cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2018): January 2018" : 10 Documents clear
PERSEPSI PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK TERHADAP PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI DALAM PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR BERMUATAN BUDAYA DI SMP Fatmawati, Aristia; Subyantoro, Subyantoro; Mulyani, Mimi
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan model pembelajaran merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Model pembelajaran multiliterasi dapat diterapkan dalam pembelajaran masa kini sesuai perkembangan berbagai literasi dan media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pendidik dan peserta didik terhadap pengembangan model pembelajaran multiliterasi dalam pembelajaran teks prosedur bermuatan budaya di SMP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu menurut persepsi pendidik dan peserta didik, adanya model pembelajaran multiliterasi penting dan bisa menjadi salah satu alternatif pembelajaran. Penerapan model multiliterasi dapat juga melatih kompetensi abad 21 karena sesuai perkembangan masa kini. Selain itu, pembelajaran multiliterasi jika digunakan dalam pembelajaran teks prosedur juga mampu mengubahnya menjadi lebih menarik dan memudahkan peserta didik saat belajar.The use of learning model is one way to improve the quality of learning. Multiliteration learning models can be applied in todays learning to the development of literacy and media. The purpose of this study was to determine the perceptions of educators and learners on the development of multiliteration learning model in teaching the text of culturally charged procedures in junior high. This research uses descriptive qualitative research design. The result of this research is with perception of educator and learner, existence of multiliteration learning model is important and can become one of alternative learning. The application of multiliteration models can also train the competence of the 21st century as it is according to current developments. In addition, multiliterational learning when used in text learning procedures is also able to transform it into a more attractive and easier for learners while studying.
FROM THE PAGES OF HISTORY TO CONTEMPORARY PERIODS: A STUDY OF INDIA-INDONESIA RELATIONSHIP Chakraborty, Ankita
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The relation between India and Indonesia is not new and it had dated back to the ancient period which is quite evident from the architectural remnants in Indonesia. The Indian traders had sailed through the South East Asian Nations and also been said to be spread of Sanskrit language in Indonesia. Not only that both Hinduism and Buddhism had been said to be spread from India to Indonesia. India had always shared a cordial relation with Indonesia, from the ancient period till the present days. Both had undergone a similar phrase of colonial rule and India had always supported Indonesia in her freedom struggle also during the Cold War era, both have followed the policy of Non Alignment of not joining any of the power blocs. The relation had grown since the end of the Cold War as India had started its Look East Policy (LEP) in 90s to enhance its ties with its South East Asian neighbors. India has several ties and cooperation with Indonesia including economic, culture, defense, science and technology, environment etc. The ties have also enhanced during the recent years after India have adopted its Act East Policy (AEP). This policy have aim to foster growth through more cooperation and involvement in each other growth and development.Hubungan antara India dan Indonesia bukanlah hal baru dan telah kembali ke periode kuno yang cukup nyata dari sisa-sisa arsitektur di Indonesia. Pedagang India telah berlayar melewati negara-negara Asia Tenggara dan juga dikatakan menyebarkan bahasa Sanskerta di Indonesia. Tidak hanya agama Hindu dan Budha yang telah disebarkan dari India ke Indonesia. India selalu berbagi hubungan baik dengan Indonesia, dari periode kuno sampai sekarang. Keduanya telah mengalami perubahan yang sama dengan pemerintahan kolonial dan India selalu mendukung Indonesia dalam perjuangan kebebasannya selama era Perang Dingin, juga telah mengikuti kebijakan Non Alignment untuk tidak bergabung dengan blok kekuasaan manapun. Hubungan tersebut telah berkembang sejak berakhirnya Perang Dingin karena India telah memulai Look East Policy (LEP) atau Kebangkitan Bangsa Timur di tahun 90-an untuk meningkatkan hubungannya dengan negara-negara Asia Tenggara. India memiliki beberapa ikatan dan kerja sama dengan Indonesia termasuk ekonomi, budaya, pertahanan, sains dan teknologi, lingkungan dan lain-lain. Hubungan tersebut juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir setelah India menerapkan Act East Policy (AEP) atau Kebijakan Pergerakan Timur. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan melalui kerja sama dan keterlibatan dalam pertumbuhan dan perkembangan masingmasing.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DONGENG PUTRA LOKAN Suhardi, Suhardi
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau, selain memiliki pantai yang indah dan sumber daya alam yang tinggi, masyarakatnya ternyata juga memiliki kekayaan cipta sastra. Salah satunya adalah dongeng Putra Lokan.Dongeng Putra Lokan ini selain memiliki keindahan cerita ternyata juga menyimpan kekayaan nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk nilai pendidikan karakter dalam dongeng Putra Lokan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah dongeng Putra Lokan mengandung 17 nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu nilai (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat/ komunikatif, (14) cinta damai, (15) peduli lingkungan, (16) peduli sosial, dan (18) nilai tanggung jawab.Bintan Island, Riau Islands Province, in addition to having beautiful beaches and high natural resources, the community also has a wealth of literary inventiveness. One of them is Son Lokans fairy tale. Son Lokan tale is in addition to having the beauty of the story was also save the wealth of character education values. The purpose of this study is to analyze the forms of the value of character education in the fairy tale of Son Lokan. The research method used is descriptive method and analysis technique using content analysis technique. Son Lokans tale contains 17 values of character education, which are (1) religious, (2) honest, (3) tolerance, (4) discipline, (5) hard work, (6) creative, (7) independent, 8) democratic, (9) curiosity, (10) national spirit, (11) love of the homeland, (12) respect for achievement, (13) friendly / communicative, (14) peace loving, (15) 16) social care, and (18) the value of responsibility.
ANALISIS KORPUS TERHADAP IDIOM BAHASA INDONESIA YANG BERBASIS NAMA BINATANG Paramarta, Bagus Pragnya
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penggunaan, makna konotasi, dan jenis idiom bahasa Indonesia yang berbasis nama binatang. Data dalam penelitan ini adalah korpus buatan sendiri. Korpus berjumlah 101.997 kata diambil dari artikel berbahasa Indonesia yang terdapat di dalam artikel berita, cerpen, dan opini yang terdapat pada internet. Penelitian ini menghasilkan tiga penemuan besar. Pertama, idiom bahasa Indonesia digunakan untuk merujuk kepada manusia atau orang dan benda. Apabila idiom tersebut digunakan untuk merujuk kepada manusia maka idiom tersebut dapat berkonotasi negatif dan positif. Sebaliknya, apabila idiom tersebut digunakan untuk merujuk kepada benda maka idiom tersebut berkonotasi netral. Idiom yang berkarakter negatif digunakan untuk merujuk kepada pelaku seksual, pencuri/koruptor, sifat licik, penyakit, penampilan fisik yang buruk, inferioritas, kondisi psikologis sesaat, ketidakjelasan, tidak tahu malu, dan alternatif. Selanjutnya, idiom yang berkarakter positif digunakan untuk merujuk kepada superioritas. Kedua, hanya ada dua tipe idiom yang muncul yaitu, pure idom dan semi idiom. Terakhir, idiom yang berkarakter netral digunakan untuk merujuk kepada nama/ label, makanan, tanaman, tatanan rambut, pondasi, cinta masa remaja, dan aktifitas. Penggunaan nama binatang pada idiom yang merujuk manusia disebabkan oleh karakter yang melekat pada binatang tersebut sedangkan penggunaan idiom yang merujuk kepada benda disebabkan oleh persamaan bentuk.This research is aimed to find out the uses of idoms, connotation meaning, and types of Indonesian idioms which are based on the name of animal. The data was the writers own made corpus. Corpus which contain of 101.997 words was taken from Indonesian article such as, news, short stories, and opinion article from the internet. This research delivers big discovery. First, Indonesian idioms are used to refer to human or things. If the idioms are used to refer to the human, the meaning can be positive or negative. In the other hand, if the idioms are used to refer to a thing, the meaning of idiom is neutral. Negative idiom are used to refer to sexual offender, thief or corruptor, sly nature, illness, bad appearence, inferiority, a short moment of physical condition, unclear condition, no same people, and alternative. The positive idioms are used to refer to superiority. Second, there are two types of idioms that occur in this research, they are pure idoms and semi idioms Last, neutral idioms are used to refer to name/label, foods, plants, hair style, foundation, teenage love, and activity. The used of Indonesian idiom which based on the name of animal are caused by the attacting character of that animals, whereas the use of idioms that refer to a thing are caused by the similarity of shapes.
POLA TUTURAN PERCAKAPAN DALAM TEKS DRAMA ANGGUN NAN TONGGA KARYA WISRAN HADI Yusandra, Titiek Fujita
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedudukan dialog karena dialog merupakan bagian utama dalam drama. Oleh sebab itu, unsur-unsur yang membentuk sebuah dialog tersebut perlu diperhatikan karena baik atau tidaknya kualitas sebuah drama ditentukan oleh dialog. Sebagai bentuk kesusasteraan, tidak ada alasan bagi kita, baik praktisi, peneliti, ataupun penikmat drama untuk tidak mempelajari dan menganalisis teks drama sepanjang kita tidak melupakan bahwa tulisan tersebut untuk dipentaskan. Berdasarkan temuan penelitian didapatkan empat simpulan. Pertama, pola tuturan yang terdapat pada teks drama ANT karya Wisran Hadi, selain adanya pola pematuhan prinsip kerja sama partisipan juga adanya pelanggaran prinsip kerja sama partisipan. Kedua, dalam penggalan pasangan percakapan, penggalan meminta penjelasan paling banyak digunakan karena antartokoh selalu menuntut adanya suatu aksi yang dibalas dengan reaksi. Ketiga, dari sifat rangkaian tuturan, selain ketiga jenis sifat rangkaian tuturan yang ada, ditemukan pola rangkaian percakapan berkelanjutan. Keempat, dari segi pola kesempatan berbicara, selain pola gilir diatur, ditemukan pola giliran otomatis, dan giliran direbut. Hal tersebut memperlihatkan bahwa teks ANT ini memiliki kekuatan sebagai sebuah teks.The research was motivated by the importance of the position of dialogue because dialogue is a principal part in the drama. Therefore, the elements that make a dialogue needs to be considered as good or bad qualities of a play is determined by the dialogue. As a form of literature, there is no reason for us, both practitioners, researchers, or connoisseurs of drama not to study and analyze the text of the drama as long as we do not forget that writing is to be staged. Based on the findings of the study found four conclusions. First, the speech contained on the text of ANT play by Wisran Hadi, besides the observance of the principles of cooperation of participants is also a violation of the principles of cooperation participants. Second, in a couple snippets of conversations, snippets of the most widely used demand an explanation because between figures always requires an action that met with the reaction. Third, the nature of the speech series, in addition to the three types of speech that is the nature of the series, the series pattern found continue conversation. Fourth, in terms of turn taking, in addition to the pattern of cultivation is set, turn patterns are found automatically, and turn seized. It shows that the text of ANT has its own strengths as a text.
INTERFERENSI BAHASA MALAYSIA TERHADAP BAHASA INDONESIA PADA TKI DI KECAMATAN SURALAGA LOMBOK TIMUR (Kajian Sosiolinguistik) Diniarti, Dian Aprila
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masyarakat pedesaan yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Fenomena yang terlihat pada masyarakat pedesaan adalah banyak di antara mereka yang menjadi TKI di Malaysia. TKI tersebut ada yang bekerja sampai 5 tahun tanpa memiliki paspor. Akibat lamanya menjadi TKI di Malaysia, penggunaan bahasa Indonesia mereka menjadi tidak gramatikal dan banyak terjadi interferensi. Permasalahan pada penelitian ini yaitu, apa penyebab terjadinya interferensi bahasa Melayu Malaysia terhadap bahasa Indonesia pada TKI di Dusun Getap Kecamatan Suralaga dan bagaimana bentuk interferensi bahasa Melayu Malaysia terhadap bahasa Indonesia tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab serta bentuk interferensi yang dilakukan oleh para TKI di Dusun Getap Kecamatan Suralaga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik sadap dan wawancara. Data yang direkam kemudian ditranskrip dalam bentuk tulisan dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat ditarik simpulan bahwa penyebab interferensi bahasa pada TKI Malaysia adalah pergaulan, kebiasaan menggunakan bahasa Malaysia ketika berkomunikasi, dan lamanya menjadi TKI. Sedangkan bentuk interferensi yang terjadi adalah interferensi fonologi,morfologi,dan sintaksis.The phenomenon is seen in rural communities is that many of those who become migrant workers in Malaysia. Even work up to 5 years without a passport. As a result of the length of a migrant worker in Malaysia, the use of Indonesian them into grammatical and a lot of interference. The problem in this research is, what is the cause of the interference Malay Malaysia against Indonesian on migrant workers in the hamlet Getap District of Suralaga and how is the form of interference Malay Malaysia against Indonesian them. The objectives to be achieved in this study was to determine the causes and forms of interference made by the workers in the District Suralaga Getap Hamlet. This type of research is qualitative descriptive. While data collection techniques done by tapping and interview techniques. Data were recorded and then transcribed in writing and analyzed using the model of Miles and Huberman. Based on the analysis that has been done, it can be drawn the conclusion that the cause interference language on TKI Malaysia is the association, the habit of using the Malay language when communicating, and the length of a migrant worker. While the shape of the resulting interference is interference phonology, morphology, and syntax
PILIHAN BAHASA DWIBAHASAWAN SUNDA-INDONESIA BERBAHASA PERTAMA SUNDA DI KABUPATEN BANDUNG Wagiati, Wagiati; Wahya, Wahya; Riyanto, Sugeng
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pemilihan bahasa (language choice) oleh dwibahasawan Sunda-Indonesia berbahasa pertama Sunda di Kabupaten Bandung.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis data deskriptif.Analisis dibagi menjadi penggunaan bahasa (Sunda dan Indonesia) pada enam ranah komunikasi, yaitu ranah kekeluargaan, ketetanggaan, kekariban, pendidikan, transaksi, dan pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Sunda digunakan oleh dwibahasawan Sunda-Indonesia berbahasa pertama Sundadi Kabupaten Bandung pada hampir pada semua ranah komunikasi.Dari enam ranah komunikasi yang diteliti, pada empat ranah komunikasi, yaitu kekeluargaan, kekariban, ketetanggaan, dan transaksi, mereka lebih memilih menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasinya. Dengan skor 20 untuk selalu, skor 10 untuk kadang-kadang, dan skor 0 untuk tidak pernah, skor yang didapat pada empat ranah tersebut memperlihatkan bahwa bahasa Sunda hampir selalu digunakan, yaitu skor 17,55 untuk ranah kekeluargaan, 18,81 untuk ranah kekariban, 17,46 untuk ranah ketetanggaan, dan 16,84 untuk ranah transaksi. Adapun pada ranah pendidikan, sebagian besar dari responden lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasinya. Penggunaan bahasa Sunda pada ranah ini hanya mencapai skor 6,87. Sementara itu, pada ranah pemerintahan, bahasa Sunda dan bahasa Indonesia digunakan dengan intensitas yang hampir seimbang, yaitu dengan skor 11,71 untuk bahasa Sunda.This research describes language choice by Sundanese-Indonesian bilinguals with Sundanese first language in Bandung Regency. The method used is qualitative method with descriptive data analysis. The analysis is divided into the use of language (Sundanese and Indonesian) in the six domains of communication, namely the domain of kinship, neighborhood, closeness, education, transactions, and government. The results show that Sundanese is used by Sundanese-Indonesian bilinguals with Sundanese first language in Bandung Regency in almost all communications spheres. Of the six communication domains studied, in the four domains of communication, namely kinship, closeness, neighborhood, and transactions, they prefer to use Sundanese as the language of their communication. With a score of 20 for always, a score of 10 for sometimes, and a score of 0 for never, the score obtained in these four domains shows that Sundanese is almost always used, namely the score of 17.55 for the familial sphere, 18.81 for the domain of the closeness, 17.46 for neighboring domains, and 16.84 for the transaction domain. As for education, most of respondents prefer to use Indonesian language as its communication language. The use of Sundanese in this domain only reached a score of 6.87. Meanwhile, in the domainof government, Sundanese and Indonesian languages are used with almost equal intensity, i.e. with a score of 11.71 for the Sundanese language.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK DI SUMATERA BARAT (KAJIAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE [MLU]) Marsis, Marsis; Annisa, Witri
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia memperoleh bahasa merupakan satu masalah yang unik dan perlu dibuktikan. Berbagai teori dari disiplin ilmu telah dikemukakan oleh para peneliti untuk menerangkan bagaimana proses pemerolehan bahasa di kalangan anak-anak. Salah satu perkembangan bahasa yang unik dialami anak adalah perkembangan sintaksis. Pada periode awal, anak menggunakan kalimat satu kata, kalimat dua kata, kalimat tiga kata, dan seterusnya sampai tahap kalimat lengkap strukturnya (agentaction-object-location). Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan mengamati subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa subjek berada pada tahap yang sesuai dengan ketetapan Brown, yaitu subjek YFE dan GFB dengan MLU 1,4 dan 1,54. Namun, subjek AHM, SFZ, dan FNS berada di atas tahap yang ditetapkan Brown dengan MLU 2,96, 2,44, dan 2,72; subjek NLH, BRT, dan ZY berada di bawah tahap yang ditetapkan Brown dengan MLU 3,66, 2,68, dan 3,3.Human language acquisition is a unique problem and needs to be proven. Various theories have been advanced by researchers to explain how the process of acquiring language among children. One of the unique language developments experienced by children is the development of syntax. In the early period, the child uses a one-word sentence, two-words sentence, three-words sentence, and so on until the complete phase of the structure (agent-action-object-location). The method of data collection is done by observing the subject. The results show that some subjects are at the stage consistently with the Brown stipulations, namely the subject of YFE and GFB with MLU 1.4 and 1.54. However, the subjects AHM, SFZ, and FNS are above the established stage of Brown with MLU 2.96, 2.44, and 2.72; the subject of NLH, BRT, and ZY is below the established stage of Brown with MLU 3,66, 2,68, and 3,3.
TINDAKAN SOSIAL TOKOH HUSNA DALAM NOVEL LOVELY HANA KARYA INDRA RAHMAWATI BERDASARKAN PERSPEKTIF MAX WEBE Basid, Abdul; Niswah, Siti Khoirun
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bentuk tindakan sosial tokoh Husna, menjelaskan penyebab munculnya tindakan sosial tokoh Husna, dan mengungkapkan dampak yang diakibatkan karena adanya tindakan sosial tokoh Husna dalam novel Lovely Hana karya Indra Rahmawati berdasarkan perspektif Weber. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teknik Miles dan Huberman yang terdiri atas empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) bentuk tindakan sosial tokoh Husna dalam novel Lovely Hana karya Indra Rahmawati berdasarkan perspektif Max Weber adalah tindakan zwecrational dan tindakan afektif; 2) penyebab munculnya tindakan sosial tokoh Husna adalah penolakan Reza atas pinangan Abah Husna dan rasa cemburu Husna kepada Hana; dan 3) dampak yang diakibatkan karena adanya tindakan sosial tokoh Husna adalah membahayakan orang lain, munculnya konflik, semakin berseminya cinta Reza dan Hana, dan penyesalan Husna.The purpose of this study is to describe and to analyze the form of Husnas social act, its causes, and its effect in novel Lovely Hana by Indra Rahmawati based on Max Webers perspective. The type of this research is qualitative research.The primary source of this research is novel Lovely Hana by Indra Rahmawati. The technique of collecting data is reading and noting. To analyze data, researchers use Miles and Huberman model which contains of four steps. They are collecting data, reducting data, displaying data, and drawing conclusion. The results of this research are: 1) the forms of Husnas social act in novel Lovely Hana by Indra Rahmawati based on Max Webers perspective are zwecrational act and affective act; 2) the cause of two Husnas social act is Reza refusal and Husnas envy; and 3) the effects of two Husnas social act are putting people in danger, raising a conflict, Reza love toward Hana is sprouter, and Husnas regret.
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA SMA Rozana, Rita; R., Syahrul; Basri, Irfani
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan kontribusi motivasi belajar terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN 1 Bukittinggi; (2) menjelaskan kontribusi penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN 1 Bukittinggi; (3) menjelaskan kontribusi motivasi belajar dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN 1 Bukittinggi. Sampel penelitian dari jumlah populasi setiap kelas, yaitu 43 siswa. Data penelitian ini berupa skor hasil pengisian angket motivasi belajar, skor hasil tes penguasaan kosakata, dan skor hasil tes keterampilan menulis teks eksposisi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar dan penguasaan kosakata dapat dijadikan prediktor untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis teks eksposisi. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis, maka siswa diberikan motivasi belajar menulis dan penguasaan kosakata.This study aims to: (1) explain the contribution of learning motivation to the writing skills of exposition text of class X MAN 1 Bukittinggi students; (2) explain the contribution of vocabulary mastery to the writing skills of exposition text of class X MAN 1 Bukittinggi students; (3) explain the contribution of learning motivation and vocabulary mastery to the writing skills of exposition text of class X MAN 1 Bukittinggi students. The sample of the study of the total population in each class is 43 students. The data of this research are the score taken from the result of learning motivation questionnaire, the score of vocabulary test, and the score of test of exposition text writing skill. Based on the results of the research, it can be concluded that the motivation of learning and mastery of vocabulary can be used as a predictor to improve the results of learning skills of writing exposition text. Therefore, to improve learning outcomes in writing skills, the students are given the motivation to learn writing and mastering vocabulary.

Page 1 of 1 | Total Record : 10