Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -
Articles 116 Documents
Pemodelan Gerak Parabola yang Dipengaruhi Seretan serta Spin Efek Magnus Bola dengan Program Modellus dan Excell

Purwadi, Purwadi ( Program Magister Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan ) , Ishafit, Ishafit ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gerak parabola adalah gerak yang banyak dijadikan sebagai model untuk pengajaran Fisika khususnya kinematika dalam hal penjumlahan kecepatan; dalam hal ini gerak lurus beraturan (GLB) dalam arah horisontal dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dalam arah vertikal. Dalam kenyataannya, gerak parabola dipengaruhi oleh variabel lain yaitu adanya hambatan udara yang membuat trayektori lintasan tidak lagi berbentuk parabola dengan asumsi adanya gesekan udara. Tendangan Bola dengan melibatkan faktor spin akan membuat lintasan lateral berbentuk melengkung karena adanya Efek Magnus. Dengan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh dalam gerakan benda dan dibantu dengan software Modellus dan Excell, maka dibuat pemodelan untuk gerak benda.

Pengembangan Modul Fisika Pokok Bahasan Hukum Newton bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Di Kelas Inklusi SMA/MA Kelas X

Yudistia R, Fitriany ( Pendidikan Fisikan, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ) , Winarti, Winarti ( Pendidikan Fisikan, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, MAN Maguwoharjo dan SMAN 1 Sewon belum memiliki sumber belajar mandiri berupa modul Braille khususnya pada materi Hukum Newton. Berdasarkan kenyataan ini maka dibutuhkan sebuah sumber belajar yang didesain khusus bagi siswa tunanetra di kelas Inklusi yakni modul Braille pada pokok bahasan Hukum Newton.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul fisika pokok bahasan Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X sebagai sumber belajar mandiri, (2) mengetahui kualitas modul fisika Braille materi Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X, (3) mengetahui respon siswa terhadap modul fisika Braille yang telah dikembangkan.Penelitian ini merupakan penelitian R & D dengan model prosedural yang mengadaptasi dari pengembangan perangkat model 4-D, yakni Define, Design, Develop, and Disseminate. Instrumen penelitian berupa angket kualitas modul yaitu menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checklist. Instrumen untuk siswa berupa angket respon siswa yaitu menggunakan skala Guttman yang dibuat dalam bentuk checklist. Modul dinilai kualitasnya oleh 3 ahli materi, 1 ahli media, dan 2 guru fisika SMA/MA. Kelayakan modul berdasarkan respon siswa pada uji coba terbatas sebanyak 2 siswa dan uji coba luas sebanyak 8 siswa.Hasil penelitian berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan guru fisika SMA/MA modul memiliki kategori sangat baik (SB). Persentase keidealan menurut ahli materi adalah 87,88%; persentase keidealan menurut ahli media adalah 90,00% dan persentase keidealan menurut guru Fisika SMA/MA adalah 75,00%. Respon siswa terhadap modul fisika Braille pada uji coba terbatas diperoleh persentase 97,22%; sedangkan pada uji coba luas diperoleh persentase 89,58%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul layak dijadikan sebagai salah satu sumber belajar mandiri bagi siswa tunanetra.

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika Matematika 1 dengan Metode Brainstorming dan Tutor Teman Sebaya

Fatmaryanti, Siska Desy ( Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika Matematika 1 dengan metode brainstroming dan tutor teman sebaya. Subyek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Fisika UM Purworejo semester 3 tahun akademik 2012/2013. Penelitian ini dilakukan di prodi Pendidikan Fisika UM Purworejo dengan desain penelitian tindakan kelas dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah instrumen aktivitas belajar dan instrumen prestasi untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 2 metode ini yaitu brainstorming dan tutor teman sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar. Hal itu terlihat dari 61 mahasiswa yang diberi tindakan, terdapat peningkatan aktivitas belajar yakni dari 37,54% menjadi 51% dan peningkatan hasil belajar yakni dari nilai rata-rata kelas 58,7 (C-) menjadi 65,4 (B-)

Susunan Dewan Redaksi, Sekapur Sirih, Daftar Isi

JRKPF UAD, Redaksi ( Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Susunan Dewan Redaksi, Sekapur Sirih, Daftar

Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together sebagai Alternatif Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Mata Kuliah Telaah Kurikulum Hasil Belajar Fisika SMA

Kusumaningtyas, Dian Artha ( Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hal yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam mengajarkan suatu pokok bahasan adalah pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. cooperative learning tipe numbered heads together (NHT). merupakan suatu metode belajar yang cukup efektif untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dikelas. Penelitian ini bertujuan Mengetahui perubahan kualitas proses belajar pada peserta didik yang diajar pendidik menggunakan cooperative learning tipe numbered heads together (NHT).Subjek Penelitian ini adalah mahasiswa semester IV program studi P.Fisika. Rancangan penelitian ini menggunakan alur penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, yang diawali kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa mata kuliah telaah kurikulum Fisika SMA. Hal ini tergambar dari rata-rata aktivitas siklus I mencapai 2,2 dan meningkat sebesar 3,3 pada siklus IV. Selain itu tampak prosentase keterlaksanaan dari siklus I mencapai rata-rata sebesar 2,78, dan siklus 4 mencapai rata-rata sebesar 3,57 atau meningkat sebesar 0.79 dari siklus I.

Sampul Depan dan Belakang

JRKPF UAD, Redaksi ( Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

sampul depan dan belakang

Pengembangan Kuliah Eksperimen Fisika dengan Teknologi Multimedia

Okimustava, Okimustava ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan ) , Ishafit, Ishafit ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan ) , Suwondo, Nanang ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan ) , Resmiyanto, Rachmad ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan ) , Praja, Apik Rusdiarna Indra ( Program Studi Fisika Metrologi dan Elektronika Instrumentasi, Universitas Ahmad Dahlan )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian tentang pembelajaran berbasis lesson study untuk mata kuliah eksperimen fisika yang bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran eksperimen fisika dengan dua jenis media instruksional berbasis teknologi multimedia, yaitu Video Based Laboratory (VBL) dan Simulation Based Laboratory (SBL). Lesson study merupakan kegiatan pembelajaran dengan kegiatan perencanaan (plan), implementasi pembelajaran (do) dan observasi serta refleksi (see) terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran. Topik eksperimen yang diberikan adalah Efek Fotolistrik, Watak Lampu Pijar, Gerak Harmonik Sederhana dan Verifkasi Hukum Kekekalan Momentum. Evaluasi kemampuan mahasiswa setelah pembelajaran meliputi evaluasi kongitif dengan tes konseptual tentang penguasaan materi fisika dan tes essay tentang kemampan analisis data eksperimental fisika, dan evaluasi keterampilan kerja ilmiah dengan membuat makalah dan poster ilmiah dari topik eksperimen yang dilakukan. Hasil penelitian bahwa pembelajaran berbasis lesson study pada mata kuliah eksperimen fisika menggunakan VBL dan SBL dapat meningkatkan kemampuan konseptual dan keterampilan mahasiswa.

Peningkatan Prestasi Siswa pada Konsep Fluida Statis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS–TS) Bervariasi Demonstrasi di Kelas XI IPA SMA Negeri 5 Yogyakarta TA 2012–2013

Suryani, Fadiyah ( SMA Negeri 5 Yogyakarta )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar fisika konsep fluida statis pada siswa kelas XI IPA SMA N 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) bervariasi demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI IPA2 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (obsservasi) dan refleksi. Siklus 1 Peneliti melakukan demonstrasi pada materi tekanan kemudian siswa berdiskusi sesuai dengan kelompok dan sharing antar kelompok. Dua siswa bertamu(stray) ke kelompok lain dan 2 siswa tetap(stay) berada di kelompok untuk menerima kedatangan dari kelompok lain.Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan hasil sharing dengan kelompok lain. Dari hasil tes pada siklus 1 menunjukkan hasil yang belum memuaskan karena ada 15 siswa yang belum tuntas dan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar kelompok dan kurang tertib ketika pelaksanaan sharing antar kelompok. Maka diadakan siklus 2 dengan materi hukum Archimedes, teknik pelaksanaan sama seperti siklus 1, siswa dapat lebih berpartisipasi aktif dalam kelompok dan pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran berlangsung lebih tertib, siswa tampak termotivasi dalam belaja, hal ini tampak pada saat siswa berdiskusi.. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model two stay two stray bervariasi demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa. Tiap siklus ada peningkatan hasil belajar, yaitu siklus 1 presentasi ketuntasan42% , siklus 2 presentase ketuntasan 83% sehingga ada kenaikan hasil belajar sebesar 41%.

Kajian Metode Power Teaching sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Sains di Kelas

Nursulistiyo, Eko ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk studi pustaka mengenai metode pembelajaran Power teaching. Power teaching adalah metode pembelajaran dengan mengacu pada lima langkah pembelajaran yaitu 1). Class “Yes”, 2). Classroom rules (aturan di dalam kelas), 3). Teach “Okay” (Ajar “Oke”), 4). The Scoreboard, 5). Hands and eyes (tangan dan mata) dan Mirror (pencerminan), 6). Switch. Power teaching sesuai dengan kerucut pengalaman Edgar Dale dan memberikan kontribusi kontribusi 70-90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan karena siswa melakukan pembicaraan (giving a talk) atau presentasi dramatik kepada siswa lainya. Metode Power teaching ini cocok digunakan dalam proses pembelajaran sains/fisika dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini 1). Konsep yang mudah dipahami dapat diajarkan langsung oleh guru, 2). Konsep yang cukup sulit dapat diajarkan dengan memerintahkan siswa membaca dan memahami kemudian baru mengajarkan kepada teman sebayanya, 3). Evaluasi hendaknya dapat dilakukan untuk mengecek pemahaman siswa karena pembelajaran yang tergolong cepat dan kemungkinan terjadi miskonsepsi, 4). Konsep diajarkan secara bertahap dimana setiap tahapan dijelaskan oleh guru dan dipahami oleh siswa sehingga siswa mendapatkan pemahaman yang utuh dan dimengerti pada akhirnya, 5). Materi yang terlampau sulit bagi siswa harus dipikirkan ulang bagaimana menganjarkanya kepada siswa dengan metode ini.

Perumusan Model Moneter Berdasarkan Perilaku Gas Ideal

Resmiyanto, Rachmad ( Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan )

Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah disusun sebuah model moneter yang berdasarkan perilaku gas ideal. Model disusun dengan menggunakan metode kias/analogi. Model moneter gas ideal mengiaskan jumlah uang beredar dengan volume gas, daya beli dengan tekanan gas dan produksi barang dengan suhu gas. Model ini memiliki formulasi yang berbeda dengan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) yang dicetuskan oleh Irving Fisher, model moneter Marshal-Pigou dari Cambridge serta model moneter ala Keynes. Selama ini 3 model tersebut dianggap sebagai model yang mapan dalam teori moneter pada buku-buku teks ekonomi. Model moneter gas ideal dapat menjadi cara pandang baru terhadap sistem moneter.

Page 1 of 12 | Total Record : 116