cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
AKTIVITAS JASMANI BAGI PEKERJA (Studi Kualitas Kesehatan Fisik Pada Buruh Pabrik) K.S., Soegiyanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifkasi bentuk dan karakteristik aktivitas fisik para pekerja pabrik, karena aktivitas fisik yang monoton dalam bekerja akan menyebabkan  kejenuhan psikis, fisik dan berakibat menurunnya kebugaran jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dan kajian pustaka dan dilakukan di 6 perusahaan nasional di Kota Semarang  kegiatannya meliputi 13 unit pekerjaan. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perusahaan telah mendapat perhatian berkaitan dengan upah, lingkungan bekerja, sirkulasi udara, penerangan, dan setiap pekerja mendapatkan ruang bekerja yang layak. Ada 4 perusahaan yang mempunyai fasilitas olahraga, namun hanya diperuntukkan untuk para pimpinan berserta stafnya. AbstractThe purpose of this study is to investigate and identify the shape and physical activity characteristics of the factory workers, because of the monotony of physical activity at work will lead to saturation of psychological, physical and decreasing physical fitness. This study uses survey and literature review approach. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. The research was conducted in 6 national companies in the city, covering 13 units of work. The results of this study indicate that all companies have received more attentions relating to wages, working environment, air circulation, lighting, and every worker obtain sufficient working space. There are 4 companies that have sports facilities, but they are reserved for the leaders along with his staff.Keywords: Phisical activity; Worker; Saturation of psychological
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DUDUK DENGAN GEJALA CUMULATIVE TRAUMA DISORDERS Hastuti, Rina Puji; -, Sugiharto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja duduk dengan gejala cumulative trauma disorders (CDTs) pada tenaga kerja bagian penjahitan konveksi Aneka Gunungpati Semarang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain penelitian belah lintang. Populasi penelitian adalah pekerja bagian penjahitan konveksi Aneka sebanyak 57 orang. Sampel diambil secara purposif yaitu sebanyak 36 orang. Data dianalisis de-ngan menggunakan uji chi square. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner Nordic Body Map dan pengukuran antropometri. Berdasarkan uji chi square diketahui nilai p 0,021 pada bahu kanan, 0,011 pada bahu kiri, 0,042 pada punggung, 0,021 pada pinggang dan 0,042 pada leher bagian bawah  (p<0,05). Itu berarti ada hubungan antara sikap kerja duduk dengan gejala CTDs. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between sit work attitudes with symptoms of CTDs in labor the sewing convection Aneka Gunungpati Semarang. This type of research is a survey of analytical or explanatory research with cross sectional research design. The study population was the sewing convection Aneka workers as many as 57 peoples. Samples taken in a purposive sampling as many as 36 peoples. The data analyzed using chi square test. Instruments used in research is a questionnaire nordic body map and anthropometric measurements. Based on the chi square test, p values equal to 0,021, 0,011, 0,042, 0,021 and 0,042 for right and left shoulder backbone, waist and lower neck, respectively. It means there is a relationship between working posture sit with symptom of CTDs.Keywords: Sit work attitude; Cumulative trauma disorders; Labor
THREE DELAY MODEL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KABUPATEN CILACAP Fibriana, Arulita Ika; Azam, Mahalul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketiga model keterlambatan dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap dengan mempertimbangkan variabel status pemeriksaan dan penolong pertama persalinan sebagai faktor pe-rancu. Rancangan penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan studi kasus kendali. Jumlah sampel 30 kasus dan 30 kendali. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan analisis berstrata dengan uji Maentel Hanzel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vari-abel yang berhubungan dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap yaitu ke-terlambatan pertama (p<0,001, OR=16,43) dan keterlambatan kedua (p=0,038, OR=5,09). Variabel status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan bukan merupakan variabel perancu dalam menilai hubungan antara keterlambatan pertama dengan kematian ibu (p Mantel Haenszel <0,05). Pada keterlambatan kedua, status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan merupakan variabel perancu (p Mantel Haenszel ≥ 0,05). AbstractThis study aims to determine the role of the three delay model of maternal mor-tality in the District of Cilacap by considering variable of the check status and the first rescue for childbirth as confounding factor. Research design used survey me-thods of analytic control case study approach. The samples consist at 30 cases and 30 controls. Data was analyzed in univariate, bivariate with chi square test and analysis stratified by Maentel Hanzel test. The results showed that the variables related to maternal mortality in the district of Cilacap namely first delay (p <0.001, OR = 16.43) and the second delay (p = 0.038, OR = 5.09). The variable of prenatal care status and childbirth first helper are not a confounding variable in assessing the relationship between the delay of the first with maternal mortality (Mantel Haens-zel p <0.05). In the second delay, the status of prenatal care and childbirth first helper is a confounding variable (Mantel Haenszel p ≥ 0.05).Keywords: Three delay models; Maternal mortality; Childbirth
BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN RABIES PADA ANJING DI AMBON Wattimena, Jeany Ch.; -, Suharyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dan faktor risiko pengetahuan, sikap dan praktek tentang perawatan anjing dengan kasus rabies. Desain penelitian ini adalah kasus-kendali. Sampel penelitian ini terdiri dari 65 kasus dan 65 kendali. Sampel diambil dengan acak sederhana, uji chi square dan Odds Rasio yang digunakan dalam analisis data. Hasil studi ini menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik 52,3%, ada hubungan antara pe-ngetahuan tentang perawatan anjing rabies dengan anjing (p = 0.002, OR = 3,1). Responden dengan sikap yang baik adalah 51,5%, tidak ada hubungan antara sikap perawatan anjing rabies dengan anjing (p = 0.380 OR = 1,3). Responden dengan praktek buruk 50,8% dan ada hubungan antara praktek perawatan anjing dengan rabies (p = 0.001, OR = 8,6). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan yang kurang mengenai perawatan anjing dan praktek yang buruk perawatan anjing menjadi faktor risiko dari rabies anjing. AbstractThe objective of this study is to identify relation and risk factors of knowledges, attitudes and practices about dog cares with rabies cases. The design of this study is case-control. Samples of this study consist of 65 cases and 65 controls. Samples are taken by simple random sampling, chi square test and odds ratio used in data analysis. Results of this study show that respondents with good knowledges are 52,3%. There is a relation between knowledges about dog care with the dog rabies (p=0,002, OR=3,1). Respondents with good attitude are 51,5%. There is no relation between attitude of dog care with the dog rabies (p=0,380  OR = 1,3). Respondents with bad practice are 50,8% and there is a relation between practice of dog care with the dog rabies (p=0,001,  OR=8,6). In conclusion, the knowledge about dog care and bad practice of dog care becomes the risk factor of the dog rabies.Keywords: Risk factors; Dog care; The dog rabies
HUBUNGAN SANITASI RUMAH DENGAN ANGKA BEBAS JENTIK AEDES AEGYPTI Sukowinarsih, Tur Endah; Cahyati, Widya Harry
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi rumah dengan kejadian demam berdarah (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian kasus kendali. Pengambilan sampel dilakukan dengan acak. Data diolah dengan menggunakan uji chi square. Faktor-taktor yang memiliki hubungan dengan kejadian DBD adalah jentik pada bak mandi, jentik pada tempayan, dan pakaian yang menggantung. Sebaliknya faktor-faktor yang tidak mempengaruhi adalah intensitas pencahayaan, keberadaan jentik pada tempat minum burung, dan keberadaan jentik pada kontainer bekas. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between home sanitary with dengue incidence in the center for medical public services of Semarang City. This research is a case-control study design. Samples were taken using random sampling. The data obtained were processed using chi square test. Factors that have a relationship with dengue evidence are the mosquito larvae in the tub, larvae in jar, and hanging clothes. Conservely, factors that do not affect are the intensity of illumination, the presence of larvae in the drinking bird, and the precence of larvae in the used containers.Keywords: Home sanitary; DBD Incidence; Mosquito larvae
PERSEPSI ORANG DENGAN HIV DAN AIDS TERHADAP PERAN KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA Kamila, Naila; Siwiendrayanti, Arum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi orang dengan HIV AIDS (ODHA) terhadap peran kelompok dukungan sebaya (KDS) dan implikasi dari persepsi tersebut pada pelaksanaan terapi Antiretroviral (ARV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus kepada ODHA anggota KDS Semarang Plus. Subyek ditentukan secara purposif dan didapatkan 15 buah (4 ibu rumah tangga, 1 waria, 1 anak, dan 9 pecandu yang telah atau pernah menjalani terapi ARV). Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan semua subyek memiliki persepsi positif terhadap peran KDS, dan KDS memiliki peranan bagi mereka untuk patuh melaksanakan terapi ARV. Sebagian besar subyek menyatakan bahwa keyakinan diri mereka, dan kerentanan atas penyakit menjadi faktor lain yang menentukan pelaksanaan terapi ARV. Implikasi dari persepsi subyek terhadap status terapi ARV adalah 13 subyek patuh melaksanakan terapi ARV dan 2 subyek yang telah putus terapi ARV, memiliki keinginan memulai lagi terapi ARV dan memiliki keyakinan untuk  patuh melaksanakannya. AbstractThe research was conducted to determine the perception of peoples with HIV AIDS (PLWHA) on the role of peer support group (KDS) and the implications of these perceptions on the implementation of antiretroviral therapy (ARV). This study used a qualitative approach with case study method to PLWHA members of KDS Semarang Plus. Determination of the subjects in a purposive way and obtained 15 subjects (4 housewife, a transvestite, a son, and 9 addict who has or had undergone antiretroviral therapy). Data were collected through in-depth interviews. The results showed all subjects had positive perceptions of the role of peer support groups, and peer support groups have a role for them to obediently carry out the ARV therapy. Most subjects stated that their self-confidence, and susceptibility of disease is another factor that determines the implementation of ARV therapy. The implications of the subject’s perception of the status of antiretroviral therapy were 13 subjects dutifully implement ARV therapy and 2 subjects who had broken up antiretroviral therapy, have a desire to resume antiretroviral therapy and have the confidence to carry it out obediently.Keywords: Perception; Peoples with HIV AIDS; Antiretroviral therapy
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU -, Murtantiningsih; Wahyono, Bambang
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. Angka kesembuhan tuberculosis (TB) Paru di Puskesmas Purwodadi 1 masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari faktor-faktor yang berhubungan de-ngan kesembuhan penderita TB Paru di Puskesmas Purwodadi I. Penelitian ini menggunakan desain kendali kasus. Populasi kasusnya adalah penderita TB paru BTA positif yang dinyatakan tidak sembuh. Populasi kendali yaitu pen-derita TB paru BTA positif. Sampel kasus dan kendali berjumlah 25 orang yang diperoleh dengan teknik acak sederhana. Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kesembuhan penderita TB paru yaitu status gizi, pendapatan, keteraturan berobat dan faktor yang tidak berhubungan yaitu  penyuluhan oleh petugas kesehatan, jenis kelamin, pendidikan dan dukungan PM. AbstractPulmonary tuberculosis (TB) becomes a major public health problem. Pulmonary TB cure rate in the health center Purwodadi 1 is still low. The purpose of this study is to identify the factors associated with cure of TB patients at health centers Pulmonary Purwodadi I. This study used a case-control design. Population case is smear positive pulmonary TB patients who otherwise recover. The control population are patients with smear-positive pulmonary TB. Samples of cases and controls amount of 25 peoples are obtained by simple random sampling technique. The results show that factors related to the healing of pulmonary tuberculosis patients are nutritional status, income, regularity of treatment and factors not related to are the counseling by health, sex, education and PM support.Keyword: Recover risk factor; Pulmonary TB; Positive BTA
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR TIMAH HITAM DALAM DARAH Nurbaya, Fiqi; Wjayanti, Yuni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif Pb adalah penyebab potensial peningkatan akumulasi kan-dungan Pb dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kadar Pb dalam darah petugas operator SPBU 44.502.02 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan belah lintang. Populasinya adalah semua petugas operator SPBU 44.502.02 Semarang yang juga sebagai sampel. Instrumen penelitian ini adalah atomic absorbtion flame emision spectrophotometer, timbangan injak, microtoice, dan kuesioner. Dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang mempengaruhi kadar timah hitam dalam darah adalah usia, masa kerja, status gizi, dan kebiasaan merokok. AbstractNegative impact of Pb is a potential cause in increasing accumulation of Pb content in the blood. The purpose of this study was to determine risk factors associated with levels of Pb in blood of oil pump station operators 44.502.02 Semarang. This type of research is a descriptive analytic cross sectional approach. Its population are all Semarang 44.502.02 oil pump station operators who also serve as samples. These research instruments are absorbtion flame atomic spectrophotometer emision, scales underfoot,  microtoice, questionnaires. In  conclusion, the  factors influencing the content of black Pb in blood are age, duration of work, nutritional status, and smoking habits.Keywords: Age; Duration of work; Pb
FAKTOR PREDIKSI HASIL UJI TUBERKULIN POSITIF ANAK SD Nurlaela, Sri; P., Dyah Umiyarni; S.R., Dwi Sarwani; Wati, Erna Kusuma; Rahardjo, Setyowati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) menjadi ancaman global karena hampir sepertiga penduduk dunia terinfeksi M. tuberculosis. Uji tuberkulin  merupakan diagnosis yang penting untuk mengetahui adanya infeksi M. tuberculosis pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi faktor-faktor dalam memprediksi uji tuberkulin positif. Faktor prediksinya yaitu karakteristik anak (umur, jenis kelamin), karakteristik orang tua (pendidikan, pekerjaan orang tua), dan ukuran rumah. Penelitian ini adalah studi kendali di sekolah dasar di Kabupaten Cilacap  bulan September-Desember 2008. Populasi dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kendali. Sampel kasus adalah anak dengan uji tuberkulin ≥10 mm sedangkan kendali yang memiliki uji tuberkulin 0–9 mm yang dipilih dengan sampling acak proporsional. Hasil uji tuberkulin adalah data sekunder dari survei dan data primer didapatkan dengan pemeriksaan. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor yang dapat digunakan untuk memprediksi uji tuberkulin positif adalah BCG scar dan umur. AbstractTuberculosis becomes a global threat because nearly a third of world population infected with M. tuberculosis. Tuberculin test is an important diagnosis to rule out infection of M. tuberculosis in children. The purpose of this study to explore the factors in predicting a positive tuberculin test. Predictive factors of child characte-ristics (age, sex), parental characteristics (education, occupation of parents), and the size of the house. This research is the study of control in an elementary school in the district of Cilacap, September up to December 2008. The population is divided into treatment and control groups. The case samples are children with tuberculin test ≥ 10 mm while the control have a tuberculin test 0-9 mm are selected by proportional random sampling. Tuberculin test results of the survey is a secondary data and primary data obtained by the intervention. The results of this study are factors that can be used to predict a positive tuberculin test is a BCG scar and age.Keywords: Tuberculin test; Primary school kid; Tuberculosis
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEIKUTSERTAAN PENYULUHAN GIZI DENGAN PERILAKU DIIT -, Wakhidiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin baik mutlak maupun relatif. Diit masih merupakan pengobatan utama pada penatalaksanaan diabetes. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan keikutsertaan penyuluhan gizi dengan perilaku diit  pasien DM tipe II. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan studi belah lintang. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe II di Klinik DM RSJ. Prof. dr. Soe-royo Magelang tahun 2010 sebanyak 63 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, lembar pencatatan, profil rumah sakit dan data pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan keikutsertaan penyuluhan gizi  dengan perilaku diit pasien DM tipe II. AbstractDiabetes mellitus (DM) type II is caused by increased blood sugar levels due to insulin deficiency both either absolute or relative terms. Diit is still the main treatment in the management of diabetes. Problems in this study are a relationship between the level of knowledge, attitude and participation of nutrition counseling with behavioral diit type II diabetic patients. This type of research is a survey of analytic approach of cross sectional study. The study samples are of type II diabetic patients in psychiatric hospital DM clinic. Prof. dr. Soeroyo Magelang in 2010 amount of 63 respondents. The instruments used are a questionnaire, recording sheets, profiles of hospital and patient data. The result of this study exhibits a significant association between the level of knowledge, attitude, and participation of nutrition counseling with behavioral diit type II diabetic patients.Keywords: Knowledge; Attitude; Diabetes Melitus Type II

Page 1 of 59 | Total Record : 584