cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2018): July 2018" : 11 Documents clear
IDENTIFIKASI TEKS BERGENRE CERITA BERMUATAN NILAI KONSERVASI Wagiran, Wagiran; Utomo, Asep Purwo Yudi; Cahyani, Dayu Lintang Dwi
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai konservasi harus diidentifikasi ke dalam tataran konkret dan operasional untuk mendukung pencapaian visi UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai konservasi dalam berbagai teks bergenre cerita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan, tahap analisis kebutuhan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya: (1) nilai konservasi dalam cerita terdiri atas delapan nilai konservasi sesuai dengan indikatornya, dan (2) cerita-cerita yang terpilih memiliki kelayakan sebagai bahan buku pengayaan kepribadian karena memuat nilai konservasi yang sesuai dengan indikatornya.Conservative value need to be identified into concrete and operational level to support the fulfiltment of UNNES vision as a University with conservative inshight and international reputation. The aims of this research is to identify the concervative values from verying text with story genre . This research use development researchdesign, needs analysis phase. Data collection method used is decoment collection method. Data were analyzed by using qualitative descriptive technique. The result of the research found: (a) conservative value in the stories consist of eight conservative value in accordance with the indicator , and (b) the stories selected is feasible as material books for personality enrichment because it contains conservative values in accordance with the indicator.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF MEMINTA MAAF PADA MASYARAKAT MUSLIM MELALUI MEDIA SOSIAL DI HARI RAYA Anshori, Dadang S.
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan deskripsi penggunaan wujud lingual dan strategi tindak tutur ekspresif meminta maaf yang dilakukan masyarakat muslim Indonesia melalui media sosial pada hari raya keagamaan (idul fitri dan idul adha). Data berupa tuturan dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui rekam-catat. Penutur terdiri atas dosen, mahasiswa, dan guru yang sebagian di antaranya merupakan etnis Sunda. Analisis difokuskan pada bagaimana wujud lingual tindak tutur meminta maaf dan bagaimana strategi tindak tutur yang digunakan pelaku tutur. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa wujud tindak tutur berbentuk tuturan langsung (denotatif) dan tuturan tidak langsung (konotatif). Sementara berdasarkan strategi tindak tutur ditemukan jenis tindak tutur kesopanan terus terang, tindak tutur basa basi positif dan tindak tutur samarsamar. Pada umumnya tuturan berisi permintaan maaf dan doa, sebagian lainnya disertai detail sebagai alasan dan menunjukkan kesungguhan. Detail disampaikan secara puitis menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dengan ungkapan khusus. Namun, tindak tutur meminta maaf yang digunakan masih bersifat umum, tidak ditemukan yang difokuskan pada satu kesalahan tertentu. Demikian pula, tindak tutur tidak sepenuhnya menunjukkan kesungguhan meminta maaf sebagai sebuah ritual keagamaan. Dalam praktiknya tindak tutur hanya digunakan sebagai sebuah kecenderungan budaya baru komunikasi yang mewarnai hari raya keagamaan.This research explores the description of the use of language form and the apologize of expression speech act strategy done by indonesian muslim society through social media on religious moment (idul fitri and idul adha). Data in the form if speech collected by documentation technique through record-write. Speakers consist of lecturers, students, and teachers, some of whom are ethnic Sundanese. The analysis focused on how the lingual form of speech acts apologize and how the strategy of speech act used by speaker. Based on the results of the analysis found that the form speech act in the form of direct speech (denotative) and indirect speech (connotative). While based on speech act strategy found the type of speech act bald on record, positive politeness speech act, and off record speech act. In general, the utterances of apology and prayer, other with the details of the reasons and show sincerity. The detail are conveyed poetically using Indonesian and Sundanesse language with special expressions. But the apologize speech act used are still general, not found to be focused on one particular mistake. As well as speech acts are not wholly apologetic sincerity as a religious ritual. In practice apologize speech acts are used only as a new cultural tren of communication that decorate of religious moment.
ANALISIS FREKUENSI, DURASI DAN INTENSITAS SUARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN JAWA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PRAAT Pranoto, M. Sholihin
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) find out the differences in the frequency of male and female voice, (2) to know how the difference between male and female voice duration, (3) to know how the difference of male and female voice intensity. This research uses instrumental approach, that is using computer with application of Praat program. The population in this study were male voice and adult female voice. The sample in this research is taken the voice of 2 men and the voice of 2 women. The results of this study show that (1) the initial frequency of men is smaller than the female’s initial frequency, the final frequency of the male is smaller than the female final frequency, the male’s highest frequency is smaller than the female high frequency, male is smaller than the lowest female frequency. In general, it can be said that the male voice frequency is smaller than the female voice frequency. (2) The duration of the male voice is longer than the duration of the female voice. (3) The male’s initial intensity is greater than the female’s initial intensity, the male’s final intensity is greater than the female’s final intensity, the male’s highest intensity is greater than the intensity of the female’s high, the male’s lowest intensity is greater than at the lowest intensity of women. In general, it can be said that the intensity of the male voice is greater than the intensity of the female voice.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan frekuensi suara laki-laki dan perempuan, (2) Mengetahui bagaimana perbedaan durasi suara laki-laki dan perempuan, (3) Mengetahui bagaimana perbedaan intensitas suara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan instrumental, yaitu menggunakan komputer dengan pengaplikasian program Praat. Populasi dalam penelitian ini adalah suara laki-laki dan suara perempuan yang dewasa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah diambil suara 2 orang laki-laki dan suara 2 orang perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Frekuensi awal laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi awal perempuan, frekuensi akhir laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi akhir perempuan, frekuensi tertinggi lakilaki lebih kecil dari pada frekuensi tertinggi perempuan, frekuensi terendah laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi terendah perempuan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa frekuensi suara laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi suara perempuan. (2) Durasi suara laki-laki lebih lama dari pada durasi suara perempuan. (3) Intensitas awal laki-laki lebih besar dari pada intensitas awal perempuan, intensitas akhir laki-laki lebih besar dari pada intensitas akhir perempuan, intensitas tertinggi laki-laki lebih besar dari pada intensitas tertinggi perempuan, intensitas terendah laki-laki lebih besar dari pada intensitas terendah perempuan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa intensitas suara laki-laki lebih besar dari pada intensitas suara perempuan
KESANTUNAN TUTURAN PENYIAR RADIO ERTE FM TEMANGGUNG Imbowati, Dian Indri; Mardikantoro, Hari Bakti; Indiatmoko, Bambang
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang di kaji dalam penelitian ini adalah menganalisis pelanggaran prinsip kesantunan tuturan penyiar radio eRTe FM Temanggung.Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, serta catat. Keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik triangulasi.Analisis data menggunakan teknik heuristik.Pelanggaran kesantunan tuturan penyiar radio eRTe FM Temanggung meliputi (1) maksim ketimbangrasaan, (2) maksim kemurahhatian, (3) maksim perkenanan, (4) maksim kerendahhatian, (5) maksim kesetujuan, (6) maksim kesimpatian.Pelanggaran tersebut disebabkan karena penyiar radio hanya mementingkan kekomunikatifan saja, tanpa memperhatikan kesantunan berbahasa.The problem which is studied in this research is about analyzing the violation of the politeness utterance principles of the radio announcers in eRTe FM Temanggung. This research uses theoretical approach and methodological approach. The data is collected using Observation Method and Uninvolved Conversation Observation, tapping and writing technique. The validation of the data is evaluated using triangulation technique. For the analysis of the data, Heuristic Technique is used in this research. The violation of the politeness utterance of the radio announcers in eRTe FM Temanggung occurs in (1) tact maxim (2) generosity maxim (3) approbation maxim (4) modesty maxim (5) agreement maxim (6) sympathy maxim. The violation is caused by the announcers who only focus on the communicativeness without paying attention to the politeness in speaking.
KARAKTERISTIK BAHASA KOMUNIKASI ILMIAH: STUDI PADA JURNAL BAHASA DAN SASTRA DILIHAT DARI KADAR KEILMIAHANNYA Kurniawan, Khaerudin
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to answer the big question of how much is the scientific degree of articles published in the Language and Literature journal FPBS UPI (sites: http://www.ejournal.upi.edu) from the aspects of content of the articles, articles organization, vocabulary and terms of the article, language development and the use of mechanical. This study used descriptive method which applies several steps: first, read the whole article; second, choose articles that show indications of the elements being measured; third, all selected articles are read and reviewed by reference to instruments; fourth, the results of the identification of the five elements are then entered into the list of contents according to the element of group, and fifth, re-checking the values and elements that have been entered in accordance with the group.Based on the analysis results, this study found that the content of the article is categorized as good enough. The article’s organization iscategorized as very good-perfect.The degree of vocabulary and foreign terms chosen and used in the articles are categorized as good enough. Similarly, the degree of language development is indicatedto be in a good categor. The mechanical rate of the mechanical aspects of the article can be categorizedas excellent-perfect. In general the literacy rate of the article in the FPBS UPI Language and Literature journal has a high scientificrate based on the criteria of the content of articles, organizations, vocabulary and terms, language development and the use of mechanical aspectsPenelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan besar yaitu bagaimana kadar keilmiahan isi artikel, organisasi artikel, kosakata dan istilah, pengembangan bahasa dan penggunaan aspek mekanik pada artikel yang dimuat pada jurnal Bahasa dan Sastra FPBS UPI (situs: http// www.ejournal.upi.edu). Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, yaitu: pertama, membaca kesuluruhan artikel; kedua, memilih artikel yang menunjukkan indikasi dari unsur yang diukur; ketiga, seluruh artikel yang terpilih dibaca lagi dan dinilai dengan mengacu pada instrumen; keempat, hasil dari identifikasi kelima unsur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam daftar isian sesuai dengan kelompok unsurnya, dan kelima, pengecekan ulang nilai dan unsur-unsur yang sudah dimasukkan sesuai dengan kelompoknya. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa kadar keilmiahan isi artikel termasuk dalam kategori cukup baik. Dilihat dari kadar keilmiahan organisasi artikel menunjukkan kategori sangat baik-sempurna. Adapun kadar keilmiahan kosakata dan istilah asing yang dipilih dan digunakan dalam artikel pada jurnal tersebut masuk pada kategori cukup baik. Begitu juga dengan kadar keilmiahan pengembangan bahasa menunjukkan skor yang berarti bahwa nilai tersebut memiliki arti kategori cukup baik. Kadar keilmiahan aspek mekanik artikel dapat dikatakan sangat baiksempurna. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar kadar keilmiahan artikel pada jurnal Bahasa dan Sastra FPBS UPI memiliki kadar keilmiahan yang tinggi dilihat dari isi artikel, organisasi, kosakata dan istilah, pengembangan bahasa dan penggunaan aspek mekaniknya.
ELEVATION OF HUMAN CHARACTER BASED ON LOCAL WISDOM THROUGH FOLKLORE WHICH CONTAINS PROPHETIC VALUES AS A STRATEGY OF STRENGTHENING THE NATION’S COMPETITIVENESS Qomariyah, U’um
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of culture, folklore as part of the literature has an important position in shaping the character of the nation. Similarly, in the portion of mental formation, because the world in folklore is a world that is built on the dialectical space of beauty and value. Folklore comes with its function as a part to educate the public. Folklore as imaginative creativity of real community, either independently or process interrelationships, is a major source of character education work. In this context, folklore becomes a vehicle for educational in character education, better understanding of the nation’s culture and prophetic values contained.This research is related to the qualification of folklore with the insight of prophetic value as the character development and based on local wisdom. This research uses qualitative approach, with source of interviewees and various documents (text). The technique of data collection is done by purposive sampling with method of text review based on content analysis, interview, and documentation. To know the validity of data the author uses triangulation data method. This writing is expected to increase the nation’s competitiveness in the field of language; the folklore-based characters might be used as teaching material in BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) learning program. In addition, to increase the appreciation of literature, especially the works of local wisdom discoverer based on character.Dalam konteks kebudayaan, cerita rakyat sebagai bagian dari sastra memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter bangsa. Demikian pula dalam porsi pembentukan mental, sebab dunia dalam cerita rakyat merupakan dunia yang dibangun atas dialektika ruang keindahan dan nilai. Cerita rakyat hadir dengan fungsinya sebagai bagian untuk mendidik masyarakat. Cerita rakyat sebagai kreativitas imajinatif yang sesungguhnya dari masyarakat, baik secara mandiri maupun proses antarhubungan, merupakan sumber utama karya pendidikan karakter. Dalam konteks ini, cerita rakyat menjadi wahana edukatif dalam pendidikan karakter, baik pemahaman terhadap budaya bangsa maupun nilai profetis yang terkandung di dalamnya. Nilai profetis menekankan pada relevansi sastra keagamaan yang mendalam sebagai pusat bertemunya dimensi sosial dan transedental dalam penciptaan karya sastra. Semangat ini dianggap sebagai salah satu strategi potensial dalam mengembangkan nilai-nilai karakter dalam tiap sendi kehidupan. Cerita rakyat dengan caranya sendiri mampu menjadi jembatan antara wacana dan implikasinya, antara penghayatan dengan implementasinya, dan antara nilai dan karakternya. Cerita rakyat dengan resapan di alam bawah sadar manusia, akan menjadi elemen pikiran yang menggugah emosi pembaca dan menciptakan karakter. Tulisan ini diharapkan dapat memberi masukan bagi perkembangan ilmu ilmu humaniora khususnya sastra dan budaya serta diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra khususnya karya-karya pengungkap kearifan lokal berbasis karakter. Selain itu, dalam upaya peningkatan daya saing bangsa di bidang bahasa, maka cerita rakyat berbasis karakter dapat digunakan sebagai materi ajar dalam program pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
TRANSLATING SINGULAR THIRD PERSONAL PRONOUNS: OBSERVATIONS FROM THE INDONESIAN AND JAPANESE CLASSROOMS Arunarsirakul, Angela
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertimbangan status bahasa Inggris sebagai bahasa global membuat bahasa tersebut dihargai di seluruh dunia, serta banyak orang yang inginmempelajarinya sampai pada tingkat kemahiran tertentu. Namun, sama halnya belajar bahasa lain bahwa belajar bahasa Inggris bukan hal yang mudah, seperti yang saya buktikan dari pengalaman mengajar ketika di Indonesia dan Jepang. Berdasarkan pengamatan sebagai bukti anekdot, ada beberapa pertimbangan topik yang sangat spesifik yaitu kata ganti orang ketiga tunggal dan menganalisis tantangan yang muncul pada saat saya mengajar topik tersebut bagi siswa-siswa asing ketika berada di Indonesia dan JepangWith English’s status as a global language, learning the language has become increasingly important with language fluency highly valued and prized around the world. However, as is the case with learning any other language, learning English is not an easy task, as can be attested to based on my teaching experiences in Indonesia and Japan. Drawing upon observations as anecdotal evidence, I consider a very specific topic - namely, singular third personal pronouns - and analyze the specific set of unique challenges that my Indonesian and Japanese students face with this part of speech.
KEEFEKTIFAN MODEL ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V DENGAN BERMAIN WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN INTERPERSONAL ANAK DAN KETERAMPILAN BERCERITA Listyarini, Ikha; Pertiwi, Yopy Mayda Intan
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan interpesrsonal anak dan keterampilan bercerita yang disebabkan kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan.Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Role Playing dengan bermain wayang pada materi drama kelas V SD Negeri 02 Klapasawit Purbalingga dilihat pada kemampuan interpersonal anak dan keterampilan bercerita serta ketuntasan belajar siswa. Sampel yang diambil adalah 39 siswa kelas VA dan VB dengan menggunakan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil uji t kemampuan interpersonal diketahui t lebih dari t yaitu 8,3183747 > 1,678. Sedangkan untuk uji t keterampilan bercerita diketahui t tabel hitung lebih dari t yaitu 7,13149 > 1,678. Hasil ketuntasan belajar individu untuk siswa kelas kontrol di atas 65% dengan ketuntasan belajar individu tertinggi sebesar 91% dan terendah sebesar 73% dan untuk kelas eksperimen ketuntasan belajar individu di atas 65% dengan ketuntasan belajar individu tertinggi 95% dan terendah 81%. Ketuntasan belajar klasikal untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 85% yaitu 96%. Disimpulkan bahwa melalui penerapan model Role Playing dengan bermain wayang dapat mencapai ketuntasan belajar. Selanjutnya hasil uji t dapat disimpulkan bahwa model Role Playing dengan bermain wayang pada pembelajaran Bahasa Indonesia efektif terhadap kemampuan interpersonal anak dan keterampilan bercerita.This research background is the low ability interpesrsonal children and storytelling skills due to lack of effective learning in optimizing the capabilities and skills. Goals to be achieved in this research is to determine the effectiveness of the model Role Playing with puppets playing the drama material class V SD Negeri 02 Klapasawit Purbalingga as seen the interpersonal skills of children and storytelling skills and mastery learning students. Samples taken were 39 students of class VA and VB using random sampling techniques. The data in this study are obtained through observation, interviews, documentation, and testing. Based on t-test results are known interpersonal skills t hitung more than t is 8,3183747>1,678. Beside for the t test known tcount storytelling skills t hitung more than t tabel is 7,13149>1,678. The results of individual mastery learning for grade control over 65% with the highest individual learning completeness of 91% and the lowest is 73% and for the experimental class learning completeness of individuals above 65% with the highest individual learning completeness 95% and the lowest 81%. Mastery learning classical to experimental class and control class is 85% ie 96%. It is concluded that through the application of models Role Playing with a puppet play can achieve mastery learning. Furthermore, the t test results can be concluded that the model Role Playing with a puppet play in learning Indonesian effectively against child interpersonal skills and storytelling skills.
REPRESENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM DIMENSI PRAKTIK KEWACANAAN DALAM SURAT KABAR BERSKALA NASIONAL DAN REGIONAL Rahmania, Sofi Aulia; Rustono, Rustono; Santoso, Wahyudi Joko
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa dalam pandangan positivisme merupakan media informasi yang selalu memperhatikan aktualisasi dan objektivitas dalam menyampaikan informasi sehingga tidak ada unsur keberpihakan di dalamnya. Namun, dalam pandangan kritis, media massa bukanlah saluran yang bebas dan netral termasuk dalam memberitakan kebijakan pendidikan full day school dan moratorium ujian nasional. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti ihwalrepresentasi kebijakan pendidikan dalam teks berita Harian Kompas, Harian Jawa Pos, dan Harian Suara Merdeka.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis, yaitu analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, cakap, studi pustaka, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data, kebijakan pendidikan tersebut direpresentasikan secara positif dan negatif.Representasi tersebut ditentukan oleh praktik kewacanaan ketiga media massa tersebut, seperti menolak, mendukung, atau menggiring opini masyarakat seperti yang diinginkan media.Mass media in the view of positivism is a medium of information that always pay attention to the actualization and objectivity in conveying information so that there is no element of alignment in it. However, in a critical view, the mass media is not a free and neutral channel including in preaching full day school education policy and national examinations moratorium. This makes the researcher interested to examine the representation of education policy in Kompas Daily, Jawa Pos daily news, and Suara Merdeka Daily news.This research used a methodological approach, namely descriptive qualitative and theoretical approach, as known as the critical discourse analysis of Norman Fairclough mode. Data collection methods used were the method of referring, proficient, literature study, and documentation.Based on data analysis, the education policy was represented positively and negatively. The representation was determined by the practice of three mass media, such as rejecting, supporting, or heralding public opinion as the media wishes.
POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT PONTIANAK DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE BERDASARKAN PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK Basid, Abdul; Jannah, Nur Islamiyatul; Hamzah, Muh. Zuhdy
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola kehidupan masyarakat Pontianak yang tergambar dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye berdasarkan perspektif strukturalisme genetik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: a) Fakta-fakta kemanusiaanyang tergambar dalam novel ini adalah kehidupan masyrakat Pontianak yang bermata pencaharian sebagai seorang pengemudi sepit. Namun, eksistensi sepit hari ini semakin memudar karena munculnya kapal feri; b) Subyek kolektif yang tergambar dalam novel ini adalah sulitnya mencari pekerjaan di kota Pontianak. Hal ini membuat sebagian masyarakat tetap bermatapencaharian sebagai pengemudi sepit; c) Strukturasi karya sastra yang terdapat dalam novel banyak menjelaskan relasi antara tokoh dengan tokoh dan tokoh dengan objek atau dunia; d) Pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel adalah pusat aktivitas masyarakat Pontianak adalah sungai; dan e) Dialektika keseluruhan bagian dan penjelasan pemahaman yang ada dalam novel ini menunjukkan bahwasanya sub-sub tema yang ada memang saling mendukung satu sama lainnya. Hal ini dapat dilihat dari segi fakta-fakta kemanusiaan, subyek kolektif, strukturasi karya, pandangan dunia pengarang yang memang saling berhubungan, dan saling mendukung dalam menggambarkan peristiwa-peristiwa yang ada.This research aims to elaborate the pattern of life of Pontianak people depicted in your novel Kau, Aku and Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye based on the perspective of genetic structuralism. This research is qualitative research. The results of this research are: a) The humanitarianfacts elaborate in this novel is the life of the people of Pontianak who are living as a driver of sepit. However, the existence of today’s sepit is fading due to the emergence of ferry boats; b) The collective subject elaborate in this novel is the difficulty of finding a job in the city of Pontianak. This makes some people remain livelihood as sepit drivers; c) The structure of literary works contained in the novel many describes the relationship between figures and figures and figures with objects or the world; d) The author’s world view contained in the novel is the center of Pontianak community activity is the river; and e) The whole dialectic of the passage and the explanation of understanding in this novel shows that the sub-themes are indeed mutually supportive of each other. This can be seen in terms of humanitarian facts, collective subjects, work structures, authors’ worldviews that are interconnected, and mutually supportive in describing the events that exist.

Page 1 of 2 | Total Record : 11