cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2019): January" : 10 Documents clear
Pasukan Askariyah sebagai Suara Subaltern Korban Konflik Aceh dalam Cerpen Safrida Askariyah Andayani, Santi
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.289 KB)

Abstract

Konflik yang melanda Aceh dari tahun 1976 hingga tahun 2005 telah meninggalkan luka yang dalam bagi sejarah nasional Indonesia. Banyak terjadi kasus pelanggaran HAM seperti pembunuhan, perkosaan, penculikan baik yang dilakukan oleh Pasukan GAM maupun TNI. Untuk merebut kedaulatan, GAM membentuk pasukan-pasukan khusus  seperti Pasukan Askariyah yang beranggotakan para janda dan  gadis-gadis remaja sebagai  bala tentara. Kisah-Kisah perjuangan para wanita Aceh yang tergabung dalam Pasukan Askariyah terepresentasikan pada cerpen Safrida Askariyah karya Alimuddin yang dimuat di Kompas pada 8 Oktober 2006. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah Pasukan  Askariyah telah bisa menyuarakan suara subaltern yang dalam cerpen ini direprentasikan oleh tokoh utama Safrida sebagai suara wanita yang tertindas?. Penelitian ini merupakan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Sumber data primer adalah cerpen Safrida Askariyah. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta pandangan Spivak mengenai subaltern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasukan Askariyah yang direpresentasikan oleh tokoh Safrida ternyata tidak mampu menyampaikan suara subaltern para wanita korban konflik Aceh. Hal ini dibuktikkan dengan lenyapnya pasukan Askariyah, teralienasi dari masyarakat, dan tidak diakuinya keberadaan mereka di tengah masyarakat saat ini.The conflict that happened in Aceh from 1976 to 2005 has left deep wounds for Indonesia’s  national history. Many cases of human rights violations such as murder, rape, kidnappings  committed by both GAM and TNI troops.To seized sovereignty, GAM established special  forces such as the Askariyah Force, which consisted of widows and teenage girls. The stories of the struggle of Acehnese women who are members of the Askariyah Force are represented in the short story of Safrida Askariyah by Alimuddin published in Kompas on October 8, 2006.  The problem of the research is whether the Askariyah Forces have been able to convey the subaltern voices that in this short story is represented by the main character of Safrida? This research is qualitative research. Data collections was done by literature study. The primary data source is short story Safrida Askariyah. Data analysis was done by descriptive analysis method. This research used  the approach of the sociology literature and Spivak’s view of the subaltern. The results showed that the Askariyah troops represented by the Safrida figures were not able to convey the subaltern voices of women of the Aceh conflict. This were evoked by the disappearance of the Askariyah Forces, Safrida was alienated from the community, and Askariyah Forces existence  was not recognized in nowdays society.
Kohesi Referen dalam Surat Al-Haqqah Pranoto, Muhammad Sholihin
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.245 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kohesi leksikal referen dalam Surat Al-Haqqah. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Desain dalam penelitian ini adalah content analysis. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa dan kalimat yang menunjukkan pengungkapan kembali acuan yang sama melalui bentuk yang berbeda, baik situasional maupun tekstual. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ayat dari surat Al-Haqqah. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan catat. Penelitian ini mengkhususkan penggunaan teknik trianggulasi teori, yaitu kajian semantic dan wacana. Penelitian ini menggunakan metode padan dan agih sebagai teknik analisis data. Teknik dasar yang digunakan untuk metode padan adalah teknik pilah referensial. Teknik dasar yang digunakan untuk metode agih adalah tehnik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan, teknik sisip, ganti, dan perluas. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 50 referen. Makna yang terkandung dalam ayat dari Surat Al-Haqqah di antaranya peringatan, perintah dan larangan Allah Swt kepada Nabi dan Para Sahabat.
Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi dengan Model Sinektik Berdasarkan Kecerdasan Linguistik irmaningsih, karni dwi; nuryatin, agus; wagiran, wagiran
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2554.566 KB)

Abstract

AbstractThe aim of this research is analyzes the effectiveness of learning to write fantasy stories using the synectic model based on the linguistic intelligence of class VII junior high school students. Fantasy story material in the 2013 curriculum at grade VII junior high school requires teachers to be more creative. Creativity teachers learn by using models in learning. From the results of this research it can be proven that there is effectiveness in learning to write fantasy stories using the synectic model based on linguistic intelligence. The method used in this research is a quasi experiment with data collection techniques using instruments: tests of writing fantasy stories, linguistic intelligence tests, observation of attitude, photos, and interviews. Data normality test using the Kolmogorov Smirnov test. Data homogeneity test using Levense test. Hypothesis testing uses an independent test (t-test). All of these test use the SPSS 20th program. The conclusions of the results of this research is that the application of the synectic model is effectively used in learning to write fantasy story texts based on the linguistic intelligence in class VII junior high school students. Learning to write fantasy stories using the synectic model is more effectively applied to students with high average linguistic intelligence than students with average linguistic intelligence.
Tindak Tutur Perlokusi dalam Album Lirik Lagu Iwan Fals: Relevansinya terhadap Pembentukan Karakter Oktavia, Wahyu
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk-bentuk klasifikasi tindak tutur perlokusi dalam album lirik lagu Iwan Fals serta relevansinya terhadap pembentukan karakter. Data ini diperoleh dari kumpulan lirik lagu Iwan Fals. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Selain itu teknik yang digunakan adalah teknik sadap, teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 data yang termasuk kedalam tindak tutur perlokusi serta memunculkan 10 relevansi terhadap terbentuknya pendidikan karakter seseorang melalui album lagu Iwan Fals.  This study aims to describe the forms of classification of speech acts perlokusi in lyrics album Iwan Fals song and its relevance to the formation of characters. This data is obtained from a collection of Iwan Fals lyrics. The method used is qualitative. Descriptive method is a research method that describes and interpret the object in accordance with the actual situation. In addition, the techniques used are tapping techniques, techniques and techniques to record. The results showed that there were 30 data included in speech acts perlokusi as well as raises 10 relevance to the formation of character education through a song album Iwan Fals
Efektivitas Strategi Information Charts dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Isnaini, Meidisya
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.857 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan strategi Information Charts dalam pembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas 8 SMP N 12 Yogyakarta. Penelitian berjenis quasi eksperimen ini menggunakan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Information Charts efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas 8 SMP Negeri 12 Yogyakarta.
Pengembangan Bahasa Sumbawa Standard melalui Penawaran Konsep Tata Aksara Bahasa Sumbawa Burhanuddin, Burhanuddin
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.946 KB)

Abstract

This paper aims to explain the literacy system in Sumbawa (BS), which includes the sound system (phoneme); grapheme system (letter); and phoneme distribution. Methodologically, data collection uses skilled methods, see (using written data), and introspection. The collected data was analyzed using intralingual method. The results showed that there were 29 phonemes in the BS, ie 10 vowels (/ i /, / I /, / u /, / e /, / E /, / ě /, / o /, / ò /, / a /, and / A /) and 19 consonants (/ p /, / b /, / t /, / d /, / c /, / j /, / k /, / g /, / q /, / s /, /  /, / r /, / l /, / w /, and / y /).hh /, / m /, / n /, / ñ /, /  The ten vowel phonemes are written with 6 letters (graphemes), namely <i> (representing / i / and / I /), <u>, <e> (representing / e / and / E /), <ě>, < o>, <ò>, and <a> (representing / a / and / A /). As for the 19 consonant phonemes each written with letters a number of existing phonemes. The vowel sound of BS can occupy the initial, middle, and final position of the word, except / e / (as [e]) can not occupy the final position, while / u / never appears in the ultima syllabe which ends with consonant. As for, consonant sounds can occupy the initial, middle, and final position of the word, except <b>, <w>, <d>, <ny>, <j>, <g>, <h>, and <y> can only occupy the initial and middle position, while <q> never occupy the starting position.
Identitas dan Representasi: Karakter Lothar dan Lobo dalam Komik Amerika Prabasmoro, Tisna
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.938 KB)

Abstract

The superhero genre comics can be inspirational and demonstrate moral codes that benefit society. To ignore some of the problematic aspects of identity of the genre would prevent necessary correctives from taking place. While the portrait of female, minority, and homosexual characters has improved through time in terms of representation and nonstereotypical characterizations, the default superhero remains a white character. Minority characters that appeared in the earlier eras of American comic books were much more likely to be villains than heroes. The research describes and anaylizes the racial representations and cultural destruction of colored superheroes named Lothar and Lobo from the earliest American comics. The research argues that representations provide a template for how colored superheroes are actively disvalued and controlled regardless of their collective memory authentic to their historically complex experience. Finally, it suggests that Lothar and Lobo are rhetorically racialized to better fit with with the basic premise of supremacy concepts.
Aspek Moralitas dalam Anime Captain Tsubasa melalui Penggunaan Tindak Tutur Asertif dan Ekspresif Achsani, Ferdian
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.749 KB)

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian diskripptif kualitatif yang mana objek dalam  penelitian ini adalah dialog antar tokoh dalam serial anime captain Tsubasa. Captain Tsubasa merupakan anime jepang yang sudah mengalami remake selama tiga kali. Serian anime Captain Tsubasa menceritakan tentang kisah kegigihan para pemain sepak bola, untuk meraih kemenangan dalam turnamen nasional yang diadakan di jepang. Hal yang menarik dari serial anime ini adalah tidak adanya unsur kekerasan, dan banyak ditemukan pesan moral. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan aspek moralitas yang terdapat dalam anime captain Tsubasa, melalui percakapan dialog antar tokoh yang dikaji dari segi tindak tutur asertif dan ekspresif. Melalui tindak tutur asertif dan ekspresif yang di sampaikan dalam cerita, banyak ditemukan beberapa pesan moral di dalamnya seperti: pantang putus asa, percaya diri, bersahabat, menghargai prestasi orang lain.
Penggunaan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Talk Show Mata Najwa Edisi “100 Hari Anies-Sandi Memerintah Jakarta” Putri, Silvia Wina
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.371 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan prinsip kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh Najwa Shihab dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam talk show Mata Najwa. Pengumpulan data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode simak dan diikuti dengan teknik lanjutan: teknik catat. Peneliti menemukan penggunaan serta pelanggaran prinsip kesantunan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, wujud penggunaan prinsip kesantunan berbahasa pada penelitian yang ditemukan yaitu, maksim kebijaksanaan, maksim kecocokan. Kedua,  pelanggaran prinsip kesantunan yang ditemukan yaitu, pelanggaran maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, dan maksim kecocokan. The purpose of this study is to describe the use of language politeness principles conducted by Najwa Shihab with Jakarta Governor Anies Baswedan in talk show Mata Najwa. The data collection was obtained by using the method refer to and followed by advanced technique: record technique. Researchers found the use and violation of the principle of politeness. The results of this study are as follows. First, the form of the use of the principle of language politeness in the research found that is, maxim of wisdom, maxim of compatibility. Secondly, violations of the principle of politeness are found, namely maximizing wisdom, maximism, maxim of humility, and maxim of compatibility.
Performa Komunikasi Politik dalam Tuturan Persuasive Surya Paloh Amelia, Witra
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.28 KB)

Abstract

This study discusses the form of political communication performance in Surya Paloh's persuasive speech. The purpose of this study is to describe the forms of persuasive speech Surya Paloh. This research is a qualitative descriptive study that is the object of this research is a form of political communication performance in Surya Paloh's persuasive speech. Data is obtained by using the refer, record and record method. The findings of persuasive speech in Surya Paloh's speech obtained five classifications namely, assertive speech amounting to 24 data, directive numbered 30, commissive numbered 5, expressive amounted to 6, and declarative amounted to 9. So the performance of political communication in Surya Paloh's persuasive speech is more often used is a directive form of speech. Penelitian ini membahas tentang bentuk performa komunikasi politik dalam tuturan persuasif Surya Paloh. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai bentuk-bentuk tuturan persuasif Surya Paloh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menjadi objek penelitian ini adalah bentuk performa komunikasi politik dalam tuturan persuasif Surya Paloh. Data diperoleh  dengan menggunakan metode simak, rekam dan catat. Hasil temuan bentuk tuturan persuasif dalam tuturan Surya Paloh diperoleh lima klasifikasi  yaitu, tuturan asertif berjumlah 24 data, direktif berjumlah 30, komisif berjumlah 5, ekspresif berjumlah 6, dan deklaratif berjumlah 9. Jadi  performa komunikasi politik dalam tuturan persuasif Surya Paloh  yang lebih sering digunakan adalah bentuk tuturan direktif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10