cover
Contact Name
Holy Rafika Dhona
Contact Email
holy.rafika@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.komunikasi@uii.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 1907848x     EISSN : 25487647     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal Komunikasi is a peer-review journal published by Department of Communication Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. We welcome all contributions on the following topics: media, journalism, strategic communication and all field related to communication studies. The article that uses critical theories/perspectives and encourages the spirit of empowerment would be more preferred.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015" : 9 Documents clear
Jurnalis dan Jurnalisme dalam Fenomena Kontemporer Yudhapramesti, Pandan
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art9

Abstract

Secara global, jurnalisme telah berkembang dari waktu ke waktu, sejalan dengan perubahan berbagai aspek dalam masyarakat, seperti sosial, budaya, politik, agama, ekonomi, termasuk teknologi komunikasi. Demokrasi sering menjadi kambing hitam keterbatasan ruang gerak piers atau praktik-praktik jurnalisme. Di Indonesia, runtuhnya ordebaru telah memberikan kesempatan bagi pers yang Iebih demokratis. Namun eksistensi pers, jurnalisme, serta jurnalis-jurnalis yang berkecimpung di dalamnya justru terancam melemah karena kelemahan beradaptasi pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di riegara-negara dengan tingkat konektivitas internet yang baik, internet telah mengubah cara orang-orang berkomunikasi secara dramatis. Terjadi dialektika antara perkembangan TIK dan perubahan sosial, termasuk pada perubahan cara-cara produksi dan konsumsi media, serta berubahnya praktik-praktik jurnalisme dalam berbagai aspek. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, jika orang orang telah demikian mudah saling bertukar informasi, masihkah jurnalisme diperlukan? Jurnalisme hanya akan tetap eksis bila mampu beradaptasi dan responsif terhadap perubahan. Makalah ini menyoroti berbagai fenomena kontemporer terkait adaptasi terhadap perubahan tersebut mencakup a) spirit, ideologi, dan pendekatan; b) kemampuan menggali, mengolah karya, dan menyampaikan karya kepada khalayak, c) pemahaman tentang medium penyampai pesan, d) pemahaman atas perilaku khalayak serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat baik dalam konteks lokal maupun global. Kemampuan beradaptasi pada elemen-elemen perubahan tersebut akan menentukan eksis tidaknya jurnalisme.
Urgensi Perubahan Kebijakan untuk Penegakkan Independensi Media di Indonesia Mr, Darmanto
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art4

Abstract

Independensi media massa di Indonesia terutama dalam memberitakan isu-isu politik kekuasaan seperti Pemilihan Umum, telah menimbulkan kekhawatiran banyak pihak karena dirasakan dapat mengancam kehidupan demokrasi. Hasil penelitian sejumlah Iembaga mengenai kineija pemberitaan media massa cetak dan elektronik pada waktu mjenjelang, saat berlangsungnya, dan pasca Pemilihan Umum Legislatif serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 menunjukkan adanya kecenderungan sebagian besar media tidak independen. Akibatnya, media terbelah menjadi dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan dan pada akhirnya keterbelahan itu merembet ke masyarakat. Akan tetapi, upaya untuk menegakkan independensi media di Indonesia ternyata tidak mudah karena ada banyak faktor penghambat. Salah satu faktor penghambat yang besar pengaruhnya ialah produk kebijakan yang ada masih sangat lemah. Sehubungan dengan itu perlu adanya perubahan kebijakan yang dapat mendorong terwujudnya penegakkan independensi media di Indonesia
Praktik Multimedia dalam Jurnalisme Online di Indonesia (Kajian praktik wartawan multimedia di cnnindonesia.com, rappler.com, dan tribunnews.com Adzkia, Aghnia R.S
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art5

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa jurnalisme berkembang jauh lebih pesat. Cara menyampaikan pesan melalui media pun berubah, tidak lagi monoplatform tetapi multiplatform yang mengintegrasikan tulisan, audio, dan video. Jurnalisme online yang ditopang oleh internet menuntut wartawan untuk bisa menulis, memotret, membuat berita video, bahkan berinteraksi lebih jauh dengan audiens. Seorang wartawan mesti bisa melakukan berbagai kerja tersebut sekaligus dalam satu waktu peliputan. Mereka juga harus paham karakter audiens yang akan mengonsumsi produk jumalistiknya. Penyajian melalui berbagai platform memudahkan persebaran dan memperluas keterbacaan. Meski perkembangan teknologi masih menyisakan perdebatan terkait etika dan nilai jurnalistik, tetapi praktik multimedia terus berkembang. Tak bisa dipungkiri, wartawan multimedia menemukan tantangan seperti pengelolaan waktu, keterbatasan alat, dan adaptasi dengan lingkungan sekitar. Terlebih, pakar mengkritik karaketer media online yang mengedepankan kecepatan berita. Alhasil, menjadi penting bagi wartawan multimedia untuk tetap berpedoman pada etika jurnalistik yang menekankan pada verifikasi dan akurasi berita. .Dengan melakukan studi pustaka dan wawancara mendalam kepada wartawan-wartawan di tiga media yaitu cnnindonesia.com, rappler.com, dan tribunnews.com, artikel ini berusaha mengelaborasi implementasi multimedia dalam perkembangan jurnalisme online di Indonesia dan bagaimana dampaknya terhadap perubahan yang teijadi di ruang redaksi dan cara kerja wartawan di lapangan. Dari penelitian ini ditemukan fakta empat wartawan telah menerapkan prinsip multimedia dengan menghasilkan setidaknya dua jenis produk jurnalistik berupa teks dan video saat liputan
Potret Organisasi Jurnalis Pasca Orde Baru di Daerah Istimewa Yogyakarta Masduki, Masduki
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art6

Abstract

Association of journalists is one of the press freedom pillars. Up to 15 years after the collapsed of New Order regime, there has been no comprehensive studies related to the performance of journalists association in maintaining the press freedom, professionalism o/j their members and engagement in public issue advocacies. This paper describes the results of research on the portrait of journalist organizations in Yogyakarta, using qualitative method throughout the months ofMay-June 2015. This research found that two models: formal and nonp-formal associations existed, with the tendency of different solidity and independence. In addition to the lack of membership loyalty and funding, internal ego of the organization in carrying out the mission is a serious problem in the future.
Smartphonisasi Agama: Transformasi Perilaku Beragama Perempuan Urban di Era Digital Setiansah, Mite
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art1

Abstract

Sebelum teknologi digital, termasuk smartphone menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, aktivitas beragama lebih merupakan bagian dari urusan privat daripada publik. Hampir semua agama mengajarkan bahwa ritual keagamaan baik yang dilakukan secara vertikal antara manusia dengan Tuhannya maupun secara horisontal antara manusia dengan manusia hendaknya dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pahala dari Tuhan. Pamer keshalehan menjadi semacam tabu untuk dilakukan. Namun kini, smartphone telah mlelahirkan kultur baru dimana perilaku beragama tidak lagi merupakan urusan pribadi manusia dengan Tuhannya, namun juga menjadi bagian dari aktivitas yang biasa dipajang di ruang display media, khususnya smartphone. Praktek beragama kemudian mengalami smartphonisasi ketika karakteristik dan logika smartphone kemudian telah turut membentuk praktek beragama di era digital ini. Menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi penelitian ini mencoba mengungkapkan bagaimana transformasi perilaku beragama di kalangan perempuan urban
Problematika Pengembangan Praktik Jurnalisme Lembaga Penyiaran Publik Hermawan, Anang
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art7

Abstract

Tulisan ini berusaha mengelaborasi dinamika dan problematika praktik jurnalistik pada salah satu lembaga penyiaran publik, yakni LPP RRI. Isi telaah didasarkan pada beberapa studi yang penulis lakukan di beberapa stasiun RRI, antara lain di wilayah meliputi Gorontalo, Manokwari, Batam, dan Makassar; termasuk pula beberapa studi serupa oleh Tim Peneliti RRI di kota lain pada tahun 2011-2012. Secara umum, pengakuan eksistensi ijembaga Penyiaran Publik sejak satu dekade silam belum diikuti oleh praktik penyiaran yang independen dan memberi layanan informasi yang optimum untuk masyarakat. Pada tingkat praksis jurnalistik, sekalipun kehadirannya pada kawasan terpencil dan perbatasan siaran RRI masih diminati, praktik jurnalisme penyiaran di kedua lembaga tersebut pada umumnya masih belum mampu menjadi pilihan publik. Permasalahan yang dihadapi berkisar pada rendahnya kualitas implementasi manajemen redaksional, termasuk di dalamnya ketersediaan sumber daya yang memadai; perhatian terhadap infrastruktur, serta pengarusutamaan siaran jurnalistik RRI untuk menjadikannya sebagai institusi pers dan penyiaran yang independen. Sebagai karya hasil observasi dan dokumentasi lapangan, tulisan ini tidak berpretensi melakukan kajian dokumentatif terhadap kinerja karya jurnalistik pada siaran-siaran berita yang dihasilkan oleh radio-radio yang dikaji, melainkan lebih pada problematika kelembagaan dan persoalan lapangan dalam konteks pelaksanaan praktik jurnalisme penyiaran di RRI.
Fenomena Penyimpangan Profesi Jurnalis Hidayat, Dadang Rahmat; Abdullah, Aceng
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art2

Abstract

Reformasi di Indonesia membawa iklim demokrasi yang makin terbuka, artinya tidak harus orang yang berasal dari pendidikan jurnalistik, namun saking terbukanya di beberapa tempat tidak ada saringan terhadap profesi ini. Fenomena seperti ini sangat mungkin terbuka adanya potensi penyalahgunaan profesi yang berkedok jurnalis. Tulisan yang dihimpum melalui action research dengan metode kualitatif ini ini akan mengungkap beberapa fenomena penyalahgunaan profesi wartawan, khususnya untuk memperoleh penghasilan dengan menggunakan profesi wartawan sebagai kedok, antara lain dengan melakukan ancaman memberitakan sesuatu yang dilakukan oleh narasumber atau objek berita yang pada akhimya meminta sejumlah imbalan agar masalah yang menimpa narasumber tidak dipublikasikan atau meminta paksa profil dan aktivitas narasumber untuk dipublikasikan kemudian meminta jasa atas publikasi tersebut. Kekurangpahaman narasumber atau masyarakat tentang profesi wartawan itu sendiri makin menyuburkan praktek penyimpangan profesi wartawan.
Jurnalisme Bencana di Indonesia, Setelah Sepuluh Tahun Nazaruddin, Muzayin
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art8

Abstract

Indonesia adalah salah satu negeri rentan bencana. Ketika sebuah bencana teijadi, masyarakat selalu ingin tahu tentang berbagai hal mengenai bencana tersebut, misalnya tentang penyebab, korban, kerugian, dampaknya secara luas, penanggulangan, dan lainnya. Dalam situasi ketidakpastian yang ditimbulkan bencana, kebutuhan masyarakat terhadap berita-berita bencana akan meningkat tajam. Kebutuhan informasi seputar bencana yang meningkat tajam ini menggerakkan liputan bencana yang intensif dari media mass a. Media- media di Indonesia masih menunjukkan euforia saat memberitakan bencana. Sebagian besar media hanya mengeksploitasi bencana sebagai ‘kisah satir yang menghibur’, dengan bjerbagai praktik dramatis asi, demi kepentingan akumulasi modal semata.
Membaca Media Daring, Mengikuti Media Sosial: Di Mana Etika? Ispandriarno, Lukas S.
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art3

Abstract

Berita di media dalam jaringan (online) memanfaatkan sensasi, misalnya dalam berita kematian mahasiswi. Penggunaan bahasa berupa diksi yang “wah,” penyebutan identitas lengkap, tidak mengindahkan kode etik jumalistik serta tidak menunjukkan empati pada korban. Dalam isu yang sama, kematian tidak wajar seorang mahasiswi, pesan atau gambar di media sosial juga cenderung sensasional. Ada unsur pornografi atau perendahan martabat perempuan dalam bermedia sosial memanfaatkan WhatsApp. Etika jurnalistik seharusnya memasukkan perspektif gender

Page 1 of 1 | Total Record : 9