cover
Contact Name
Farhan Gunawan
Contact Email
farhan@stiekesatuan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@stiekesatuan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR)
ISSN : 14119552     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) is published by Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan (STIEK). Published twice a year. JIR is a media communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of Accounting and Management
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Ranggagading" : 5 Documents clear
Kebijakan Akuntansi Atas Aktiva tetap Dalam Kaitannnya dengan Kewajaran Laba pada PT. Jasa Marga (Persero) Sutarti, Sutarti
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktiva tetap dalam suatu perusahaan, merupakan asset yang memiliki investasi cukup besar dibandingkan dengan aktiva lainnya dan mempunyai peranan yang besar dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu pengelolaan yang cermat atas aktiva tetap mejadi sangat penting, baik pengelolaan disik maupun akuntansinya. Masalah kebijakan akuntansi aktiva tetap juga merpakan hal penting karena menyangkut kewajaran laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan pada setiap periode. Maka untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengelompokkan aktiva tetap, mengevaluasi kesesuaian kebijakan akuntansi atas aktiva tetap yang dijalankan perusahaan dengan Standar Akuntansi Keuangan dan teori akuntansi dan mengetahui pengaruh penerapan kebijakan akuntansi atas aktiva tetap terhadap kewajaran laba perusahaan. PT. Jasa Marga, aktiva tetap diperoleh dengan dua cara yaitu pembelian dan pembangunan (construction). Laporan keuangan keseluruhan jenis aktiva yang ada dalam perusahaan dikelompokkan menurut jenis dan fungsinya. Dalam hal penilaian aktiva tetap perusahaan menggunakan penilaian berdasarkan nilai masukan dan pmbebeanannya kepada penghasilan berupa penyusutan juga menggunakan harga masukan. Sedangkan untuk menghitung besarnya penyusutan perusahaan menggunakan metode garis lurus. Untuk penarikan aktiva tetap dari pemakaian dapat terjadi karena aktiva tersebut rusak, dijual, diserahkan ke perusahaan patungan atau dihentikan dari pemakaiannya. Dalam penghitungan dan penyusunan laporan keuangan perusahaan telah didasarkan pada prinsip-prinsip Standar Akuntansi Keuangan dan teori akuntansi yang berlaku secara umum.
Peranan Sistem Akuntansi Biaya Terhadap Akurasi Biaya Produksi dan Sistem Pelaporan Pada PT. Bukaka Teknik Utama di Cileungsi Bogor Nurjanah, Yayuk
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya merupakan factor yang sangat penting dalam menentukan kelangsungan hidup suatu perusahaan, terutana disaat krisis yang telah mengakibatkan ambruknya sejumlah perusahaan yang berdampak meluas pda peningkatan jumlah pengangguran karena banyak perusahaan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). PT. Bukaka Teknik Utama di Cileungsi Bogor adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat-alat berat mempunyai system akuntansi biaya untuk mengendalikan biaya. Untuk menentukan harga pokok produksi suatu proyek menggunakan metode harga pokok pesanan (job order costing) karena produk yang dihasilkan berdasarkan pesanan dari klien dengan mengikuti tender. Unsure-unsur biaya yang ada adalah biaya produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik), biaya pemasaran dan biaya administrasi umum, dan bagian yang berperan dalam system akuntansi adalah : bagian pemasaran, bagian perencanaan dan pengawasan produksi, bagian produksi, bagian gudang dan bagian akuntansi. Prosedur system akuntansi biaya yang dijalankan adalah prosedur order produksi, prosedur permintaan dan pengeluaran bahan baku, prosedur pencatatan jam tenaga kerja dan biaya tenaga kerja langsung, prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik. Pengendalian biaya produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya overhead), biaya pemasaran dan biaya administrasi. Laporan yang dilakukan untuk suatu proyek adalah laporan kegiatan proyek yang melaporkan kegiatan suatu proyek dan laporan biaya produksi yang berisi tentang jumlah biaya yang diakumulasikan selama satu bulan untuk suatu proyek yang sedang dikerjakan yang dibuat oleh departemen produksi, laporan biaya produksi akan didukung oleh laporan harga pokok produksi untuk masing-masing proyek
Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada PT. Pan Travel di Jakarta Iswandi, Iswandi
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal kerja dalam perushaan bersifat terus menerus berputar. Karena keberadaan sifatnya itu maka perusahaan dalam hal ini manajer keuangan perlu memperhatikan besarnya investasi yang ditanamkan dalam unsure-unsur dari modal kerja. Unsure-unsur modal kerja yang dimaksud adalah kas, piutang dan surat berharga, persediaan dan hutang lancer. Pengelolaan modal kerja yang bai ksangat diperlukan untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu mencapai tingkat keuntungan yang maksimum. Untuk itu manajemen modal kerja bagi perusahaan perlu dikelola dengan baik agar hasil yang diperoleh bagi perusahaan menunjukkan hasil yang maksimal yang dapat dicapai oleh perusahaan, sehingga nilai perusahaan akan ikut meningkat. Investasi pada modal kerja sangat mempengaruhi jalannya operasi perusahaan sehari-hari dalam hal ini menyangkut pada profitabilitas perusahaan sehingga keuntungan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan merupakan suatu indicator bagi nilai perusahaan. Dalam hal ini, penulis mempergunakan analisa rasio, regresi, korelasi dan koefisien determinan β dan ρ untuk melihat kebenaran dan pengaruh dari modal kerja terhadap profitabilitas. Berdasarkan pada data neraca dan rugi/laba selama empat tahun dari tahun 1991 sampai tahun 1994. Penelitian ini menggunkan metode analisis kuantitatif yaitu metode yang menginteroretasikan data-data yang diperoleh dengan factor-faktor yang tampak dalam situasi yang diselidiki, dimana dapat digambarkan dan dituliskan keadaan dari perusahaan yang diteliti. Dari hasil penelitian ini didapatkan adanya pengaruh yang nyata pada profitabilitas oleh modal kerja dengan diketahui pada koefisien regresi yang positif dengan persamaan Y=-0,13122+0,170491 koefisien korelasi yaitu r=0,9190397 menurut criteria Guilford berada pada tingkat berhubungan erat dan pengaruhnya dari modal kerja terhadap profitabilitas dengan r2=82.9489% selebihnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain dengan asumsi factor yang lain tersebut tidak mempengaruhi profitabilitas dengan pengujian determinan β, t yang diperoleh lebih besar dari 2,920, maka H0 ditolak yang berarti adanya hubungan antara modal kerja dengan profitabilitas. Didukung dengan hasil dari pengujian parameter p, t yang diperoleh lebih besar dari 2,920, maka H0 ditolak yang berarti sama dengan pengujian parameter β. Dari perhitungan di atas, ternyata penggunaan modal kerja yang baik akan mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan dan dalam hal ini PT. PANTRAVEL. Penggunaan modal kerja secara efisien dan efektif dapat meningkatkan tingkat profitabilitas, ditambah dengan ditingkatkannya jumlah modal kerja dengan tujuan laba yang didapat lebih besar. Dalam hal ini perputaran modal kerja dan lamanya investasi yang tertanam jangan terlalu lama karena hal ini perusahaan akan menanggung jumlah investasi yang tertahan dan akan mengurangi profitabilitas yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan profitabilitas perusahaan yang baik menaikkan nilai perusahaan.
Suatu Perencanaan Dan Pengawasan Atas Kebutuhan Bahan Baku Guna Mendukung Jalannya Operasi Produksi Pada Pabrik Paku Pt. Tulus Sejoli Di Bogor Tobing, Maju Lumban
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berproduksi dengan biaya minimal, kualitas produk yang baik dan hasil kuantitas hasil produksi yang sangat memenuhi kebutuhan konsumen serta dapat memperoleh keuntungan maksimal merupakan tujuan setiap perusahaan sehingga perlu dibuat suatu perencanaan dan pengawasan atas kebutuhan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Ramalan penjualan adalah perkiraan atas ciri-ciri kuantitatif, kualitatif dan harga dari perkembangan suatu jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. Agar mengetahui ciri-ciri yang dimaksud maka ada beberapa tahap analisa industri, analisa sales part performance dan abalisa future performance. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya PT. Tulus Sejoli, menggunakan kombinasi dari dua jenis dan proses yaitu proses produksi secara terus menerus, karena pabrik ini selain memproduksi paku untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri. Dari hasil kegiatan produksi dari pabrik paku PT. Tulus Sejoli, diketahui bahwa jumlah ramalan penjualan untuk bulan Januari tahun 1988 adalah sebesar 439.000 kilogram paku dengan jumlah bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi sebesar 447.780 kilogram kawat paku. Hasil ramalan penjualan ini akan benar apabila segala factor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap kegiatan produksi pabrik tidak berubah (konsisten). Dari jumlah bahan baku yang dibutuhkan itu, maka kuantitas order yang ekonomis jika pimpinan pabrik ingin melaksanakan pembelian adalah sebesar 111.945 kilogram kawat paku dengan persediaan penyelamat sebesar 9.024 kilogram kawat paku. Agar pembelian yang dilaksanakan tersebut tidak mengakibatkan terjadi kekurangan maupun kelebihan dalam persediaan yang dapat merugikan perusahaan, maka pembelian bahan baku dapat dilaksanakan pada saat persediaan yang ada dalam gudang sebesar 63.537 kilogram kawat dengan asumsi lead time dan pemakaian rata-rata bahan baku tetap (tidak berubah)
A Cultural Effects Of Budgetary Participation: Indonesia Evidence Iriyadi, Iriyadi
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat perusahaan-perusahan multinasional semakin berkembang sistem pengendalian keuangan dan sistem penilaian kinerja manajemen mendapat perhatian yang sangat luas dari paa periset di bidang akuntansi karena sampai saat ini belum diperoleh hasil riset yang konsisten, oleh karena itu, para periset sepakat bahwa aspek budaya yang membentuk perilaku dan sikap individu dalam suatu organisasi harus diperhitungkan. Dengan menerapkan konsep biudaya dari Hofstede (1980), Harrison (1992, 1993) menyimpulkan dan menggeneralisasi bahwa di negara berdimensi budaya “high-power distance” dan “low-individualism” (diwakili Singapura), penetapan budget keuangan yang ketat merupakan alat yang efektif bagi atasan untuk menilai kinerja manajemen, sebaliknya di negara berdimensi budaya “low-power distance” dan “high-individualism” (diwakili Australia), penetapan budget yang ketat tidak efektif untuk tujuan tersebut. Di samping itu, Harrison menemukan bahwa partisipasi dalam penyusunan budget tidak terlalu berpengaruh terhadap kepuasan kerja (job satisfaction). Melalui replikasi metode riset yang diterapkan Harrison, hasil riset di Indonesia yang berdimensi budaya sama dengan Singapura (high-power distance dan low-individualism), sistem penilaian yang tidak menekankan pencapaian target/budget justru dapat memperbaiki kinerja manajemen, sedangkan partisipasi dalam penyusunan budget dapat meningkatkan kepuasan kerja para manajer. Dengan demikian hasil riset ini tidak mendukung pendapat Harrison, karena hasil studi di Indonesia memberikan bukti empirik yang baru bahwa penerapan sistem penilaian kinerja yang sama tidak akan efektif diterapkan pada Negara-negara yang berdimensi budaya sama sebagaimana dikemukakan Hofstede. Untuk itu karakteristik budaya Indonesia dalam kaitannya dengan sistem pengendalian keuangan dan kinerja manajemen masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5