cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2013)" : 9 Documents clear
HARMONISASI UU NO. 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA KOTA SEMARANG Setiawan, Andry; Sulistianingsih, Dewi
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah kota Semarang mendapat kritik dari masyarakat jika dinilai “membiarkan” pembongkaran bangunan-bangunan kuno dan bersejarah untuk kemudian diganti dengan bangunan baru yang secara ekonomis lebih menguntungkan. Kota ini memiliki bangunan-bangunan kuno bernilai historis dan arsitektural tinggi, terutama di kawasan cagar budaya Kota Lama. Gereja Blenduk, misalnya, yang dibangun pada tahun 1742, merupakan landmark Kota Lama. Oleh karena itu, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : (1) Bagaimanakah eksistensi benda-benda Cagar Budaya yang ada di Kota Semarang?, (2) Bagaimana UU No. 11 Tahun 2010 dalam memberikan perlindungan Benda Cagar Budaya Kota Semarang?, (3) Hambatan-hambatan apa saja yang ada dalam pelaksanaan pelestarian benda Cagar Budaya di Kota Semarang ? Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi dan diseminasi hukum tentang UU No.11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang dilakukan pada peserta kegiatan yaitu model ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Model ini dipilih karena berdasarkan pertimbangan bahwa model ini ini lebih efektif dan murah dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dibandingkan dengan menggunakan model lainnya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan data adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan dari peserta kegiatan pengabdian, dimana hal ini ditunjukkan dengan hsil test yang dilakukan oleh tim pengabdian. Dari hasil pengabdian ini, maka dapat disimpulkan bahwa eksistensi benda cagar budaya di Kota Semarang masih dapat dipertahankan, dengan membuat zona-zona cagar budaya, serta Perlindungan terhadap benda cagar budaya selain mempergunakan undang-undang, akan lebih efektif bila menggunakan peraturan daerah serta melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Kemudian saran yang diberikan adalah Hendaknya pemerintah Kota Semarang membuat kebijakan yang melindungi benda cagar budaya dari kepentingan bisnis. Disamping itu, perlu melakukan sosialisasi mengenai arti pentingya benda cagar budaya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
STRATEGI PARTISIPATIF PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DESA (RENSTRADES ) SEBAGAI PLANWORK PELESTARIAN LINGKUNGAN PENDUKUNG CAGAR WISATA DI DESA KEBONSARI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Hidayat, Arif
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil pengabdian ini ‘concern’ untuk mendeskripsikan penguatan partisipasi aktif masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan pendukung cagar wisata. Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang dipilih sebagai lokus pengabdian, mengingat keberadaannya sebagai kawasan penyangga wisata dalam zonasi terluar rencana jangka panjang pengelolaan taman wisata Borobudur. Desa ini adalah penyokong produk kerajinan khas Borobudur, baik berupa relief maupun souvenir dari bahan bambu. Pelatihan ini menggunakan teknik diseminasi, pendampingan dan simulasi bagi masyarakat untuk menyusun Renstrades secara partisipatif sebagai ‘planwork’ pelestarian lingkungan pendukung cagar wisata Candi Borobudur. Strategi yang digunakan adalah: (i) berbagi pengalaman dalam proses pendokumentasian rencana strategis desa; (ii) diseminasi informasi pengelolaan kolaboratif taman wisata candi borobudur; dan (iii) menjaring komitmen semua pihak untuk bekerjasama dalam pengelolaan taman wisata secara berkelanjutan. Target pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan penguatan partisipasi masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa secara terpadu sehingga dapat terdokumentasi dengan baik. Perencanaan strategis desa ini diperlukan untuk mengintegrasikan rencana pengelolaan taman wisata dan rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Magelang, dengan harapan dapat: (i) melindungi, memperluas dan menjamin ruang otonomi dan kebebasan masyarakat desa; (ii) melindungi hak-hak prakarsa masyarakat desa; (iii) menjamin partisipasi dalam proses pengambilan keputusan; dan (iv) memfasilitasi perbaikan dan pengembangan kondisi sosial politik-ekonomi masyarakat desa.
IBM KELOMPOK AGEN DAN LOPER KORAN DI KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG Murti, Hari
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agen Koran merupakan unit usaha yang sebagian besar merupakan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) bidang penjualan media cetak yang pada umumnya memiliki beberapa loper koran dan penjual lepas. Dari hasil temuan dilapangan pada agen koran dan loper di kecamatan Semarang Barat kota Semarang, permasalahan utama dari UMKM agen koran adalah pada sistem manajemen administrasi pembukuan inventory dan keuangan, serta pemasaran. Pembukuan inventory dan keuangan masih menggunakan catatan buku manual, tidak menggunakan standar pembukuan, dan bahkan terkadang tidak dilakukan pencatatan dan hanya mengandalkan hafalan. Kendala pemasaran sering muncul pada tenaga pemsaran atau loper yang tidak tetap dan sering ganti orang, serta kurang tertibnya setoran uang hasil penjualan. Tujuan dari Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) ini adalah memberikan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan tentang manajemen usaha kecil, sistem administrasi pembukuan inventory dan Keuangan sesuai standar, pemasaran, dan pembuatan sistem Informasi Agen Koran. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pada agen koran tentang pembuatan tata buku inventory dan keuangan sesuai setandar baik secara konvensional maupun model sistem informasi berbasis komputer, yang dilaksanakan di laboratorium komputer. IbM juga dilakukan kepada agen koran dengan memberikan penjelasan pemaparan dan motivasi tentang manajemen usaha kecil. Sedangkan untuk agen dan loper diberikan penyuluhan tentang sistem pemasaran. Hasil dari dari IbM ini adalah meningkatnya kemampuan ketrampilan tata buku inventory dan pembukuan, mengetahui tentang manajemen usaha kecil dan pemasaran. Sedangkan luarannya adalah laporan IbM, modul pelatihan, dan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Agen Koran.
SOSIALISASI PERDA KOTA SEMARANG NO. 14 TAHUN 2011 TENTANG RDTRK SEMARANG (UPAYA PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM FUNGSINYA SEBAGAI DAERAH RESAPAN AIR DI WILAYAH KECAMATAN GUNUNGPATI) Subondo, Herry; Widyawati, Anis
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk dan berkembangnya pembangunan di pusat kota Semarang mengalami kendala dengan adanya keterbatasan lahan dan penurunan kualitas lingkungan. Dengan kondisi demikian, kota Semarang telah melakukan pengembangan kota kearah pinggiran dalam melaksanakan pembangunan. Sebagai salah satu contoh adalah Pembangunan kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang sebagai wujud pembangunan pendidikan yang dikembangkan kearah pinggiran merupakan embrio kutub pertumbuhan yang menyebabkan multiplier effect terhadap kawasan sekitarnya. Salah satu dampak atas pembangunan dikawasan tersebut adalah terjadinya perubahan tata guna lahan yang semula sebagai lahan terbuka menjadi lahan terbangun, sehingga berpengaruh terhadap daya dukung lahan kawasan tersebut. Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah dengan model penyuluhan dan dialog interaktif sehingga selain memberikan informasi tentang pemahaman sosialisasi perda kota semarang no. 14 Tahun 2011 tentang RDTRK semarang (Upaya Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Fungsinya Sebagai Daerah Resapan Air Di Wilayah Kecamatan Gunungpati), masyarakat juga ikut aktif dalam dialog agar tidak merasa bosan sehingga terjalinnya komunikasi yang baik. Berdasarkan pengamatan selama melakukan pengabdian tim melihat keseriusan dan antusias peserta dalam mengikuti penjelasan mengenai sosialisasi perda kota semarang no. 14 Tahun 2011 tentang rdtrk semarang (Upaya Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Fungsinya Sebagai Daerah Resapan Air Di Wilayah Kecamatan Gunungpati) . Peserta juga aktif dalam menanggapi dan merespon penjelasan pemateri. Tim pengabdian memberikan saran agar kegiatan sosialisasi mengenai SOSIALISASI PERDA KOTA SEMARANG NO. 14 TAHUN 2011 TENTANG RDTRK SEMARANG (Upaya Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Fungsinya Sebagai Daerah Resapan Air Di Wilayah Kecamatan Gunungpati) dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten serta melibatkan stake holders yang terkait.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH SAINS GURU SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT Marwoto, Putut; Sopyan, Achmad; Linuwih, Suharto; Subali, Bambang; Ellianawati, Ellianawati
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis artikel ilmiah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena merupakan kegiatan ilmiah yang dapat mengkomunikasikan hasil hasil pemikiran, penelitian dan pengabdian yang dilakukakan oleh sivitas akademika. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkankemampuan menulis artikel ilmiah dalam bidang sains guru SD se-Kecamatan Gunungpati Semarang. Terdapat 3 kegiatan utama pada pengabdian ini, yaitu pertemuan pertama pelatihan menulis artikel ilmiah sains dengan memberikan contoh dan reviu kritis cara menulis. Kegiatan kedua dengan memberikan penugasan untuk membuat poin inti menulis artikel ilmiah sains, dan kegiatan ketiga melakukan pendampingan untuk memberikan konsultasi artikel ilmiah sains yang akan dibuat. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian dan hasil uji gain ternormalisasi tampak bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah sains guru SD melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini sebesar 0,74 (kategori tinggi). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah sains guru SD di Kecamatan Gunungpati Semarang.
PENERAPAN MODEL KEAKSARAAN FUNGSIONAL BERBASIS GENDER DALAM PERCEPATAN PENUNTASAN BUTA AKSARA (STUDI PEREMPUAN BURUH PETIK LOMBOK DI DESA KEDUNG-KELOR KECAMATAN WARUREJO KABUPATEN TEGAL) Rodiyah, Rodiyah; Waspiah, Waspiah
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan model pendampingan keaksaraan fungsional yang berbasis gender mempunyai peran penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Masyarakat termarginal khususnya perempuan seringkali menjadi kelompok yang paling tidak mampu meningkatkan kualitas hidup dalam memperoleh HAM-nya. Hal ini terjadi karena Mereka mempunyai keterbatasan pokok yaitu ketidak mampuan membaca. Kondisi ini menjadikan Mereka tak berdaya dalam menghadapi hidup yang membutuhkan kemampuan membaca dalam menjalankan kesehariannya. Mereka hidup hanya sebagai buruh, di lokasi pengabdian Mereka adalah buruh petik lombok dan plonco melati tidak mampu membaca. Ada lima puluh persen dari jumlah buruh yang tidak mampu membaca yaitu 30 buruh dari sejumlah 60 buruh. Kondisi ini memperburuk Mereka tidak mengatahui posisi sebagai perempuan yang mempunyai kedudukan setara dengan laki-laki, sehingga Mereka tetap saja pasrah mendapatkan ketidakadilan dari lingkungan. Oleh karena itu kemampuan membaca melalui pendampingan keaksaraan fungsional berbasis gender harus Mereka lakukan. Hasil pendampingan Mereka menyadari ketidak adilan gender dalam pemeliharaan lingkungan hidup dan hak perolehan makan empat sehat lima sempurna bagi laki-laki dan perempuan. Selanjutnya menunjukan hasil yang positif Mereka menjadi motivasi untuk mampu membaca, sehingga dalam kegiatan selanjutnya tetap ada pendampingan berjenjang untuk terus membaca, terutama Mereka bisa membaca dasar untuk mampu melihat dunia yang sangat indah penuh rahmat. Tugas Tridarma Perguruan Tinggi bidang pengabdian harus dilanjutkan oleh Tim yang sinergis antara lain TIM Pengabdian pelatihan mengelola makanan menjadi makanan siap saji untuk diperjual belikan sehingga mampu menambah pendapatan keluarga.
IPTEK BAGI MASYARAKAT SISWA DALAM MENYIKAPI FENOMENA CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA Rahayu, Flourensia Sapty; Widjajani, Susi; Romas, Muslimah Zahro
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak negatif yang timbul dengan adanya Teknologi Informasi adalah munculnya fenomena cyberbullying di kalangan remaja. Dampak dari cyberbullying terhadap korban tidak hanya sampai pada tahap depresi saja namun bisa meningkat ke hal yang berbahaya seperti kasus bunuh diri. Di Indonesia pengetahuan dan pemahaman tentang cyberbullying masih sangat minim. Kegiatan pengabdian ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada para remaja tentang cyberbullying. Institusi mitra yang diajak bekerjasama dalam kegiatan pengabdian ini adalah SMP Kanisius Gayam Yogyakarta dan SMA Tarakanita Magelang. Setelah memahami diharapkan mereka dapat ikut serta dalam usaha memerangi cyberbullying. Kegiatan pengabdian ini disusun dalam beberapa kegiatan yaitu penyuluhan umum terhadap semua siswa di sekolah mitra, penyuluhan khusus yang diberikan kepada lima orang siswa dari masing-masing sekolah, pelatihan pembuatan komunitas online, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian berupa aksi nyata diantaranya dengan pembuatan poster anticyberbullying, pembuatan video anticyberbullying, pembuatan komunitas online di Internet, dan ceramah tentang cyberbullying.
HARMONISASI UU NO. 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA KOTA SEMARANG Setiawan, Andry; Sulistianingsih, Dewi
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah kota Semarang mendapat kritik dari masyarakat jika dinilai membiarkan pembongkaran bangunan-bangunan kuno dan bersejarah untuk kemudian diganti dengan bangunan baru yang secara ekonomis lebih menguntungkan. Kota ini memiliki bangunan-bangunan kuno bernilai historis dan arsitektural tinggi, terutama di kawasan cagar budaya Kota Lama. Gereja Blenduk, misalnya, yang dibangun pada tahun 1742, merupakan landmark Kota Lama. Oleh karena itu, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : (1) Bagaimanakah eksistensi benda-benda Cagar Budaya yang ada di Kota Semarang?, (2) Bagaimana UU No. 11 Tahun 2010 dalam memberikan perlindungan Benda Cagar Budaya Kota Semarang?, (3) Hambatan-hambatan apa saja yang ada dalam pelaksanaan pelestarian benda Cagar Budaya di Kota Semarang ? Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi dan diseminasi hukum tentang UU No.11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang dilakukan pada peserta kegiatan yaitu model ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Model ini dipilih karena berdasarkan pertimbangan bahwa model ini ini lebih efektif dan murah dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dibandingkan dengan menggunakan model lainnya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan data adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan dari peserta kegiatan pengabdian, dimana hal ini ditunjukkan dengan hsil test yang dilakukan oleh tim pengabdian. Dari hasil pengabdian ini, maka dapat disimpulkan bahwa eksistensi benda cagar budaya di Kota Semarang masih dapat dipertahankan, dengan membuat zona-zona cagar budaya, serta Perlindungan terhadap benda cagar budaya selain mempergunakan undang-undang, akan lebih efektif bila menggunakan peraturan daerah serta melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Kemudian saran yang diberikan adalah Hendaknya pemerintah Kota Semarang membuat kebijakan yang melindungi benda cagar budaya dari kepentingan bisnis. Disamping itu, perlu melakukan sosialisasi mengenai arti pentingya benda cagar budaya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
STRATEGI PARTISIPATIF PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DESA (RENSTRADES ) SEBAGAI PLANWORK PELESTARIAN LINGKUNGAN PENDUKUNG CAGAR WISATA DI DESA KEBONSARI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Hidayat, Arif
Jurnal Abdimas Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil pengabdian ini concern untuk mendeskripsikan penguatan partisipasi aktif masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan pendukung cagar wisata. Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang dipilih sebagai lokus pengabdian, mengingat keberadaannya sebagai kawasan penyangga wisata dalam zonasi terluar rencana jangka panjang pengelolaan taman wisata Borobudur. Desa ini adalah penyokong produk kerajinan khas Borobudur, baik berupa relief maupun souvenir dari bahan bambu. Pelatihan ini menggunakan teknik diseminasi, pendampingan dan simulasi bagi masyarakat untuk menyusun Renstrades secara partisipatif sebagai planwork pelestarian lingkungan pendukung cagar wisata Candi Borobudur. Strategi yang digunakan adalah: (i) berbagi pengalaman dalam proses pendokumentasian rencana strategis desa; (ii) diseminasi informasi pengelolaan kolaboratif taman wisata candi borobudur; dan (iii) menjaring komitmen semua pihak untuk bekerjasama dalam pengelolaan taman wisata secara berkelanjutan. Target pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan penguatan partisipasi masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa secara terpadu sehingga dapat terdokumentasi dengan baik. Perencanaan strategis desa ini diperlukan untuk mengintegrasikan rencana pengelolaan taman wisata dan rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Magelang, dengan harapan dapat: (i) melindungi, memperluas dan menjamin ruang otonomi dan kebebasan masyarakat desa; (ii) melindungi hak-hak prakarsa masyarakat desa; (iii) menjamin partisipasi dalam proses pengambilan keputusan; dan (iv) memfasilitasi perbaikan dan pengembangan kondisi sosial politik-ekonomi masyarakat desa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9