cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2017): January 2017" : 21 Documents clear
REKONTRUKSI BUKU CERITA ANAK BERLATAR KEGIATAN KEPRAMUKAAN PENGGALANG Fauziah, Sifa; Wagiran, Wagiran; Sumartini, Sumartini
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku-buku cerita anak sudah banyak beredar di pasaran, namun masih banyak kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalamnya. Salah satu buku yang masih mengandung banyak kelemahan berjudul Asyiknya Ikut Pramuka karya Sifa Fauziah. Hal tersebut akan menyebabkan berkurangnya minat anak terhadap buku cerita anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku cerita anak yang berjudul Asyiknya Ikut Pramuka karya Sifa Fauziah dan mengetahui rekontruksi buku cerita anak yang berjudul Asyiknya Ikut Pramuka karya Sifa Fauziah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitif. Berdasarkan penilaian ahli terhadap buku cerita anak berlatar kegiatan Kepramukaan Penggalang diperoleh persentase 72,2% dinyatakan layak dari aspek materi cerita anak, 84,7% dengan kategori layak dari segi materi Kepramukaan, dan 96,25% dengan kategori sangat layak dari segi pengembangan buku. Rekontruksi buku cerita anak berdasarkan hasil validasi ahli meliputi perbaikan pada aspek isi dan tampilan buku.Storybook has been widely circulated in the market, however there are many blind spots within. The book entitled Asyiknya Ikut Pramuka written by Sifa Fauziah is the one of the book which contained many blind spots. It will reduce the child’s interest to read the storybook. The purposes of this research are to discover the strength and the weakness, then to find out the reconstruction of the storybook entitled Asyiknya Ikut Pramuka written by Sifa Fauziah. This research using descriptive qualitative and quantitative technique. Based on an expert assessment of the storybook which set in scouting activities obtained 72.2% of eligible percentage of the material aspects of childrens literature, 84.7% of the category in terms of material worthy of Scouting, and 96.25% to the category of very decent in terms of the development of the book. Reconstruction of the storybook based on the results of expert validation includes aspects improvements to the content and appearance of the book.
PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN DAN REAKSI TOKOH UTAMA SELAMA MENGHADAPI KONFLIK PERUBAHAN KEPRIBADIAN DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA Khunaefi, A’am; Nuryatin, Agus
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, mendeskripsikan peristiwa-peristiwa kejiwaan tokoh utama selama menghadapi konflik batin dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, dan mendeskripsikan reaksi tokoh utama selama menghadapi konflik batin dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini psikologi sastra dan metode deskripsi analitik. Hasil penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama yang terdapat dalam novel Cinta di Ujung Sajadah dihadapkan dengan konflik persiapan masuk perguruan tinggi dan pergi dari rumah pada konflik mendekat-mendekat (approach-approach), berkata bohong pada konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance) serta membenci ayahnya dan pergi dari rumah pada konflik mendekat-menjauh berganda (approach-avoidance double), dan hidup dalam rasa kehilangan dan frustasi pada konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance), peristiwa-peristiwa kejiwaan tokoh utama selama menghadapi konflik batin.Every human being must experience personality changes in him in accordance with the state of the environment. Novel Love at the End of Asma Nadia Sajadah works that serve as the object of study in this research describes the struggle of the main character is looking for her birth mother. In the struggle of the main character experiencing inner conflict through psychological events and reactions are carried out in the face of conflict personality changes. Changes in personality is influenced by factors inside and outside. Analysis of the data used in this study is a qualitative technique. Qualitative analysis can be classified into descriptive method which application is said, describing, analyzing, and interpreting.
KEEFEKTIFAN PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU RUMPUN BAHASA SD-SMP SATU ATAP (SATAP) DI WILAYAH TIMUR Mustika, Ika; Setiartin, Titin; Odo, Hadinata
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian survei ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan program peningkatan kompetensi guru rumpun bahasa SD-SMP satu atap (SATAP) di Wilayah Timur yang mencakup: (1) penjaringan kemampuan awal dan akhir peserta program pelatihan; (2) penyelenggaraan program pelatihan; dan (3) tingkat kepuasan peserta terhadap program pelatihan. Data penelitian mencakup data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan teknik deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan teknik analisis statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan berlangsung secara efektif. Keefektifan tersebut tampak pada: (1) penjaringan kemampuan awal dan akhir peserta program pelatihan meningkat 35%, dari 49% menjadi 84% termasuk kategori sangat baik; 2) penyelenggaraan program pelatihan 84%, kategori sangat baik; dan (3) tingkat kepuasan peserta terhadap program pelatihan 58% menyatakan sangat puas, dan 29% menyatakan puas. Hasil penelitian merekomendasikan pentingnya monitoring dan evaluasi ke sekolah secara berkala dan berkesinambungan. Hasil monitoring dan evaluasi  ini menjadi masukan bagi pengambilan keputusan penyelenggaraan program di masa mendatang.Survey research aims to describe the effectiveness of programs to increase the competence of SD-SMP Satu Atap (SATAP)language teachers in the eastern region which includes: (1) networking capabilities beginning and end of the training program participants, (2) the implementation of training programs, and (3) the level of satisfaction of the participants of the training program. Data study includes quantitative and qualitative data. The qualitative data were analyzed with descriptive techniques, while quantitative data were analyzed using simple statistical analysis techniques. The results showed that the training program is effective. The effectiveness shown in: (1) networking capabilities beginning and end of the training program participants increased by 35%, from 49% to 84% are very good, (2) the implementation of training programs 84%, are excellent, and (3) the level of satisfaction participants of the training program 58% are very satisfied, and 29% are expressed satisfaction. The results of the study recommended the importance of monitoring and evaluation to school regularly and continuously. Monitoring and evaluation results become input for decision making implementation of the program in the future.
PENGEMBANGAN KAMUS BERGAMBAR BERWAWASAN CINTA INDONESIA BERBASIS APLIKASI ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA PENUTUR ASING Putri, Nike Aditya; Yuniawan, Tommi
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsi karakteristik media pembelajaran berupa kamus bergambar berwawasan cinta Indonesia berbasis aplikasi android bagi mahasiswa BIPA, (2) merumuskan prinsip-prinsip pengembangan media pembelajaran berupa kamus bergambar berwawasan cinta Indonesia berbasis aplikasi android bagi mahasiswa BIPA, dan (3) menyusun desain atau prototipe kamus bergambar berwawasan cinta Indonesia berbasis aplikasi android bagi mahasiswa BIPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) yang dilakukan dengan lima tahap. Sebagai sebuah produk pengembangan, produk media pembelajaran yang dikembangkan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan dosen terhadap kamus bergambar berwawasan cinta Indonesia berbasis aplikasi android bagi mahasiswa BIPA.The purpose are (1) to find out the characteristics of learning media in the form of a pictorial dictionary of love Indonesia-android based application for BIPA learners. (2) formulating development principle of the media development in the form of pictorial dictionary of love Indonesia-android based Application for BIPA learners. And (3) the BIPA learners think about the design or the prototype of pictorial dictionary of love Indonesia-android based Application. This research is using the research and development approach (R&D) which will be done in five steps. As the development product, the developed enrichment media product potentially to fulfill students and teacher needs pictorial dictionary development of love Indonesia-based application for android as BIPA students’ learning media.
PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA Nur, Himawatul Azmi; Lestari, Prembayun Miji
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsi wujud dan karakteristik pemakaian bahasa Jawa oleh santri pondok pesantren Hadziqiyyah Kabupaten Jepara. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena dimaksudkan untuk memahami fenomena yang di alami oleh subjek. Hasil analisis data mendapatkan deskripsi wujud dan karakteristik pemakaian bahasa Jawa oleh santri pondok pesantren Hadziqiyyah Kabupaten Jepara.The purpose of this research was to describe form and characteristics Java language-usage by students at traditional Muslim school Hadziqiyyah in regency Jepara. The approach which was used in this study was descriptive qualitative that was for understanding phenomena which was suffered by subject of the study. The results of data analysis to get a description of the form and characteristics Java language-usage by students at traditional Muslim school Hadziqiyyah in regency Jepara.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA KONTEKS EFL: PEMANFAATAN RECIPROCAL PEERTEACHING UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN PENGUASAAN SOFT SKILLS Cahyaningrum, Dewi
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyimak, salah satu keterampilan berbahasa, menyediakan input aural yang berfungsi sebagai dasar untuk pemerolehan bahasa dan memungkinkan peserta didik untukberinteraksi dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Pembelajaran menyimak pada  koteks EFL memiliki tantangan tersendiri karena siswa memiliki kesempatan yang lebih terbatas untuk mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Inggris baik di dalam maupun di luar kelas. Mereka memiliki lebih sedikit kebutuhan langsung untuk menggunakan bahasa Inggris (immediate English needs). Situasi ini, mereka membutuhkan latihan yang teratur dan paparan berlimpah untuk bahasa lisan dari waktu ke waktu. Di sisi lain, proses pembelajaran idealnya mampu mengembangkan hard skill dan soft skill secara terintegrasi menjadi sebuah life skill, bekal seseorang untuk berkembang baik di masyarakat. Mencermati uraian diatas, melalui penelitian deskriptif kualitatif ini, peneliti hendak mengungkapkan pemanfaatan keunggulan metode Reciprocal Peer Teaching-Learning Cell  pada pembelajaran menyimak pada konteks EFL dan penguatan soft skill. Metode ini mengkondisikan siswa saling berinteraksi untuk belajar bersama berdiskusi dan bertukar strategi dalam menyimak dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen/guru. Kegiatan pembelajaran kolaborasi ini juga diarahkan untuk pembiasaan soft skill seperti kerja sama, rasa saling menghargai pendapat, rasa saling memiliki (sense of belonging), rasa tanggung jawab (sense of responsibility), dan juga kepemimpinan agar terinternalisasi menjadi karakter baik mahasiswa.Listening skill is one of language skills providing aural input that serves as the basis for language acquisition and allows learners to interact in oral and written communication. Teaching listening skill in EFL context has its own challenge since students have limited opportunities to speak and listen to English both inside and outside of the class. They also have less immediate English needs. In this situation, they require regular practice and abundant exposure to spoken language over time. Besides, learning process ideally should be able to develop hard skills and soft skills that are integrated into a life skill, the provision of a person to thrive in the society. Concerning this, through a qualitative descriptive study, the researcher describes in detailed ways of accommodating the strength of “reciprocal peer teaching method - learning cell” for teaching listening in EFL context and reinforcement of soft skills. This method conditions student in small groups to learn together, discuss and exchange listening strategies to complete the tasks assigned by the lecturers/ teachers. This collaborative learning activity is also directed to accustom soft skills such as teamwork, mutual respect opinion, a sense of belonging, a sense of responsibility, and leadership as students’ good characters.
ANALISIS KEMAMPUAN PENGGUNAAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS V SDN TLOGOSARI KULON 05 SEMARANG Fransiska, Maria; Listyarini, Ikha
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan penggunaan ejaan dalam karangan narasi siswa kelas V SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian adalah menganalisis kemampuan penggunaan ejaan dalam karangan narasi siswa kelas V SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang yang meliputi penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca dalam karangan narasi siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Sampel yang diteliti berupa karangan narasi siswa sebanyak 22 karangan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penggunaan ejaan siswa termasuk dalam kriteria baik karena tingkat persentase kesalahan penggunaan ejaan siswa mencapai 0% - 21,94%. Kemampuan penggunaan huruf kapital termasuk dalam kriteria baik karena tingkat persentase kesalahan mencapai 21,94%, kemampuan penulisan kata termasuk kriteria sangat baik karena tingkat persentase kesalahan mencapai 5,49%, dan kemampuan penggunaan tanda baca termasuk dalam kriteria sangat baik karena tingkat persentase kesalahan mencapai 11,19%. The problem of this research is how is the spelling competence in the narrative text of 5th grade students in SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang. The purpose of this research is unveiling the analysis of students’ grammatical spelling competence in the narrative text material of 5th grade students in SDN Tlogosari Kulon 05 Semarang, including the capital characters, words’ spelling, and punctuation marks in their narrative text. The approach of this research was using descriptive qualitative, with collecting words and pictures instead of numbers. Besides, all collected data become the important keys of the research. The samples taken in this research were 22 texts.The result of this research was the understanding of spelling from the students was good since the degree of misspelling percentages was on the range of 0% - 21,94%. The competence of using capital characters of the students was good in the percentage of mistakes in 21,94%, the students’ words spelling was also good in the percentage of 5,49% mistakes, and the competence of students in using proper punctuation was also good in the degree of mistakes of 11,19%.
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA (MELAYU) DALAM SASTRA LISAN MASYARAKAT KOTA TANJUNGPINANG Suhardi, Suhardi; Riauwati, Riauwati
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat kota Tanjungpinang sesungguhnya memiliki berbagai bentuk sastra lisan, akan tetapi tidak banyak para generasi mudanya mengenal bentuk-bentuk sastra lisan tersebut. Proses pewarisan sastra lisan dari para tetua ke generasi muda tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Semakin sedikitnya orang-orang yang menguasai berbagai bentuk sastra lisan di kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sastra lisan masyarakat kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif, yaitu deskripsi nilai-nilai budaya (Melayu) dalam legenda masyarakat Kota Tanjungpinang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik wawancara, catat, dan dokumen tertulis (jika data dirasakan kurang lengkap). Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis nilai-nilai budaya (Melayu) dalam sastra lisan masyarakat kota Tanjung-pinang.Actually, Tanjungpinang city’s communities have various forms of legends, but not many from the elders to the youngers generation does not run as expected. This is compounded by fewer and fewer people who mastered various forms of oral literature of the city (the death of the poets and humanists senior). Event oral literary criticism is also in line with the sluggishness of writing oral literature itself. Not a lot of the results of oral literary criticism of the community that born from critics of the city. Both criticisms were delivered in the city’s newspapers, scientific journals, and as well as in book form. Oral literature of the communities have been little touched by critics of the city. The aim of research that researcher does is to determine the values of the culture contained in oral literature of the community. The research method that researcher uses in this research is quantitative method. The results obtained are the discovery of some form of legends, myths and fairy tales. Likewise some form of cultural values.
CIVILIZING ”THE OLD SOUTH” THROUGH MARGARET MITCHELL’SGONE WITH THE WIND Rasiah, Rasiah
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gone With The Wind (GWTW) (1936) merupakan salah satu novel Amerika yang  merekam pengalaman perbudakan kaum kulit hitam dan perang sipil yang dibayangkan terjadi pada era antebelum Amerika  melalui sudut pandang kulit putih. Dengan memusatkan padakarakter protagonist perempuan kulit putih Selatan, pengarang berupaya untuk memberadapkan kehidupan “Old South” yang memiliki institusi ganjil perbudakan, dan mengutuk perang sipil yang telah memporak-porandakan kehidupan harmonis di Selatan. Inilah yang menjadi isu problematik yang ingin dianalisis dalam tulisan ini. Mengapa novel GWTW berupaya memuliakan kehidupan di Old South pada era sebelum perang sipil Amerika? Dengan perspektif hegemoni, penelitian ini menemukan bahwa novel GWTW merupakan salah satu sarana untuk mempertahankan narasi kolonial putih. Melalui representasi kehidupan harmonis di Selatan yang tampak pada tampilan perempuan dan laki-laki kulit putih yang rupawan, hubungan yang harmonis antara budak kulit hitam dan majikan kulit putih, gender, alam Selatan yang kaya raya, serta stratifikasi sosial menegaskan bahwa kehidupan di Old South pada masa antebelum merupakan gambaran kehidupan yang harmonis. Ini berarti bahwa protes terhadap perbudakan dan munculnya perang sipil merupakan hal yang tidak benar karena hal tersebut hanya memporak-porandakan tatanan kehidupan yang sudah mapan di Old South.berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa novel GWTW merupakan merupakan kelanjutan dari wacana kolonial kulit putih yang muncul di era pasca kolonial (pasca perbudakan) untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Gone With The Wind(GWTW) (1936) is an american novel which recorded the imagined experience of Black slavery and Civil War in the United States of America (pre and post-1865) based on the eye of WhiteSoutherner.Centered upon the SouthernWhite female protagonist character, the author sought to civilize the Old South life in antebellum Americawhich owned the peculiar institution of slavery and condemned the Civil War as it was rumaging the harmonious life in the Old South. The problematic case to be exposed in study is why and how the novel seemed seeks to glorify the life in antebellum Souththat embraced racism in the odd slavery institution? By hegemony perspective, this study found that the effort to civilize the Old Southin this novel is a way to persist the colonial White narration about the slavery institution. Through the depiction of Southern Belle and gentlemen hero, the natural landscape, the harmonious relation between Black slave and White master affirmed the life in the South was harmoniuos and stable. It means that the protes towards the Black enslavement and Civil War became irrelevant. To sum up, the discourse of White colonialisme to legitimate their power as a ruler in society is continued to be constructed in post-colonial discourse, as this novel appeared in the twenty century. 
“SUARA-SUARA DARI PEDALAMAN” BIAS DAN DILEMA IDENTITAS NASIONALISME DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR SEBUAH UPAYA PENCAPAIAN “ESENSIALISME STRATEGIS” Muhamad, Abu Bakar Ramadhan
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji: (1) wacana identitas nasional dalam novel Indonesia modern, pada keberpihakannya terhadap suara sub-altern; dan (2) bias serta dilema “esensialisme strategis” posisi sub-altern dalam narasi yang coba disuarakan. Teori penunjang adalah teori poskolonial, strategi pembacaan kritis terhadap dampak kolonial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: suara sub-altern sebagai sub-ordinat, intens secara kritis “menyuarakan” komitmen identitas nasional. Hanya saja, akibat efek kolonialisme yang masih hegemonik (keinginan menjadi ‘pusat’), ‘suara’ kritis itu justru merepresentasi wacana identitas nasional dalam kodifikasi suara “pusat”, suatu tanda bagi langgengnya hegemoni kolonial. Hal itu dibuktikan dalam novel Burung-Burung Manyar karya YB. Mangunwijaya, dalam kaitan pencapaian “Esensialisme Strategis” wacana identitas nasional, masih menghadirkan dikotomi pusat dan pinggiran yang timpang. Akibatknya, secara horisontal identitas nasionalisme yang dibangun suara sub-altern (pedalaman) kian menempatkannya pada posisi marginal dan yang secara vertikal berada di bawah otoritas suara pusat. Hal tersebut mengimplikasikan pula ciri statis sistem kolonial yang hegemoni dalam novel Indonesia modern, di mana “pusat” hadir superior terhadap “pedalaman” yang inferior.  The Article is titled "Sounds of the Outback" - Bias and Dilemmas of National Identity in the Novel Birds Manyar, An Effort Achievement "Strategic Essentialism", to assess: 1). discourse of national identity in modern Indonesian novel, at its partiality towards the sound sub-altern, and 2). bias and the dilemma of "strategic essentialism" sub-altern position in trying voiced narrative. Supporting the theory is postcolonial theory, critical reading strategies to the impact of colonial rule. The results obtained are sub-altern voice as a sub-ordinate, intense critically "voicing" the commitment of national identity. However, due to the effects of colonialism which still hegemonic (the desire to be the center), the noise that actually represents the critical discourse of national identity in the codification of sound "center", a sign for the perpetuation of colonial hegemony. This was evidenced, novel Birds Manyar YB work. Mangunwijaya, in terms of achievement of the "Strategic Essentialism" discourse of national identity, still presents the dichotomy of center and periphery is lame. Akibatknya, horizontally identity nationalism built sound sub-altern (inland) are increasingly being placed in a marginal position, and vertically under the authority of the central sound. It also implies a static characteristic of colonial hegemonic system in modern Indonesian novel, where the "center" is present superior to the "deep" inferior.

Page 1 of 3 | Total Record : 21