilan berbicara dan mendengarkan mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar mata kuliah Chokai dan proses pembelajaran yaitu pembelajar yang cenderung pendiam memiliki tingkat kepercayaan diri dan keterampilan berbicara yang meningkat. Kata Kunci: mata kuliah chokai, metode diskusi
KESINAMBUNGAN TOPIK WACANA PRANATACARA JAWA -, Hardyanto; Kurnia, Ermi Dyah
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.694 KB)

Abstract

Dalam proses komunikasi, topik dalam wacana memiliki kedudukan yang sangat penting. Kedudukan yang sangat penting ini bersangkutan dengan peranannya dalam memperlancar proses komunikasi. Oleh karena kedudukannya itu, topik selalu diacu dan dipertahankan oleh kalimat-kalimat dalam wacana. Dalam wacana panacara terdapat (1) penciptaan kesinambungan topik yang meliputi pronominalisasi, pengulangan, ekuivalensi leksikal, dan pelesapan dan (2) kadar kesinambungan topik yang meliputi jarak penyebutan, kebertahanan, interferensi, pelesapan, dan susunan beruntun. Kata Kunci: wacana, pranatacara,
EFEKTIFITAS METODE PROJECT WORK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG Setiawati, Ai Sumirah
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.4 KB)

Abstract

Matakuliah Sakubun sering dianggap mata kuliah yang paling sulit bagi pembelajar maupun pengajar. Bagi pembelajar, mata kuliah ini sulit karena harus bisa mengaplikasikan seluruh materi kebahasaan secara tertulis dalam bahasa Jepang. Selain itu, pembelajar juga sering mengalami kesulitan dalam mencari ide apa yang harus mereka tulis. Pengajar banyak yang enggan untuk mengampu mata kuliah ini karena harus meluangkan waktu yang lebih banyak untuk mengoreksi hasil karangan.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan metode project work efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis pembelajar. Hal ini terbuki dengan meningkatnya rata-rata nilai prates 51,92 menjadi 60,84 dalam pascates. Peningkatan ini dinyatakan signifikan setelah dibuktikan dengan uji t (t-test).Berdasarkan hasil tersebut, metode project work akan bermanfaat jika diterapkan dalam pembelajaran menulis (sakubun). Namun, dalam pelaksanaanya membutuhkan kombinasi metode atau pendekatan lain supaya semua aspek kemampuan yang dibutuhkan untuk bias menulis dengan baik bias tercapai lebih sempurna. Kata Kunci: Efektivitas, Project Work, Sakubun
TINDAK TUTUR DIREKTIF DOSEN DENGAN TENAGA ADMINISTRASI: ANCANGAN SOSIOPRAGMATIK BERPERSPEKTIF JENDER Handayani, Conny; Santoso, Wahyudi Joko; Widayanti, Diah Vitri
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.749 KB)

Abstract

Problems studied were how the realization of the election code TTD conducted by lecturers and administrative staff within the Faculty of Languages and Arts, State University of Semarang, both men and women against partners and why he said so? And ii) how the realization of politeness TTD conducted by lecturers and administrative staff in the Faculty of Languages and Arts, State University of Semarang, both men and women against partners and why he said so? Method of providing data used is the method of conversation with the basic technique of tapping techniques, and advanced techniques refer to techniques involved in the form of conversation, namely listening and participating in discussions and technical note. The methods of data analysis are a method of frontier, sub-method socio-pragmatic with descriptive-analytic-interpretive techniques. Method of presentation is informal methods and the implementation of such informal methods it is also the use of informal techniques. The results of this study is firstly, in general, the realization of the use of TTD code, either by the dean / assistant dean (male and female), head of the administrative faculty, head subsections, lecturer (male and female), as well as administration staff (male and female) be a code (language) Indonesia, either formal or not formal, and a small portion of mixed code (Indonesian, French, English, Java, and also a non-standard sentence structure.) Secondly, the TTD is one direction, namely from superiors to subordinates, from the senior to junior, from the old to the young. Thirdly, speaking in terms of politeness, dean / assistant dean of men in the rule tends to use direct speech acts, politeness marked either please or not. This case also occurs in administrative staffs officials. In contrast, assistant dean of women tends to use indirect speech acts. Fourthly, both heads and lecturers subsections women tend to use double TTD expressed directly or indirectly. It thus does not occur in male professors who are more likely had a direct TTD. TTD is a direct manifestation of the violation of the principle of politeness, wisdom sub-maxim, whereas indirect TTD is a manifestation of adherence to the principles of politeness, wisdom sub-maxim. Keywords: directive speech acts, actual use of code, politeness
KOMPETENSI GRAMATIKAL DAN KONTEKSTUAL MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS DALAM MENULIS PARAGRAF EKSPOSITORI Dwi Areni, Galuh Kirana
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.067 KB)

Abstract

This study focuses on the competence of grammatical and discourse of English Department students, especially their competence in using correct tense and word order, and in using good coherence-cohesion and unity-completeness. This research aims at gaining a description whether the students have applied both competence well in writing their expository paragraphs. There are two research questions addressed in the study 1) How is the students’ grammatical competence, which is realized in the use of correct grammar and word order,  in their expository paragraphs?; 2) How is the students’ discourse competence, which is realized in the use of good coherence-cohesion and good unity-completeness, in their expository paragraph? The object of the study is the expository paragraphs of Paragraph-based Writing class, English Educational study program, semester 3 in 2009-2010 academic year. There are 32 paragraphs as population, 6 of them were taken randomly as research sample. The procedure of collecting the data was carried out by distributing the intrument of the study in the form of outside-class assignment. Later, the students had to submit their assignments in printed forms. The data were analyzed by using the Azar theory (1989) for the use of tense and word order, and the Boardman-Frydenberg theory (2002) for the use of coherence-cohesion and unity-completeness. Based on the data analysis, it was found out that for the grammatical competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the use of tense. Whereas, for the discourse competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the error in using cohesive devices such as the use of transition signals, pronoun, article, dan demonstrative pronoun. Finally, the pedagogical implication of the study is the students are supposed to fully motivated to be active outside their Writing classes in order to improve their grammatical and discourse competence in writing paragraphs.   Keywords: grammatical competence, discourse competence, tense, word order, coherence, cohesion, unity, completeness
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT MAHASISWA JURUSAN BSI UNNES DENGAN PERKULIAHAN BERBASIS LATIHAN BERJENJANG DAN PENGALAMAN -, Haryadi
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.658 KB)

Abstract

Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimanakan peningkatan keterampilan membaca cepat mahasiswa semester II rombel 3 Prodi PBSI Jurusan BSI FBS Unnes setelah dilakukan perkuliahan berbasis latihan dan pengalaman dan (2) bagaimanakan perubahan perilaku mahasiswa semester II rombel 3 Prodi PBSI Jurusan BSI FBS Unnes setelah dilakukan perkuliahan berbasis latihan dan pengalaman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, yaitu proses tindakan pada siklus I dan siklus II. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah keterampilan membaca cepat Mahasiswa Semester II Rombel 3 Prodi Pbsi Jurusan Bsi Unnes. Variabel penelitian tindakan kelas ini menggunakan dua, yaitu (1) variabel peningkatan keterampilan membaca cepat dan (2) variabel latihan berjenjang dan pengalaman. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini ada dua, yaitu instrumen tes dan nontes. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, jurnal, dan perangkat tes. Teknik analisis data pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kecepatan membaca mahasiswa pada prasiklus sebesar 30,17% atau 250-299 kpm yang masuk dalam kategori lambat, pada  siklus I kecepatan membaca mahasiswa sebesar 56,81% dari jumlah keseluruhan mahasiswa atau 300-349 kpm yang masuk dalam kategori sedang, pada siklus II hasil tes kecepatan membaca mahasiswa sebesar 75,84% atau 350-399 kpm yang masuk dalam kategori cepat. Perilaku mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat berbasis latihan berjenjang dan pengalaman juga mengalami perubahan. Perubahan-perubahan perilaku mahasiswa ini dapat dibuktikan dari hasil data nontes yang berupa observasi, jurnal, dan wawancara. Berdasarkan hasil data nontes siklus I, masih tampak tingkah laku negatif mahasiswa pada saat pembelajaran berlangsung. Pada siklus II tingkah laku negatif mahasiswa semakin berkurang dan tingkah laku positif mahasiswa semakin bertambah.   Kata Kunci: membaca cepat, latihan berjenjang, pengalaman
KOMPETENSI GRAMATIKAL DAN KONTEKSTUAL MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS DALAM MENULIS PARAGRAF EKSPOSITORI Dwi Areni, Galuh Kirana
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on the competence of grammatical and discourse of English Department students, especially their competence in using correct tense and word order, and in using good coherence-cohesion and unity-completeness. This research aims at gaining a description whether the students have applied both competence well in writing their expository paragraphs. There are two research questions addressed in the study 1) How is the students’ grammatical competence, which is realized in the use of correct grammar and word order,  in their expository paragraphs?; 2) How is the students’ discourse competence, which is realized in the use of good coherence-cohesion and good unity-completeness, in their expository paragraph? The object of the study is the expository paragraphs of Paragraph-based Writing class, English Educational study program, semester 3 in 2009-2010 academic year. There are 32 paragraphs as population, 6 of them were taken randomly as research sample. The procedure of collecting the data was carried out by distributing the intrument of the study in the form of outside-class assignment. Later, the students had to submit their assignments in printed forms. The data were analyzed by using the Azar theory (1989) for the use of tense and word order, and the Boardman-Frydenberg theory (2002) for the use of coherence-cohesion and unity-completeness. Based on the data analysis, it was found out that for the grammatical competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the use of tense. Whereas, for the discourse competence, the most frequent error in students’ expository paragraphs is the error in using cohesive devices such as the use of transition signals, pronoun, article, dan demonstrative pronoun. Finally, the pedagogical implication of the study is the students are supposed to fully motivated to be active outside their Writing classes in order to improve their grammatical and discourse competence in writing paragraphs.   Keywords: grammatical competence, discourse competence, tense, word order, coherence, cohesion, unity, completeness
PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG PADA MATA KULIAH CHOKAI DENGAN METODE DISKUSI Diner, Lispridona
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran melibatkan dua pihak yaitu pengajar dan pembelajar. Kedua pihak tersebut harus aktif agar tujuan suatu pembelajaran tercapai dengan baik. Dalam proses pembelajaran bahasa Jepang terutama pembelajaran yang membutuhkan keterampilan berbahasa (yon ginou) yaitu mendengar (kiku ryoku), berbicara (hanasu ryoku), membaca (yomu ryoku), menulis (kaku ryoku) pengajar perlu menggunakan metode pengajaran yang tepat agar keempat keterampilan berbahasa dapat tercapai. Pada penerapannya pembelajaran empat keterampilan berbahasa tersebut terpisah, meskipun dalam prosesnya saling berkaitan. Mata kuliah chokai adalah mata kuliah mengutamakan keterampilan mendengar. Berdasarkan pengamatan, terdapat pembelajar yang kemampuan menyimak baik, namun dalam komunikasi pasif (tidak dapat mengungkapkan apa yang didengar/simak dengan komunikasi verbal). Oleh karena itu, pengajar menerapkan metode diskusi pada pengajaran chokai. Tujuan penerapan metode diskusi adalah pembelajar dapat mengapresiasi keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara dengan baik dalam proses pembelajaran chokai. Sebelum melakukan pembelajaran chokai melalui metode diskusi, pengajar perlu memperhatikan kelemahan dari metode diskusi. Terutama pengajar memberikan kesempatan yang sama kepada pembelajar yang keterampilan berbicara kurang. Dengan demikian, kelemahan metode diskusi dapat diatasi dengan baik. Setelah menerapkan metode diskusi dalam proses pembelajaran, maka hasil yang diperoleh, keterampilan berbicara dan mendengarkan mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar mata kuliah Chokai dan proses pembelajaran yaitu pembelajar yang cenderung pendiam memiliki tingkat kepercayaan diri dan keterampilan berbicara yang meningkat. Kata Kunci: mata kuliah chokai, metode diskusi

Page 1 of 2 | Total Record : 16