Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -
Articles 346 Documents
PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDUSTRI BERBASIS EKO-EFISIENSI DI KAWASAN SIMONGAN KOTA SEMARANG

Zaenuri, Zaenuri ( Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang ) , Sudarmadji, Sudarmadji ( Fakultas Geografi UGM Yogyakarta ) , Fandeli, Chafid ( Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta ) , Sudibyakto, HA ( Fakultas Geografi UGM Yogyakarta )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan nntuk menganalisis bentuk-bentuk eko-efisiensi, serta keterkaitannya dengan pengelolaan lingkungan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan, bentuk eko-efisiensi yang dilakukan industri galvanis adalah recycle air limbah yang dihasilkan. Industri galvanis PMDN telah berhasil mendaur-ulang seluruh air limbah yang dihasilkan, sedangkan industri galvanis PMA berhasil mendaur-ulang sebanyak 1.742,2 m 3 atau 46,2 % air limbah yang dihasilkan pada tahun 2004 hingga mencapai 83,4% pada tahun 2008. Di samping itu, industri galvanis PMA telah berhasil mengelola limbah yang bernilai ekonomis, yakni zinc ash dan zinc dross selama kurun waktu 2006-2008, senilai Rp 3.488.910.000,00. Industri farmasi melakukan eko-efisiensi melalui program penghematan air, pemanfaatan kertas bekas untuk amplop gaji pegawai (reuse), penggunaan e-mail, dan pengelolaan barang bekas/limbah nonB3. Pemakaian air awal sebelum program penghematan rata-rata perbulan ± 10.000 m 3 (tahun 2000). Pemakaian air setelah program penghematan rata-rata perbulan ± 4.250 m 3 (tahun 2008) atau turun 57,5 %. Rata-rata penggunaan e-mail perbulan ± 2.500 email per bulan. Rata-rata penjualan barang bekas/ limbah nonB3 yang masih bernilai ekonomis (karton, plastik bekas, dll) ± Rp 5.750.000,00 perbulan. Industri furniture menghasilkan limbah yang bernilai ekonomis, seperti serpihan kayu, serbuk gergaji, dan sisa potongan kayu. Setiap hari rata-rata dihasilkan 30 m 3 serpihan kayu, 12 m 3 serbuk gergaji, dan 7 m 3 sisa potongan kayu. Di samping itu, dihasilkan sisa karton dan gabus rata-rata 2 m 3 per hari. Industri tekstil pemintalan menghasilkan limbah kapas dan benang, serta limbah bekas packing kapas dan serat, masing-masing 40 ton dan 10 colt perbulan, dengan nilai Rp 220.000.000,00. Dengan melakukan eko-efisiensi perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan (aspek ekologi) untuk meraih efisiensi penggunaan sumberdaya (aspek ekonomi).

Sintesis Biodiesel dari Minyak Limbah Biji Karet sebagai Sumber Energi Alternatif

Supardi, Kasmadi Imam ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) ) , Wahyuni, Sri ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) ) , Alauhdin, Alauhdin ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Biji karet hanya ditemukan sebagai limbah padat dan belum termanfaatkan sepenuhnya. Minyak limbah biji karet yang digunakan dalam penelitian ini mengandung asam lemak bebas yang tinggi, yaitu 97,77% dan mempunyai bilangan asam yang tinggi pula yaitu setara dengan 6,2 mg KOH g minyak, sehingga perlu dilakukan esterifikasi untuk menurunkan kandungan asam lemak bebasnya menjadi ester. Metanol (20% volume minyak) direaksikan dengan minyak limbah biji karet dengan katalis asam sulfat 98% (0,5% volume minyak) menjadi ester. Dalam operasi reaksi transesterifikasi, digunakan variasi optimasi katalis yaitu pada 0,5% sampai 1,5% KOH dengan suhu operasi 60 o C dalam perbandingan metanol dengan minyak 1:3 (volume), dan dengan kecepatan pengadukan yang sama, didapatkan konsentrasi metil ester yang baik pada katalis 0,75%. Uji fisis minyak limbah biji karet hasil reaksi transesterifikasi adalah Specific Gravity 0,9000, Density 919,5, Korosi Lempeng Tembaga 1b, CCR 1,361% W, Kadar Air 0,22%, Viscosity 11,53mm 2 /s, dan Flash Point 182,5 o C. Hasil uji fisis menunjukkan belum semua parameter metil ester atau biodiesel memenuhi standar biodiesel. Hasil uji Performance unjuk kerja menunjukkan biodiesel yang dicampur solar dengan perbandingan volume 20:80 memberikan hasil emisi gas buang paling bersih dan waktu pembakaran yang paling lama.

ANALISIS DAN PREDIKSI BEBAN PENCEMARAN LIMBAH CAIR PABRIK PENGALENGAN IKAN

Sahubawa, Latif ( Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar parameter pencemaran serta beban pencemaran limbah cair pabrik pengalengan ikan sardin. Manfaatnya adalah sebagai saran pertimbangan kepada industri untuk mengelola limbah cair secara profesional, menjamin kelestarian dan peruntukkan badan air penerima limbah cair, serta bahan informasi ilmiah kepada pengambil kebijakan (terutama pejabat daerah) dalam pengelolaan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan adalah neraca masa, dengan parameter pengamatan yaitu: debit limbah cair maksimum (DM) dan debit limbah cair sebenarnya (DA), serta beban pencemaran maksimum (BPM) dan beban pencemaran sebenarnya (BPA) dari parameter pH, TSS, BOD, COD, dan minyak/lemak sesuai Kepmen LH. No. 06 Tahun 2007. Berdasarkan hasil pengukuran, tercatat debit air limbah aktual (Dp) = 10,0 liter/detik, debit air limbah sebenarnya (DA) = 2.880 m 3, serta debit air limbah maksimum (DM) = 720 m 3, (jadi DA > DM). Dari hasil analisis laboratorium, kadar parameter indikator pencemaran limbah cair pabrik ikan kaleng, masing-masing: pH = 6,5; TSS = 250 mg/l; BOD 5 = 95,0 mg/l; COD = 105 mg/l; dan minyak/lemak = 0,5 mg/l. Berdasarkan hasil perhitungan, ternyata beban pencemaran sebenarnya dari masing-masing parameter (BPA-TSS, BOD 5 , dan COD) lebih besar dari beban pencemaran maksimum (BPM), kecuali lemak di mana BPA < BPM. Dengan demikian beban pencemaran limbah cair industri pengalengan untuk parameter TSS, BOD, dan COD telah melewati ambang batas baku mutu air limbah industri perikanan (Kepmen LH No. 06 tahun 2007), dan dapat menimbulkan pencemaran (merubah peruntukan) badan air penerima limbah.

PEMETAAN FAKTOR C YANG DITURUNKAN DARI BERBAGAI INDEKS VEGETASI DATA PENGINDERAAN JAUH SEBAGAI MASUKAN PEMODELAN EROSI DI DAS MERAWU

Sulistyo, Bambang ( Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ) , Gunawan, Totok ( Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada ) , Hartono, Hartono ( Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada ) , Danoedoro, Danoedoro ( Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai indeks vegetasi yang diturunkan dari data penginderaan jauh dalam pemetaan faktor C sebagai masukan dalam pemodelan erosi USLE (Universal Soil Loss Equation). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis data penginderaan jauh Landsat 7 ETM + sehingga menghasilkan berbagai indeks vegetasi yang kemudian dilakukan analisis korelasi dengan Faktor C yang diukur di lapangan pada 45 lokasi. Dari analisis ini diperoleh suatu model untuk pemetaan faktor C (C model ) dari berbagai indeks vegetasi. Peta faktor C yang diperoleh kemudian dilakukan validasi pada 48 lokasi sehingga akan diketahui keakuratan hasil pemodelan. Dalam penelitian ini dikaji 11 (sebelas) indeks vegetasi yang diturunkan dari data penginderaan jauh, yaitu ARVI, MSAVI, TVI, VIF, NDVI, TSAVI, SAVI, EVI, RVI, DVI, dan PVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 indeks vegetasi yang dikaji terdapat 8 indeks vegetasi yang menghasilkan peta faktor C dengan ketelitian yang tinggi, yaitu MSAVI, TVI, VIF, NDVI, TSAVI, SAVI, EVI, dan RVI. Indeks vegetasi yang menggunakan rumus yang lebih kompleks menghasilkan koefisien korelasi yang lebih tinggi dibanding dengan indeks vegetasi yang menggunakan rumus yang sederhana. Indeks vegetasi yang mempertimbangkan latar belakang tanah (MSAVI dan TSAVI) mempunyai koefisien korelasi lebih tinggi dibanding dengan koefisien korelasi yang tidak mempertimbangkan latar belakang tanah.

INKORPORASI TITANIA PADA MATRIKS SILIKA DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS FOTOKATALITIK TITANIA PADA DEGRADASI METIL ORANYE

Kunarti, Eko Sri ( Jurusan Kimia FMIPA-UGM Yogyakarta ) , Wahyuni, Endang Tri ( Jurusan Kimia FMIPA-UGM Yogyakarta ) , Hapsari, Indi Annisa ( Jurusan Kimia FMIPA-UGM Yogyakarta )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan preparasi dan karakterisasi nanokristal titania terinkorporasi silika (nanokomposit titania-silika) disertai dengan pengujian aktivitas fotokatalitiknya untuk degradasi metil oranye. Preparasi dilakukan melalui proses sol-gel pada suhu kamar diikuti dengan perlakuan termal pada temperatur 500 o C. Pengaruh penambahan silika terhadap karakter nanokomposit yang terbentuk telah dikaji dalam penelitian ini. Karakterisasi dilakukan dengan metode difraksi sinar-X, spektrometri inframerah, spektrometri fluoresensi sinar-X serta spektrometri uv-vis difusi reflaktansi. Proses degradasi dilakukan dengan sistem batch di dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV 40 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan matriks silika menyebabkan pembentukan ikatan cross-linking Si-O-Ti dan oxygen vacancies dalam titania. Inkorporasi titania pada matriks silika dapat meningkatkan stabilitas dan energi celah pita serta sifat fotokatalisis titania bebas.

DARI SAMPAH MENJADI UPAH: INOVASI PENGOLAHAN SAMPAH DI TINGKAT AKAR RUMPUT KASUS PROGAM BANK SAMPAH ‘SENDU’ DI KELURAHAN PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN

Winarso, Haryo ( Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung ) , Larasati, Annissa ( Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Inovasi pada awalnya dikenal dari bidang industri manufaktor, diukur dari anggaran yang dialokasikan untuk penelitan dan pengembangan dibandingkan dengan keutungan perusahaan. Saat ini inovasi dapat dilihat dalam arena pengembangan kota. Di Jakarta usaha pada akar rumput berhasil mengubah pandangan mengenai sampah dari sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan uang bagi masyarakat miskin telah dilakukan oleh program bank sampah. Dengan menggunakan indikator inovasi perkotaan yang dikembangkan dari studi literature. Makalah ini membuktikan bahwa kasus Bank Sampah Sendu tidak saja berhasil membersihkan lingkungan dari sampah, tetapi lebih dari itu program inovatif ini behasil pula menaikkan pendapatan masyarakat miskin perkotaan.

PENGARUH KEARIFAN LOKAL, LOCUS OF CONTROL, DAN MOTIVASI TERHADAP PERILAKU BERWAWASAN LINGKUNGAN PETANI DALAM MENGELOLA LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SOPPENG

Mulyadi, Mulyadi ( Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Makassar )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung kearifan lokal, locus of control, dan motivasi melestarikan lingkungan terhadap perilaku berwawasan lingkungan petani dalam mengelola lahan pertanian di Kabupaten Soppeng. Karena itu merupakan penelitian ex-post fakto yang bersifat korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah petani di Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng yang dipilih secara random sebanyak 120 orang petani. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian membuktikan bahwa motivasi melestarikan lingkungan dan perilaku berwawasan lingkungan petani masing-masing dipengaruhi secara langsung positif oleh kearifan lokal dan locus of control. Kedua variabel eksogen tersebut juga berpengaruh tidak langsung terhadap perilaku berwawasan lingkungan petani melalui motivasi melestarikan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa variabel kearifan lokal, locus control dan motivasi melestarikan lingkungan merupakan faktor yang menentukan terwujudnya perilaku berwawasan lingkungan petani.

PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BEKASI

Najmulmunir, Nandang ( Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Islam “45″Bekasi Jl. Cut Mutiah No.83 Bekasi 17113. )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penataan ruang meliputi perencanaan, pemanfaatan ruang dan pengendaliannya, diproses oleh pemerintah kabupaten mulai dari draft rencana tata ruang sampai menjadi dokumen kebijakan tata ruang. Kebijakan tersebut mengarahkan aktivitas masyarakat agar menempati ruang yang terencana dengan tujuan terencana pula. Partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan memberikan pengaruh yang besar terhadap efektivitas kebijakan ini.

APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK

Lestari, Agnes Dyah Novitasari ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Papua, Manokwari ) , Sugiharto, Eko ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ) , Siswanta, Dwi ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 3 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1) Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2) Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.

ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AT KUNING RIVER COURSE IN MERAPI VOLCANO YOGYAKARTA SPECIAL REGION

Darmanto, Darmakusuma ( Department of Environmental Geography, Faculty of Geography, Gadjah Mada University Yogyakarta Sekip Utaraya, Yogyakarta 55281 )

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This Research aims at: (a) to  study the influence of grain size and amount of sediment to the river course function and geometry, (b) analyzing the impact of the using the sediments, water and land to the river channel and (c) evaluating the current environmental management and formulating some strategies for future river management. Beside that Merapi Volcano is known as the most active volcano in the world and it is pointed as a National Park because of the amount of vegetation specieses. The methods of this research are threehold: (1) morphometrical measurement of  Kuning River e.g depth and width coupled with the analysis of the sediment (e.g  diameter, specific gravit, percentage of boulders); (2) physical-environmental aspect determination (vegetation, percentage of coverage) and (3) social-economic survey in order to determine the household improvements, level of income, socialization of sediment related hazards as well as the sand mining.   These three analysis were conducted in the framework of ecology and spatial concept. The results obtained in this research are: 1) Merapi eruptions materials diturbed the river channel geometry to an abnormal condition following the rules of ecology, also the function of river as: gathering, storage and drainage of water and sediment, 2) utilization of river courses for water supply, agriculture and mining in particular sand, rocks and boulders can be made a spatial planning arrangement and  utilization is also to improve the welfare of local society and the District, 3) evaluation management to catchment or river course is undeveloped and have not even seen, so it requires management that is based on Indonesian regulation and should also noticed the characteristics of Merapi Volcano such as lahar, nuee ardente and the dense of population in the research area.

Page 1 of 35 | Total Record : 346