cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal BFI (Berkala Fisika Indonesia) merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Magister Pendidikan Fisika untuk menampung karya penelitian bidang Fisika dan Pendidikan Fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
MISKONSEPSI TENTANG SUHU DAN KALOR PADA SISWA KELAS 1 DI SMA MUHAMMADIYAH PURWOREJO, JAWA TENGAH Setyadi K., Eko; Komalasari, Arif
Berkala Fisika Indonesia Vol 4, No 1 & 2: Januari & Juli 2012
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang  miskonsepsi suhu dan kalor pada siswa kelas  1  di SMA  Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah, tahun pelajaran  2001/2002. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas 1B. Instrumen yang digunakan adalah  pretes uji miskonsepsi  berupa soal-soal konsep dan perhitungan untuk pokok bahasan suhu dan kalor.  Analisis  dilakukan terhadap  data  persentase  penguasaan tentang suhu dan kalor  pada setiap siswa. Berdasarkan  data  tersebut  diperoleh  nilai rata-rata  miskonsepsi  63,7% dan hal ini termasuk ke dalam kriteria miskonsepsi tinggi, sedangkan persentase penguasaan termasuk dalam kriteria sangat rendah.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MELALUI PENGALAMAN EMPIRIS: KASUS PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK MELINGKAR PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 4 MAGELANG, JAWA TENGAH Fauzan Bukhori, Mokhamad Arief
Berkala Fisika Indonesia Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui perbedaan antara pemahaman konsep fisika siswa tentang gerak melingkar dengan metode CTL dan dengan metode ceramah, serta untuk mengungkap seberapa besar kontribusi variabel sertaan kemampuan awal fisika, kemampuan numerik dan kemampuan verbal terhadap pemahaman konsep fisika siswa. Populasi adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Magelang, dan sebagai sampel adalah siswa kelas X-2 dan X-3.Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil undian, kelas X-2 diambil sebagai kelas kontrol dan kelas X-3 sebagai kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran fisika dengan metode CTL, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran fisika dengan metode ceramah. Adapun data kemampuan awal fisika diperoleh melalui hasil pretes, data kemampuan numerik dan data kemampuan verbal diperoleh melalui hasil psikotes, sedangkan data pemahaman konsep fisika siswa diperoleh melalui postes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t, uji Anacova yang diteruskan dengan uji beda rata-rata nilai (BRS) dan regresi. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji-t dan Anacova, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pemahaman konsep físika siswa ketika digunakan metode CTL dan ketika digunakan metode metode ceramah, tidak bergantung pada kemampuan awal físika, kemampuan numerik, dan kemampuan verbal. Berdasarkan hasil uji BRS, disimpulkan bahwa tingkat pemahaman konsep físika melalui metode CTL lebih tinggi dibandingkan dengan melalui metode ceramah. Di samping itu, disimpulkan bahwa tiga variabel sertaan yaitu kemampuan awal físika, kemampuan numerik, dan kemampuan verbal memberi kontribusi yang positif terhadap pemahaman konsep físika, dengan kontribusi relatif berturutturut 68,8%, 25,9%, dan 5,3%, sedangkan kontribusi efektif berturut-berturut 42,79 %, 16,11 %, dan 3,30 %.
Penerapan Strategi Pembelajaran Probex untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2007/2008 pada Konsep Kalor Juniati, .
Berkala Fisika Indonesia Vol 1, No 2: January 2009
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan yang pertama ingin membuktikan bahwa penerapan strategi pembelajaran Probex (predict observe explain) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi peserta didik. Kedua ingin meningkatkan hasil belajar fisika pada konsep kalor. Subyek penelitian adalah kelas VIIE SMP N 3 Purworejo, Jawa Tengah tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 24 peserta didik. Prosedur yang penulis lakukan dalam penelitian ini melalui dua siklus pada 20 April sampai dengan 3 Juni 2008. Siklus I dalam proses pembelajaran penulis menerapkan strategi pembelajaran Probex melakukan pengamatan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, memberi postes untuk mengukur ketercapaian hasil belajar. Pada siklus II prosedur yang penulis lakukan sama dengan siklus I hanya dalam pembelajaran penulis tambah dengan pemanfaatan TIK. Hasil perlakuan pada siklus I dan II menunjukkan bahwa peserta didik selalu termotivasi  untuk belajar fisika meningkat dari siklus I 25% menjadi 52,5% pada siklus II. Sedangkan kerjasama meningkat dari siklus I 38% menjadi 44,2% pada siklus II.  Nilai pretes dan postes untuk konsep kalor juga meningkat ketuntasan dari 33,3% menjadi 66,6% pada siklus I dan nilai pretes dan postes pada siklus II  dengan ketuntasan 79% menjadi 95,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Probex pada konsep kalor dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar belajar fisika.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA KONSEP OPTIKA GEOMETRIS KELAS X SMA Lindarti, .; Hinduan, Achmad A.; Oktova, Raden
Berkala Fisika Indonesia Vol 2, No 2: Januari 2010
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) di sebuah SMA Negeri  di Purworejo Jawa Tengah, dengan sasaran siswa kelas X. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis ( pre-test dan post-test), dan  teknik analisis data adalah deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif STAD, kualitas hasil pembelajaran lebih meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh perhitungan uji beda indeks gain kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh t hitung sebesar 4,506 dengan peluang lebih kecil dari taraf reliabilitas 0,05, yang berarti indeks gain kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran kooperatif lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan indeks gain dari kelompok kontrol yang hanya mendapatkan metode ceramah.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PRETES DAN POSTES PADA MODEL PEMBELAJARAN CTL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TENTANG MASSA JENIS Fatmawati, Alimatu
Berkala Fisika Indonesia Vol 4, No 1 & 2: Januari & Juli 2012
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan  hasil belajar  fisika  siswa, seorang guru memerlukan  model pembelajaran yang tepat,  dansalah satu    model pembelajaran yang  dapat  digunakan adalah  model CTL (Contextual Teaching and Learning)dengan pemberian pretes dan postes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan antara  hasil belajarsiswa pada model pembelajaran CTL dengan pemberian pretes dan postes  (kelas eksperimen)  dan  pada model pembelajaran CTL tanpa pemberian pretes dan postes (kelas kontrol) pada pokok bahasan massa jenis. Populasi penelitian ini adalah  siswa  kelas I SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta tahun ajaran  2005/2006. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik  cluster random sampling, dan kelas yang terpilih adalah kelas IB dan IC. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yang terdiri atas 50 butir soal. Aspek yang dinilai meliputi aspek afektif,  kognitif dan psikomotorik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL dengan memberikan pretes dan postes menghasilkan nilai rerata 27,63 sedangkan pada  kelompok  kontrol  diperoleh rerata 23,46. Dengan nilai hitungt=  2,29 dan tabelt= 2,00 pada taraf reliabilitas 5%  dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL dengan pemberian pretes dan postes  dapat meningkatkan  hasil belajar  siswa lebih besar dari pada model pembelajaran CTL  tanpa pemberian pretes dan postes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PURWANTORO WONOGIRI, JAWA TENGAH Santoso, Singgih
Berkala Fisika Indonesia Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengungkap apakah model pembelajaran kolaboratif yang diterapkan pada materi  kinematika gerak lurus dan motivasi belajar dapat meningkatkan hasil belajar fisika dibanding metode ceramah. Penelitian juga ditujukan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kolaboratif yang dikaitkan dengan motivasi belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwantoro di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Penetapan subyek menggunakan teknik incidental sampling. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan menekankan aktivitas membangun kerjasama antarsiswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan  pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan angket motivasi dengan skala Likert. Instrumen telah diujicoba untuk mengetahui indeks validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Pada taraf reliabilitas α= 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar yang diberi perlakuan model pembelajaran kolaboratif dengan lebih tinggi dibanding pada metode ceramah, (2) hasil belajar yang diberi perlakuan model pembelajaran kolaboratif lebih tinggi dibanding dengan metode ceramah yang dikaitkan dengan motivasi belajar. Sumbangan motivasi belajar terhadap peningkatan hasil belajar fisika dengan model pembelajaran kolaboratif adalah 64,8 %.
GIANT MAGNETORESONANCE EFFECT OF NiFe/Ag/ NiFe MULTILAYERS PREPARED WITH DC SPUTTERING TECHNIQUE ON Ag DEPOSITION TIME Toifur, Mohammad; Abraha, Kamsul; Ridwan, .
Berkala Fisika Indonesia Vol 2, No 1: July 2009
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

A study on the Giant Magnetoresonance (GMR) effect of NiFe/Ag/NiFe multilayers on  Ag deposition time (tAg) ranging from 1 to 3 minutes has been performed. The study was intended  to obtain the most suitable Ag deposition time to give the largest GMR ratio by using 150 G deposition field in transverse direction of anode-chathde and C substrate temperature during deposition. Several characterizations have been performed  including morphological sample cross section,  microstructure, magnetic properties of the layer, and GMR ratio in an external magnetic field  ranging from -20 up to 20 gauss. The results show that multilayers with tag = 2 minutes displays the largest GMR ratio of 54.87%. The layer has a high level of atomic structure ordering, a large grain size, the highest remanence and the smallest coercive power. The situation is close to Pool’s estimation that the GMR ratio for trilayers of approximately 50%.
PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA DI SMA NEGERI 4 MAGELANG, JAWA TENGAH Bukhori, M. Arief Fauzan
Berkala Fisika Indonesia Vol 4, No 1 & 2: Januari & Juli 2012
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Lemahnya pemahaman konsep siswa dalam belajar fisika pada umumnya disebabkan para pengajar dalam menggunakan metode atau pendekatan pembelajaran kurang relevan yang cenderung bersifat memompakan informasi kepada siswa, belum bisa meningkatkan pemahaman konsep secara optimal, belum bisa meningkatkan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran, dan juga belum bisa mengembangkan perilaku baik siswa yang terkait dengan perubahan pemahaman konsep yang perlu diteliti.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas melalui tiga siklus, diterapkan pada siswa kelas X-6 di SMA Negeri 4 Magelang Jawa Tengah pada semester genap tahun 2007/2008 melibatkan 36 siswa.Hasil penelitian pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran. Setelah diberi pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri ternyata juga dapat mengembangkan perilaku baik siswa yang terkait dengan perubahan pemahaman konsep fisika. Umumnya siswa yang berperilaku baik dan amat baik pemahaman konsepnya mayoritas juga meningkat nilainya memenuhi kriteria ketuntasan minimal sama dengan 65, selalu aktif, komunikatif, dan bergairah dalam belajar.
ANALISIS FASA KRISTAL TERBENTUK PADA BAHAN GELAS METALIK BERBASIS ZIRKONIUM ANTARA SUHU 440 - 480?C Munawaroh, Fatimatul; Triwikantoro, Triwikantoro
Berkala Fisika Indonesia Vol 4, No 1 & 2: Januari & Juli 2012
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis fasa kristal yang terbentuk pada bahan gelas metalik berbasis zirkonium pada  suhuantara  440?  -  480?C.  Yaitu paduan  Zr53.1Cu23Ni18Al5.9, Zr65Cu17.5Ni10Al7.5  dan Zr69.5Cu12Ni11Al7.5  yang dipanaskan di  atas  suhu  kristalisasi (Tx)  antara 440?  -  480?C selama 1 jam. Sampel diuji difraksi sinar-X (XRD) sebelum dan sesudah dipanaskan untuk mengetahui fasa kristal yang terbentuk. Hasil identifikasi menunjukkan kristal yang terbentuk selama pemanasan terdiri dari ZrO2 (tetragonal) sebagai fasa dominan serta CuO dan NiO sebagai fasa minor. Selain itu terdapat fasa intermetalik Zr2Ni pada paduan  Zr65Cu17.5Ni10Al7.5. Ukuran kristal fasa kristal yang terbentuk dihitung dengan menggunakan persamaan Scherrer. Untuk fasa ZrO 2  tetragonal ukuran kristalnya berkisar antara 10-17 nm, ZrO2  kubik  antara 7-14 nm, CuO antara 14-30 nm, NiO antara 13-16 nm dan Zr2Ni antara 14-16 nm.
Pedoman Penulisan Makalah BFI, Berkala Fisika Indonesia
Berkala Fisika Indonesia Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Pasca Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.219 KB)

Abstract

-

Page 1 of 10 | Total Record : 97