cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2009): July 2009" : 16 Documents clear
GAYA BAHASA DALAM CERPEN “WARGA KOTA KACANG GORENG” KARYA ADEK ALWI Wulandari, Rini Susanti
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.004 KB)

Abstract

Dalam beragam tulisan dapat dilihat adanya suatu kekhasan dari penulis yangsatu dengan penulis yang lain. Kekhasan tersebut salah satunya adalah tekniktertentu yang dimiliki penulis ketika menuangkan idenya ke dalam susunankata-kata, frasa-frasa dan kalimat-kalimat yang menggambarkan pola ataucorak tertentu. Teknik penulisan tersebut merupakan gaya penulisanpengarang atau penulis. Stilistika sangat berperan dalam penciptaan suatukarya tulisan atau karya sastra, diantaranya gaya bahasa, yang meliputi gayabunyi, gaya kata, gaya kalimat dan wacana, dan lain sebagainya. Analisisterhadap tulisan Adek Alwi terfokus pada analisis gaya bahasanya.Kata kunci: gaya bahasa, gaya bunyi, gaya kata, gaya kalimat, wacana
KLASIFIKASI KALIMAT PASIF BAHASA JEPANG Hernawati, Heni
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.414 KB)

Abstract

Kalimat pasif bahasa Jepang dikenal dengan istilah ukemi. Akan tetapi, adabeberapa ahli yang menyebutnya dengan istilah judoobun. Suatu kalimatdisebut kalimat pasif apabila kalimat tersebut memenuhi syarat secaramorfologis, sintaksis, dan semantis. Secara morfologis terdapat perubahanbentuk verba dari konstruksi aktif menjadi pasif dengan menambahkan sufikspada verba aktif. Secara sintaksis yaitu frase nomina pengisi nonsubjek kalimataktif transitif atau ditransitif dijadikan pengisi subjek kalimat pasif, dan pengisisubjek kalimat aktif menjadi nonsubjek pada kalimat pasif. Secara semantis,apabila pelaku tidak lagi menjadi topik suatu kalimat. Klasifikasi kalimat pasifbahasa Jepang dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu kalimat pasif yangberasal dari kalimat aktif transitif, kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktifitrbansitif, kalimat pasif yang berasal dari kalimat berpredikat verba intransitif,dan kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktif berobjek frase nomina posesif.Kata kunci : ukemi, judoobun
APRESIASI CERPEN “OTSUBERU TO ZOO” KARYA MIYAZAWA KENJI DENGAN METODE STRUKTURAL GENETIK Wardhaningtyas, Setiyani
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.964 KB)

Abstract

Goldmann, sebagai pencetus teori struktural genetik, menyatakan adanyahubungan homologi antara karya sastra dengan dunia nyata. Akan tetapi,hubungan itu bukan hubungan langsung melainkan dimediasi oleh pandangandunia pengarang. Melalui karya sastra, pengarang menciptakan dunianyasendiri, yaitu dunia imajinatif. Tiga hal penting dalam struktural genetik yangdijadikan objek data penelitian, yaitu struktur karya sastra, latar belakangsosial historis masyarakat, dan pandangan dunia (worldview) pengarang.Cerpen yang berjudul “Otsuberu to Zoo” karya Miyazawa Kenji menarik untukditeliti karena isi cerpen tersebut menceritakan tentang dunia imajinatif yangdijadikan simbol untuk menyindir kehidupan dunia nyata yang terjadi di Jepangpada saat itu. Isi cerpen tersebut menceritakan tentang seekor gajah yangbekerja di sebuah tempat penggilingan padi milik Ostuberu. Di tempatpenggilingan padi tersebut, sang gajah bekerja sangat keras, bahkan sampai iasendiri tidak kuat menanggung beban kerjanya. Akan tetapi, sang gajahdikurung dan tidak mempunyai pilihan hidup lainnya, sang gajah tidak bisaberbuat apa pun selain melaksanakan pekerjaan tersebut. Pada akhirnya, sanggajah menyadari bahwa ia bisa mempunyai kehidupan yang lain, dan ia bisamelarikan diri dari tempat bekerjanya setelah ia meminta tolong kepadateman-temannya. Struktur karya sastra yang diteliti adalah plot, tema,penokohan, dan latar. Latar belakang sosial historisnya adalah kehidupanpetani Jepang pada masa awal Meeji, dan pandangan dunia pengarang adalahkeadilan. Dari ketiga objek data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa temacerpen “Otsuberu to Zoo” merupakan refleksi dari latar belakang historis, yaitumasalah sosial, dalam hal ini adalah ketidakadilan dan ketamakan kaum kapitalterhadap para petani Jepang pada masa awal Meeji.Kata kunci: Struktural genetik, struktur karya sastra, latar belakang sosial-historis,pandangan dunia.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG Diner, Lispridona
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.903 KB)

Abstract

Dalam bahasa Jepang, tanpa menyebutkan keterangan waktu pun, dapatdiketahui kapan peristiwa itu terjadi melalui perubahan kata kerja yangmengikuti kalimat tersebut. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilahmilahantara kata kerja bentuk –ta, –te atau –masu yang dicocokkan denganalur cerita dan tema dalam sebuah karangan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengemukakan permasalahan yaitu kesalahan apa saja(penggunaan kala dan aspek) yang terdapat dalam sebuah karangan, serta apapenyebab terjadinya kesalahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kesalahan apa saja (penggunaan kala dan aspek) yang terdapatdalam sebuah karangan, serta apa penyebab terjadinya kesalahan tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitianadalah mahasiswa Jurusan BSA Program Studi D3 Bahasa Jepang. Sampel yangdigunakan adalah total sampling yaitu seluruh mahasiswa D3 Bahasa Jepangsemester 5. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa hasilkarangan yang bertema Tanoshii Ichinichi, Daigaku Seikatsu dan Watashi noKuni no Kyooiku. Langkah analisis data yaitu mengumpulkan hasil karangan,mengidentifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, mengklasifikasi kesalahan,dan mengevaluasi kesalahan. Melalui penelitian ini diketahui bahwa kesalahankala dan aspek pada sebuah karangan khususnya pada tema Tanoshii Ichinichi,Daigaku Seikatsu dan Watashi no Kuni no Kyooiku terdapat pada kata kerja,kata sifat dan kata benda. Kesalahan tersebut dikarenakan kekurangpahamantentang penggunaan kala dan aspek yaitu penggunaan kata kerja, kata sifatdan kata bentuk lampau, sekarang dan akan datang, dalam menulis sebuahkarangan tidak memperhatikan makna dan maksud alur cerita, tidakmemperhatikan tema dan situasi yang berhubungan dengan tema sehingga isikarangan tidak sesuai, misalnya; tema yang menceritakan pengalaman berartikata kerja, kata sifat dan kata benda yang umumnya digunakan adalah bentuklampau. Jenis aspek yang menjadi kesalahan yaitu aspek abituatif adalah aspekyang menggambarkan perbuatan yang menjadi kebiasaan, aspek inkoatifadalah aspek yang menggambarkan perbuatan mulai, aspek inkompletif adalahaspek yang menggambarkan perbuatan yang belum selesai dan aspekkompletif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan selesai.Kata Kunci: kala, aspek inkoatif, aspek abituatif, inkompletif, aspek kompletif
AKSEN FEMINITAS MASYARAKAT NELAYAN JAWA DI PESISIR REMBANG: TELAAH PERBEDAAN GENDER DALAM PENGGUNAAN BAHASA Qomariyah, U’um
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.447 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk memaparkan hubungan antara bahasa dangender dalam kaitannya dengan aksen bahasa. Permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini adalah bagaimana aksen feminitas yang digunakan olehmasyarakat nelayan Jawa di pesisir Rembang dan faktor-faktor yangmenyebabkan perbedaan aksen tersebut. Pendekatan kualitatif digunakanuntuk menemukan keunikan objek dari sudut pandang yang utuh,komprehensif, dan holistik. Selain itu, pendekatan gender dalam kaitannyadengan sosial budaya suatu masyarakat juga digunakan dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa konstruksi bahasa, khususnyaaksen antara laki-laki dan perempuan mengalami perbedaan. Perbedaan itulebih disebabkan banyaknya vokal /o/ yang digunakan dalam tuturan laki-laki.Sedangkan perempuan lebih banyak menggunakan vokal /e/ atau /i/. Hasilpenelitian menengarai bahwa perbedaan aksen tersebut biasanya dilakukanoleh anak muda sedangkan para orang tua mereka cenderung bicara apaadanya. Kecuali beberapa keluarga yang dipandang sebagai keluarga berada.Mereka cenderung melakukan penyesuaian berdasarkan lingkungan terbarumereka. Hal yang menarik ternyata meskipun laki-laki dikatakan mempunyaiaksen yang lebih kasar dan terbuka dibandingkan perempuan, ternyata laki-lakitidak ingin meniru aksen yang dituturkan perempuan. Mereka lebih cenderungingin berbicara apa adanya. Untuk beberapa hal, terkadang perempuan di sanacenderung ”ambigu” Di satu sisi ketika mereka berbicara dengan orang yang”di atas” mereka, aksen mereka lebih cenderung halus, namun jika berbicaradengan orang sepadan atau ketika kemarahan muncul, mereka tidak akanmemperhatikan lagi aspek kesopanan. Faktor yang menyebabkan perbedaantuturan antara laki-laki dan perempuan di antaranya faktor sosial ekonomi dankonstruksi gender yang timpang.Kata Kunci: aksen, gender, bahasa
MODEL KOGNITIF READING COMPREHENSION DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS Suprapti, Sri
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.429 KB)

Abstract

Perkembangan peradaban modern tidak bisa dipisahkan dengan peran pentingkegiatan membaca yang memungkinkan pesatnya perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi dewasa ini. Dalam masyarakat yang literatemembaca menjadi imperatif karena begitu banyak hal yang perlu untukdiketahui atau dikuasai, dikomunikasikan melalui teks tulis. Bertalian dengankenyataan ini, kurikulum bahasa Inggris untuk sekolah formal di Indonesia yangsekarang berlaku mengadopsi perspektif literasi dan keterampilan hidup (lifeskills) guna membekali siswa untuk bisa berpartisipasi dalam kehidupanmasyarakat modern. Membaca berurusan dengan pemahaman literal,inferensial, evaluasi, serta apresiasi suatu teks tulis. Jenis- jenis teks tulis yangdigunakan sebagai bahan pembelajaran diupayakan sedekat mungkinmenyerupai teks yang paling lazim ditemui dalam kegiatan membaca yangsesungguhnya dalam kehidupan sehari hari.Kata Kunci: literasi, pemahaman literal,pemahaman inferensial, evaluasi,apresiasi
MODEL PENDEKATAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN MENULIS (ECRIRE) WACANA NARATIF PADA MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA ASING PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS Santoso, Wahyudi Joko; Widayanti, Diah Vitri
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.851 KB)

Abstract

This research focused on the Proces-Approach Model in Narrative DiscourseWriting Learning. The four research questions: (1) how are the third semesterstudents’ perception in Language and Litterature Foreign Departement,French Education Study Programme on Proces Approach Model in NarrativeDiscourse of Writing Learning before a treatment, (2) how and how manypercents their capability of Narrative Discourse Writing are before a treatment,(3) how and how many percents their capability of Narrative Discourse Writingare after a treatment, and (4) how are the third semestre students’ perceptionin Language and Litterature Foreign Departement, French Education StudyProgramme on Proces Approach Model in Narrative Discourse of WritingLearning after the treatment? The perception data was taken by questionnairewhich was done 2 x, before and after the treatment, whereas thestudents’capability to write a narrative discourse was used by pretest andposttest. The findings show that firstly, the pretest result is various. Thestudents’s kwnoledge of definition narrative discourse reach 80 %, of narrativediscourse organition 92 %, of the experience writing of narrative discourse76%, and of the writing step 72 %. Besides, the students’ unknown of lexicaland grammatical marquers reach 80 % and 88 %. Secondly, totally, if I comparethe first and the second test, the result shows that the students who got A, B,and D decrease, from 1 to 0 student (5,26%), from 8 to 7 students (5,26%), andfrom 3 to 1 student (10,53%). But the students who got C and D increase, from5 to 8 students (15,79%) and from 2 to 3 students (5,26%). Finally, thestudents’ perception after the treatment indicate a various result. 80 %students are not satisfied of theirs narrative discourse writings, 60 % studentsstill has some difficulties, 80 % students are conscious of theirs weakness, and84 % students agreed about the researcher’s evaluation.Keywords: capability, writing, narrative discourse, proces approach writing model
SIKAP DAN PREFERENSI KEPALA SEKOLAH SMA SE JAWA TENGAH TERHADAP BAHASA ASING PILIHAN Astuti, Dwi
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.755 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap Kepala Sekolah SMA seJawa Tengah terhadap bahasa asing pilihan di SMA, (2) preferensi KepalaSekolah SMA se Jawa Tengah terhadap bahasa asing pilihan di SMA, serta (3)kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam membuka Jurusan Bahasa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalahpara Kepala Sekolah SMA baik negeri maupun swasta di Jawa Tengah. Tekniksampling yang digunakan adalah quota area random sampling. Denganmenggunakan teknik tersebut didapat sampel Kepala Sekolah yang berada diSMA di Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Wonogiri, dan KotaPekalongan. Untuk mendapatkan data digunakan instrumen berupa angket.Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisisdeskriptif persentase serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paraKepala Sekolah SMA di Jawa Tengah bersikap positif terhadap bahasa asingselain bahasa Inggris. Preferensi Kepala Sekolah terhadap bahasa asing pilihanyang ada di SMA berturut-turut dari atas diduduki oleh bahasa Arab, Mandarin,Jepang, Prancis, kemudian Jerman. Kendala utama yang dihadapi sekolahketika akan membuka Jurusan Bahasa adalah kurangnya minat siswa untukmasuk di jurusan tersebut.Kata kunci: sikap, preferensi, bahasa asing
APRESIASI CERPEN “OTSUBERU TO ZOO” KARYA MIYAZAWA KENJI DENGAN METODE STRUKTURAL GENETIK Wardhaningtyas, Setiyani
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goldmann, sebagai pencetus teori struktural genetik, menyatakan adanyahubungan homologi antara karya sastra dengan dunia nyata. Akan tetapi,hubungan itu bukan hubungan langsung melainkan dimediasi oleh pandangandunia pengarang. Melalui karya sastra, pengarang menciptakan dunianyasendiri, yaitu dunia imajinatif. Tiga hal penting dalam struktural genetik yangdijadikan objek data penelitian, yaitu struktur karya sastra, latar belakangsosial historis masyarakat, dan pandangan dunia (worldview) pengarang.Cerpen yang berjudul “Otsuberu to Zoo” karya Miyazawa Kenji menarik untukditeliti karena isi cerpen tersebut menceritakan tentang dunia imajinatif yangdijadikan simbol untuk menyindir kehidupan dunia nyata yang terjadi di Jepangpada saat itu. Isi cerpen tersebut menceritakan tentang seekor gajah yangbekerja di sebuah tempat penggilingan padi milik Ostuberu. Di tempatpenggilingan padi tersebut, sang gajah bekerja sangat keras, bahkan sampai iasendiri tidak kuat menanggung beban kerjanya. Akan tetapi, sang gajahdikurung dan tidak mempunyai pilihan hidup lainnya, sang gajah tidak bisaberbuat apa pun selain melaksanakan pekerjaan tersebut. Pada akhirnya, sanggajah menyadari bahwa ia bisa mempunyai kehidupan yang lain, dan ia bisamelarikan diri dari tempat bekerjanya setelah ia meminta tolong kepadateman-temannya. Struktur karya sastra yang diteliti adalah plot, tema,penokohan, dan latar. Latar belakang sosial historisnya adalah kehidupanpetani Jepang pada masa awal Meeji, dan pandangan dunia pengarang adalahkeadilan. Dari ketiga objek data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa temacerpen “Otsuberu to Zoo” merupakan refleksi dari latar belakang historis, yaitumasalah sosial, dalam hal ini adalah ketidakadilan dan ketamakan kaum kapitalterhadap para petani Jepang pada masa awal Meeji.Kata kunci: Struktural genetik, struktur karya sastra, latar belakang sosial-historis,pandangan dunia.
SIKAP DAN PREFERENSI KEPALA SEKOLAH SMA SE JAWA TENGAH TERHADAP BAHASA ASING PILIHAN Astuti, Dwi
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap Kepala Sekolah SMA seJawa Tengah terhadap bahasa asing pilihan di SMA, (2) preferensi KepalaSekolah SMA se Jawa Tengah terhadap bahasa asing pilihan di SMA, serta (3)kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam membuka Jurusan Bahasa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalahpara Kepala Sekolah SMA baik negeri maupun swasta di Jawa Tengah. Tekniksampling yang digunakan adalah quota area random sampling. Denganmenggunakan teknik tersebut didapat sampel Kepala Sekolah yang berada diSMA di Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Wonogiri, dan KotaPekalongan. Untuk mendapatkan data digunakan instrumen berupa angket.Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisisdeskriptif persentase serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paraKepala Sekolah SMA di Jawa Tengah bersikap positif terhadap bahasa asingselain bahasa Inggris. Preferensi Kepala Sekolah terhadap bahasa asing pilihanyang ada di SMA berturut-turut dari atas diduduki oleh bahasa Arab, Mandarin,Jepang, Prancis, kemudian Jerman. Kendala utama yang dihadapi sekolahketika akan membuka Jurusan Bahasa adalah kurangnya minat siswa untukmasuk di jurusan tersebut.Kata kunci: sikap, preferensi, bahasa asing

Page 1 of 2 | Total Record : 16