cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 2 (2016): July 2016" : 20 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MK LINGUISTICS AND EDUCATIONAL RESEARCH MELALUI METODE PROJECT-BASED LEARNING Wulandari, Rini Susanti; Wahyuni, Sri; Syafri, Frimadhona
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every university in Indonesia requires that students who are in the final stage of the study to have the ability make up thesis about uncovering phenomena, facts, issues, analysis, and draw conclusions on the outcome of the analysis In addition to the competence of cognitive nature, thesis-making process also involves a wide range of practical competence necessary to write scientific papers, such as mastery of the intricacies of research methods and how to apply it in real activity. The course of Linguistics and Educational Research designed to provide insight into the understanding of research, types of research, research terminology, research designs, and other types of analysis required. The end product of this course is a research proposal. This study focuses on how to implement the Project Based Learning (PBL) in the class of Linguistic and Educational Research by following the steps of project development recommended by Sheppar & Stoller (1995). The main data that drawn from observations made in the form of quantitative data such as post-test value and portfolio. Setiap perguruan tinggi di Indonesia mewajibkan para mahasiswanya yang sudah berada pada tahap akhir studi untuk memiliki kemampuan menyusun skripsi untuk mengungkap fenomena, fakta-fakta, permasalahan, analisis, dan simpulan hasil analisis tersebut. Selain kompetensi yang bersifat kognitif, proses pembuatan skripsi juga melibatkan berbagai kompetensi praktis yang diperlukan untuk menulis karya ilmiah, misalnya penguasaan terhadap seluk-beluk metode penelitian dan cara mengaplikasikannya di dalam kegiatan nyata. Mata kuliah Linguistics and Educational Research didesain untuk memberikan wawasan tentang pengertian riset, jenis-jenis riset, terminologi riset, disain-disain riset, dan jenis-jenis analisis yang diperlukan. Produk akhir mata kuliah ini adalah sebuah proposal penelitian. Penelitian ini difokuskan pada pengimlementasian Procect Based Learning (PBL) pada kelas Linguistic and Educational Research dengan mengikuti langkah-langkah pengembangan proyek yang direkomendasikan oleh Sheppar & Stoller (1995). Data utama yang ditarik dari observasi yang dilakukan adalah berupa data-data kuantitatif berupa nilai post test dan portofolio.
PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA Nur, Himawatul Azmi; Lestari, Prembayun Miji
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsi wujud dan karakteristik pemakaian bahasa Jawa oleh santri pondok pesantren Hadziqiyyah Kabupaten Jepara. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena dimaksudkan untuk memahami fenomena yang di alami oleh subjek. Hasil analisis data mendapatkan deskripsi wujud dan karakteristik pemakaian bahasa Jawa oleh santri pondok pesantren Hadziqiyyah Kabupaten Jepara.The purpose of this research was to describe form and characteristics Java languageusage by students at traditional Muslim school Hadziqiyyah in regency Jepara. The approach which was used in this study was descriptive qualitative that was for understanding phenomena which was suffered by subject of the study. The results of data analysis to get a description of the form and characteristics Java language-usage by students at traditional Muslim school Hadziqiyyah in regency Jepara.
PENGARUH TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI (SELF CONFIDENCE) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PUISI Yanti, Prima Gusti; Fauzyah, Dian Restu
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kepercayaan diri (self confidance) terhadap kemampuan membaca puisi .Penelitian dilaksanakan di SDN Aren Jaya XIII Bekasi Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien korelasi sebesar 2,466 kemudian dilanjutkan dengan uji t. karena thitung= 2,466 > 1,99 = ttabel, maka hipotesis nol ditolak. Hal ini berarti ada pengaruh tingkat kepercayaan diri (self confidance) terhadap kemampuan membaca puisi siswa.This study aims to determine the effect of the level of confidence (self confidance) the ability to read poetry. Research conducted at SDN Aren Jaya XIII East Bekasi. The method used is to use an experimental approach. From the calculations, the correlation coefficient of 2.466 followed by t-test. for t = 2.466> 1.99 = ttabel, the null hypothesis is rejected. This means that there is the influence of the level of confidence (self confidance) to the poetry reading ability of students.
PEMBENTUKAN REPUTASI CALON PRESIDEN 2014 DALAM BERITA DI MEDIA MASSA ONLINE : KAJIAN WACANA KRITIS Hariyani, Hariyani; Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberpihakan media massa online dalam memuat berita sehingga membentuk reputasi kedua calon presiden 2014. Keberpihakan dalam membentuk reputasi pada berita di media massa online diwujudkan melalui tiga dimensi Faicrlough, yakni representasi, discourse practice, dan sociocultural practice. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan pustaka dan metode simak. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dan metode analisis wacana kritis model Fairclough. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa representasi wacana yang dimunculkan olehdetikNews.com,Kompas.com, dan VIVAnews.commemiliki kriteria yang sedikit berbeda. Namun ketiganya sama-sama melilih kata maupun kalimat sebagai bentuk fokus berita. Kata atau kalimat yang dimunculkan menunjukkan keberpihakan media terhadap calon preseiden; Tataran discourse practice, media detikNews.com dan Kompas. comcenderung berpihak kepada kubu Jokowi, keberpihakan ini terlihat dari pengemasan berita-berita yang dimunculkan kedua media tersebut. VIVAnews.com menunjukkan keberpihakan terhadap kubu Prabowo. Keberpihakan ditunjukkan dari berita-berita yang dimuat, yakni berita-berita yang muncul dominan tentang Prabowo-Hatta dan beberapa tentang Jokowi-JK tetapi VIVAnews.com memberikan kesan negatif; Tataran sociocultural practice, pembentukan reputasi calon presiden terlihat dari munculnya berita yang mengasosiasikan calon presiden dengan mantan presiden Soekarno dan Soeharto.This study aims to describe the online mass media bias in the news load so as to form a reputation both 2014 presidential candidates partisanship in shaping the reputation of the online news media Fairclough realized through a three-dimensional, ie, representation, discourse practice, and sociocultural practice. The data were captured using libraries and methods refer to. The method used in the analysis of the data is equivalent method and the method of critical discourse analysis Fairclough models. This study resulted in the following conclusions. First, discourse representation raised by detikNews.com, Kompas. com, and VIVAnews.com have slightly different criteria. But all three are equally melilih words or sentences as a form of news focus. Words or phrases that appear indicate media bias against candidates preseiden. Second, the level of discourse In practice, detikNews. com media and pro Kompas.com Jokowi camp, partisanship is evident from the packaging news raised both media. VIVAnews.com show partiality against Prabowo camp. Alignments shown on the news that was published, the news emerged dominant on Prabowo-Hatta and some of Jokowi-JK but VIVAnews.com leave a negative impression. Third, the level of sociocultural In practice, the formation of a presidential candidate’s reputation can be seen from the emergence of news that associate with the presidential candidates former president Sukarno and Suharto.
KAJIAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA BERBASIS KECAKAPAN HIDUP Kurniawan, Khaerudin
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah “bagaimanakah penerapan model pendidikan kecakapan hidup di dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia?” Masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut: (1) bagaimana struktur materi keterampilan berbahasa, (2) bagaimana keberadaan materi-materi kecakapan hidup dalam buku teks Bahasa Indonesia, dan (3) aspek-aspek kecakapan hidup apa sajakah yang penting dikembangkan bagi para siswa dalam kepentingannya dengan keperluan hidup dan dunia kerja yang akan mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi, angket, wawancara, dan pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum SMA dan SMK sudah concern pada pengembangan kecakapan hidup, terutama untuk kecakapan berkomunikasi. Setiap kompetensi dasarnya berorientasi pada kecakapan itu: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keadaan seperti itu dapat dipahami mengingat kedua konsep dasar pengembangan kedua kurikulum tersebut berupa pendekatan komunikatif, yakni pendekatan yang berorientasi pada pengembangan kecakapan berkomunikasi siswa.The problem in this research is “how the application of the life skills education model in Indonesia language textbooks?” The problem can be specified as follows: (1)how is the material structure of language skills, (2) how the presence of matter on life skills in Indonesia language textbooks, and (3) what are some aspects of life skills which is important to be developed by students in importance with the necessaries of life and the working world they will face. This study uses content analysis, questionnaires, interviews, and product development techniques. The results showed that the high school and vocational curriculum has been concerned about the development of life skills, especially communication skills. Each competency is essentially oriented on listening, speaking, reading, and writing skills. Such circumstances can be understood considering the two basic concepts of curriculum development are in the form a communicative approach, which is approach that oriented to the communication skills development of the students.
INOVASI PENGAJARAN MATA KULIAH APPRÉCIATION LITTÉRAIRE DENGAN MODEL ADVANCE ORGANIZER Sunahrowi, Sunahrowi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran bahasa dan sastra di semua tingkat pendidikan, utamanya di tingkat pendidikan tinggi, memerlukan sebuah terobosan untuk mencapai hasil yang baik. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah mengajak mahasiswa untuk membaca. Kegiatan membaca, utamanya dalam kegiatan apresiasi sastra, memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain hal yang berkaitan dengan sisi emosi (emotif), sisi imajinasi (imajinatif) dan sisi intelektualitas (intelektual). Ketiga hal di atas merupakan pegangan penting dalam kegiatan apresiasi sastra. Selain tiga hal di atas, keberhasilan pengajaran apresiasi sastra juga memerlukan sebuah metode yang sesuai dan tepat. Advance oganiser sebagai sebuah metode yang termaktub dalam uraian yang disampaikan oleh Joyce, dkk., (2009:7-41) merupakan sebuah metode yang tepat untuk diintegrasikan dalam kegiatan pengajaran apresiasi sastra. Mengintegrasikan sebuah model yang tepat dalam sebuah pengajaran merupakan bentuk terobosan yang inovatif sesuai dengan tema besar yang sedang digalakkan oleh Universitas Negeri Semarang sekarang ini, yakni akselarasi inovasi.Learning of language and literature in all education level, especially in varsity level, needs an innovation to achieve the best result. One of the innovations that may be done is encourage the students to read. The reading activity as the part of literature appreciation needs several requisites that should be obeyed. In the literature appreciation the students should understand three things, namely; the thing that relate with emotion, imagination, and intellectual. Those three things are the most important things to hold in literature appreciation. Beside those three things, the success of learning also needs the correct method. Advance organiser is the best method which include in an explanation that has been explained by Joyce, dkk (2009:7-41) this method is the integration method that may be used in learning process of literature appreciation. By integrating a correct model in learning process is the innovation which matches with the big theme that in line with the spirit of Semarang State University.
MEMBACA INTENSIF MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DENGAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MELALUI TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR PADA SISWA VII C SMP NEGERI 1 BONANG DEMAK Rahmawati, Dwi; Haryadi, Haryadi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif, dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif, dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.
EFEKTIVITAS METODE DISCOVERY LEARNING MELALUI TEKNIK “BARENDISTUP” DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN NOVEL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TUBAN Karnengsih, Euis
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” dalam pembelajaran menulis teks ulasan novel dapat menyajikan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, ekonomis, menarik dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan novel bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tuban. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran menulis teks ulasan novel dengan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” lebih efektif daripada pembelajaran menulis teks ulasan novel secara konvensional (tidak dengan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup”) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tuban. Bahkan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” selain bertujuan meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan novel, juga bertujuan meningkatkan daya pikir dan daya kritis para siswa dalam menuangkan ide/gagasannya. Untuk itu, disarankan kepada guru bahasa Indonesia mencoba menerapkan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” dalam pembelajaran menulis teks ulasan novelThe using of discovery learning metod through “Barendistup” technik in learning writing text of novel review may present active learning, effective, creative, economical, attractive and fun so as to increase the motivation to learn and improve the ability to write novel review on the VIII grade students of SMP Negeri 5 Tuban. Based on the result, the learning writing text of novel review with discovery learning metod through “Barendistup” technik is more effective than the learning writing text of novel review with outh discovery learning metod through “Barendistup” technik in class VIII SMP Negeri 5 Tuban. Even the discovery learning metod through “Barendistup” technik besides aims to improve the ability to write text of novel review, also aims to increase the power of critical thinking of the students in the ideas. To that end, it is advisable to Indonesian teachers try to apply discovery learning metod trouh “Barendistup” technik in the learning writing text of novel review.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SATU BABAK MELALUI MEDIA FILM BISU SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 5 BANJARHARJO KABUPATEN BREBES Febrian, Iqbal Daika; Wagiran, Wagiran; Utami, Santi Pratiwi Tri
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah drama disebabkan oleh kurangnya minat siswa dan kurangnya kreativitas guru memilih media. Film bisu merupakan alternatif media yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian tindakan kelas ini ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah drama dan perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Banjarharjo dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui teknik tes dan nontes berupa data perilaku siswa dari hasil observasi, wawancara, jurnal, dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata prasiklus 59,26 (kurang) meningkat menjadi 66,6 (cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 79 (baik) pada siklus II. Sebagian siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menggunakan media film bisu. Setelah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama dengan media film bisu perilaku siswa mengalami perubahan kearah yang positif. Siswa menjadi lebih aktif, semangat dan antusias dalam pembelajaran menulis naskah drama. Selanjutnya, disarankan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia agar menggunakan media film bisu sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis naskah drama.Low ability students in play writing students due to the lack of interest and lack of creativity of teachers for choosing the media. Silent film is an alternative media that can be used to study playwriting. This classroom action research aims to analyze the improvement of the ability to write a play and behavior changing of VIIIA grade students of SMPN 5 Banjarharjo in learning. The data obtained through test techniques and nontes a student behavioral data from observation, interviews, journals, documentation. Data was analyzed descriptively. The results showed an increase the pre-cycle averagescare was 59.26 (or less) increased to 66.6 (enough) in the first cycle and increased to 79 (excellent) the second cycle. Most students were excited and interested in learning the use media silent film. After following study play writing with the media silent film student behavior showed positive behaviar change. Students become more active, passionate and enthusiasm in learning playwriting. Furthermore, it is suggested to Indonesian language and literature teacher in order to use a silent film as the media in the alternative learning playwriting.
PEMBELAJARAN CERITA RAKYAT DENGAN MEDIA FILM ANIMASI MELALUI PENDEKATAN TERPADUPADA SD NEGERI MAOS KIDUL 03 KABUPATEN CILACAP Anjarsari, Destiani Rizky; Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat adalah ketidaktertarikan siswa terhadap cerita rakyat. Penggunaan media film animasi cerita rakyat dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kesulitan siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap pada pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.Rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) bagaimana perbedaan hasil belajar cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, (2) bagaimana perilaku siswa pada pembelajaran cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil dan perilaku siswa dalam pembelajaran cerita rakyat pada siswa kelas IV SD, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan media film animasi cerita rakyat melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes (perbuatan dan tertulis), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas eksperimen sebesar 81,98, sedangkan nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas kontrol sebesar 61,58. Hasil uji beda (t-test) diperoleh t = 8,509 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikan uji beda kurang dari 0,05%, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pembelajaran cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (2) perilaku siswa pada kelas eksperimen secara umum sudah baik dalam fokus, antusias, keaktifan dan respon yang baik, sedangkan perilaku siswa kelas kontrol masih kurang dalam keaktifan, respon, antusias, dan fokus pada pembelajaran cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, saran yangdirekomendasikan yaitu,(1) guru dapat menggunakan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa di SD Negeri Maos Kidul 03, sehingga siswa tidak mengalami kesuliatan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa, (2) siswa hendaknya diberi pengetahuan tentang cerita rakyat dari Kabupaten Cilacap, sehingga siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa, dan (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung penggunaan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.The fourth grade students of SD Negeri Maos 03 Cilacap regency, have difficulty in learning Javanese folklore. One of the factors that cause students have difficulties in learning the folklore is the disinterest of the students toward folklore. The use of folklore animation film media can be used as an alternative to overcome the problems of the fourth grade students of SD N Maos Kidul 03, Cilacap in learning Javanese folklore. The research problems of this study are, (1) how is the difference of learning outcomes of folklore by using the media of animation film through integrated learning in the experimental class and control class that does not use animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap, (2 ) how is the students’ behavior in learning folklore by using animated film media through integrated learning in the experimental class and control class that does not use the animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap. The method used in this research was the method of experimental research with pre-experimental research design in the form of Intact-Group Comparison. This research was conducted in fourth grade students. The dependent variable in this study was the learning outcomes and students’ behavior in learning folklore at the fourth grade students, while the independent variable in this study was the use of folklore animation film media through integrated learning in the experimental class. The research instruments were a test (deeds and written), interview guidance and observation sheet. Data collection techniques in this study were using tests, observations, and interview. Learning outcomes data were analyzed by using SPSS application program 16, while data of students’ behavior were analyzed using descriptive analysis technique. The results showedtwo things: (1) the mean score of learning folklore in the experimental class was 81.98, while the mean scoreof learning folklore in control class was 61.58. The results of t-test obtained t = 8.509 and sig. (2-tailed) of 0.000. Because of significant level of t-test wasless than 0.05%, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes of learning folklore between experimental class and control class, and (2) the students’ behavior in experimental class generallywas good in focus, enthusiastic, liveliness and a good response, while the students’ behaviorin control class was still less in liveliness, response, enthusiastic, and focus on learning folklore. Based on the results of the research, the recommended suggestions are, (1) teachers can use the folklore animation film media “Legendha Ketapang Dengklok” in learning Javanese folklore at SD N Maos Kidul 03, (2) the students should be given knowledge about the folklore of Cilacap regency, and (3) Schools should provide facilities and infrastructure that supports the use of folklore animation film media “Legendha Ketapang value Dengklok “ in learning the Javanese folklore.

Page 1 of 2 | Total Record : 20