cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2009): January 2009" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR BERBASIS KONTEKS SOSIOKULTURAL DI SMP (Kontribusi Sosiolinguistik dalam Peningkatan Kompetensi Komunikatif Berbahasa Indonesia) Yuniawan, Tommi
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan materiajar bahasa Indonesia untuk SMP beserta desain pembelajarannya sesuaidengan pendekatan komunikatif berbasis konteks sosiokultural siswa. Melaluimodel pengembangan materi ajar tersebut diharapkan dapat mengembangkanperilaku berbahasa siswa, baik secara reseptif maupun produkitf sesuai dengankebutuhan komunikasi siswa dalam berbagai domain sosial. Untuk mencapaitujuan tersebut, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalahpendekatan reseach and development (R&D). Model panduan dirumuskansecara kolaboratif antara peneliti, pakar ahli, guru, dan instansi terkait (DinasPendidikan Nasional) melalui disksusi terfokus (focus group discussion). Hasilpenelitianini adalah bahwa pengembangan materi ajar berbasis kontekssosiokultural masih belum dilakukan oleh guru bahasa Indonesia. Hal inidisebabkan alokasi waktu yang dimiliki guru sepenuhnya digunakan untukmengajar dan merancang perangkat pembelajaran. Konsep panduanpengembangan materi ajar ini disusun dalam bentuk materi ajar berbasiskonteks sosiokultural dilakukan mengikuti syarat-syarat yang meliputi: (a)acuan meliputi kurikulum, ilmu-ilmu yang relevan, kebutuhan bahasa anakatau siswa, dan hasil-hasil buku-buku pelajaran bahasa dan atau kegiatanbelajaran mengajar di kelas, (b) rancangan memperhatikan taksonomi bahanajar yang baku, yaitu buku siswa, buku kerja dan buku guru, (c) organisasi, (d)kebahasaan, (e) keterampilan berbahasa, (f) pengembangan kontekssosiokultural, dan (g) topik dan wacana. Pengembangan proses belajarmengajar (PBM) dengan pendekatan komunikatif berbasis kontekssosiokultural siswa dikembangkan dengan mempertimbangkan (1) prinsippembelajaran, (2) tujuan pembelajaran, (3) ruang lingkup, dan (4) pelaksanaanpembelajaran, dan (5) evaluasi pembelajaran.Kata kunci: materi ajar, sosiokultural, sosiolinguistik, dan pendekatankomunikatif
PENGEMBANGAN SISTEM AKADEMIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN LAYANAN AKADEMIK JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA -, Haryadi
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.185 KB)

Abstract

Pada tahun 2007 Universitas Negeri Semarang melakukan peningkatan layananyang sangat berarti kepada mahasiswa dengan dicanangkannya penggunaanteknologi informasi komunikasi dalam memberikan layanan dalam bidangakademik. Layanan tersebut berupa sistem online yang diberi nama sistemlayanan terpadu (sikadu). Adanya sikadu dimaksudkan untuk meningkatkanlayanan akademik terpadu mahasiswa. Mahasiswa tidak harus datang kekampus, jurusan, untuk melakukan yudisium. Registrasi, isi KRS, dan revisi KRSjuga dapat dilakukan seperti itu. Disamping mempunyai manfaat yang sangatbesar, sikadu pada kenyataan mempunyai kelemahan atau kekurangan dalamimplementasinya. Dalam ”Daftar Komunian Pengunjung” di sikadu Milanelomengukur sulitnya mendaftar lewat sikadu. Keluhan yang disampaikan olehmahasiswa Unnes adalah semrawutnya sistem rombel dalam sikadu (Itah,Mahasiswa FMIPA 2006 Kompas Mahasiswa 2008.3) mengeluhkan sistemrombel. Masalahnya, bagaimanakah penerapan sistem sikadu di jurusanBahasa dan Sastra Indonesia yang sesuai dengan kondisi yang adadanpengambangan sistem akademik yang bagaimanakah yang dapatmeningkatkan layanan akademik jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasilpenelitian ini ada dua hal. Pertama, penerapan sistem Sikadu di Jurusan Bahasadan Sastra Indonesia meliputi pesan mata kuliah, registrasi akademik, jadwalperkuliahan, sistem rombel, yudisium, dan transkrip nilai. Menurut mahasiswapenerapan keenam program di Sikadu mempunyai dampak yang positif dannegatip. Kedua, pengembangan sistem sikadu untuk meningkatkan layananakademik di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi pesan mata kuliah,registrasi akademik, jadwal perkuliahan, sistem rombel, yudisium, dantranskrip nilai. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mengembangkan sistemterpandu untuk pesan mata kuliah dan registrasi akademik. Sistem terprogramdigunakan untuk jadwal perkuliahan dan transkrip nilai.Sistem rombel yang adadi Sikadu dikembangkan dengan rombel kelas. Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia mengembangkan yudisium di Sikadu dengan yudisium bersama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (a) mahasiswa Jurusan Bahasadan Sastra Indonesia hendaknya mentaati program Sikadu yang terkait denganmereka secara baik dan benar, (b) dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesiahendaknya selalu membantu dan memfasilitasi mahasiswa yang bermasalahterkait dengan penerapan program Sikadu, (c) Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia hendaknya memfasilitasi dan membuat tata aturan yang terkaitdenga penerapan Sikadu, (d). Puskom Unnes hendaknya selalu meningkatkandan memperbaiki layanan yang terkait dengan penerapan Sikadu.Kata kunci: pengembangan, sistem, akademik, dan layanan.
PROFIL PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP/MTS DI KOTA SEMARANG Hartono, Bambang
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.844 KB)

Abstract

KTSP disusun berdasarkan paradigma baru, yaitu perubahan dari paradigmakeilmuan ke paradigma kompetensi lulusan. Paradigma baru itu harusdiimplementasikan di sekolah agar terjadi peningkatan mutu penddikan,termasuk mutu pembelaaran bahasa Indonesia. Permasalahan yang ingindipecahkan dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana permasalahan yangdihadapi guru, (2) bagaimana permasalahan yang dihadapi siswa kaitannyadengan kesiapannya untuk mengikuti proses pembelajaran yang berbasispenguasaan kompetensi? (3) bagaimana tanggapan/persepsi dan partisipasiguru lain dan kepala sekolah terhadap guru bahasa tersebut? (4) bagaimanacara analisis dan pemecahan masalah yang ditemukan, dan (5) bagaimanamengembangkan mekanisme kerja sama antarinstansi? Subjek percontohdalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia, siswa, dan kepala SMP/MTsdi Kota Semarang di 10 sekolah. Prosedur pengumpulan data dalam penelitianini dikelompokkan menjadi dua hal, yaitu (1) pengumpulan data untukmenjaring kondisi penguasaan kurikulum/standar isi tenaga kependidikan diSMP/MTs Kota Semarang dalam pengembangan dan pelaksanaan standar isidan (2) penyusunan silabus, pengembangan RPP, dan peningkatan kualitaspembelajaran guru. Analisis data menggunakan metode analisis kontekstualdengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian secara umum standar isibelum sepenuhnya diimplementasikan di sekolah. Hal ini dibuktikan denganrendahnya kemmapuan guru dalam hal (1) pemahaman dan penguasaantentang standar isi, (2) kemampuan menyusun silabus, (3) kemampuanmenyusun rencana pembelajaran, (4) kemampuan melaksanakanpembelajaran berorientasi kompetensi siswa dan pemahaman pembelajaransecara kontekstual dan inovatif, (5) kemampuan memilih dan menyiapkanbahan pembelajaran, dan (6) kemampuan melaksanakan penilaian berbasiskelas dan tindak lanjut dari penilaian tersebut. Rekomendasi dari hasilpenelitian standar isi untuk mata perlajaran Bahasa Indonesia perlu intensitaspelatihan yang terkontrol dan terukur kepada guru dengan pendampinganyang kontinu dan beresinambungan.Kata Kunci: standar isi, sulabus, pembelajaran kontekstual, pembelajaraninovatif, penilaian berbasis kelas
HAMBATAN PELAKSANAAN (PPL) BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FBS UNNES -, Hardyanto
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.42 KB)

Abstract

Program Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan memberikan kesempatanmahasiswa untuk memperoleh pengalaman kependidikan secara langsung.Pada pelaksanaan di lapangan tidak jarang dijumpai kasus-kasus yangmengemuka, salah satunya adalah adanya perbedaan hasil nilai yangmencolok antara persiapan dan pelaksanaan PPL. Oleh karena itu perlukiranya diadakan penelitian tentang pelaksanaan PPL khususnya Prodi PBSJ.Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hambatan pelaksanaan PPLbahasa Jawa adalah penelitian survei. Peneliti melakukan survei terhadapAdapun sumber data pada penelitian ini informan yang berperan dalampelaksanaan praktel PPL yaitu Guru Pamong, Kepala Sekolah, DosenPembimbing, Mahasiswa Praktikan, Siswa. Hasil penelitian menunjukkanpada tahap penyusunan RPP hambatan mahasiswa berkaitan denganpenyusunan rumusan Tujuan Pembelajaran, pemetaan SK dan KD, dankurangnya alokasi waktu materi. Pada tahan penyusunan PelaksanaanPembelajaran hambatan mahasiswa berkaitan dengan keantusiasan siswaterhadap mata pelajaran bahasa Jawa menganggap mahasiswa PPL sebagaiteman, guru Pamong menyerahkan tugas mengajar sepenuhnya padamahasiswa PPL lebih takut pada guru Pamong daripada mahasiswa PPL,Minimnya media pembelajaran yang ada disekolah. Pada tahan penyusunanPelaksanaan Evaluasi Pembelajaran hambatan mahasiswa berkaitan dengansiswa malas untuk mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guruuntuk dikerjakan di rumah, Siswa tidak terbiasa melakukan evaluasi yangsifatnya praktik, dan Evaluasi yang diberikan guru Pamong kebanyakan padaranah kognitif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, maka disarankanperlu koordinasi lebih lanjuta antara UNNES dengan sekolah praktikankhususnya pada awal pelaksanaan PPL serta perlu penyamaan persepsiantara guru pamong dengan dosen pembimbing PPL khususnya padakonsep perencanaan pelaksanaan pembelajaran.Kata Kunci : praktikan, rencana pembelajaran, evaluasi,
OPTIMALISASI WEB INTERNET SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI MAHASISWA PRODI PBSJ SEMESTER VIII FBS UNNES Yuwono, Agus
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.394 KB)

Abstract

Pada sebaran kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Jawa, mata kuliahMenulis Karya Ilmiah termasuk pada kelompok mata kuliah Keahlian Berkaryayang diletakkan pada semester genap. Penempatan mata kuliah pada semesterakhir ini dengan maksud dapat menjadikan akumulasi mata kuliah padasemester-semester sebelumnya. Pada perkuliahan sering ditemukan kendalayakni kurangnya referen yang diperoleh mahasiswa. Akibatnya nilai ataukemampuan pemahaman karya ilmiah ini rendah. Oleh karena itu diperlukanmedia yang mampu mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah mediaweb internet. Permasalahan yang diangkat yaitu (1) Bagaimana peningkatanpemahaman Karya ilmiah mahasiswa semester VIII prodi PBSJ setelah mengikutikuliah menulis karya ilmiah melalui media web internet? (2) Bagaimanaperubahan sikap dan perilaku mahasiswa semester VIII prodi PBSI setelahmengikuti kuliah Karya ilmiah melalui media web internet. Tujuan yang ingindicapai yaitu (1) Mendiskripsikan peningkatan pemahaman Karya ilmiahmahasiswa semester VIII prodi PBSJ setelah mengikuti kuliah melalui media webinternet (2) Mendiskripsikan perubahan sikap dan perilaku mahasiswa semesterVIII prodi PBSJ setelah mengikuti kuliah menulis Karya ilmiah melalui media webinternet. Disain penelitian ini adalah tindakan kelas dengan dua siklus. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah tes dan Non tes yang berupaobservasi dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semesterVIII prodi PBSJ. Hasil penelitian prasiklus dibandingkan dengan siklus I, dan hasilpenelitian siklus I dibandingkan dengan siklus II untuk mengetahui peningkatankemampuan dan perubahan perilaku belajar mahasiswa. Hasil uji tee tesmenunjukkan bahwa dengan media web internet dapat meningkatkankemampuan siswa dalam pemahaman karya ilmiah dengan signifikan. Hasil,observasi dan wawancara menunjukan bahwa dengan media web internetmahasiswa menjadi lebih tertarik serta mudah menikmati dan memahami karyailmiahdengan sesungguhnya. Peneliti menyarankan agar dalam perkuliahanmenulis karya ilmiah hendaknya menggunakan web internet untuk mewujudkankegiatan pembelajaran yang lebih variatif dan bermakna bagi mahasiswa.Kata kunci: web internet, media, karya ilmiah.
PENERAPAN ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENGARANG BERBAHASA INGGRIS Mujiyanto, Yan
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.147 KB)

Abstract

Pada dasarnya, pembelajaran mengarang berpengaruh pada minat siswa terhadapjenis-jenis atau genre karangan, namun, ternyata tidak terdapat hubungan antara teoriyang diajarkan dan kemampuan siswa dalam menghasilkan karangan yang berkualitasmemadai. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pengajar tidak atau belummemiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang memadai terhadapkarakteristik berbagai genre karangan sehingga tidak mengherankan bahwa di dalamproses pembelajaran tidak terjadi penularan keterampilan itu dari pengajar kepadaasuhannya. Sebagai akibatnya, siswa tidak mampu menuangkan gagasan ke dalamjenis karangan tertentu yang memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Pencapaiantujuan pembelajaran keterampilan mengarang perlu diupayakan dengan berbagaialternatif model pembelajaran. Dalam hubungan itu, tulisan ini mencobamemperkenalkan model Critical Discourse Analysis (CDA) untuk pembelajaranketerampilan tersebut. Dengan CDA, siswa diharapkan terbiasa bersikap kritis dankreatif dalam menanggapi berbagai fenomena dan makna yang terdapat di dalamkarya sastra untuk kemudian mereka tuangkan dalam bentuk karangan yang memilikikarakteristik tersendiri. Pemahaman siswa atas berbagai makna dan nilai yangterdapat di dalam berjenis-jenis wacana merupakan prioritas utama model CDA ini.Dalam implementasi model CDA, pengajar dapat menyiapkan tiga tahap, yakni (1)tahap penjelajahan, (2) tahap interpretasi, dan (3) tahap perekaciptan. Dalammengimplementasikan model CDA, pengajar hendaknya mempertimbangkan bahanpengajaran berdasarkan penguasaan bahasa, psikologi siswa, dan latar belakangbudaya siswa.Kata Kunci: Critical Discourse Analysis, model pembelajaran, narrative
HAMBATAN PELAKSANAAN (PPL) BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FBS UNNES -, Hardyanto
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan memberikan kesempatanmahasiswa untuk memperoleh pengalaman kependidikan secara langsung.Pada pelaksanaan di lapangan tidak jarang dijumpai kasus-kasus yangmengemuka, salah satunya adalah adanya perbedaan hasil nilai yangmencolok antara persiapan dan pelaksanaan PPL. Oleh karena itu perlukiranya diadakan penelitian tentang pelaksanaan PPL khususnya Prodi PBSJ.Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hambatan pelaksanaan PPLbahasa Jawa adalah penelitian survei. Peneliti melakukan survei terhadapAdapun sumber data pada penelitian ini informan yang berperan dalampelaksanaan praktel PPL yaitu Guru Pamong, Kepala Sekolah, DosenPembimbing, Mahasiswa Praktikan, Siswa. Hasil penelitian menunjukkanpada tahap penyusunan RPP hambatan mahasiswa berkaitan denganpenyusunan rumusan Tujuan Pembelajaran, pemetaan SK dan KD, dankurangnya alokasi waktu materi. Pada tahan penyusunan PelaksanaanPembelajaran hambatan mahasiswa berkaitan dengan keantusiasan siswaterhadap mata pelajaran bahasa Jawa menganggap mahasiswa PPL sebagaiteman, guru Pamong menyerahkan tugas mengajar sepenuhnya padamahasiswa PPL lebih takut pada guru Pamong daripada mahasiswa PPL,Minimnya media pembelajaran yang ada disekolah. Pada tahan penyusunanPelaksanaan Evaluasi Pembelajaran hambatan mahasiswa berkaitan dengansiswa malas untuk mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guruuntuk dikerjakan di rumah, Siswa tidak terbiasa melakukan evaluasi yangsifatnya praktik, dan Evaluasi yang diberikan guru Pamong kebanyakan padaranah kognitif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, maka disarankanperlu koordinasi lebih lanjuta antara UNNES dengan sekolah praktikankhususnya pada awal pelaksanaan PPL serta perlu penyamaan persepsiantara guru pamong dengan dosen pembimbing PPL khususnya padakonsep perencanaan pelaksanaan pembelajaran.Kata Kunci : praktikan, rencana pembelajaran, evaluasi,
OPTIMALISASI WEB INTERNET SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI MAHASISWA PRODI PBSJ SEMESTER VIII FBS UNNES Yuwono, Agus
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sebaran kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Jawa, mata kuliahMenulis Karya Ilmiah termasuk pada kelompok mata kuliah Keahlian Berkaryayang diletakkan pada semester genap. Penempatan mata kuliah pada semesterakhir ini dengan maksud dapat menjadikan akumulasi mata kuliah padasemester-semester sebelumnya. Pada perkuliahan sering ditemukan kendalayakni kurangnya referen yang diperoleh mahasiswa. Akibatnya nilai ataukemampuan pemahaman karya ilmiah ini rendah. Oleh karena itu diperlukanmedia yang mampu mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah mediaweb internet. Permasalahan yang diangkat yaitu (1) Bagaimana peningkatanpemahaman Karya ilmiah mahasiswa semester VIII prodi PBSJ setelah mengikutikuliah menulis karya ilmiah melalui media web internet? (2) Bagaimanaperubahan sikap dan perilaku mahasiswa semester VIII prodi PBSI setelahmengikuti kuliah Karya ilmiah melalui media web internet. Tujuan yang ingindicapai yaitu (1) Mendiskripsikan peningkatan pemahaman Karya ilmiahmahasiswa semester VIII prodi PBSJ setelah mengikuti kuliah melalui media webinternet (2) Mendiskripsikan perubahan sikap dan perilaku mahasiswa semesterVIII prodi PBSJ setelah mengikuti kuliah menulis Karya ilmiah melalui media webinternet. Disain penelitian ini adalah tindakan kelas dengan dua siklus. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah tes dan Non tes yang berupaobservasi dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semesterVIII prodi PBSJ. Hasil penelitian prasiklus dibandingkan dengan siklus I, dan hasilpenelitian siklus I dibandingkan dengan siklus II untuk mengetahui peningkatankemampuan dan perubahan perilaku belajar mahasiswa. Hasil uji tee tesmenunjukkan bahwa dengan media web internet dapat meningkatkankemampuan siswa dalam pemahaman karya ilmiah dengan signifikan. Hasil,observasi dan wawancara menunjukan bahwa dengan media web internetmahasiswa menjadi lebih tertarik serta mudah menikmati dan memahami karyailmiahdengan sesungguhnya. Peneliti menyarankan agar dalam perkuliahanmenulis karya ilmiah hendaknya menggunakan web internet untuk mewujudkankegiatan pembelajaran yang lebih variatif dan bermakna bagi mahasiswa.Kata kunci: web internet, media, karya ilmiah.
PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR BERBASIS KONTEKS SOSIOKULTURAL DI SMP (Kontribusi Sosiolinguistik dalam Peningkatan Kompetensi Komunikatif Berbahasa Indonesia) Yuniawan, Tommi
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan materiajar bahasa Indonesia untuk SMP beserta desain pembelajarannya sesuaidengan pendekatan komunikatif berbasis konteks sosiokultural siswa. Melaluimodel pengembangan materi ajar tersebut diharapkan dapat mengembangkanperilaku berbahasa siswa, baik secara reseptif maupun produkitf sesuai dengankebutuhan komunikasi siswa dalam berbagai domain sosial. Untuk mencapaitujuan tersebut, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalahpendekatan reseach and development (R&D). Model panduan dirumuskansecara kolaboratif antara peneliti, pakar ahli, guru, dan instansi terkait (DinasPendidikan Nasional) melalui disksusi terfokus (focus group discussion). Hasilpenelitianini adalah bahwa pengembangan materi ajar berbasis kontekssosiokultural masih belum dilakukan oleh guru bahasa Indonesia. Hal inidisebabkan alokasi waktu yang dimiliki guru sepenuhnya digunakan untukmengajar dan merancang perangkat pembelajaran. Konsep panduanpengembangan materi ajar ini disusun dalam bentuk materi ajar berbasiskonteks sosiokultural dilakukan mengikuti syarat-syarat yang meliputi: (a)acuan meliputi kurikulum, ilmu-ilmu yang relevan, kebutuhan bahasa anakatau siswa, dan hasil-hasil buku-buku pelajaran bahasa dan atau kegiatanbelajaran mengajar di kelas, (b) rancangan memperhatikan taksonomi bahanajar yang baku, yaitu buku siswa, buku kerja dan buku guru, (c) organisasi, (d)kebahasaan, (e) keterampilan berbahasa, (f) pengembangan kontekssosiokultural, dan (g) topik dan wacana. Pengembangan proses belajarmengajar (PBM) dengan pendekatan komunikatif berbasis kontekssosiokultural siswa dikembangkan dengan mempertimbangkan (1) prinsippembelajaran, (2) tujuan pembelajaran, (3) ruang lingkup, dan (4) pelaksanaanpembelajaran, dan (5) evaluasi pembelajaran.Kata kunci: materi ajar, sosiokultural, sosiolinguistik, dan pendekatankomunikatif
PENERAPAN ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENGARANG BERBAHASA INGGRIS Mujiyanto, Yan
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, pembelajaran mengarang berpengaruh pada minat siswa terhadapjenis-jenis atau genre karangan, namun, ternyata tidak terdapat hubungan antara teoriyang diajarkan dan kemampuan siswa dalam menghasilkan karangan yang berkualitasmemadai. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pengajar tidak atau belummemiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang memadai terhadapkarakteristik berbagai genre karangan sehingga tidak mengherankan bahwa di dalamproses pembelajaran tidak terjadi penularan keterampilan itu dari pengajar kepadaasuhannya. Sebagai akibatnya, siswa tidak mampu menuangkan gagasan ke dalamjenis karangan tertentu yang memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Pencapaiantujuan pembelajaran keterampilan mengarang perlu diupayakan dengan berbagaialternatif model pembelajaran. Dalam hubungan itu, tulisan ini mencobamemperkenalkan model Critical Discourse Analysis (CDA) untuk pembelajaranketerampilan tersebut. Dengan CDA, siswa diharapkan terbiasa bersikap kritis dankreatif dalam menanggapi berbagai fenomena dan makna yang terdapat di dalamkarya sastra untuk kemudian mereka tuangkan dalam bentuk karangan yang memilikikarakteristik tersendiri. Pemahaman siswa atas berbagai makna dan nilai yangterdapat di dalam berjenis-jenis wacana merupakan prioritas utama model CDA ini.Dalam implementasi model CDA, pengajar dapat menyiapkan tiga tahap, yakni (1)tahap penjelajahan, (2) tahap interpretasi, dan (3) tahap perekaciptan. Dalammengimplementasikan model CDA, pengajar hendaknya mempertimbangkan bahanpengajaran berdasarkan penguasaan bahasa, psikologi siswa, dan latar belakangbudaya siswa.Kata Kunci: Critical Discourse Analysis, model pembelajaran, narrative

Page 1 of 2 | Total Record : 12