cover
Filter by Year
BAHAS
ISSN : -     EISSN : -
Articles
686
Articles
ESL IN THE EYES OF A MIDDLE-EASTERNER: A CRITICAL REPORT ON SECOND LANGUAGE LEARNING

Ariatna, Ariatna

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This report is based on an ethnographic project which attempts to find out how someone learns a second language from a participant’s point of view. The participant was a male international student who studied in Adelaide, South Australia with a continuous experience of learning English as a second language for twelve consecutive years in his country. Using a self-designed questionnaire which is based on Spolky’s model of second language learning (1989, as cited in Mitchell & Myles, 2004, p. 8), information about the participant’s language use, learning and behaviour was gathered through a 45-minute face-to-face interview. While participation is voluntary, the confidentiality of the participant and any information provided by the participant is highly respected. The results showed that the participant’s learning experience seemed to accord with the contemporary notions of second language acquisition in relation to pronunciation, learning setting, motivation, teaching approach, and other cognitive or affective factors.

DAMPAK STRATEGI PENERJEMAHAN TERHADAP KUALITAS SUBTITLE FILM CONFESSIONS OF A SHOPAHOLIC DALAM BAHASA INDONESIA

Sirait, Novika Sari, Mono, Umar, Nurlela, Nurlela

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak penerapan strategi-strategi penerjemahan terhadap kualitas terjemahan yang dihasilkan. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen (Subtitle film Confession of A Shopaholic beserta terjemahannya) dan informan (rater dan responden). Data penelitian terdiri dari frasa, klausa dan kalimat. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Berdasarkan temuan hasil penelitian, teridentifikasi sebanyak 8 strategi penerjemahan yang didominasi oleh strategi penerjemahan transfer sebanyak 65 data (35,25%), kondensasi 54 data (25,97%), parafrasa 40 data (19,23%), penghilangan 24 data (11,54%), penambahan 19 data (9,13%), transkripsi 3 data atau (1,44%), imitasi 2 data  (0,96%), dan desimasi 1 data (0,48%). Dari 152 data yang diteliti, hasil analisis menunjukkan bahwa dampak dari penerapan strategi penerjemahan tersebut menghasilkan temuan sebanyak 79 data ( 52%) terjemahan yang akurat, 65 data (43%) terjemahan yang kurang akurat dan 8 data (5%) data yang tidak akurat. Dari aspek keberterimaannya, ditemukan 82 data (54%) terjemahan yang berterima, 62 data (41%)  terjemahan yang kurang berterima, dan 8 data (5%) terjemahan yang tidak berterima. Kemudian untuk keterbacaannya, ditemukan 86 data (57%) terjemahan dengan kategori tingkat keterbacaan tinggi dan 66 data (43%) terjemahan dengan kategori tingkat keterbacaan sedang. Strategi transfer, parafrasa, kondensasi, penambahan dan desimasi memberikan dampak yang positif terhadap keakuratan terjemahan, sementara kekurangakuratan dan ketidakakuratan disebabkan oleh penerapan strategi penghilangan, transkripsi dan Imitasi. Kekurangberterimaan dan ketidakbeterimaan disebabkan oleh penggunaan kalimat yang tidak gramatikal, dan yang menghambat pemahaman pembaca sasaran disebabkan oleh penggunaan istilah asing yang belum akrab bagi pembaca dan kata bahasa Indonesia yang belum lazim bagi pembaca.

MODULASI DALAM PENERJEMAHAN

Kudriyah, Siti

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

When translating, we should convey the source text as equivalently as possible to the respective target text. To begin with, one therefore analyzes the meaning and the stylistic intention of the source text, and tries to reconstruct its content, meaning, style and intention in the target text as accurately as possible. Cultural aspects must also be taken into account while processing the text. Translations from Indonesian to German and vice versa encounter complex differences with regard to the grammatical and lexical components of the source and target language.When translating, we should firstly take into account the guidelines for grammatical correctness of the target text, secondly the stylistic aspects and thirdly the choice of words in order to write a suitable and adequate translation. Language competence, creativity and stylistics are pivotal for professional translations, and it is therefore highly productive to analyze the equivalences, grammatical discrepancies and alterations between source and target language. The opera "Perempuan di Pinggir Danau" was translated from Indonesian into Germany “Frauen am Rande des Sees”. In this article the shifts within in the transmission of this particular translation are analyzed.

ENRICHISSEMENT DE VOCABULAIRE EN UTILISANT LA CARTE HEURISTIQUE

Sembiring, Pengadilen

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Le besoin est l’élément principal qui pousse quelqu’un pour faire une chose. Sans besoin on ne fera rien. Néanmoins l’effort d’appliquer l’apprentissage base sur la compétence a déjà augmenté la note et le résultat d’apprentissage. Le vocabulaire est un cours qui nous apprend comment enrichir la phrase et la phrase devient plus variée. L’enseignement d’un vocabulaire que l’on utilise pour connaître le sens d’un mot á partir d’un contexte. De cette manière les apprenants possèdent la compétence, non seulement de connaître le sens des mots, sans consulter le dictionnaire. Elle permet aux apprenants de savoir comment employer un mot ayant plusieurs sens grâce á la différence contextuelle. Alors, pour enseigner le vocabulaire, ce n’est pas évident, on ne peut pas traduire le vocabulaire directement, alors la méthode qui peut supporter les choses que l’auteur a déjà énuméré c’est la carte heuristique car cette méthode facilite les apprenants à mémoriser pas seulement le sens du mot mais aussi son utilisation contextuelle. L’une des méthodes contextuelles utilisables est nommée la carte heuristique.

TERJEMAHAN MAKNA ISTILAH BUDAYA PADA SUBTITLE BAHASA INGGRIS FILM SOEKARNO

Purnama Sari, Cut Mayang, Mono, Umar, Lubis, Syahron

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The translator makes a semantic adjustment as well as possible to complete the translation in translating the original meaning of SL into TL. The semantic adjustment is considered as semantic shifts. The shift of meaning occurs when there is a semantic gap caused by some cultural and conceptual differences between SL and TL. This research is a qualitative descriptive research using objective data in the form of a cultural terms contained in the subtitle of Soekarno's film. The cultural terms in the form of spoken language of Indonesian as the source language are translated into the form of English subtitle as a target language is qualified tobe a research as a product. There are 19 cultural terms (70,3%) data from 27 cultural terms as research data in SL which have specific meaning are dominantly translated into general meaning in  TL. Then, there is 2 (7.4%) data as generic – specific translation. And 6 (22,2%) data as spefic – specific translation. The translation is considered good, but the specific meaning of the SL cultural terms are conveyed only partially.

METODE ANSAMBLE KEYBOARD SALAH SATU CARA MUDAH BERMAIN PIANO

Herna, Hirza

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Piano satu-satunya alat musik yang memiliki jangkauan wilayah nada yang sangat luas mencakup tujuh oktaf bahkan bisa lebih sehingga Piano disebut sebagai the king orchestra sedangkan sebagai the quent orchestra adalah biola. Piano memiliki suara yang sangat indah, piano mampu memproduksi suara yang sangat lembut (pp=pianissimo), bahkan mampu memproduksi suara yang sangat kuat (fff=fortessissimo). Tehnik bermain piano seperti trilling, grupeto, morden, glissando dan lain sebagainya dapat dengan mudah dimainkan pada piano, yang dibutuhkan hanyalah kelincahan jari pada tuts piano saja. Memainkan piano tidaklah semudah yang kita bayangkan, dibutuhkan keseriusan tingkat tinggi, kedisiplinan tingkat tinggi, jam latihan yang banyak, kesabaran dan lain sebagainya. Jam latihan yang banyak ini merupakan salah satu kendala bagi para pemain piano. Metode ansamble keyboard adalah salah satu bentuk pembelajaran kreatifitas, membantu para pemain piano untuk bisa bermain piano secara efektif dan efisien. Cara bermainnya secara berpasangan dan bergantian pada tangan kanan dan kiri (kunci G dan kunci F) dengan menggunakan dua buah alat musik keyboard. Tujuan tulisan ini untuk membantu para pemain piano supaya mampu belajar piano secara cepat. Metode ansamble keyboard suatu pembelajaran kreatifitas sudah diujicobakan terhadap beberapa orang mahasiswa Prodi Pendidikan Musik FBS Unimed, Metode ansamble keyboard sangat baik digunakan untuk para pemain piano khususnya pemula.

ANALISIS SUMBER REFERENSI ONLINE DALAM MENERJEMAHKAN TEKS HUKUM PERJANJIAN JUAL BELI

Harriani, Hany

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sumber referensi online yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan teks hukum. Subjek dalam penelitian adalah dua orang penerjemah. Teks yang diterjemahkan merupakan teks perjanjian jual beli. Proses penerjemahan dilakukan dengan aplikasi Camtasia untuk menemukan laman web apa saja yang dirujuk penerjemah selama melakukan proses penerjemahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber referensi online yang dirujuk penerjemah antara lain adalah: Google Search sebanyak 82 kali, Proz.com sebanyak 13 kali, Google Translate sebanyak 18 kali,  the free dictionary.com sebanyak 2 kali.

SEJARAH PERKEMBANGAN MEMBACA

Dirgeyasa, I Wy.

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada dasarnya membaca adalah aktivitas belajar yang menyenangkan untuk membangunkan rakasaa (otak) yang tidur. Dengan membaca, maka otak akan terangsang dan kognisi berkembang.Di samping itu, membaca juga mampu mengoptimalkan mata dan sekaligus otak sebagai kaitan antara aktivitas membaca dan berpikir dan sebagai kunci dalam kemahiran membaca dan berpikir ( Hamijaya, dkk, 2008). Tulisan ini secara historis mengkaji sejarah perkembangan membaca secara longitudinal dari membaca simbol hingga membaca grafem dan fonem.

PENCIPTAAN LUKISAN BERBASIS BENTUK SENI RUPA ETNIK KARO PADA MATRA KERET YANG DIBENTUK DENGAN ALAT PENGANTAR PANAS

Zulkifli, Zulkifli, Sembiring, Dermawan, Tri Atmojo, Wahyu, Pasaribu, Mangatas

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The article, a result of this research, discusses the creation of art painting based on ethnic visual art of Karo, which is expressed on rubber material dimension formed with heat conductor device. The purpose is to find the form of North Sumatera’s visual art which is particular and unique. Therefore, it can contribute to the enrichment of the local and national cultural value. The method used is survey method and creative creation method. The testing of the result of the creation was done through the assessment of competent critics and appreciative response of the observers and the community. The data analysis was conducted with the quantitative and qualitative descriptive method. The result of this research shows that the character of Karo ethnic’s visual art as the basis of the art paintings’ development is commonly decorative and mythical. Rubber material as screen area with heat conductor is quite effective to explore the real texture and relief image, as well as producing artistic effect when exposed with light. Based on the critics’ and the observers’ appreciative response, the created works have had the quality of intra-aesthetic and extra-aesthetic, strong uniqueness and characteristics, hence it can contribute to enriching the local and national culture.

TERJEMAHAN SATIRE PADA NOVEL ANIMAL FARM

Arif, Azwar

BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur ungkapan satire dan teknik terjemahan ungkapan satire pada novel Animal Farm dalam Bahasa Indonesia. Konsep tentang satire yang dikemukakan oleh Keraf (2006) digunakan dalam menganalisis unsur-unsur ungkapan satire pada terjemahan novel Animal Farm dan metode teknik terjemahan yang digunakan berdasarkan teori Molina dan Albir (2002). Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bentuk content analysis Penelitian ini bersumber dari teks novel berbahasa Inggris karya George Orwell yang berjudul Animal Farm dan terjemahnya oleh Bakdi Soemanto. Data penelitian ini adalah ungkapan satire yang bersumber dari novel Animal Farm dan terjemahannya Animal Farm. Hasil penelitian ini terdapat 29 data ungkapan satire pada novel Animal Farm dan terjemahannya yaitu Ironi 15 data (51,72%), sarkasme 8 data (27,59%), dan parodi  6 data (20,69%). Sedangkan teknik penelitian terdapat 11 teknik yang digunakan berdasarkan teori teknik penerjemahan Molina dan Albir (2002) yaitu Harfiah 21 data (43,75 %), amplifikasi 8 data (16,67 %), deskripsi 3 data (6,25 %), transposisi 3 data ( 6,25 %), adaptasi 2 data  (4,16 %), kompensasi 2 data (4,16 %), kreasi diskursif 2 data (4,16 %), generalisasi 2 data (4,16 %), modulasi 2 data  (4,16 %), reduksi 2 data (4,16 %), dan partikulasi 1 data (2,08 %). Dalam proses analisis terjemahan ungkapan satire dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur ungkapan satire yang dominan yang terdapat pada novel Animal Farm adalah teknik harfiah.