cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2014): July 2014" : 20 Documents clear
MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DENGAN TEKNIK ADU ARGUMEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA Zulaeha, Ida
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan kebutuhan pengembangan model  investigasi kelompok dengan teknik adu argumen yang dapat  meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru bahasa Indonesia peserta mata kuliah pembelajaran mikro kemudian menghasilkan model perkuliahan pembelajaran mikro yang digunakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru bahasa Indonesia dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran inovatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain research and development. Kebutuhan pengembangan model mencakup   mengimplementasikan tujuan dan karakteristik pembelajaran pada pendidikan menengah, menentukan desain pembelajaran yang tepat, praktik keterampilan dasar mengajar yang kreatif dan inovatif,  praktik mengelola kelas besar dan kecil, praktik menyesuaikan pembelajaran dengan lingkungan siswa dan sekolah, praktik mengelola dan mengatasi berbagai persoalan ketika praktik mengajar, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai kriteria. Sintakmatik model investigasi kelompok dengan teknik adu argumen meliputi pemberian masalah, eksplorasi respon, realisasi respon, diskusi dan analisis proses pembelajaran, dan revisi kegiatan.  This research is conducted to the aim of describing the development needs of the group investigation model with argument argued technique that can improve pedagogical competence of the students of Indonesian teachers candidates in planning and implementing innovative learning.  The research is carried out by applying a research and development design. The model development needs include to implement the objectives and characteristics of learning for secondary education, to determine appropriate instructional design, to practice basic skills in creative and innovative teaching, to practice large and small classes managements, to practice instructional adjustment with student and the school environments, to practice managing and resolving various problems when teaching, and to evaluate learning based on the criteria. Group investigation model syntagmatic with argument argued techniques include giving  problem, exploring response, realizing response, discussing and analyzing the learning process, and revising activities.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT MAHASISWA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Syaifudin, Ahmad; Sulistyaningrum, Septina
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa malu atau kecemasan mahasiswa menjadi kendala utama setiap individu untuk berkomunikasi, termasuk berpendapat. Karena itu, melalui problem based learning (PBL) mahasiswa termotivasi untuk berpikir secara kritis dan analitik sehingga kemampuan berpendapat meningkat. Desain penelitian ini dilaksanakan melalui lesson study (LS) yang terdiri atas tahap plan, do, dan see. Hasil kajian ini dinyatakan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan mengemukakan pendapat, yakni kecemasan (takut) dan kemampuan memahami konsep materi yang rendah. Akan tetapi, melalui model PBL dengan sistem LS, rasa takut mahasiswa dapat dikikis. Pemahaman mahasiswa dalam konsep materi menjadi meningkat. Peningkatan itu diimbangi dengan peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat sebanyak 91% dari jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran.This research aims to motivate students to think critically and analytically, through Problem-based Learning, thus, their ability to give argument increases. It needs to do since the students’ shyness and anxiety becomes major obstacles for each individual both to communicate and to give argument. Research design is done through Lesson Study having three stages; they are plan, do, and see. Result of this investigation shows that there are two factors causing the decrease of students’ ability to give argument. They are their anxiety (fear) and their low ability to understand subject matter concept. But, through Problem-based Learning with Lesson Study system, the students’ fear can be eliminated. The students’ understanding of subject matter concept also increases. This increase is balanced by the increase of students’ ability to give argument up to 95% of a number of students involved in this learning.
PERMAINAN BAHASA PADA HUMOR CAK LONTONG (Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik) Kusno, Ali
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permaian bahasa dalam sosiolinguistik pada prinsipnya untuk bercanda dan menimbulkan efek humor. Pengunaan permainan bahasa pada humor Cak Lontong dalam berbagai kesempatan memiliki  kekhasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permainan bahasa humor Cak Lontong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Permainan bahasa humor Cak Lomtong meliputi: pertama, penggunaan permainan logika/penalaran, yakni menggunakan penalaran Induktif generalisasi, penggunaan analogi yang salah, dan penggunaan silogisme yang salah. Kedua, menciptakan permainan peribahasa, meliputi kreasi dengan substitusi bunyi, kreasi dengan substitusi kata dan frase, kreasi dengan penggantian suku kata, permainan argumen atas sebagian atau seluruh peribahasa, kreasi penambahan kata, kreasi penghilangan dan penambahan, kreasi dengan pembalikkan dan substitusi, kreasi dengan kontaminasi dua peribahasa atau lebih. Ketiga, plesetan bahasa survei dan riset. Keempat,  permainan sinonim dan antonim.  Kelima, menggunakan anekdot. Keenam, menggunakan gaya bahasa berbagai majas di antaranya litotes, ironi, maupun personifikasi. Ketujuh, memainkan logika fakta yang demikian adanya. Kedelapan, memanfaatkan makna denotasi dan konotasi. Kesembilan, permainan kata-kata motivasi.  This research aims to describe Cak Lontong’s humorous language games since he uses them in different chances which have uniqueness. Language game in Sociolinguistics is principally for making jokes and emerging humorous effect. This research applies descriptive qualitative method. Cak Lontong’s humorous language plays include, first, using of logic game, that is using generalization inductive, wrong analogy, and wrong syllogism; second, creating proverb games which include a creation of sound substitution, a creation of word and phrase substitution, a creation of syllable replacement, argument games of a part or a full of proverb, a creation of word addition, a creation of word elimination and addition, a creation of inversion and substitution, a creation of two or more proverb contaminations; third, language slang (plesetan) of survey and research; fourth, synonymous and antonymous games; fifth, using anecdote; sixth, using various figures of speech, such as litotes, irony, or personification; seventh, playing factual logic of what it is; eighth, utilizing denotative and connotative meanings; ninth, motivation word games.  
WACANA “ATURE REDAKSI” DALAM MAJALAH JAYA BAYA (Tinjauan Aspek Gramatikal) Sukoyo, Joko
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi aspek gramatikal pada wacana “Ature Redaksi”dalam majalah Jaya Baya. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data berupa teknik simak dan catat sedangkan penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Hasilnya, aspek gramatikal yang ditemukan meliputi konjungsi, referensi, elipsis dan substutusi. Konjungsi sebanyak 50%,  referensi sebanyak 36,9%, elipsis sebanyak 7,8% dan  substitusi sebanyak 5,3%.The research aims to describe cohesive signifier of grammatical aspect on Jaya Baya magazine’s “Ature Redaksi” discourse. Techniques applied to procedure of data collection are listening (simak) and writing (catat) techniques, whereas procedure of data analysis applied distributional method. Result of this research shows that grammatical aspects found are conjunction, reference, ellipsis, and substitution. Conjunctions are 50%, references are 36,9%, ellipsis is 7,8%, and substitutions are 5,3% of grammatical aspect found. 
STRATEGI INDUCTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GRAMATIKAL MAHASISWA Kirana Dwi Areni, Galuh
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana penerapan metode pembelajaran Inductive Learning dalam suatu kelas Advanced English Grammar pada implikasinya untuk meningkatkan kemampuan gramatikal mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Unnes dan untuk mengetahui adanya perubahan perilaku mahasiswa ketika mempelajari grammar bahasa Inggris. Dalam merealisasikan metode ini, peneliti menggunakan beberapa tehnik kooperatif yang dikemukakan oleh Kagan (1992), seperti numbered head together dan team pair solo. Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 4 yang mengambil kuliah Advanced English Grammar. Hasil dari PTK ini cukup memuaskan. Terdapat peningkatan persentase nilai mahasiswa yang cukup signifikan. Berdasarkan lembar observasi dan angket wawancara, sebagian besar mahasiswa menyatakan kesenangan mereka atas metode pembelajaran inductive learning karena pembelajaran grammar menjadi menyenangkan dan tidak monoton. Hal ini mempengaruhi keaktifan dan perubahan perilaku mereka secara langsung serta meningkatkan kemampuan gramatikal mereka secara tidak langsung.This study focuses on a class action research (CAR) which tried to apply a method of Inductive Learning in a class of Advanced English Grammar to improve the students’ grammatical competence and to find out whether there were students’ behaviour changes in learning English grammar. In realizing this method, the researcher used some cooperative learning techniques proposed by kagan (1992) such as numbered head together and team pair solo.This class action research (CAR) was conducted in two cycles. In each cycle, there were four steps, i.e planning, acting, observing, and reflection. The subjects of the study were the 4th semester students of an Advanced English Grammar class in academic year 2011/2012. Based on the data analysis, the result of this CAR was quiet satisfying. There was an increasing percentage of students’ test scores between cycle 1 and cycle 2. Based on the observation sheets and questioners given to the students, most of them liked Inductive Learning method to be applied in grammar classes because this method is fun and interesting. This attitude directly influenced their activity, motivation, and behavior in grammar classes which indirectly also increased their grammatical competence. 
MODEL PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI BERBASIS TEORI SEMIOTIKA Supriyanto, Teguh
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa calon guru seharusnya memahami dan mampu mengembangkan beberapa model pembelajaran. Dalam pembelajaran sastra semestinyalah model pembelajaran berbasis teori sastra. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan model pembelajaran apresiasi sastra. Karakteristik desain model apresiasi sastra berbasis teori semiotik termasuk di dalamnya sintagmatik, sistem sosial, sistem reaksi, sistem penunjang, tujuan pembelajaran, dan sistem pendamping. Model pembelajaran apresiasi sastra berbasis teori semiotika memiliki tahapan pada lapis bunyi, arti, objek, dunia, dan lapis metafisik. This research aims to describe a development of literary appreciation learning model since teacher candidate students should understand and are able to develop some learning models, and in learning literature, the learning model should be based on literary theory. Characteristics of literary appreciation model desihn are based on semiotic theory including sintagmatics, social system, reaction system, contributory system, learning objectives, accompanying system. Literary appreciation learning model based on semiotic theory has stages on sound layer, meaning, object, world, metaphisical layer.
POLA SINONIMI DALAM BAHASA INDONESIA (Kajian Linguistik atas Satuan Lingual yang Maknanya Kurang Lebih Sama) Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan pola sinonimi dalam bahasa Indonesia, menentukan wujud sinonimi dalam bahasa Indonesia, dan menerapkan analisis biner dalam satuan lingual yang bersinonim dalam bahasa Indonesia. Pada tahap penyediaan data, peneliti menerapkan metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, kemudian dilanjutkan dengan teknik rekam dan catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode padan. Adapun subjenis metode padan yang dipakai adalah metode padan subjenis referensial. Hasil penelitian ini adalah sinonim dalam bahasa Indonesia mempunyai pola kata = kata, kata = frasa, dan frasa = frasa. Adapun wujud sinonimi dalam bahasa Indonesia berupa sinonim antarkata, sinonim kata dengan frasa, dan sinonim antarfrasa. Setiap kata atau unsur lingual lainnya terdiri atas satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur lingual tersebut. Dengan demikian, setiap satuan lingual memiliki komponen makna sendiri-sendiri. Perbedaan makna dalam setiap satuan lingual yang bersinonim dapat dilakukan dengan analisis biner. This study aims to determine synonymous pattern and the form of synonymy in Bahasa Indonesia and to apply binary analysis of synonymous linguistic unit in Bahasa Indonesia. The data sources are Bahasa Indonesia’s sentences and discourses which are applied to make written communication. At the stage of providing the data, the researcher applies metode simak (listening method). The basic technique used is teknik sadap (tapping method), then continued by teknik rekam (taped technique) and teknik catat (written technique). Method of analysis used is metode padan  (matched method). Its sub-type of this method used here is referential. The result of this study shows that synonym in Bahasa Indonesia has patterns, such as word = word, word = phrase, and phrase = phrase. The forms of synonymy in Bahasa Indonesia are synonym among words, between word and phrase, and among phrases. Each word or other lingual elements consist of one or some elements that form meaning of the word or lingual elements concurrently. Thus, each lingual unit has its own meaning component. The different meaning of each lingual unit which is synonymous can be done by binary analysis.
CITRA DAN PENCITRAN ANAK DALAM NARASI FOKALISASI MIEKE BAL Qomariyah, U’um
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai fokalisasi dalam kaitannya dengan pngungkapan citra dan pencitraan anak dalam novel Negeri Awan Merah (NAM) karya Fahri Asiza. Penelitian ini menggunakan teori naratologi Mieke Bal dengan berfokus pada teks. Berdasar analisis diketahui bahwa (1) novel NAM merupakan teks naratifdengan melihat rangkaian peristiwa yang membangun dan dialog yang mengiringinya. Novel ini termasuk jenis teks berbingkai (cerita yang dibungkus cerita). (2) Fokalisator dalam novel NAM terbagi atas vokalisator internal dan fokalisator eksternal. Fokalisator internal biasanya melekat pada tokoh sedangkan fokalisator eksternal tidak terlibat dalam cerita tetapi berfungsi sebagai fokalisator.  This research aims to describe focalization relating to reveal children image and imagery in Negeri Awan Merah (NAM) novel, written by Fahri Asiza. This research applies Mieke Bal’s Narratalogy theory focusing on the text. Result of the study shows that (1) NAM novel is narrative text seen from sequence of events constructing and dialogs following. This novel belongs to framed text type (a story framed in a story); (2) focalizator in NAM novel is divided into internal focalizator and external focalizator. Internal focalizator clings to the charater, whereas external focalizator is not involved in the story but dunctions as focalizator.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH Maulani, Hikmah
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang berbagai problematika dalam pembelajaran kemahiran berbahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mendsekripsikan, dan menganalisis problematika pembelajaran kemahiran berbahasa Arab di kelas V semester 2 di MI Ciwahangan Ciamis tahun ajaran 2013/2014. Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas V MI Ciwahangan Ciamis yang berjumlah 17 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu berupa observasi terstruktur, wawancara mendalam, dokumentasi dan melakukan triangulasi untuk mencari keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini yaitu materi ajar bahasa Arab kelas V MI secara garis besar sesuai dengan kurikulum yang digunakan, namun ditinjau dari segi kemampuan belajar siswa, materi terlalu tinggi dan rumit untuk dijangkau siswa. Metode yang cenderung kurang efektif jika ditinjau dari segi perkembangan peserta didik. Media cenderung kurang inovatif dan kreatif jika ditinjau dari segi perkembangan peserta didik. Secara garis besar evaluasi dilakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. This study discusses the various problems in the learning of Arabic language proficiency in Elementary School. The purpose of this study is to identify and analyze the problems of learning Arabic language proficiency in the second semester of grade V of MI Ciwahangan school year 2013/2014. In its implementation, the researchers applied a qualitative approach with descriptive analysis. The sample used is the Grade V of MI Ciwahangan consisting of 17 students. Data collection is conducted by researchers in the form of structured observation, deep interviews, documentation, and triangulation to find out validity of the data obtained. The results of this study show that Arabic teaching materials of grade V of MI broadly correspond to the curriculum applied. However, from students learning abilities, the materials are too difficult and complicated for students to be reached. If it is seen from the development of learners, the method of teaching tends to be less effective, and the media tend to be less innovative and creative. The evaluation is generally done based on the determined learning objectives.
PROFIL PENGENDALIAN MUTU PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2006 DI SMA/MA KOTA SEMARANG Hartono, Bambang
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  mendeskripsikan profil pengendalian mutu pembelajaran mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA/MA negeri  dan swasta di Kota Semarang, terutama berkait dengan aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Subjek  percontoh dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan atau kepala SMA/MA di Kota Semarang di 30 sekolah. Ke-30 sekolah itu dipilih secara variatif, baik negeri maupun swasta. Data penelitian ini diperoleh dengan cara mengumpulkan langsung dari lapangan melalui nontes. Teknik yang digunakan di antaranya angket, kuesioner, pengamatan langsung/lapangan, penilaian dokumen, dan wawancara. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) secara umum profil untuk pengendalian mutu pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia jenjang pendidikan SMA/MA di Kota Semarang berkategori mutu cukup (2,31). Adapun pengendalian mutu tiap-tiap aspek 1) perencanaan pembelajaran berkategori cukup (1,99), sedangkan responden yang belum melaksanakan atau belum ada berbagai hal/proses pengendalian mutunya ada 271 (30,11%); 2) pengendalian mutu pada aspek pelaksanaan pembelajaran berkategori baik (2,52), sedangkan responden yang belum melaksanakan atau belum ada berbagai hal/proses pengendalian mutunya ada 284 (17,75%); dan 3) pengendalian mutu pada aspek evaluasi pengajaran berkategori cukup (2,35), sedangkan responden yang belum melaksanakan atau belum ada berbagai hal/proses pengendalian mutunya ada 107 (16,03%).  This research aims to describe the profile of Indonesian language and literature leaning quality control in public and private senior high school and Islamic school in Semarang city, especially relating to the aspects of lesson planning, lesson implementing, and lesson evaluating. Subject samplings in this research are Indonesian language and literature teachers and/or the principals of public and private senior high school and Islamic school in Semarang of thirty schools. The thirty schools is selected variously, both public and private schools. The research data is acquired by field direct collection through non-test. The techniques applied are questionnaire, direct/field observation, document assessment, and interview. Data analysis, in this research, uses qualitative descriptive analysis method. Result of this research shows that the profile of Indonesian language and literature leaning quality control for public and private senior high school and Islamic school in Semarang is categorized as fair (2,31). The quality control of each aspect depicts that 1) the lesson planning is categorized fair (1,99), whereas respondents which have not done or there have not been various quality control processes are 271 (30,11%); 2) the learning implementing aspect is categorized good (2,52), whereas respondents which have not done or there have not been various quality control processes are 284 (30,11%); and 3) the learning evaluating aspect is categorized fair (2,5%), whereas respondents which have not done or there have not been various quality control processes are 107 (16,03%)

Page 1 of 2 | Total Record : 20