cover
Contact Name
Ketut Sudarma
Contact Email
jdm.unnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jdm.unnes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Manajemen
ISSN : 20860668     EISSN : 23375434     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Dinamika Manajemen [p-ISSN: 2086-0668 | e-ISSN: 2337-5434] issued by the Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang, Indonesia, periodically (every 6 months) in March and September with the aim of disseminating information about the study of knowledge management in the form of conceptual studies and research results.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)" : 18 Documents clear
ARRANGING THE INDEX OF CORPORATE GOVERNANCE -, Surifah
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.444 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2483

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun indeks yang dapat menilai pelaksanaan tata kelola perusahaan seperti yang tertulis dalam laporan tahunan. Hal ini disebut indeks pengungkapan tata kelola perusahaan. Pengaturan indeks didasarkan pada pedoman operasional tata kelola perusahaan yang baik (KNKG, 2006), literatur pada pemerintahan, hasil penelitian, dan undang-undang resmi tentang tata kelola perusahaan. Ada dua kelompok sampel. Kelompok sampel yang pertama telah dinilai oleh penilai tata kelola perusahaan dan kelompok sampel kedua belum dinilai. Nilai t-test membuktikan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok sampel. Ini berarti bahwa hasil dengan menggunakan indeks ini, mirip dengan hasil penilaian oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dalam operasi tata kelola perusahaan. Hal ini juga membuktikan bahwa indeks pengungkapan tata kelola perusahaan dalam penelitian ini mampu menjadi proksi corporate governance di luar jangkauan perusahaan bank, asuransi, dan perusahaan pembiayaan di Indonesia. The objective of the research is to arrange an index which is able to assess the implementation of corporate governance as written in the annual report, which is called disclosure index of corporate governance. Arranging Index is based on operational guidelines of good corporate governance (KNKG, 2006), literatures on governance, research results, and official laws on corporate governance. There are two groups of samples. The first one has been assessed by corporate governance assessor and the second one has not been assessed yet. The t-test score proves significant difference between the two groups of samples. It means that the result by using the index is similar to the assessment result by IICG in corporate governance operation. It also proves that the disclosure index of corporate governance in the research is able to be corporate governance proxy in companies beyond bank, insurance and finance companies in Indonesia.
ANALISIS FAKTOR DAYA SAING DI KABUPATEN SEMARANG Handriani, Eka
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.097 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2484

Abstract

Jika perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumberdaya maka perusahaan mampu menghasilkan sustained competitive advantage. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa faktor internal dan eksternal, keterampilan pengusaha dan strategi yang diterapkan dalam UKM Kabupaten Semarang berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif baik secara simultan dan parsial. Pengusaha mikro memiliki potensi besar dalam ekonomi nasional dan lokal sesuai dengan periode pasar bebas. Namun, etos dan persaingan masih dalam tingkat rendah. Penyebab utama dari masalah ini berasal dari faktor tenaga lingkungan, di antaranya adalah faktor internal dan eksternal keterampilan pengusaha, strategi, dan etos. Sebuah strategi yang akurat diperlukan untuk memecahkan masalah ini. Penelitian ini dilakukan pada 60 pengusaha mikro melalui empat variabel dependen dan satu variabel independen dengan menggunakan alat analisis statistik program SPSS. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal, keterampilan pengusaha, strategi dan etos telah signifikan berpengaruh pada keunggulan kompetitif yang diterapkan oleh pengusaha mikro di Kabupaten Semarang secara parsial maupun simultan. The purpose of this research is to attest that internal and external factor, entrepreneur skill and strategy which applied in the UKM of Kabupaten Semarang are influence to the competitive advantage simultaneously and partially. Micro entrepreneur has great potency in the national and local economic according to this free market period. However, it is ethos and competition still in the low level. The main cause of this problem come up from environmental exertion factor, among them are internal and external factor the entrepreneur skill, strategy, and ethos. An accurate strategy is needed to solve this problem. This research has been done on 60 micro entrepreneurs through four dependent variables and one independent variable using to SPSS statistic program. The result shown that internal and external factor, entrepreneur skill, strategy and ethos has significant influenced on the competitive advantage that applied by the micro entrepreneur in Kabupaten Semarang partially or simultaneously.
ANALISIS KENDALA POTENSIAL PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT HOTEL PLAZA SEMARANG -, Hendrajaya
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.08 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang terbentuk dari kendala penerapan Total Quality Management (TQM), sebagai upaya untuk menganalisis masalah-masalah potensial dari penerapan TQM di Hotel Plaza, Semarang. Sampel dari penelitian ini sejumlah 65 karyawan Hotel Plaza, Semarang yang terdiri dari manajer dan staf. Teknik analisis menggunakan Faktor Analisis. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kendala potensial dari implementasi TQM dapat disimpulkan menjadi lima faktor, yaitu faktor inkonsistensi, visi-misi, transformasi budaya, manajerial dan manajemen kualitas. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa peningkatan fungsi-fungsi korporat melalui optimalisasi kualitas sebagai strategi bisnis dan orientasi pada kepuasan konsumen dengan melibatkan seluruh anggota organisasi, akan menjadi dasar untuk memaksimalkan daya saing perusahaan dalam hal produk, layanan, SDM, lingkungan dan seluruh proses yang dapat mendukung upaya perbaikan produktivitas. This study aims to determine the constraint factors and to analyze the potential problems of TQM implementation of Plaza Semarang Hotel. The sample of 65 employees of TQM implementation of Plaza Semarang Hotel, consist of managers and staffs. Factor analysis is used to achieve the results of the potential constraint implementation of Total Quality Management which can be summarized into five factors, they are: the factor of inconsistencies, the factor of vision and mission, cultural transformation factors, managerial factors and the factors of quality management. In order to increase the corporate functions through the optimization of quality as a business strategy and to achieve customer satisfaction, this study suggests that all members of the organization should be involved by the company as on-going basis to maximize the competitiveness of the organization on products, services, human resources, environment and all processes that support productivity improvement.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN KEJURUAN -, Rintar
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.189 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2486

Abstract

Kepuasan konsumen dapat dimaknai sebagai tanggapan konsumen atas penilaian suatu produk atau pelayanan, yang mana dapat memberikan tingkat hubungan konsumsi yang dapat memuaskan konsumen. Permasalahan penelitian ini tentang apakah dimensi kualitas layanan (reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible) memiliki hubungan positif dengan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian untuk menguji hubungan kualitas jasa dengan kepuasan konsumen pada (LPK) di Kota “X”. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang menjadi peserta kursus pada LPK di Kota “X”. Pengambilan sampel dilakukan melalui kriteria purposive sampling yaitu sejumlah 88 responden. Untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas data maka dilakukan analisis faktor dengan metode confirmatory factor analysis dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi rank spearman. Metode analisis data menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan seperti reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangible memiliki hubungan positif dengan kepuasan konsumen artinya semakin baik dimensi kualitas layanan diterapkan maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen. Consumer satisfaction can be interpreted as a response to consumers’ assessment of a product or service, which can provide a level of relationship that satisfy consumer consumption. The problem of research whether service quality dimensions (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible) had a positive relationship with customer satisfaction. The purpose of research to examine the relationship of service quality with customer satisfaction at (LPK) in the City “X”. Respondents in reseach are all consumers who participated in a course on the LPK in the City “X”. Sampling was done through purposive sampling criteria are a number of 88 respondents. To determine the validity and reliability of the data by the Confirmatory Factor Analysis and reliability, then analyzed using Spearman rank correlation analysis. The results showed that the dimensions of service quality as (reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangible) positively related to customer satisfaction means that the better the dimensions of quality of service applied then further improve customer satisfaction.
FAKTOR-FAKTOR KETIDAKPATUHAN WAJIB PAJAK Yudo Jayanto, Prabowo
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.024 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh karakteristik individu, kondisi keuangan dan iklim organisasi terhadap ketidakpatuhan wajib pajak. Karakteristik individu merupakan perilaku yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu manajemen. Karakteristik individu akan terefleksikan pada sikap, norma subjektif, kewajiban moral, pengetahuan tentang pajak, niat, dan ketidakpatuhan serta persepsi tentang kondisi keuangan perusahaan dan persepsi tentang iklim organisasi. Self assesment merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa self assesment system akan efektif apabila kondisi kepatuhan sukarela masyarakat telah terbentuk. Metode penelitian yang digunakan adalah SEM dengan menggunakan Smart PLS. Dengan menggunakan sampel wajib pajak perusahaan industri pengolahan kelas menengah yang terletak di Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya variabel Norma subjektif yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan wajib pajak. This study aims to determine the influence of individual characteristics, financial conditions and organizational environment toward taxpayer compliance. Individual characteristics are possessed by one’s behavior in managements. Individual characteristics will be reflected in attitudes, subjective norms, morals obligation, knowledge of tax and non-compliance intentions and perceptions of a company’s financial condition and perception of organizational environment. Self-assessment is one way to improve taxpayer compliance in carrying out its obligations. Past research has stated that self-assessment system will be effective if the condition of voluntary compliance has been formed. The Smart PLS SEM is the method that is used by using a sample of taxpayers of middle-class manufacturing company which is located in Malang. The results show that the only variables that influence the subjective norm taxpayer non-compliance.
LABA, ARUS KAS OPERASI DAN AKRUAL SEBAGAI PENENTU LABA OPERASI MASA DEPAN Nuraina, Elva
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.778 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2488

Abstract

Penelitian ini menguji dampak dari pendapatan operasional, arus kas operasi dan akrual terhadap laba operasi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2006-2007. Laba masa depan perusahaan adalah hal yang sangat penting untuk menilai tingkat pengelolaan suatu perusahaan. Variabel-variabel yang dapat digunakan untuk prediksi laba perusahaaan di masa depan penting untuk diketahui karena akan berdampak pada keputusan investasi para investor. Adapun sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2007, yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa laba operasi, arus kas operasional, serta akrual memiliki pengaruh signifikan terhadap laba operasi masa depan. This research examined the impact of operating income, operating cash flow and accruals on future operating income for a sample of manufacturing company listed in Indonesian Stock Exchange over the period of 2006 to 2007. The Company’s future earnings are very important aspect in determining the company’s stock price. In addition, the prediction of company’s profit in the future is essential to be investigated since it has investment decision impact. Purposive sampling method is applied as sampling technique of this study. The results show that operating income, operating cash flow and accrual have significant influence on the firm future operating income.
VARIABEL ANTISEDEN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) Fadhila Sena, Tety
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.244 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior pegawai Dinas Koperasi dan UMKM. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Koperasi dan UMKM yang berjumlah 136 dengan sampel sebanyak 58 responden. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Sedangkan metode analisis datanya menggunakan analisis deskriptif presentase, analisis regresi berganda dan pengujian hipotesis melalui uji simultan dan uji parsial. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang positif antara komitmen organisasi dengan OCB. Terdapat pengaruh yang positif kepuasan kerja dengan OCB sebesar dan terdapat pengaruh yang positif variabel komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap OCB pegawai. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap OCB. This study aims to determine how much the influence of organizational commitment and job satisfaction toward Organizational Citizenship Behavior (OCB) of Cooperatives and SME employees. The study population was all employees of the Office of Cooperatives and SMEs, amounting to 136 with a sample of 58 respondents. The stratified random sampling is used as sampling method. Method of data collection is done by questionnaire. While the methods of data analysis using percentage descriptive analysis, multiple regression analysis and hypothesis testing through simultaneous testing and partial test. The results of the study are: the effects of organizational commitment toward OCB positively, the influence on job satisfaction toward OCB positively, and the influence on the variable of organizational commitment and job satisfaction toward OCB employees positively. The results of this study concluded that there is the influence of organizational commitment and job satisfaction toward OCB.
PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA RSUD KABUPATEN KEBUMEN Dwi Handayani, Bestari
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.977 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur kinerja perusahaan di RSUD Kebumen, yang selama ini menekankan pada aspek keuangan. Penilaian tersebut kurang menggambarkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, karena hanya menilai kinerja jangka pendek dan mengabaikan aset tidak berwujud. Pengukuran kinerja menggunakan metode Balanced Scorecard mempertimbangkan baik aspek keuangan dan non-keuangan. Pengukuran ini melibatkan empat perspektif, yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan perspektif pertumbuhan. Hasil analisis menunjukkan skor kinerja rumah sakit melalui empat perspektif Balanced Scorecard. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa hasil perspektif finansial dinilai baik dengan rasio efektivitas yang sesuai target. Kinerja berdasarkan perspektif pelanggan dianggap cukup baik. Namun, tingkat akuisisi pasien menurun. Berdasarkan perspektif proses bisnis internal, kinerja dinilai ideal. Tingkat produktivitas dilihat dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan rata-rata sebesar Rp24.663.959, dan kepuasan karyawan dinilai cukup baik. This study aimed to measure the performance of companies in Kebumen Hospital, which has emphasized the financial aspects. The assessment describes the lack of overall company performance, as only assess short-term performance and ignores intangible assets. Measurement of performance using the Balanced Scorecard method is to consider both aspects of financial and non-financial. This measurement involves four perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth perspective. The analysis shows the hospital performance scores over the four Balanced Scorecard perspectives. Based on the results of the study, concluded that the financial rating of good results with the corresponding effectiveness ratio target. Performance which based on the customer’s perspective is considered quite good. However, the acquisition of patient decline. Based on internal business process perspective, the ideal performance assessed. Level of productivity seen from the perspective of learning and growth average of Rp24.663.959, and employee satisfaction was considered quite good
STRATEGI PEMASARAN DAERAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PELUANG INVESTASI DI KOTA SEMARANG -, Wahyono
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.087 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2491

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan dan menganalisis strategi marketing regional sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan investasi lokal. Wilayah pemasaran pada dasarnya adalah sebuah bangunan keunggulan kompetitif sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan ekspektasi suatu daerah baik dari masyarakat daerah itu sendiri maupun pihak-pihak dari luar yang mempunyai keterkaitan dengan daerah tersebut terhadap investasi. Lebih lanjut, hal tersebut akan meningkatkan kualitas dan standarkehidupan dalam jangka panjang. Studi ini menggunakan data primer dan sekunder untuk mengidentifikasi persepsi stakeholder (karyawan, investor, pemerintah, dan komunitas) yang digunakan untuk menganalisis kebijakan yang tepat dan strategi pemasaran untuk pemerintah daerah, yang ditujukan untuk meningkatkan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang sangat menentukan kesan dan rasa tertarik mereka terhadap Kota Semarang tentang dinamika kehidupan masyarakat, sedangkan aspek potensi dan peluang dari dan di dalam dinamika masyarakat cukup besar untuk dimanfaatkan dalam pengembangan peluang investasi Kota Semarang This study aimed to describe and analyze the regional marketing strategy as an attempt to increase local investment. Regional marketing is basically a building competitive advantage as one of the efforts to improve productivity. This Reseach aims to analyze the influence of perceptions and expectations of a good area of the region itself as well as external parties that have a connection with the area of investments. It will improve the quality and standart of living in the long run. The results primary and secondary data to identify the perceptions of stakeholders (employees, investors, governments, and communities) are used to analyze the appropriate policies and marketing strategies for local government, The results showed that the variables that determine their interest and impression on the city of Semarang on the dynamics of community life, while aspects of the potential and opportunities within the community dynamics and large enough to be utilized in the development of investment opportunities
Faktor-Faktor Ketidakpatuhan Wajib Pajak Yudo Jayanto, Prabowo
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 1 (2011): March 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v2i1.2487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh karakteristik individu, kondisi keuangan dan iklim organisasi terhadap ketidakpatuhan wajib pajak. Karakteristik individu merupakan perilaku yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu manajemen. Karakteristik individu akan terefleksikan pada sikap, norma subjektif, kewajiban moral, pengetahuan tentang pajak, niat, dan ketidakpatuhan serta persepsi tentang kondisi keuangan perusahaan dan persepsi tentang iklim organisasi. Self assesment merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa self assesment system akan efektif apabila kondisi kepatuhan sukarela masyarakat telah terbentuk. Metode penelitian yang digunakan adalah SEM dengan menggunakan Smart PLS. Dengan menggunakan sampel wajib pajak perusahaan industri pengolahan kelas menengah yang terletak di Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya variabel Norma subjektif yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan wajib pajak. This study aims to determine the influence of individual characteristics, financial conditions and organizational environment toward taxpayer compliance. Individual characteristics are possessed by one’s behavior in managements. Individual characteristics will be reflected in attitudes, subjective norms, morals obligation, knowledge of tax and non-compliance intentions and perceptions of a company’s financial condition and perception of organizational environment. Self-assessment is one way to improve taxpayer compliance in carrying out its obligations. Past research has stated that self-assessment system will be effective if the condition of voluntary compliance has been formed. The Smart PLS SEM is the method that is used by using a sample of taxpayers of middle-class manufacturing company which is located in Malang. The results show that the only variables that influence the subjective norm taxpayer non-compliance.

Page 1 of 2 | Total Record : 18