JSM (Jurnal SIFO Mikroskil)
Published by STMIK - STIE Mikroskil
ISSN : 14120100     EISSN : 26228130
JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) merupakan salah satu publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STMIK Mikroskil Medan, diharapkan dapat menjadi media dalam menuangkan ide dan pemikiran dalam bidang Sistem Informasi, Informatika dan Sain Teknologi. Topic atau tema berkaitan dengan bidang tersebut dapat berupa: information systems, product based knowledge, computer science, knowledge management, business and management, business IT-alignment, IT Governance, CRM, SCM, communication and marketing, enterprise resource planning, enterprise architecture, business process management, business process reengineering, modeling and simulation, information reatrival, artificial intelligence, images processing, information security, data mining, cryptography, social network, cloud computing, dan lainnya.
Articles 122 Documents
Komputasi Betweenness Centrality dengan Algorithma Eksak dan Pendekatan

Purba, Ronsen

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Betweenness merupakan ukuran centrality berdasarkan pada lintasan terpendek yang banyak digunakan dalam analisis terhadap graf yang kompleks. Solusi eksak terbaik untuk menghitung betweenness centrality adalah O(nm) untuk graf tak berbobot dan O(nm+n2 log n) untuk graf berbobot untuk jumlah vertex adalah n serta jumlah edge adalah m. Dalam dunia nyata dimana ukuran graf sangat besar perhitungan eksak akan menjadi sangat tidak fisibel. Untuk kondisi tersebut maka solusi pendekatan menjadi pilihan terbaik yang dapat dilakukan. Dalam paper ini akan dibandingkan solusi eksak dengan solusi pendekatan untuk menghitung betweennes centrality. Algoritma eksak yang digunakan adalah algoritma Brandes yang dieksekusi secara stand alone dan paralel serta algoritma pendekatan dengan teknik sampling yang adaptif untuk mengurangi secara signifikan perhitungan jumlah SSSP (single-source shortest path)  untuk verteks-verteks yang mempunyai nilai centrality yang tinggi. Dari ketiga algoritma tersebut akan diberikan diskusi terkait dengan kinerja masing-masing dengan graf uji yang berbeda-beda. Untuk keperluan saat ini dan ke depan dibutuhkan algoritma dinamis dengan kompleksitas lebih baik.

Pemanfaatan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai Model Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Karyawan Berprestasi

Sudarto, Sudarto

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Betweenness merupakan ukuran centrality berdasarkan pada lintasan terpendek yang banyak digunakan dalam analisis terhadap graf yang kompleks. Solusi eksak terbaik untuk menghitung betweenness centrality adalah O(nm) untuk graf tak berbobot dan O(nm+n2 log n) untuk graf berbobot untuk jumlah vertex adalah n serta jumlah edge adalah m. Dalam dunia nyata dimana ukuran graf sangat besar perhitungan eksak akan menjadi sangat tidak fisibel. Untuk kondisi tersebut maka solusi pendekatan menjadi pilihan terbaik yang dapat dilakukan. Dalam paper ini akan dibandingkan solusi eksak dengan solusi pendekatan untuk menghitung betweennes centrality. Algoritma eksak yang digunakan adalah algoritma Brandes yang dieksekusi secara stand alone dan paralel serta algoritma pendekatan dengan teknik sampling yang adaptif untuk mengurangi secara signifikan perhitungan jumlah SSSP (single-source shortest path)  untuk verteks-verteks yang mempunyai nilai centrality yang tinggi. Dari ketiga algoritma tersebut akan diberikan diskusi terkait dengan kinerja masing-masing dengan graf uji yang berbeda-beda. Untuk keperluan saat ini dan ke depan dibutuhkan algoritma dinamis dengan kompleksitas lebih baik.

Rancang Bangun Pembelajaran Online Sistem Operasi Windows 7 dengan HTML 5

Wong, Ng Poi, Hardy, Hardy, Riche, Riche

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Website yang ada saat ini umumnya dibangun menggunakan tag – tag dalam HTML 4.1, dimana HTML 4.1 belum mendukung tampilan audio dan video, tetapi audio dan video dapat dilihat dan didengar dengan adanya aplikasi tambahan sesuai dengan keperluan. HTML 5 dikembangkan W3C yang telah mendukung audio dan video pada website tanpa harus tergantung pada aplikasi tambahan. Pada penulisan ini, penulis mengimplementasikan pembelajaran sistem operasi windows 7 di dalam website yang akan dibangun, dan penulis menggunakan metodologi waterfall, yang dimulai dengan tahap pendefinisian kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengkodean website, dan pengujian. Pada pengkodean website, penulis menggunakan actionscript untuk merancang konten dari website yang akan dibangun. Dari hasil rancang bangun website pembelajaran ini, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengenal dan mengoperasikan sistem operasi windows 7 secara mendasar dengan mudah.

Pemanfaatan HIPHOP for PHP pada Web Server

Gunawan, Gunawan, Halim, Suwandi

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

HipHop for PHP merupakan sebuah teknologi optimasi website PHP yang dikembangkan oleh Facebook dengan mentransformasi source code PHP menjadi C++ yang optimal dan dengan mengorbankan beberapa fungsi PHP yang jarang digunakan. Artikel ini membahas penggunaan HipHop for PHP pada web server dan pengujiannya dengan cara membandingkannya dengan web server yang tidak menggunakan HipHop for PHP atau tanpa optimasi apapun. Uji coba terhadap pemakaian HipHop for PHP adalah dengan meng-compile sebuah website PHP atau kumpulan source code PHP menjadi binary files C++ hingga bisa diakses oleh sebuah web server. Juga akan dilakukan benchmark terhadap HipHop for PHP dengan menggunakan Apache Benchmark untuk mengetahui performansi HipHop for PHP dalam menangani request (permintaan) user dalam jumlah yang banyak. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa HipHop for PHP mampu meningkatkan performansi web server untuk website PHP hingga lebih dari 50%

EDGE Detection Menggunakan Metode Roberts Cross

Arifin, Arifin, Budiman, Budiman

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

HipHop for PHP merupakan sebuah teknologi optimasi website PHP yang dikembangkan oleh Facebook dengan mentransformasi source code PHP menjadi C++ yang optimal dan dengan mengorbankan beberapa fungsi PHP yang jarang digunakan. Artikel ini membahas penggunaan HipHop for PHP pada web server dan pengujiannya dengan cara membandingkannya dengan web server yang tidak menggunakan HipHop for PHP atau tanpa optimasi apapun. Uji coba terhadap pemakaian HipHop for PHP adalah dengan meng-compile sebuah website PHP atau kumpulan source code PHP menjadi binary files C++ hingga bisa diakses oleh sebuah web server. Juga akan dilakukan benchmark terhadap HipHop for PHP dengan menggunakan Apache Benchmark untuk mengetahui performansi HipHop for PHP dalam menangani request (permintaan) user dalam jumlah yang banyak. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa HipHop for PHP mampu meningkatkan performansi web server untuk website PHP hingga lebih dari 50%

Softswitch sebagai Peluang Efesiensi Jaringan Masa Depan

Damanik, Florida Nirma Sanny

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Softswitch mampu menjawab kekurangan jaringan PSTN dalam hal biaya dan fasilitas serta merupakan sebuah teknologi yang mendigitalisasi data suara ke dalam paket-paket data untuk ditransmisikan melalui jaringan komputer memanfaatkan Internet Protocol (IP).  Softswitch dapat dibangun dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang bersifat freeware, seperti X-Lite. Untuk menguji kualitas suara, kita dapat menganalisis  delay, jitter, dan, packet loss. Walaupun menggunakan aplikasi-aplikasi yang bersifat freeware, secara umum Softswitch yang telah dibangun dapat beroperasi dengan baik serta memiliki kualitas suara yang memuaskan

Keputusan Pembangunan Pusat Distribusi yang Berkelanjutan dalam Rantai Pasokan

Purba, Ronsen

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 2 (2011): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rantai pasokan merupakan sebuah jaringan yang mengelola pengadaan bahan baku, transformasi bahan baku ke produk antara dan akhir, dan distribusi produk akhir ke pengecer atau pelanggan. Menentukan lokasi fasilitas (pusat) distribusi dalam rantai pasokan dengan kendala pemenuhan pasar memungkinkan perusahaan lebih dekat kepada pelanggan, dan memberikan keuntungan kompetitif. Mengurangi waktu transportasi dan penggunaan minyak, biaya tenaga kerja dan peralatan merupakan faktor utama untuk membantu perusahaan untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan profitabilitas mereka. Dalam paper ini kami mengusulkan sebuah pendekatan MINLP untuk menyelesaikan model optimisasi untuk memutuskan pusat distribusi berbasis pertimbangan lingkungan. Kata kunci : rantai pasokan, pusat distribusi, keberlanjutan, MINLP, modeling

Perangkat Lunak Segmentasi Citra dengan Metode Watershed

Gunawan, Gunawan, Halim, Fandi, Wijaya, Erni

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 2 (2011): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Metode watershed merupakan salah satu metode dalam segmentasi citra yang membagi citra menjadi region yang berbeda dengan menggambarkan citra sebagai relief topografi. Metode watershed menghasilkan terlalu banyak region yang menyebabkan bagian penting objek terpisah atau disebut oversegmentasi, sehingga perlu dilakukan pengembangan metode. Cara mengurangi oversegmentasi pada metode watershed dapat meliputi watershed dengan memanfaatkan perbedaan gradien untuk menentukan arah dari kemiringan topografi, penambahan marker yang dapat digunakan untuk mensegmentasi sebagian objek yang dipilih, serta dengan menggunakan multiresolusi yang mengurangi oversegmentasi dengan skala ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat lunak yang mampu melakukan proses segmentasi citra dengan menggunakan metode watershed beserta perbedaannya dengan watershed morfologi, marker watershed, dan multiresolusi watershed. Hasil dari perangkat lunak adalah tampilan segmen dari citra awal dan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil segmen. Kata Kunci: segmentasi, watershed, oversegmentasi.

Algoritma Genetika dengan Pendekatan Model Pulau pada Permasalahan Travelling Salesman

Hardy, Hardy

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 2 (2011): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Algoritma genetika telah banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan susah (hard problem) atau permasalahan NP-Complete karena sifatnya yang heuristik dan mampu menghasilkan solusi yang optimal dalam waktu yang relatif cepat. Performansi dari algoritma genetika dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dilihat dari seberapa cepat algoritma genetika mencapai solusi yang optimal atau seberapa luas penjelajahan algoritma genetika dalam ruang solusi yang luas (tingkat diversitas yang tinggi). Algoritma genetika dengan pendekatan model pulau merupakan pendekatan paralel dimana beberapa instan algoritma genetika dijalankan secara bersamaan untuk menjelajahi ruang solusi mencari solusi optimal. Dengan menggunakan model pulau, algoritma genetika bisa dikembangkan lebih lanjut dalam hal peningkatan diversitas individu dalam populasi. Diversitas yang tinggi bisa meningkatkan peluang algoritma genetika untuk mendapatkan solusi yang paling optimal atau global optimum. Di dalam penelitian ini digunakan studi kasus permasalahan travelling salesman untuk membandingkan algoritma genetika dengan konfigurasi jumlah pulau dan metode pertukaran informasi antar pulau yang berbeda. Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan korelasi antara jumlah pulau yang digunakan dengan performansi algoritma genetika. Kata kunci : algoritma genetika, travelling salesman problem, model pulau, paralel

Analisis Optimasi Penjadwalan Jaga Dokter Residen Penyakit Dalam pada Rumah Sakit Pendidikan

Sufarnap, Erlanie, Sudarto, Sudarto

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 2 (2011): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penjadwalan kegiatan jaga residen pada sebuah rumah sakit adalah hal yang rumit. Hampir sama rumitnya dengan penjadwalan belajar mengajar pada sebuah institusi pendidikan. Seorang dokter residen biasanya mendapat giliran jaga pada dua rumah sakit  yang berbeda.  Selain dilihat dari sisi dokter  supervisornya  juga harus dilihat dari sisi dokter residen, yaitu kemungkinan-kemungkinan dokter residen akan menangani beberapa kasus yang berbeda sesuai dengan pasien yang masuk rumah sakit saat itu. Hal ini bisa dilihat dari sudah berapa stase yang dilewati oleh seorang dokter residen selama pendidikan kespesialisannya sebab ada kemungkinan jumlah kasus pasien yang banyak  dan berbeda-beda serta jumlah dokter residen tidak sebanding pada saat jaga,  sehingga harus dipikirkan juga solusi agar dokter residen bekerja dengan tim jaganya pada hari , tanggal  dan jam jaga yang sama. Selain itu, harus dipertimbangkan juga tingkat atau semester seorang dokter residen sehingga levelisasi tim jaga dapat dilaksanakan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan algoritma genetik. Algoritma genetik merupakan pendekatan komputasional untuk menyelesaikan masalah yang dimodelkan dengan proses biologi dari evolusi. Diharapkan dengan  digunakannya algoritma genetik akan diperoleh optimasi penjadwalan yaitu kondisi dimana terjadi kombinasi terbaik untuk pasangan dokter residen  dengan tim jaga beserta keahlian dan kemampuan lainnya secara keseluruhan, tidak ada permasalahan bentrokan jadwal jaga pada stase lain dan pada rumah sakit lainnya. Kata kunci: penjadwalan, optimasi, algoritma genetik.

Page 1 of 13 | Total Record : 122